Mike Driver
art blog(derogatory)

No title available
Cosmic Funnies
AnasAbdin
Alisa U Zemlji Chuda

if i look back, i am lost

@theartofmadeline
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!
Jules of Nature
$LAYYYTER
KIROKAZE
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available

JVL
Three Goblin Art
tumblr dot com

祝日 / Permanent Vacation
todays bird

seen from Italy

seen from Yemen

seen from Singapore
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from El Salvador
seen from Germany
seen from Japan
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Canada

seen from United States
@din-mat
CERITA ONESHOT
L14R.... 🐓💋💋
Kisah Malam
74ND4 L14R 💋💋
Jam weker dimeja kamar ku berdering pada jam 09.00 pagi, memang aku mensetting pada jam itu, karena tadi sampai terdengar adzan subuh aku masih belum bisa memejamkan mata untuk tidur,
Uugh Aku menggeliatkan tubuh ku terdengar bunyi kerotokan pada pinggang ku, dengan malas aku bangkit dari tempat tidur… ups.. aku lupa kalau aku tadi tidur dengan tubuh telanjang bulat…
Aku liat tubuh ku dari pantulan cermin besar.. mmm… dalam usia hampir kepala 4, kulihat tubuh ku masih bagus dilihat…
Buah dada ku yang berukuran bra 36 B masih cukup kenyal, pinggang ku masih ramping tak berlemak, pinggul dan pantat ku kata mas Seno,
Almarhum suami ku adalah bagian yang terindah dari tubuhku, sangat seksi dan serasi dengan sepasang kaki ku yang panjang… wajah ku…? kata mas Seno lagi, kata nya wajah ku lebih pantas dibilang seksi daripada cantik… entahlah penilaian lelaki memang susah dijabarkan oleh perempuan….
Sssssshhh… ooohhh… gila, lagi-lagi gairah birahi ku meletup dengan tiba2…..
di depan cermin besar itu aku meremasi buah dada montok ku sendiri yang kian mengencang… ammpuuuun…
Sudah 2 hari 2 malam ini aku sangat menderita karena birahi gila ini…
Entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku bermasturbasi…sampe tubuh ku benar-benar loyo,
Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di tengah keramaian jalan tol, saking nggak ketahan…...
Semalam, dengan diiringi adegan-adegan syur film bokep koleksi almarhum mas Seno… aku melampiaskan hasrat birahi ku secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai pagi menjelang…
Maka betapa jengkel ku, sekarang belum setengah jam mataku terbuka, gelegak birahi itu meletup lagi… kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi, kuguyur tubuhku dengan shower air dingin…
agak menggigil juga tubuh ku…. Aku memang wanita berlibido tinggi,
Sejak ABG aku sudah mengenal masturbasi….. menjelang lulus SMU aku mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi… Masa kuliah ku adalah masa euphoria sex, karena aku kuliah di Bandung sementara orang tua ku di Jakarta…
pada awal masa kuliah ku, aku pantas dijuluki Pemburu Seks…. beberapa kali aku diusir dari tempat kost yg berbeda, dengan sebab yg hampir sama… yang aku ingat,
Sore hai sepulang kuliah diantar teman kuliah ku, aku lupa namanya… pokok nya keturunan Arab… aku lupa bagaimana awal mula nya,
Aku biasa nyepong kemaluan Arab ganteng itu di dalam kamar ku dalam keadaan pintu ngga terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong masuk kamar ku utk menaruh pakaian ku yg habis diseterika nya…
Aku tengah terkagum-kagum dengan volume batang kemaluan Arab ganteng yang lebih besar dari lengan ku dan minta ampun panjang nya, Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu,
Tapi buat ku ga ada masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di rumah kontrakan nya… tentu saja gairah birahi ku yang binal dimanjakan oleh Arab ganteng itu… sepanjang hari… bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah kontrakan si Arab ganteng yang berantakan…
Kejadian yg lain pernah juga tengah malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baru ku… tiba-tiba pintu didobrak petugas ronda yang rupanya sudah lama memperhatikan kebiasaan ku masukin cowok malam-malam… cowok ku dengan tengil nya berhasil kabur… sementara aku lagi-lagi terpaksa harus cari kost baru lagi…
Satu lagi yang ga bakal aku lupa, affair ku dengan bapak kost, biar sudah tua tapi ganteng dan handsome.. dan yang membuat ku bertekuk lutut…
"mmm… aksi ranjang nya boo’… selalu membuat ku bangun kesiangan esok nya…
sayang aku menikmati kencan ranjang dengan bapak kost baru tiga kali keburu ketangkap basah sama istrinya… abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang… apes nya lagi aku ga akan mampu menolak, kalo tetek ku sudah kena diremasi nya…
Baru mau dua kali aku mendapatkan orgasme…..
eeh… pintu di ketok-ketok dari luar dan terdengar suara ibu kost memanggil nama ku….. mendengar itu bapak kost yg sedang memainkan batang kemaluan nya di liang sanggama ku, jadi gugup dan efeknya justru membuat nya orgasme, untung agak telat nyabut… peju nya berhamburan di atas perut ku banyak sekali…...
bisa ditebak endingnya… aku harus angkat kaki dari rumah kost saat itu juga… Nasihat sahabat-sahabat ku, banyak merubah perilaku seksual ku yang liar…
Dengan susah payah aku berhasil menekan hasrat birahi ku yang memang luar biasa panas dan aku mengumbar nya… awalnya mana sanggup aku menahan seminggu tanpa aktivitas seksual… bakal uring-uringan dan kepala terasa pecah… Sampai akhirnya aku ketemu dengan mas 'Seno' aktivis mapala kakak kelas ku… ngga hanya sosoknya yang jantan… permainan ranjang nya pun luar biasa… permainan nya yang agak kasar, mampu membuat ku mengerang-erang histeris…
Aku gak nyesel, harus married dengan mas Seno karena keburu hamil. Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil mengasuh 'Astari' hasil buah cinta ku dengan mas Seno suami ku,
Status ekonomi kamipun tergolong bagus… Sampai akhirnya 5 tahun yg lalu, ia kecelakaan mobil di jalan tol merenggut mas Seno dari kami berdua…
Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukan ku mengurus dan melanjutkan usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan keberadaan Astari anak tunggal ku sudah menginjak usia gadis remaja,
Aku hanya 2 kali terlibat affair dengan lelaki yg berbeda, itupun juga hanya having fun semata, penyegaran suasana disela-sela kesibukan bisnis… Kehidupan seksual ku datar, tanpa gejolak… sesekali aktivitas masturbasi cukup memuaskanku… Setelah tubuh terasa segar, ku kenakan kimono dan keluar kamar… ” Heee… Ron kamu disini..? koq gak sekolah..?” Ku dapati Ronie di belakang komputer Astari,
Ronie adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun ini akrab dengan anak gadisku itu, Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari keluarga yang cukup baik dan mapan,
” Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang lebih awal dan tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit.. kali aja butuh apa-apa” Sahut Ronie sopan, membuat ku terharu… Lumayan ngobrol dengan Ronie, penderitaan ku agak berkurang…
” Ron, kamu bisa mijit ga..?
"tolongin pijitin tante dong bentar ya… leher tante kaku…” pinta ku ke Ronie tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali, bahkan buat ku Ronie kaya anak ku sendiri, Ronie duduk menghadap punggung ku pijatan demi pijatan ku rasakan…
Tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu terasa nikmat selayak nya sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi perempuan… aku mulai mendesah resah…..
percikan api birahi dengan cepat membakar syawat ku tanpa ampun…. sementara tanpa ku sadari kimonoku sudah semakin melorot, terdesak tangan Ronie yang kini memijit daerah pinggang ku, atas permintaanku sendiri untuk memijit lebih turun….
Auuuuhh… dada ku terasa sesak.. akibat tete’ku yang semakin mengencang…. aku ingin ada yang meremasi nya… Sssshhh.. ooohhh… gilaaa… ngga tahaann…...
Aku pegang kedua tangan Ronie, tangan kiri ku memegang tangan kiri nya dan tangan kananku memegang tangan kanan nya ku tarik kedepan melingkari tubuh ku dan ku tangkupkan di buah dada ku… ” Eehh… tante…?” bisik Ronie bingung dari belakang tubuh ku.....
” Ron… tolong remasi tetek’ tante…” desis ku resah… merasakan sentuhan tangan lelaki pada buah dadaku yg tengah mengencang….
Benar-benar hilang sosok Ronie yg sehari-hari adalah pacar Astari anak ku... yang ada dibenak ku saat itu Ronie adalah lelaki muda bertubuh tegap… Ooouuh… Ronie mulai meremasi kemontokan buah dada ku… ”
"Yaaaaahh.. uughhh…ahhh… enaaaak Ronn.. ulangi lagi sayaaang.. oooohhh….”
Tubuh ku menggeliat resah… kugapai kepala Ronie dan kutarik ke arah tengkuk ku yang terbuka karena rambut ku kusanggul keatas… Ronie tak menolak dan melakukan permintaanku untuk menciumi tengkuk ku....
” Ciumi leher tante… hhhmmm..sssshhh.. yaaahh.. kecupin sayaaang.. aaaaccchh… sssshhh..”
bisikan dan desah mesra ku menuntun Ronie melakukan apa yg ku minta…..
Aku makin gemas, tubuh ku gemetaran hebat… baju kimono ku tinggal menutupi tubuh bawah ku karena tali pinggang nya masih terikat,
Ku balikkan tubuh ku, sejenak ku pandangi wajah ganteng Ronie yang matanya terbelalak liar menatap nanar tubuh bagian depan ku dengan mimik ngga karuan,
AKu lingkarkan kedua lenganku di lehernya dan dengan penuh gairah ku sosor bibir manis nya…...
Anak muda ini gelagapan menghadapi liar nya bibir ku yang mengulum bibir nya dan nakal nya lidah ku yang menggeliat menerobos masuk rongga mulut nya…
Tapi insting lelaki nya segera mengantisipasi, segera dapat mengatasi serangan ku,
Baju seragam Ronie dengan cepat ku lolosi dan…
"ooohh… dada yg gempal dan bidang dari salah satu tim inti basket di sekolah nya ini membuat gairah ku semakin binal… Ku dorong tubuh Ronie untuk rebah disofa… nafas jantan nya mulai tak beraturan....
HMmm… pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuh nya menggelepar, tatkala bibir dan lidahku menjelajahi permukaan kulit dada nya, bungkahan dada jantannya kuremas dengan gemas.... Aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusar nya… Sssshhh… celana nya tampak menggembung besar.. entah ada apa dibalik nya..?
Jantung ku berdegup semakin kencang melihatnya… dan mata ku terbelalak dibuatnya, sampai aku harus menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka… kepala kemaluan jantan menyembul keluar dari batas celana dalam nya….
aku dengan tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam sekalian dengan celana dalam putih nya sampai ke lutut Ronie… "Ooooohhh my God..! teriak ku dalam hati…
Menyaksikan batang kemaluan Ronie yang mengacung di antara pahanya… begitu macho, begitu gagah, begitu indah bentuk nya… dengan kepala kemaluan nya yang besar tampak mengkilat…..
Tangan ku terasa gemetaran ketika hendak menyentuh nya… Kembali tubuh Ronie menggerinjal kecil ketika tangan ku bergerak mengocok batang kemaluan nya…
aku makin binal, ku dekatkan wajah ku untuk mengulum kepala kemaluan yang menggemaskan itu, sambil tetap tangan ku bergerak mengocok batang kemaluan nya…
Mendadak tubuh tegap itu meregang hebat diiringi erangan keras… dan bibir ku yang setengah terbuka dan tinggal beberapa sentimeter dari kepala kemaluan itu merasakan semburan cairan hangat dengan menyebarkan aroma khas yg sangat ku kenal dan ku rindukan…...
Apalagi kalo bukan peju lelaki… tangan ku refleks mengocok batang kemaluan Ronie makin cepat sambil tangan ku yang lain mengurut lembut kantung pelir nya….. Sementara ku biarkan peju yang sangat kental itu menyembur wajah ku…....
Sesekali ku sambut dengan lidah ku…
" mmmm… rasa khas itu kembali dikecap oleh lidah ku…...
Terus terang aku sempat kecewa, dengan bobol nya peju Ronie…. Tapi beberapa saat batang kemaluan yang masih dalam genggaman ku,
Aku rasakan tak menyusut sedikitpun masih tetap keras…
Tanpa buang waktu, aku merangkak diatas tubuh Ronie yang menggelosoh di sofa…
dengan posisi tubuh ku jongkok mengangkangi tubuh Ronie, di atas kemaluan Ronie… ku tuntun batang kemaluan perkasa yang masih belepotan peju itu kearah liang sanggama ku yang sudah basah kuyub dari tadi…
"wooohh… ternyata kepala kemaluan itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggama ku…
Akhirnya dengan sedikit menahan perih, akibat otot liang sanggama yang dipaksa membuka lebih lebar.....
ku jejalkan dengan sedikit memaksa ke liang sanggama ku yang sudah tak sabar untuk segera melahap mangsa nya….
” Iiiiihhh… bantu dorong sayang…. Oooooowwwwww…”
Aku merengek panjang ketika sedikit demi sedikit amblas juga batang kemaluan Ronie menembus liang sanggama ku.. diiringi rasa perih yang menggemaskan…
” Sssshhh… aagh mmmhh… ayun pinggul mu keatas sayaaang..” kembali aku menuntun pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan… ”
"Aaaww… aahh… ooww.. perlahan duluuu sayaaang… burung kamu gede banget…...
"perih tauuk..” aku ngedumel manja… ketika Ronie mengayun pinggul nya kuat sekali… Terasa tubuh ku bagaikan baterai yang baru dicharge..…
aliran energi aneh itu mengalir menyebar ke seluruh tubuh ku… membuat aku semakin binal memainkan goyangan pinggul ku…
Sementara itu, Ronie ternyata cukup cerdas menyerap pelajaran, bahkan mampu segera mengembangkan… dengan posisi tubuhku diatas, membuat ku sangat cepat mencapai orgasme… entahlah atau karena besar nya batang kemaluan Ronie yang menyungkal rapat liang sanggama ku, sehingga seluruh syaraf dinding liang sanggama ku rata dibesut nya…...
Luar biasa..! dalam waktu kurang dari 5 menit setelah orgasme ku yg pertama, kembali aku tak dapat menahan jerit ku mengantar rasa nikmat nya orgasme yang kedua… dan… hhwwwoooo…. aaaammmpppuuunnn..!!!!
Rupa nya Ronie tak mampu menahan lebih lama bobol nya tanggul peju nya… tubuh ku dihentak-hentak nya kuat sekali… seakan ingin memasukkan seluruh batang kemaluan sepeler-peler nya ke liang sanggama ku… diiringi erangan mirip suara binatang buas sekarat…
Aku menangis menyesal setelahnya, berkali-kali Ronie memohon maaf atas kejadian yang terjadi siang itu… Tapi aneh nya gairah seksual ku yang meletup-letup tak terbendung itu, mereda setelah kejadian siang itu…
Aktivitas berjalan normal kembali, tapi sudah hampir seminggu ini, aku tak pernah melihat Ronie datang ke rumah. ” Dia lagi sibuk Ma… dapat tugas antar jemput saudara sepupu nya yang masih SD…” Jawab Astari ketika aku menanyakan tentang Ronie yang tak pernah muncul… Terus terang saja, sejak kejadian itu…
Pikiran ku sangat kacau, disisi aku sebagai Mama nya Astari, aku sangat menyesal dan sedih atas kejadian itu, tapi disisi aku sebagai seorang wanita yang masih punya hasrat dan naluri betina yang utuh…
Aku tak ingin melupakan kejadian itu… bahkan aku berharap kejadian itu terulang lagi…. Hampir sebulan lamanya Ronie tak muncul ke rumah, akupun maklum, Ronie sebagai remaja hijau, tentu mengalami shock dengan kejadian itu… disitulah muncul rasa berdosa ku kepada Ronie dan Astari anak ku…
Tapi jujur sejujur nya ada terselip rasa rindu ku memandang wajah anak muda itu…
Aku sering mengintip dari balik gordiyn jendela, saat Astari putri ku turun dari boncengan Ronnie…
kenapa hati ku berdebar-debar dan sedikit desiran birahiku menggelegak… Pikiran ku makin kacau… setelah beberapa kali kulihat Ronnie mulai nongkrong lagi dirumah…
Aku lihat Ronnie pacar Anak ku itu masih salah tingkah di depan ku, walaupun aku sdh berusaha menetralisir nya... iiihhh tapi buat aku… otak ku jadi ngeres begitu melihat wajah Ronnie yg innocent… betapa tidak…
Terbayanglah ekspresi wajah nya ketika tengah menyetubuhi ku beberapa waktu yang lalu…
Ekspresi wajah nya yang begitu sensual dimata ku pada saat dia melepas semburan sperma nya… suara erangan dan nafas birahi nya seakan nempel ditelinga ku…
Maka kekacauan inilah yang mendorong ku menerima tawaran Adrian seorang rekan bisnis ku untuk makan siang di sebuah hotel berbintang dan setelah nya akupun tak menolak ketika ia mengajak ku memasuki sebuah president suite di hotel itu, dengan alasan untuk mencari ketenangan membicarakan pekerjaan… walaupun yang terjadi kemudian adalah rayuan-rayuan maut nya yang ku sambut positif… dari remasan tangan… kecupan bibir… jilatan lidah nya yang nakal pada leher ku…
Desah resah ku… remasan gemas ku… dan… lolos nya pakaian kami satu persatu… payudara ku yang mengencang akibat remasan tangan dan cumbuan bibir nya… hhmmm… jilatannya pada clitoris itiel ku… batang kemaluan nya yang berbentuk indah, perkasa… memaksa bibir ku untuk mengulum nya….. ooowww….. nikmat hentakan tubuh nya menekan, menindih tubuh ku…
Sodokan kejantanan nya pada liang sanggama ku mengantarkan kenikmatan orgasme ku dua kali berturut-turut…...
2 jam kami melewatkan waktu untuk making love siang itu, kekaguman Adrian atas permainan ranjang ku yang begitu hot dan lihay…
Beberapa kali aku sudah berkencan di ranjang dengan 'Adrian' lelaki tinggi besar berstyle dandy… kepuasan sex ku raih dengan sempurna dengan kelihaian nya dia memperlakukan perempuan di atas ranjang…........
❤️🍆❤️🍆❤️🍆❤️❤️❤️
Selamat malam
Cerita Dewasa Ngentot Dengan Janda Berjilbab
Berikut ini adalah cerita dewasa yang nyata, atau kisah nyata dari seorang pemuda yang beruntung bisa menikmati tubuh seorangn janda beranak satu, janda yang sehari-harinya menggunakan jilbab, membuat sang pemuda lebih bersensasi untuk menikmati permainan panas dengan wanita yang umurnya lebih tua dari tua. Berikut kisah lengkapnya.
Ratna, seperti terlihat biasa aku memanggilnya, dia adalah teman sekantorku, seorang janda beranak 1 dan umurnya kira-kira 6 tahun lebih tua dariku. Wajahnya biasa saja, tubuhnya mungil dengan ukuran buah dada sedang. Apabila bekerja dia selalu menggunakan kerudung (jilbab), inilah awal ketertarikanku padanya. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang aku berfantasi dapat merasakan kehangatan tubuh seorang Cewek janda berjilbab.
Sebagai seorang janda tampaknya sangat dia akan belaian seorang pria dan dia tertarik padaku. Hal ini kuketahui dari pandangannya padaku dan cara dia memperlakukanku, terkadang ia memandangiku dan berusaha memegang tanganku bila sedang ngobrol berdua dengannya. Sebagai lelaki normal aku senang sekali dengan perlakuan seperti itu, semakin hari dia semakin dekat denganku, makan siang berdua, pegang-pegang tangan, bahkan setelah beberapa lama ia tak segan-segan lagi untuk mencium pipiku, bahkan bibirku.
Suatu hari ratna tidak masuk kerja karena sakit, dan karena pekerjaan aku sudah harus menemuinya, hari itu aku menghubunginya untuk menyanyakan keadaannya dan bertanya apakah aku dapat bertemu dia karena ada beberapa laporan yang butuh tanda-tanda. Singkat cerita aku menuju ke penjara, dalam perjalanan aku membayangkan kira-kira apa ya yang akan terjadi nanti?
Aku mengenakan pintu masuk beberapa kali, kemudian pintu rumah terbuka dan muncul anak laki-laki yang seragam smp, ternyata ia anak ratna.
“Eh… om wrony, masuk om…”, sapanya sambil mempersilahkan aku masuk.
“Mama ada de?…, Tadi om sudah telepon dan janji ketemu mama…” tanyaku.
“Ada, mama sedang di kamar, sebentar ya ade panggilkan…” jawabnya, kemudian ade melangkah menuju kamar ratna dan berteriak “maa…., Ada
tamu tuh dari kantor… om wrony…”
Pintu kamar terbuka dan tampaklah sosok yang tampak berbeda dari yang sebelumnya kulihat, dan perbedaanya adalah karena ia kini tidak mengenakan jilbab. Rambutnya pendek sehingga dengan jelas menampakkan lehernya yang jenjang. Saat itu ratna mengenakan kimono pink bermotif bunga.
“Ma, aku berangkat sekolah dulu ya…” ujar ade sambil mencium tangan mamanya
“Ya…, hati2 di jalan ya de…, salam dulu tuh ke om wrony” ujar ratna.
Ade lalu menghampiriku dan berpamitan sambil mencium tanganku, “Ade pergi dulu ya om…”
“Ya…”, ujarku singkat.
Lalu ia berlalu meninggalkan kami berdua, otakku mulai ngeres… wah kebetulan nih anaknya pergi sekolah, jadi aku bisa bermesraan dengan mamanya. namun aku berusaha menahan diri dan berkata “Gimana ratna, udah enakan? maaf ya aku mengganggu, soalnya laporan ini harus masuk hari ini ”
“ Ya..lumayan deh, tapi masih sedikit pusing, mana berkasnya biar aku tandatangani ”, jawab ratna sambil berjalan kearahku.
Kami duduk mengajak, kemudian ia mengambil berkas yang aku sodorkan lalu mulai menandatanganinya. Karena posisi ini agak menunduk, maka dengan jelas aku dapat melihat belahan dadanya dari sela2 kimononya yang longgar, dan ternyata ratna tidak memakai bra sehingga puting buah dadanya tampak menonjol. Aku menatapnya tanpa berkedip, ukurannya memang tidak besar tapi bentuknya terlihat masih kencang dan terasa sangat menantang untuk dijelajahi
“Hei…, kamu lagi liatin apa?”, Ujar ratna mengagetkan aku.
“Nggak kok, aku sedang memperhatikan tanda tanganmu…” kilahku
“Tanda tangan atau payudaraku?” kata ratna kemudian sambil tersenyum.
“Hehehe…, itu…, belahan payudaramu nampaknya sedikit…, sayang kalau aku melewatkannya…”, candaku.
Kisah Malam 086234.....
"Cinta, Kesetiaan, Selingkuh ❤️
Saya anak pertama dari keluarga yang berkecukupan ayah saya bekerja sebgai pengusaha di perbankan yang
cukup berpengaruh di daerah nya, Nama saya 'Indah Sari' saya sudah menikah tapi atas paksaan ayah saya,
sungguh tidak ada rasa enak enak nya menikah dengan yang di cintai, Tapi walaupun begitu aku sudah
menikah kurang lebih delapan tahun,
Suami saya, 'Bramono', adalah seorang dokter yang sedang mengambil spesialisasi bedah di Rumah Sakit
pemerintah di kota kami, Terlihat hebat memang, Tapi sayangnya keluarga nya ternyata memiliki bibit
keturunan “orang stress”.
Ini yang menyebabkan saya mengambil keputusan untuk lebih baik mengadopsi daripada memiliki keturunan
‘stress’.....
Sikap nya sebagai suami sama sekali tidak mencerminkan seorang suami, Terlebih saat dia menyadari bahwa
dirinya adalah kesayangan ayah saya, mertua nya, Beberapa alasan ayah saya sangat menyayangi nya adalah
karena suami saya adalah seorang dokter dan (katanya) adalah keturunan orang terhormat,
Terhormat..? Menjaga nama baik diri sendiri saja tidak bisa, apalagi nama baik keluarga dan rumah
tangga.? Sudah cukup lama saya bertahan menjaga nama baik keluarga, hingga akhirnya saya menyadari
bahwa ada pihak ketiga yang mengganggu rumah tangga kami,
Nama nya Erna, Dia seorang mahasiswi kedokteran hewan yang menjadi gundik suami saya untuk sekian tahun
lama nya, Sama sekali tidak ada yang menarik dari dirinya. Kalau boleh saya menyombong kan diri,
perbedaan saya dan dirinya ibarat langit dan bumi, Entah apa yang diinginkan suami saya dari diri nya,
Bukan hanya nama baik rumah tangga kami yang tercoreng, tapi juga nama baik orang tua saya. Dia
membawa ‘gundik’ nya itu dengan leluasa menggunakan kendaraan pribadi ayah saya, karena memang ia belum
mampu memiliki sebuah mobil, Bahkan untuk membeli baut nya pun mungkin masih meminta uang dari saya,
Di tengah kebingungan, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti program Magister Manajemen yang baru
saja dibuka di sebuah universitas di kota saya, Di sini saya banyak menjumpai teman baru,
Kejenuhan dan kebingungan saya mulai sedikit terobati dengan aktivitas belajar baik di kampus maupun
di luar,
Entah angin darimana yang berhembus, saya mendengar bahwa salah seorang teman kuliah saya bertempat
tinggal di daerah perumahan yang sama dengan Erni, Tiba-tiba timbul kembali rasa penasaran terhadap
‘gundik’ suami saya itu, Ibarat wartawan, saya pun mulai melancarkan beberapa pertanyaan daerah
seputar perumahan tersebut,
Nama nya Anjarwoko , Anjar Begitu setidak nya ia dipanggil, Pertama memang ia menaruh curiga terhadap pertanyaan
saya, Saya berusaha membohongi nya agar Aib rumah tangga saya tidak terbongkar, Namun karena rasa
penasaran nya yang begitu besar, saya tidak dapat lagi menutupi nya,
Terlebih dia begitu jelas memberi informasi mengenai dimana lokasi tepat nya Erni tinggal dan keadaan
sekeliling nya, Hingga akhirnya saya meminta tolong untuk sesekali mengintip apakah suami saya pernah
berkunjung ke sana, Akibat nya, saya sering berhubungan dengan nya untuk mendapatkan informasi lebih
dari nya,
Dari sekedar menerima informasi dan meminta tolong lagi, akhirnya saya tidak dapat menahan lagi
penderitaan yang saya alami, Saya akhirnya sering berkeluh kesah mengenai keadaan rumah tangga saya
yang sebenar nya,
Entah kenapa saya lakukan ini, Anjar adalah totally stranger, yang seharus nya sama sekali tidak
mengetahui kondisi intern rumah tangga kami, Tapi bagaimana lagi..?
Saya sudah sering berkeluh kesah dengan orang tua mengenai suami saya, Mereka hanya menyuruh saya
untuk bersabar, Dengan adik saya, mereka memang merasa kasihan kepada saya, namun mereka juga tidak
bisa berbuat banyak karena kesibukan bisnis nya,
Saya juga pernah berkeluh kesah dengan bibi (tante) saya yang belum menikah, namun dengan cepat dia
menjawab,
“Waduh, janganlah bicara itu kepada saya, saya tidak sama sekali tidak tahu masalah seperti itu!”
Kemana lagi saya harus berkeluh..?
Pada awal Cerita saya kepada Anjar, dia memang menganjurkan agar saya berbicara kepada orang tua saya,
Namun itu merupakan anjuran basi bagi saya. Anjar tidak putus asa, Dia terus memberi dukungan secara
moral, Yang membuat diri saya seolah semakin tenang berada di sisinya untuk mendengarkan dan menerima
dukungan nya,
Kemudian dia pun membuka rahasia mengenai dirinya, Mengenai siapa dirinya sebenarnya dan bagaimana
kondisi orang tua nya, Dari situ saya melihat beberapa kemiripan diantara kami berdua, Saya pun mulai
comfortable apabila sudah berada di sisinya, Dan pertemuan pun sering kami atur, Entah itu berkedok
kelompok belajar atau lain nya,
Hingga akhirnya, entah kenapa tumbuh rasa suka saya kepada dirinya, dan di suatu saat Anjar
memberanikan diri untuk menyentuh tangan saya dan memegang nya,
Saya merasakan getaran yang ia jalarkan ke diri saya, Akhirnya tanpa saya sangka, ia mengutarakan
perasaan nya, Perasaan yang sama dengan apa yang saya rasakan terhadap dirinya,
Singkat Cerita, kami mulai sepakat saling mengasihi, Dan kami pun mulai secara rutin bertemu untuk
berbagi kasih, Walau pun hanya sebatas di dalam mobil saya,
Kekagetan saya yang berikut nya adalah sewaktu Anjar tiba-tiba mencium bibir saya, Lucu rasanya saya
mengenang kejadian tersebut, Seolah saya adalah seorang gadis yang baru pertama kali dicium oleh pria,
Saya tidak tahu harus bagaimana, Di satu sisi, saya memang mencintai nya, Di sisi lain, saya sudah
menikah dan bersuami,
Kembali dia melayangkan kecupan dibarengi dengan sedikit lumatan pada bibir saya, Saya tetap tidak
berkutik, Hingga akhirnya dia bertanya, ”Kenapa tidak dibalas.?” Setelah kami saling tatap untuk
beberapa saat. Akhirnya….. saya pun membalas lumatan bibir nya,
Kisah kasih kami terus berjalan dengan sedikit bumbu saling cemburu apabila saya terkesan mulai
dendengan suami saya, atau saya mendengar isu bahwa Anjar berkenalan dengan seorang gadis, Tapi itu
semua tetap tidak mempengaruhi cinta kami,
Percumbuan kami semakin hangat, Dia pun mulai berani menggerayangi bagian-bagian tubuh saya, Baik
dengan menggunakan tangan nya atau dengan mulut nya,
Buah dada saya yang berukuran 36B ini sudah sering kali menjadi sasaran empuk mulut nya, Dan saya
sangat menikmati nya, Saya pun sering mencumbu dada nya yang lapang, dan sesekali mempermain kan mulut
dan lidah saya di pentil nya,
Dia pun sangat menikmati nya, Hingga akhirnya permainan kami mengalami peningkatan, Jemari nya mulai
terampil menyusup kepada celana dalam nya dan mempermain kan klitoris saya,
Saya mulai merasakan geli dan nikmat bercampur menjadi satu, terlebih apabila ia kombinasikan dengan
mencumbu tubuh saya,
Kami saling bergantian mencumbu hingga akhirnya pun saya hanyut dalam kebiasaan melakukan oral sex
terhadap nya, Dia begitu surprise saat saya melakukan oral, Anjar tidak menyangka, seperti hal nya saya,
Saya bahkan sempat terheran pada diri saya sendiri, Banarkah saya melakukan ini.? Pertama kali saya
melakukan oral sex terhadapnya, memang saya kikuk sekali, Anjar hanya membuka sedikit celana dalam nya
hingga kepala penisnya tersembul,
Entah kenapa, saat saya sedang mencumbu tubuh nya, saya sangat terdorong untuk mencumbu penis nya dan
memasukkan nya ke dalam mulut saya,
Dan sejak saat itu, percumbuan kami belumlah lengkap apabila saya belum melakukan oral sex
terhadapnya. Bagi saya, saya merasa memiliki hobby baru. Membuatnya nikmat melalui oral sex,
Hingga suatu saat di tengah percumbuan hebat kami dimana pakaian kami sudah hampir terbuka semua, di
jok belakang mobil saya di pelataran parkir department store “R” yang terletak di jalan yang
menggunakan nama seorang pangeran,
Dia mengangkat rok saya dan menyingkap sedikit celana dalam saya, lalu kemudian dengan cepat dan
lembut nya, Anjar mencumbu dan menyapu vagina saya dengan lidah nya, Sungguh saya dibuat nya kaget dan
bingung yang bukan kepalang, Suami saya sama sekali tidak pernah melakukan hal ini terhadap saya,
Di tengah kebingungan itu, saya sama sekali tidak tahu harus berbuat apa, Saya mencintai nya, tapi saya
sama sekali tidak menyangka hingga sejauh ini kisah asmara kami, Begitu lembut nya dia mempermain kan
klitoris saya dengan sapuan lidah nya,
Hingga akhirnya rasa bingung itu lenyap ditelan rasa geli dan nikmat yang sudah menjalar di sekujur
tubuh saya, Saya hanya bisa meremas rambut kepala nya, menekan kepala nya lebih dekat di vagina saya
yang kian membasah, Kenikmatan itu juga yang akhirnya membuat saya mengangkat kedua paha dengan lebih
membuka kangkangan kedua nya,
Setelah kurang lebih lima belas menit dia menjilati klitoris saya dengan berbagai cara, saya
disuruh nya rebah di jok belakang dan segera dia menindih saya, Rupa nya Anjar telah menurunkan
celana nya tanpa sepengetahuan saya sewaktu saya masih melayang- layang,
Dengan cepat Anjar menyodorkan penis nya menuju bibir vagina saya, Dan mempermain kan kepala penisnya di
bibir vagina saya, Saya kembali menggelinjang, Sama sekali tidak terbesit di benak saya, bahwa kami
masih bermain di area parkir sebuah pusat belanja yang terletak di jalan “D”. Yang suatu saat dapat
dipergoki satpam,
Kembali saya tersentak hebat saat kepala penis nya menggesek- gesek klitoris saya dengan agak kuat,
Tubuh saya mulai bergetar hebat, Apa ini yang dinamakan luapan birahi.? Karena vagina saya yang sudah
basah sejak tadi, Anjar tidak mendapat kesulitan untuk akhirnya dengan cepat dan lembut menyelipkan
penis nya di liang vagina saya,
Saya kembali tersentak dalam sejuta kenikmatan, Sebuah benda yang besar dan panjang menyelinap masuk
secara perlahan, sehingga menimbulkan gesekan halus pada klitoris saya, Tubuh saya mengejang sesaat,
Tiba-tiba muncul rasa heran yang amat sangat dalam diri saya,
Selama ini saya tidak pernah merasakan nikmatnya sex dengan suami saya, Yang saya tahu selama ini, sex
adalah menyakitkan. Saya hanya menjadi mesin pemuas nafsu sex suami saya tanpa peduli apakah saya
menikmati nya atau tidak, Nikmat sex seolah-olah hanya dongeng belaka di telinga saya,
Tapi Anjar… seolah-olah dia kini memberikan bukti bahwa nikmat sex itu ada, Dan nyata....
Kini saya sadar sepenuh nya, Saya semakin mencintai nya, Saya pun kembali larut dalam kebahagiaan
nikmatnya sex, Saya pun menyambut cinta nya, juga menyambut goyangannya tidak kalah hebat, Seolah saya
ingin menumpahkan dan mencapai kenikmatan sex yang baru saya rasakan dan ingin memberitahu nya untuk
bersama menikmati sex ini sepuas-puas nya,
Entah berapa lama kami bercinta dan saling berpacu dalam nafsu birahi di dalam mobil Genio berwarna
gelap, Akhirnya dia membiarkan saya selesai terlebih dahulu, Sungguh saya tidak menyangka bahwa
kenikmatan sex itu begitu indah, menyenangkan dan memuaskan,
Saya pun dibuat nya lemas dan tidak bertenaga, terkapar di jok mobil. Telentang tidak berdaya, dengan
rasa sejuta bahagia dan kepuasan yang tidak ternilai, Sementara Anjar akhirnya mempercepat ritme
ayunan pinggul nya dan saya merasakan adanya semburan hangat di dalam vagina saya. Semburan sperma
Anjar,
Saya sempat khawatir akan kehamilan akibat hubungan kami, Tapi Anjar segera berbisik bahwa dia ingin
saya hamil dan membesarkan anak tersebut, Berangsur- angsur kekhawatiran saya menghilang, Di satu sisi,
keinginan saya untuk hamil bisa saja terkabul, Dan ini yang saya tunggu,
Akhirnya siasat pun diatur, apalagi golongan darah Anjar sama persis dengan suami saya, Sejak saat
itu, kami pun rutin melakukan hubungan sex untuk saling meluapkan cinta dan memuaskan nafsu birahi
kami, dimana pun kami sempat,
Bahkan pernah di ruangan kantor saya pada saat sepi, Anjar meminta saya untuk berdiri membungkuk di
tepi meja kerja saya dan dia menyetubuhi saya dari belakang dengan terlebih dahulu mengangkat rok dan
menurunkan celana saya dan kemudian mempermain kan vagina saya dengan lidah nya yang kasar,
Kini bukan saja suami saya yang berselingkuh. Saya pun turut terjerumus dalam dunia perselingkuhan,
Perselingkuhan yang saya rasa adalah abadi, Apakah ini semua karena cinta sejati saya dengan Anjar..?
Apakah karena awalnya kawin paksa oleh ayah saya, hingga tidak pernah ada cinta antara saya dan suami
saya.? Hingga kini hubungan saya dan Anjar telah berusia dua tahun, baik hubungan komunikasi maupun
secara sexual, Kami tetap saling memperhatikan, mengasihi, menjaga dan juga saling mengisi kekurangan
satu sama lain. Seperti layak nya suami istri sejati,
Kini saya sudah tidak peduli lagi terhadap apa yang dilakukan suami saya, Anak kandung saya dari hasil
hubungan intim saya dengan Anjar dan anak angkat saya pun lebih dekat dengan Anjar ketimbang suami
saya. Entah kenapa, saya sangat berbahagia menjalani semua ini, Saya sudah menemukan cinta sejati
saya...... ❤️🍆❤️🍆❤️❤️😎
Cerita Lucah Melayu
Monday, January 14, 2013
Work Partner
Kejadian ni terjadi lebih kurang 2 tahun lepas. Waktu tu aku tengah tunggu result spm, so aku kerja kat hotel 4 star kat area kl. Aku kerja banquet, tapi part time je. So, bile ade function, baru aku masuk kerja.
Jadi, aku banyak la masa untuk lepak-lepak. Nak dijadikan cerita, bukan aku sorang je keje part time kat situ. Ramai gak budak macam aku, yang tunggu spm, student univ, college ( ala…carik duit poket la tu.) Dalam banyak-banyak part timer tu, aku tertarikla kat sorang awek ni. Aku nampak die since hari pertama aku start keje. Aku tak pasti umur die berapa, tapi muka die sweet macam lebih muda dari aku. Figure die pun sederhana aje, tapi kira okayla. Die ni buat kerja clumsy sikit, so kekadang terhibur jugak bila tengok die buat kerja. Aku tak berani nak tegur die sampailah berlaku satu peristiwa yang tak pernah aku lupakan.
Hari Sabtu malam Ahad, kitorang ade function, but diorang buat buffet jer. So, tak banyak pakai pekerja. Tapi function tu lama la jugak sebab ade persembahan. Maklumla…annual dinner. Function tu habis lebih kurang pukul 11.00 malam. Kitorang pun menjalankanlah tugas kitorang. Time tu ade la lebih kurang 7 orang buat clearing.
Selesai buat clearing, langit dah lain macam, nak hujan. Staff yang lain balik tumpang kereta supervisor kitorang. Die takleh nak tumpang sebab dah tak muat, lagipun lain destination. Lagipun die memang biasa balik naik komuter. Aku pulak naik motor Suzuki best bapak aku. Baru je aku nak start motor, hujan turun…lebat pulak tu. Aku dah duk menyumpah-nyumpah. Tapi, nasib baik aku tak kesorangan. Die pun takleh nak menapak ke stesyen komuter. Aku nampak muka die dah masam sambil mulut ntah membebel ape ntah. Aku terfikir, inilah peluang aku nak tegur die.
So, aku pun tegurla die. Die pulak layan baik aje. Best jugak borak dengan die. Dalam berborak-borak tu, aku dapat tau yang die ni sebenarnya student kolej lagi tua 2 tahun dari aku. Nama die Zana. Then, aku nampak Zana macam kesejukan sebab baju kitorang kena tempias hujan. Aku pun ajak Zana lepak kat banquet office.
Masa kat banquet office, Zana kata die nak tukar baju yang kering. Die tanya aku, kat mana nak tukar baju. Aku pun offer nak duduk luar bilik sampai die habis tukar baju. Die pun setuju dan aku keluar. Lebih kurang 5 minit aku kat luar, aku tanyala Zana dah siap ke belum. Aku tak dengar jawapan, so aku ingat die dah sudah. Aku pun masuk la. Aku terkejut sebab die belum siap butangkan blouse die. So, terus mintak maaf kat Zana, tapi aku tengok die macam cool je sambil terus button-up blouse die. Die tanya aku, "Tak pernah tengok ke? Takde makwe ke?". Aku terkedu gak nak jawab. Jawapan yang mampu keluar dari mulut aku cuma "Tak" je. Die terus datang kat aku. Cara die jalan ke arah aku membuat aku gabra sebab aku tak tau apa yang bermain di fikiran die. Tiba-tiba aku nampak die macam tenung 'adik' aku. Die tanya aku, "Stim ke?". Kali ni aku dah tak terkedu dah sebab otak aku dah fikir bukan-bukan...hehe. Aku pun senyum je kat Zana.
Die datang makin dekat dan terus pegang adik aku dari luar seluar aku. Dahla seluar slack tu nipis, terasa tangan die duk raba-raba adik aku. Aku saje tanya die, "Eh, nak buat ape ni?". Zana jawab dengan selamba, "Jangan buat bodoh pulak…" sambil terus tarik zip seluar aku. Aku taknak die buat kerja sensorang, so aku start la raba breast dia. Aku lebihkan usap kat putting die. Nafas die dah tak teratur. Aku bukak butang blouse die dan aku nampak dada die berombak. Die pakai bra warna cream.Aku terus tanggalkan blouse die. Die pun bukak kemeja aku. Aku terus belai breast sambil cium tengkuk die. Dari tengkuk, mulut aku bergerak ke telinga die. Aku hisap telinga die. Aku tengok die menggeliat dan die terus tolak mulut aku. Die kata, "Tak tahanlah…geli sangat". Aku bukak bra die dan aku tonyohkan muka aku kat breast die…geram. Aku hisap puting die dan sesekali aku gigit slow-slow. Die dah start terdengih-dengih. Aku suka reaksi die bila die stim. So, aku teruskan hisap breast die.
Sambil menghisap, tangan aku menjalar ke peha die. Aku usap-usap celah peha die. Terasa lembap sikit. Aku berhenti hisap breast die dan tumpukan perhatian pada 'bawah' die pulak. Aku bukak zip seluar die dan aku tarik seluar ke bawah. Aku dukung die dan aku letakkan die atas meja. Panty die warna pink. Bila aku kangkangkan die, aku nampak panty die dah basah. Tangan aku memainkan peranan. Mula-mula aku usap-usap dari luar panty aje. Lepas tu aku selitkan jari aku kat celah panty die.
Die tanya dengan suara tersekat-sekat, "Tak sempit ke masuk jari kat celah tu?". Aku faham maksud die dan terus tarik panty die. Terserlahla pussy die yang dilitupi well-trimmed hair. Aku teringat video-video blue yang aku tengok. So, aku hisap pussy die dengan rakus. Die terus mengeluh perlahan. Tiba-tiba aku rasa badan die macam kejang sambil die mendengus kuat. Die tarik tengkuk aku dan tarik aku ke muka die. Die kiss aku sambil lidah die menjalar dalam mulut aku. Dari ciuman die, aku dapat rasakan yang die ni ade pengalaman. Then die bisik kat aku, "I dah tak tahan dah ni, please…..". Aku kiss die sekali dan terus bukak seluar dan seluar dalam aku. 'Adik' aku memang dah stim, so takyah nak hisap-hisap macam cerita blue tu. Aku betulkan posisi die supaya die duduk kat tepi meja. Aku kangkangkan die dan terus masukkan adik aku slow-slow dalam pussy die. Ketat jugak pussy die. Aku sorong dan tarik adik aku dalam pussy die, mula-mula slow pastu makin laju.
Tiba-tiba aku terasa macam nak terpancut, so aku tarik keluar adik aku. Aku alih posisi die dan aku pun naik sekali atas meja tu. Aku hisap breast sambil menunggu adik aku lega sket. Bila dah lega, aku masukkan adik aku semula.
Aku teruskan sorong tarik. Dalam aku mendayung tu, aku perasan ntah berapa kali ntah die kejang…climax la tu kot. Tiba-tiba die tarik dan peluk aku sambil kaki die dirapatkan…aku rasa die climax lagi sebab die mengeluh kuat gak. Masa tu lah aku dapat rasakan adik aku macam dikepit serapat-rapatnya. Aku terasa sungguh nikmat. Aku tak sempat nak tanya die sama ada nak pancut dalam atau luar. Lagipun die tengah peluk aku, so aku tak sempat nak keluarkan adik aku. Otak aku pun dah takleh nak fikir sebab terlampau nikmat, so aku terus tolak adik aku masuk dalam-dalam dan pancutkan benih aku dalam pussy die sambil mengeluh, "Aaahhhh……". Aku terus terdampar kepenatan atas badan die.
Tiba-tiba die kejutkan aku, "Dah pukul satu ni, you kena hantar I balik." Aku pun terus pakai pakaian aku dan hantar die balik naik motor. Helmet satu jer, so aku gamble la tak pakai helmet. Nasib baik takde polis. Sampai kat rumah die, barulah aku tau die duk menyewa ngan kengkawan die, so tak kisah sangatla balik lambat. Lepas hantar die aku terus balik rumah aku. Nasib baik aku ade bawak kunci spare, takyahla kejutkan mak bapak aku. Kalau tak, menadah telinga je la aku.
Lepas mandi, aku tak terus tidur. Aku terbayang kenikmatan yang baru aku lalui sambil berharap ia akan berulang lagi. Memang aku bernasib baik sebab harapan aku sama dengan harapan Zana. Bila ade function, kitorang selalu cari peluang untuk buat benda tu, tapi aku tak pancut dalam dah. Kadang-kadang, aku bawak kondom. Mula-mula aku cadang nak bertanggungjawab dan nak jadikan die awek aku, tapi die menolak sebab die takut, lepas kahwin nanti, aku cepat bosan dengan die. So, aku tak kisah. Aku dah tak contact die semenjak aku dapat tawaran masuk ke sebuah universiti tempatan. Aku cuma dengar cerita dari kawan aku kat hotel tu yang die dah sambung twinning program ke UK.
REnitareni at 8:58 AM
Share
6 comments:

Join now!!!December 8, 2019 at 3:30 AM
NAGAQQ | AGEN BANDARQ | BANDARQ ONLINE | ADUQ ONLINE | DOMINOQQ TERBAIK
Yang Merupakan AGEN BANDARQ TERBAIK, Domino 99, Dan Bandar Poker Online Terpercaya di asia hadir untuk anda semua dengan permainan permainan menarik dan bonus menarik untuk anda semua (ᵒᴥᵒ)
Bonus yang diberikan NagaQQ :
<<(ᵒᴥᵒ)>> Bonus rollingan 0.5%,setiap senin di bagikannya
<<(ᵒᴥᵒ)>> Bonus Refferal 10% + 10%,seumur hidup
<<(ᵒᴥᵒ)>> Bonus Jackpot, yang dapat anda dapatkan dengan mudah
<<(ᵒᴥᵒ)>> Minimal Depo 15.000
<<(ᵒᴥᵒ)>> Minimal WD 20.000
Memegang Gelar atau title sebagai AGEN BANDARQ Terbaik di masanya
Games Yang di Hadirkan NagaQQ :
* Poker Online
* BandarQ
* Domino99
* Bandar Poker
* Bandar66(NEW GAMES)
Info Lebih lanjut Kunjungi :
Website : NAGAQQ
WHATSAPP : +855967014811
Line : Cs_nagaQQ
TELEGRAM :+855967014811
INFO NAGAQQ
BACA JUGA BLOGSPORT KAMI YANG LAIN:
<<(ᵒᴥᵒ)>> berita nagaqq/
<<(ᵒᴥᵒ)>> agen bandarq online/
<<(ᵒᴥᵒ)>> Kemenangan NagaQQ/
Reply

jenni chenDecember 8, 2019 at 12:19 PM
RajaBandarQ
Adalah website yang paling digemari saat ini oleh para pecinta judi online
Dengan adanya 8 game terbaik yang disediakan oleh pihak website RajaBandarQ , akan banyak mengundang para pecinta judi poker online untuk bermain diwebsite RajaBandarQ
8 Game Yang disediakan oleh pihak RajaBandarQ diantaranya adalah :
* AduQ
* BandarQ
* Bandar Poker
* Bandar 66 ( New Games )
* Capsa Susun
* Domino QQ
* Poker
* Sakong
Keunggulan jika bergabung di website RajaBandarQ :
- Proses Deposit dan Withdraw Hanya 2 Menit
- 100% Mudah Menang & Fairplay Game
- Minimal Deposit & Withdraw Rp 20.000,-
- Bonus Rollingan 0.3% (Tanpa Syarat)
- Bonus Referral 20% (Seumur Hidup)
- Bonus Extra Refferal
- Sistem Keamanan Terbaru
- Support 6 Bank Local ( BCA , BNI , BRI , CIMB NIAGA , DANAMON , MANDIRI )
Kami Memberikan Bukti Bukan Janji !!!
Baca Juga Blogger Kami :
- Blogger : Cerita Dewasa
- Blogger : Raja Berita889
- Blogger : Bandar Berita Harian
- Blogger : Panduan Judi Online
- Blogger : RajabandarQ
- Blogger : Berita Online Terapdate
Tunggu apalagi ? Daftarkan diri anda segera juga dan menangkan jackpot jutaan rupiah hanya dengan modal Rp 20.000,-
Hanya Di RajaBandarQ
Join : >>DAFTAR RAJABANDARQ<<
Reply

UnknownFebruary 11, 2021 at 3:26 PM
Area selangor or KL or yg berdekatan...sye 45 tahun ..cari skandal permpuan yg sporting,Jilat biji kelentit dan open minded...xkesah apa status dan boleh berahsia...0192659570
Reply

wanAugust 22, 2021 at 6:58 AM
um saya 24 , nak cari pasangan yang naughty in the same time fun .. saya lonely sangat nak ada peneman je whatsapp lah call ke area cheras atau kl / kalau yang duduk jauh tu nak duduk sekali dengan saya pun boleh bilik saya sorang je 0173276403 - wan
Reply

UnknownNovember 9, 2021 at 2:13 AM
Salam perkenalan.. mencari skandal atau rakan chat.. mesej abg sham 0143636432
Reply

MusDecember 31, 2021 at 11:22 PM
Hye semua. Girl yg nak berkenalan jom email [email protected]..
Reply
‹
›
Home
View web version
Powered by Blogger.
[Kisah Benar] Seorang Isteri
.
Seha orangnya kurus dan tinggi lampai bekerja di sebuah pusat pernigaan dan telah berkahwin dan punyai seorg cahaya mata yang comel berusia 1 tahun. Perkenalan aku dgn dia adalah secara tak sengaja bila mana aku terlanggar semasa kelam kabut beli barang keperluan aku.. sampai dia terduduk, aku jadi serban salah bila dia mengaduh kesakitan. Pada masa tu juga aku terpaksa pujuk dan minta maaf padanya atas kesalahan aku hingga aku memperlawa dia lunch tengah hari tu. Dari situ aku selalu hubunginya melalui talifon dan dari situ juga aku tahu yg dia dah bersuami.
Pada satu petang 3 minggu kemudianya dia bertanya bila aku boleh belanja dia makan lagi….aku jawab selamba …” boleh.. kalau nak I belanja… hanya waktu malam . I sibuk waktu siang” jawab ku.
Dia pun jawab “kalau seha bawak baby boleh ke”
“bawak la tak pa” jawab ku..
“ok nanti seha call u bila seha nak keluar” jawapnya.
Bagi aku dia mungkin susah nak keluar sebab waktu malam pasti hubby dia ada kat rumah dan tak kan dia nak bawak anak keluar malam..Lagi pun aku malas sangat nak jumpa dia sebab dia dah khawin.
Tapi tak aku sangka 4 hari lepas tu lebih kurang pukul 1115 malam semasa aku dgn kawan-kawan ku berada di Bukit Bintang, dia call melalui public fon. Terkejut aku bila dia beri tahu dia berada di luar bersama anak kecilnya yg mana aku tahu tempat tu jauh dari kawasan rumahnya. Aku terpaksa tinggalkan kawan2 ku dan terus pergi ke tempat seha menunggu. Aku bawanya terus ke kedai makan.
Selepas makan aku bercadang nak hantar seha balik sebab waktu itu pun dah hampir pukul 1 pagi… tapi seha menjawap bahawa dia tak mahu balik sebab tak ada sesiapa di rumah… dan dia boring nak duduk rumah…. Aku terkejut… dan dia meminta aku pergi ke mana saja yg aku mahu atau pon kemana tempat yg sunyi. Dengan tanpa bertanya apa2 soalan.. aku pun bawa seha ke satu kawasan yg tak berapa ramai dan berapa sunyi di pinggir kl. Anaknya yg dah tertidur tadi aku letakkanya di seat belakang kerata
Disitu lah dia menceritakan segala masalah rumahtangganya pada ku. Aku bersimpati tapi aku masih takut kerana dia masih bersuami. Dia benar2 dahaga dan tak pernah rasa puas bersama suaminya walaupun telah banyak kali berbincang dgn suaminya. Menurutnya suaminya masih ego dgn tidak mahu mengaku kelemahan, aku jadi serbe salah bila lihat dia menangis sambil perlahan kepalanya rapat ke bahu ku… dalam hati ini tuhan saja yg tahu perasaan ku… hendak ku pujuk dan peluk dia isteri org. akhirnya aku beranikan diri sentuh tanganya sambil meminta dia banyak2 bersabar.
Aku tak sangka sentuhan tangan ku di belakang tapak tanganya dibalas, dia meramas tangan ku lembut, dan aku terkejut bila aku terasa sentuhan lembut bibir hinggap di pipi kiri ku..,aku memaling muka ke arahnya dan lihat raut wajahnya yg sayu dan redup. Memang benarlah kata org bila kita berdua lelaki perempuan pasti tengah-tengahnya ada ke tiga..”syaitan”
Dengan berani aku perlahan-lahan rapatkan muka ku ke mukanya… lalu bersentuhan bibi antara aku dgn dia memang syahdu dan cukup romantik waktu tu hingga aku lupa dunia. Dari bibi tangan ku mula memaut badanya. Aku juga tak sangka dia berani membalas setiap apa jua pergerakkan ku… dari mengusap-usap perlahan pehe ku tanganya merayap2 di kawasan zip seluar ku..tangan ku yg tadi dari pehenya kini berada di kawasan tundunnya yg memang tembam walaupun di atas kain lembut yg dipakainya aku dapat rasakan…. Ahhhhh memang batang ku dah mula mengeras… dan dah mula menegang. Bila seatnya ku baringkn… wow! lagi terserlah tundunnya yg tembam.. dengan rakus aku terasa zip seluar ku cuba di buka.. selepas terbuka dia menyepuk ke dalam seluar dalam ku… ahhhhhh memang asyik aku terasa sentuhan lembut jemarinya ke batang ku… dia membisik ke telinga ku…
“abg.. seha nak hisap”.. ahhhhhh rasa tersentak jantung ku dan berdenyut2 aku terasa batang ku menegang. Aku membiarkan apa saja yg seha mahu… aku relakan
Ahhh memang seha pandai melayan jiwa ku yg kini memang cukup bergelora… seha mengisap batang ku menjilat ujung kepala nya….memang aku tak tahan…. Tangan ku dah berjaya menyusup ke dalam kainya dan mengusap di luar seluar dalamnya…setelah tangan ku menelup kedalam seluar dalamnya .. aku dapat rasakan …. Cipapnya dah berair.. dgn lembut aku mencari biji kelentitnya…. Bila tersentuh…. Seha mula mengerang perlahannn aku tahu seha memang sedang cukup ghairah.
Dalam hati ku ini ku rasakan semuanya ada…. Seronok… sedap… ghairah… dan juga takut…. Sebab kawasan tu .. kawasa laluan org dan kerata… Cuma kurang lagi pun dah pukul 2 pagi… seha yg dari tadi mengisap.. menyonyot batang ku akhirnya meminta aku naik ke atas badanya dia benar2 tak mampu menahan gelora ghiarahnya…aku takut…aku takut untuk panjat…akhirnya dia mengajak aku ke rumahnya…. Dengan perasan takut ,syok dan bermacam2 lagi aku beranikan diri kerumahnya
Sesampai kerumahnya… aku dihidangkan dengan segelas air…aku duduk di sofa … dalam hati ni bermacam2 andaian timbul ….tapi nafsu memang dah menguasai fikiran ku….selepas menidurkan anaknya yg tadi terjaga…aku di ajak melihat bilik tidurnya… sesampai ke bilik tidurnya.. emm memang cukup harum…. Memang cukup menghairahkan… aku diajak duduk di birai katilnya… setelah duduk…. Sekali lagi dengan lembut dia mencium pipiku… mencium leherku.. ahhh seha memang pandai menaikkan nafsuku….
Jari-jemarinya merayap seluruh inci tubuh ku… siapa yang mampu menahan nafsu kalau berada dalam keadaan begitu lebih2 lagi dari tadi aku memang ghairah…selepas aku dan dia puas bercium… meraba2… seha berdiri dan meminta aku juga berdiri. Satu persatu seluar aku dibuka.. hinggalah dia melondehkan seluar dalam ku…. Terkeluarlah batang ku yg dari tadi dah menegang….seha terus mengusap2 batang ku… lalu mengisap.. mengulum… menjilat batang ku.
“ahhhhhh abg tak tahan seha”…kata ku aku mengajaknya baring atas katil satu persatu seluruh pakaianya ku buka.. memang seha aku bogelkan… wow… indah tubuhnya yg memang sedikit pon tiada parut atau cacat celanya. Dari atas tubuhnya bibirku jelajah… hingga ke cipapnya yg memang dari tadi sudah berair..ahhh memang harum bau cipapnya cukup bersih yg memang menurutnya, dia cukup jaga …hingga aku sanggup menjilat ke lubang punggungnya..
“ahhhh abgggg … ahhhhhhh sedap bangggg “…. Seha mengerang. Aku menjilat hampir ke 20 minit… seha memang cukup ghairah.
“Ahhh abg… seha nak batang abg…. Seha nak hisappp bangggggg” seha merengek-rengek… aku memusingkan badan dengan batang ku ke mulutnya… sambil aku masih menjilat biji kelentitnya dalam keadaan 69. Air seha banyak meleleh…. Cukup basah…separuh muka ku dipenuhi dengan air seha. seha juga berani menjilat hingga ke lubang dubur ku…. Ahhhh memang sedap… tak pernah aku rasa sebelum ni….setelah puas aku dan dia menjilat.. mengisap menyoyot dia pinta aku memasukkan batang ku dalam cipapnya… dengan perlahan aku mengosok kepala batang ku ke lurah cipap seha atas ke bawah… seha mengerang kesedapan……
Aku melayari bahtera bersama2.. pada malam tu 4 kali seha game… dia memang cukup puas….. dia mengaku sendiri…
- Tamat-
.
Tangan kat mana abang2 semua tu🙈🙈.. Kalau nak baca banyak lagi cerita macam ni. Cepat share post ni dulu..lepastu follow and like page saya😘
Jilatan Sayang 💦
.
Malam tu Kamal menuntut janji. Aku suruh dia datang bilik aku masa semua orang dah tidur. Tapi yang merisaukan aku, dia tidur sebilik dengan Zamri. Zamri tu pulak jenis tidur lewat. Aku abaikan semua tu, kalau ada, ada la. Kalau takde pun takpe. Aku paling benci projek dalam ketakutan ni. Tak boleh feel langsung. Nak stim pun susah.
Malam tu dia masuk bilik aku pukul 3.15 pagi. Aku dah tertidur pun. Kamal sentuh pipi aku untuk kejut aku. Aku terkejut terus terjaga. Dia tanggalkan baju aku satu persatu. Kami cuma ada satu jam lebih sebelum mak aku bangun sembahyang subuh. Mak aku selalu bangun pukul 5 pagi. Selepas dia bogelkan aku, dia terus kangkangkan aku dan jilat pantat aku. Ketakutan aku berkurangan sebab aku yakin sangat yang semua orang dah tidur, kalau ada yang terjaga pun, takde sape nak masuk bilik aku tak pasal-pasal. Sedap kene jilat sampai aku dah basah. Berair pantat aku kene jilat. Aku mengangkang, dan kamal berlutut bawah katil. Pantat aku betul-betul kat bucu katil. Jadi aku terpaksa ramas sendiri breast aku bila aku terasa sedap yang teramat sangat.
Hampir seluruh tubuh aku dijilatnya. Aku kegelian bila dia menjilat pusat aku dan beralih sikit ke pinggang. Satu kekurangan pada projek kali ni ialah aku tak boleh nak mengerang. Takut orang dengar lol! Dia menjilat peha aku, terasa naik bulu roma aku. Breast aku tetap jadi tumpuan. Dia menjilat dan isap breast aku sesuaka hati dia untuk jangka masa yang lama. Dia menggentel-gentel puting breast aku dan menggigit halus. Breast aku mengeras bila aku dapat menikmati kesedapannye. Dia duduk dibirai katil dan meminta aku isap konek dia. Aku takde masalah. Apa lagi saiz konek dia adalah saiz idalam aku. Sampai lenguh mulut aku isap konek dia. Dari hujung hingga kepangkal. Selepas kolom, aku jilat menggunakan lidah bermain-main dihujung kepala takuk dia. Bila aku rasakan air mazi dia keluar sikit, aku beralih pada dua bijik telur dia pulak. Dia meramas rambut aku dan memejam mata menahan kesedapan. Dia mengusik-usik breast aku lagi supaya keadilan dapat dirasakan dengan saksama. Aku sedap dia pun sedap.
Pantat basah aku tak boleh tunggu lama lagi. Aku mendambakan konek besar tu menusuk masuk kelembah keramat aku sedalam-dalamnya. Tapi Kamal lebih selesa bermain-main dengan kelentit aku. Dia memasukkan hujung lidahnya kelubang aku. Aku kesedapan dan berharap agar dia menekan dalam lagi.
Kamal menjilat lagi dari bawah keatas dan pantat aku terasa bagai diurut-urut. Aku terasa nak mengerang tapi aku terpaksa tahan. Melentik-lentik bontot aku terangkat menahan sedap yang teramat sangat.
Kamal bersedia memacakkan konek dia ke liang faraj aku. Pehanya yang berbulu tu menambah keghairahan aku bila aku terasa kegelian masa peha dia berlaga dengan peha aku. Kamal menolak perlahan hujung kepala takuknya sedikit demi sedikit. Ketat dan padat. Aku melentik dan memejam mata tanpa bersuara. Sumpah! Sedap sangat! Tapi aku tak dapat mengerang. Kalau kat rumah aku sendiri, aku dah jerit dah lepaskan kesedapan. Tapi apakan daya, kalau aku mengerang nanti lain pulak jadinye hehehe…
Dia menujah dan jemarinya ligat mengusik kelentit aku yg timbul dan keras. Aku terjongkek-jongket kesedapan sesekali menahan senak. Kamal memegang kedua-dua pinggang aku dan menarik tolak konek dia. Tujahan demi tujahan menggegarkan breast aku yang turut sama turun naik mengikut dayungan goncangan Kamal.
Aku tak dapat lihat wajah kamal dengan jelas sebab gelap. Aku dapat dengar nafas Kamal mendesah menikmati tujahannya sendiri. Aku mula kejang setelah lama berdayung. Aku kemut sekuat hati hingga terkeluar bunyi “hmmmm…” dari mulut kamal. Risau jugak aku kalau dia tak dapat kawal diri. Dibuatnya dia mengerang ke nanti, naya je! Semakin aku kemut semakin kuat dia mengeluh. Hanya nafasnya yang kedengaran. Kamal melajukan goncangan dan tiba-tiba dia menekan kuat hingga aku merasa senak yang teramat sangat. Dia memancutkan muntah susunya kedalam lubang pantat aku. Lima tembakan kalau tak silap aku. Dia berhenti sekejap untuk setiap satu tembakan. Dia menarik keluar konek dia yang sedikit lembik dan menyarung baju dan seluarnya semula. Dia selimutkan aku kembali tanpa memakaikan aku baju dan mengucup dahi aku mengucapkan selamat malam. Aku keletihan dan tertidur dalam keadaan bogel dibaluti selimut.
[Kisah Benar] Dua Hari
.
Aku terjaga dari tidur apabila terasa bibir aku dicium dengan rakus.
"Man... burit kakak rasa gatai....miang sangat-sangat, jomlah kongkek...."
Perlahan-lahan aku membuka mata.
Seorang wanita cantik berusia 25 tahun, iaitu 9 tahun lebih tua dariku,
sedang asyik mencium bibirku. Aku turut tercium haruman wangi dari tubuhnya.
Mungkin baru lepas mandi.
"Mama dengan abah dah pergi Ipoh, 2 hari 1 malam kat sana. Kita boleh
berpesta 2 hari 1 malam di rumah. ", kata wanita cantik itu sambil
melancapkan kote aku.
Tiba-tiba kedengaran suara seorang bayi menangis. Disisi aku terlentang anak
saudara aku yang berusia 6 bulan. Wanita cantik itu segera menanggalkan
terus tuala yang dipakainya. Bertelanjang bulat dihadapanku, dan terus
memasukkan puting tetek kirinya yang coklat kehitaman ke dalam mulut
anaknya.
"Kakak.... Man pun nak hisap tetek kakak", kataku sambil memicit-micit
puting tetek kanan Kak Ina sehingga keluar air susu dari puting tetek Kak
Ina.
"Kesianyaaaa.... adik pun dah lama tak dapat tetek kakak, kakak bagi baby
minum dulu, lepas tu adik lepas rindu puas-puas kat tetek kakak....
Sementara tu adik main-main dulu dengan burit kakak yer..... burit kakak
rasa gatai" pujuk kakakku dengan suaranya yang lunak dan manja.
Kak Ina mula tinggal bersama kami kembali, semenjak suami kak ina meninggal
ketika Kak Ina mengandung. Dan semenjak itu hubungan kami mulai intim.
Segala-galanya bermula daripada tindakanku yang suka meraba dan melihat puki
kakakku. Dah banyak kali aku meraba dan melihat puki Kak Ina. Kak Ina jenis
tidur mati. Boleh dikatakan dia tak sedar langsung apa yang berlaku pada
diri dia ketika dia tidur.
Bilik aku dan bilik Kak Ina bersebelahan dan berkongsi satu bilik mandi.
Jadi aku boleh ke bilik dia melalui bilik mandi. Mudahlah aku masuk ke
biliknya.
Pada suatu hari Kak Ina cuma tidur dengan berkemban kain batik saja. Aku
menyelak kain batik dia hingga ke pinggang. Kak Ina tak pakai seluar dalam.
Puki dia terus terdedah.
Selepas itu aku meleraikan ikatan kain batik di dada dia. Menarik kain batik
dia hingga ke pinggang dia. Ketika itu kain batik dia cuma berada di
bahagian pinggang . Bahagian lain semuanya terdedah.
Aku duduk disisi katil. Perlahan-lahan aku buka kaki dia sedikit demi
sedikit sehingga agak luas, supaya boleh melihat lebih jelas puki dia. Aku
buka bibir pantat dia supaya aku boleh melihat isi di dalam bibir pantat
dia.
Terkejut beruk aku apabila tiba-tiba Kak Ina bangun dari tidur dan terus
berdiri ketika aku raba puki dia. Matilah aku..... mak abah akan tahu.
Kak Ina memakai semula kain batik dia. Terus masuk bilik air. Mungkin sebab
nak kencing. Dia langsung tidak mempedulikan aku yang berada di sisinya.
Kemudian dia terus masuk semula ke bilik tidur dan sambung tidur.
Aku jadi serba salah. Nak raba atau tidak selepas itu. Akhirnya aku sambung
tidur. Keesokan harinya, Kak Ina berkelakuan selamba saja. Seolah-olah tak
ada apa yang berlaku.
Hari demi hari, nafsu aku meronta. Aku tak tahan. Aku kembali meraba.
Takut-takut juga kalau kali ini Kak Ina tersedar dan terus naik angin.
Tetapi macam biasa Kak Ina tidur lena tak sedarkan diri.
Selepas puas meraba, aku masuk semula ke bilik aku dan terus tidur. Beberapa
ketika selepas aku tidur, tiba-tiba Kak Ina menggerakkan aku.
"Man,... celah punggung kakak rasa gatai. Tolong tengok apa punca." Kak Ina
membuka lampu bilikku. Kak Ina dengan selamba menyelak pesak seluar dalam
dan membuka celah punggung dia.
Aku bermimpikah?? Kak Ina menunjukkan lubang punggung dia di depan aku.
"Hoi!!! Mengigau apa ni?", Kak Ina menampar kepala aku.
"Tak der apa-apa. Cuma teringat kali pertama kita kongkek dulu"
"Kenapa? Nak check semut kat celah punggung kakak?"
"Tak... tak der apa-apa. Cuma teringat saja" kataku sambil mula mengusap
puki Kak Ina. Semakin diusap semakin mengembang kelopak puki dan bijik
kelentit dia.
Sekejap saja dah mula basah puki dia. Puki Kak Ina memang cepat terangsang.
Air mazi dia pula cukup banyak setiap kali keluar. Dalam beberapa minit saja
jari-jari aku habis basah dengan air mazi dia.
Sesekali Kak Ina menjeling manja ke arahku. Dia perempuan tercantik bagi
aku. Segala-galanya begitu sempurna. Dari rupa paras hinggalah kepada tubuh
badan.
Sawo matang kulitnya tetapi begitu gebu dan cantik sekali kulitnya. Agak
kurus dan tinggi tetapi buah dada dan punggungnya montok berisi. Kak Ina
meletakkan anaknya di atas katil setelah anaknya tidur semula.
Selepas itu aku terus menerkam dia. Kak Ina terus kangkang kaki seluas yang
boleh apabila aku menghala kote aku ke arah puki dia. Aku merodok terus kote
aku ke dalam lubang puki Kak Ina yang sudah sedia ternganga.
Kira-kira lima minit kemudian.....Creettt.... cretttt....... Aku terus
pancut ke dalam pantat dia. Aku terasa puki dia menyedut kote aku ketika aku
pancut. Menyedut keluar ke semua air mani aku ke dalam lubang faraj dia.
Selepas itu aku cuba menarik keluar kote aku.
"Heyyyy!!! Jangan tarik kote keluar lagi, sekejap saja lagi baru kakak
puas....", Kak Ina melarang aku menarik keluar kote aku.
Tak perlu tunggu lama, selalunya dalam 5 atau 6 minit Kak Ina akan sampai
kemuncaknya. Selepas Kak Ina puas barulah aku cabut keluar kote aku.
"Tunggu sini, sekejap lagi, kita kongkek lagi. Kakak nak kencing", kata Kak
Ina sambil berdiri.
"Man nak tengok kakak kencing.....", balasku.
"Adik tak pernah tengok perempuan kencing? "
"Tak..tak pernah"
“Adik tak pernah cuba intai kakak kencing masa kakak dalam bilik air?” tanya
Kak Ina.
“Tak..”
"Apasal tak intai? Ikut kakak masuk bilik air", kata Kak Ina
"Ok, jugak,... selama ni pun cuma tengok lubang kencing kakak saja... Nak
tengok juga macam mana air kencing kakak keluar", kataku sambil cuba
mengelap saki baki air mani aku yang melimpah keluar dari lubang puki Kak
Ina kerana dia sedang berdiri ketika itu.
"Jomlah cepat... Kakak dah nak terkencing ni...", Kak Ina segera menarik
tangan aku.
Di dalam bilik air, Kak Ina berdiri sambil menghala kelangkang dia ke arah
mangkuk tandas. Aku membuka bibir kemaluan dan kelopak puki dia sehingga
kelihatan lubang kencing dia.
Selepas itu air kencingnya yang entah ditahan berapa lama, menyembur keluar
dari lubang kencingnya.
Selesai kencing, Kak Ina mencangkung. Aku mengorek keluar air mani aku yang
masih bertakung di dalam lubang pukinya. Membersihkan pukinya.
"Kak Ina.... mama dengan abah pergi mana?", tiba-tiba aku terdengar suara
Kak Zila.
"Pergi Ipoh, 2 hari 1 malam kat sana." kata Kak Ina sambil bangun berdiri.
Aku mengeringkan puki Kak Ina dengan tuala. Kak Ina kangkang sedikit kakinya
untuk memudahkan aku mengeringkan pukinya.
Selepas itu Kak Ina beredar keluar dari bilik mandi.
Aku melihat Kak Zila berkemban dengan tuala di tepi pintu. Kak Zila terus
masuk ke dalam bilik air.
"Man,.. man tutuh Kak Zila. Cepat sikit. Kakak nak mandi kejap lagi", kata
Kak Zila, sambil membogelkan terus badan dia dengan menanggalkan kain
tualanya.
"Baru saja tutuh Kak Ina.. tak boleh nak keras ni..."
"Tak payah tunggu keras lah, Man jolok saja butuh Man dalam burit kakak.
Cepatlah.. kakak nak mandi nak pergi kerja ni..."
Kak Zila tinggi lampai, lebih tinggi dari aku. Jadi mudah bagi aku untuk
jolok kote aku ke dalam lubang puki Kak Zila sambil kami berdiri.
"Hoi!!!... Raba-rabalah sama badan kakak, takkan nak kaku macam ni saja.
Bila masa kakak nak puas macam ni...", rungut Kak Zila.
Aku pun mula meraba-raba punggung dan tetek dia.
"Kak Zila, Man nak tengok kakak kencing"
"Huh... ada hobi baru pulak"
"Tadi Man tengok Kak Ina kencing,..."
"Oh... gitu,... Jadi.. Man nak tengok Kak Zila pula kencing yer?" tanya Kak
Zila, sambil mula mengemut-ngemut lubang puki dia.
"Yer....", jawabku.
"Tak senonoh!!!", jerkah Kak Zila sambil lubang puki dia tak henti-henti
mengemut-ngemut kote aku berulang kali.
"Sorry... sorry... saja tanya, kalau tak boleh tak apa....tak tengok pun tak
apa"
"Habis tu... kalau dia berak pun kau nak tengok juga?"
"Errr..... tak...."
"Kakak tak rasa nak kencing,... lain kali jerlah sayang tengok kakak
kencing", kata Kak Zila tersenyum sambil mengenyit mata. Kedua-dua tangannya
mencubit kedua-dua pipi aku. Huh... Kak Zila selalu permainkan aku....
"Man.... pagi ni sejuk sangatla... kejap lagi turun kat ruang tamu.... tutuh
kakak..." tiba-tiba saja Kak Ina muncul di tepi pintu.
"Ya....", jawabku lemah. Boleh mampus aku macam ni.....
Sepanjang hari ini hujan turun dengan lebat. Aku rasa malas nak keluar.
Lagipun aku tak nak tinggalkan Kak Ina kesunyian seorang diri di rumah.
Aku rasa enak betul dapat memeluk kakakku dalam suasana yang dingin begini.
Aku tidur tertiarap di atas Kak Ina. Kami berdua bertelanjang bulat.
Langsung tak berpakaian semenjak pagi tadi.
Kote aku masih lagi berkubang dalam lubang puk i Kak Ina. Selalunya itulah
yang kami lakukan. Membiarkan kote aku berada di dalam lubang puki selama
yang boleh.
Rasanya dekat 1 jam dah aku tertidur dalam pelukan Kak Ina. Aku menatap
wajah Kak Ina. Cantik betul. Hidung mancung dengan bibir yang merah mulus.
Pipinya lembut. Kadang-kadang dia kelihatan seperti budak belasan tahun.
Aku mencium pipi, hidung, bibir dia berulang kali. Seronok betul ada kakak
macam Kak Ina.
Aku menatap tetek dia. Bulat montok berisi susu. Aku membelai puting tetek
dia. Tak
perlu menunggu lama. Seketika saja puting teteknya menonjol hampir sepanjang
satu ruas jari. Kak Ina masih lagi tidur dengan nyenyak.
Cruutttt..... cruutttt.... Aku menghisap puting tetek Kak Ina. Aku menelan
air susu yang terkeluar dari puting teteknya.
Kak Ina mengeliat. Dia membuka mata seketika. Apabila dia melihat aku
menghisap puting teteknya, dia merangkul aku. Kemudian menutup matanya
semula. Sambung tidur agaknya.
Perlahan-lahan kote aku yang masih berkubang di dalam puki Kak Ina mengeras.
Aku
mula melocok batang aku. Sambil itu aku berterusan menghisap keluar air susu
dari puting tetek Kak Ina dan menelan air susu dia.
Selepas memancutkan mani aku ke dalam lubang puki Kak Ina, aku kembali
tertiarap di atas tubuh Kak Ina. Kalau boleh aku ingin tubuh bogel aku dan
tubuh bogel Kak Ina melekap buat selama-lamanya. Terasa begitu enak sekali.
Kehangatan tubuhnya terasa begitu nyaman sekali.
Di sebelah malam aku tak berpeluang menjamah tubuh Kak Ina. Dia sibuk
melayan bayinya yang agak kurang sihat. Aku pun tak mahu menyusahkan dia.
Apa-apa yang aku boleh tolong dia, aku tolong.
"Man... dah mandi belum?", tiba-tiba saja muncul Kak Zila. Dia baru balik
kerja.
"Belum lagi"
"Kalau begitu, teman kakak mandi..."
Nampaknya malam ni kena layan Kak Zila lah pula.
Hubungan aku dengan Kak Zila bermula selepas dia terlihat aku sedang kongkek
Kak Ina beberapa minggu yang lepas.
Di dalam bilik air aku membersihkan tubuh badan Kak Zila. Kak Zila berusia
21 tahun. Kerja sebagai operator kilang. Hari ini dan esok giliran dia kerja
petang hingga lewat malam.
Kak Zila memang cantik orangnya walaupun tak secantik Kak Ina. Kulit dia putih bersih dengan puting tetek merah jambu.
Di dalam bilik air, aku membersihkan seluruh tubuh dia hinggalah termasuk
puki dan celah punggung dia.
"Man... cukur bulu burit kakak. Dah mula berserabut bulu burit kakak..."
kata Kak Zila sambil menyerahkan pisau cukur kepadaku.
"Lumur sabun dulu pada burit kakak. Senang sikit nak cukur bila licin", arah
Kak Zila.
Kali pertama aku mencukur bulu puki Kak Zila. Aku cuba mencukur bulu puki
Kak Zila sehati-hati yang boleh, supaya tak terluka.
Kak Zila pula kelihatan yakin terhadap aku. Kak Zila berdiri sambil membuka
sedikit kaki dia untuk memudahkan aku mencukur. Aku turut mencukur sedikit
bulu yang berada di celah punggung Kak Zila.
Selepas selesai Kak Zila duduk mencangkung dan menyuruh aku membersihkan puki dan celah punggungnya dengan air.
Nampak comel puki Kak Zila tanpa bulu. Aku membuka bibir puki Kak Zila. Aku
menatap puki dia.
“Nak tengok kakak kencing?”, Kak Zila bertanya kepadaku.
“Nak tengok.. Man nak tengok” jawabku dengan gembira.
Air kencing Kak Zila terus terpancut di depanku. Aku melihat tanpa rasa
jijik sedikitpun malah seronok melihat Kak Zila sedang kencing. Selepas itu
aku membersihkan puki dia.
"Dahlah tu...dah bersih dah tu. Lain kali Man tengok kakak kencing lagi.
Kita masuk dalam bilik pulak... Lepas tu Man belek puas- puas burit kakak
yer…", kata Kak Zila.
Aku mengeringkan tubuh aku dan tubuh Kak Zila dengan tuala. Selepas itu Kak
Zila terus masuk ke dalam bilik. Kak Zila terus berbaring di atas katil.
"Ok. Sambung tengok burit kakak", kata Kak Zila sambil terus kangkang kakinya. Bibir puki dia ternganga terus.
Aku melutut antara dua kaki dia. Aku raba dan belek puki dia. Menjolok jari
aku ke dalam lubang puki dia. Mengorek-ngorek lubang puki dia.
Aku melihat ke dalam lubang faraj Kak Zila. Kelihatan basah dengan air dan
berlendir. Sekali-sekala kelihatan otot-otot faraj dia terkemut-kemut.
Aku berterusan mengorek hingga habis basah jari aku dengan air pukinya.
Selepas itu aku menolak tubuh Kak Zila hingga mengiring.
Aku buka celah punggung Kak Zila. Aku tengok lubang punggung dia yang merah gelap itu. Aku usap lembut dan geletek lubang punggung Kak Zila. Kak Zila
suka aku geletek lubang punggung dia. Sekali sekala kelihatan terkemut-kemut
lubang punggung dia menahan geli.
Aku tak tahan dah. Terus telentangkan semula tubuh Kak Zila. Aku kangkang
kaki dia luas-luas.
"Hoii... berapa punya luas nak kangkang. Kakak dah tak mampu nak terkangkang
ni.." kata Kak Zila. Ternganga luas bibir puki Kak Zila. Nampak pelbagai isi
yang kemerahan di celah puki dia.
Aku terus masukkan kot e aku ke dalam lubang pukinya. Kak Zila cuma melihat.
Selepas seluruh batang kote aku masuk ke dalam lubang pukinya, Kak Zila merangkul aku.
Kak Zila menjelir lidahnya. Memasukkan lidahnya ke dalam mulut aku. Aku mula mengulum dan menghisap lidah Kak Zila sehingga puas.
"Hisap tetek kakak", arah Kak Zila selepas aku puas menelan air liur dia.
Aku menghisap beberapa kali hingga puting tetek Kak Zila tersembul keras.
Dalam masa yang sama kote aku berasa lubang puki Kak Zila semakin basah.
Aku melocok kote aku. Nafas Kak Zila tersekat-sekat. Dia menikmati apa yang
aku lakukan. Kak Zila mengemut-ngemut kote aku dengan kuat menyebabkan kote
aku terasa terlalu geli.
"Kak.... jangan kemut kuat nanti Man terpancut...."
"Pancut jerlah.... apa masalahnya?", tanya Kak Zila
"Nanti kakak tak puas tak main lama", kataku.
"Biar jer kote Man dalam burit kakak lepas pancut. Lama-lama nanti kakak
puas la.. ", kata Kak Zila.
Aku tak tahan. Aku terus melepaskan air mani aku ke dalam lubang puki Kak Zila. Sepanjang malam tu aku tidur bersama Kak Zila.
Kami tidur mengiring sambil berpelukan. Aku membiarkan saja kote aku berkubang sepanjang malam di dalam lubang puki Kak Zila.
"Hoiii.... bangunlah.... asyik korang jer kongkek. Kak Ina pun nak kongkek juga", Kak Ina mengejutkan kami dari tidur.
Aku dengan Kak Zila mengeliat. Aku melihat Kak Ina duduk di sisi katil. Kak Ina bertelanjang bulat.
"Giliran Kak Ina pula kongkek dengan Man. Petang ni mama ngan abah dah nak balik", tambah Kak Ina lagi.
"Pukul berapa sekarang?" tanya Kak Zila.
"Dah dekat pukul dua", jawab Kak Ina.
"Hahhh!! Aku kerja pukul tiga.... Apasal Kak Ina tak kejutkan Zila!". Kak
Zila terus meluru ke bilik mandi.
Aku hanya terbaring di atas katil. Kak Ina mencangkung di atas aku dan menggesel-gesel puki dia pada kote aku. Aku memegang ke dua-dua ketul tetek
Kak Ina. Memicit-micit puting tetek hingga terkeluar sedikit susu dia.
"Jom kita pergi kat ruang tamu", ajak Kak Ina.
Aku menurut saja. Sebenarnya, Kak Ina tak begitu gemar kongkek di atas katil. Dia lebih suka buat di ruang tamu, atas lantai ataupun sambil berdiri.
Di ruang tamu, Kak Ina menyerongkong di atas lantai. Punggungnya ditonggek hingga celah punggungnya merekah sehingga menampakkan lubang punggungnya.
Nampak comel lubang punggung Kak Ina.
Aku meramas punggung Kak Ina sambil sekali sekala mengusap lubang punggung
Kak Ina.
"Hoii!!!... Cepatlah kongkek! Macamlah tak pernah tengok lubang punggung kakak. Lepas kongkek kakak sambung tengok balik...", rungut Kak Ina.
Aku segera memasukkan kote aku ke dalam lubang puki dia. Kak Ina terus mengemut-ngemut lubang puki dia. Enak betul puki Kak Ina. Kak Ina betul-betul pandai melayan kote aku.
Aku melocok kote aku. Kak Ina mengerang nikmat sekali sekala. Terasa semakin berlendir dan basah kote aku.
Lubang puki Kak Ina seolah-olah menyedut kote aku menyebabkan kadang-kadang terasa susah sikit untuk melocok kote aku. Tiba-tiba terasa telur aku diusap-usap. Tapi bukan Kak Ina yang usap.
"Ok.. bye.. nak pergi kerja dah ni...", tiba-tiba Kak Zila muncul di ruang tamu sambil mengusap kote aku.
"Ok...bye", kataku.
"Ok. Hati-hati. Jangan lupa beli ubat", Kak Ina ingatkan Kak Zila supaya beli pil perancang.
"Ok", jawab Kak Zila, Aku melepaskan air mani aku sepuas-puasnya ke dalam lubang puki Kak Ina. Lubang puki Kak Ina pula menyedut kote aku sekuat-kuatnya. Sehingga aku terasa seolah-olah habis air mani aku disedut keluar.
Terasa begitu menikmatkan lebih-lebih lagi Kak Zila membelai-belai telur aku ketika itu. Kemudian Kak Zila melepaskan telur aku dan menuju ke pintu keluar rumah.
Aku dan Kak Ina meneruskan aktiviti kami sehinggalah abah dan mama balik ke rumah pada petang itu.
-Tamat-
Nak baca cerita best macam ni..cepat share dan follow page saya
.
[Kisah Benar] Makcik Maznahku
.
Petang itu aku balik sekolah aku buka baju dan terus makan. Tak macam biasa Selalunya aku terus ambil towel nak gi mandi, pas tu baru makan. Rumah kami memang tak ada orang gaji.
Mak dan abah memang tak suka. Jadi, memang selalunya Mak Cik aku – Mak Cik Maznah namanya, yang siapkan makan tengahari. Dia adik mak aku yang bongsu. Aku tau, Mak aku masih ditempat kerja sebagai tukang masak di hospital besar.
Mak Cik aku tu memang tak bekerja sejak dulu. Baru 3 bulan dia tinggal dengan kami. Dia menjanda sejak kematian suaminya yang tercinta 3 atau 4 bulan dulu. Suami Mak Cik aku tu meninggal dunia sebab sakit kanser buah pinggang.
Kesian aku tengokkan Mak Cik ku itu. Umurnya masih muda dah ditinggalkan suami untuk selama-lamanya. Padahal dia baru berusia agak-agak 30 tahun, lebih- lebih pun 32. Dia tak mau nak kawin, katanya. Sebab ingatannya kepada suaminya cukup kuat, katanya kepada emak aku.Kesian juga aku tengokkan dia.
Katanya, suaminya dapat tahu mula mengidap kanser setelah baru saja 4 bulan berkawin. Aku dengar dia cerita dengan Mak aku, dia tidak “bersama” dengan suaminya semenjak tarikh itulah. Lebih 3 tahun tak “merasa” nikmat suami isteri.
Aku fahamlah apa makna “bersama” itu. Maksudnya, tenaga batin kelelakian suaminya hilang sebab serangan penyakit yang membunuh itu. Tambahan pula buah pinggang adalah pusat kekuatan seorang lelaki. Suaminya tak mampu melakukan tanggungjawab suami-isteri dengan sempurna.
Dia hanya terbaring saja. ku tau fungsi buah pinggang dari guru atheletik kami yang ‘ngajar senaman pasukan Bola Sepak dan pasukan Rugby sekolahku. Memang aku team captain yang disegani oleh sekolah-sekolah sekitar daerah zone kami.
Dari segi fisik, aku tinggi lampai 5’ 7″, berbadan tegap sasa. Senaman sukan dan latihan bola dan rugger menjadikan aku sama kuat dengan penuntut Tingkatan 5 walaupun aku belum lagi berusia sama dengan mereka.
Beralih kepada cerita aku tadi, memang Mak Cik Maznah selalu menyediakan makan aku tengahari bila balik sekolah. Waktu aku balik tadi, aku terserempak dia baru keluar dari bilik mandi dapur. Pakai towel saja. Pendek pulak tu. Berkemban. Nampak kepala lutut dan sebahagian pehanya yang putih melepas.
Memang dia tak kesah sebab aku masih budak-budak, umor dalam 17 tahun. Tingkatan 4. Lagipun, dia sudah lebih 4 tahun kawin. Nak hairan apa dengan budak mentah macam aku yang berhingus ini. Pangkat anak sedara pulak. Tak jadi masalah apa-apa.
Tubuh Mak Cik Maznah memang sental. Masa aku berjalan dengan dipasaraya, ramai jantan-jantan bermata liar menjeling ke arahnya. Mereka nampak jealous tengok aku. Peduli apa aku? Dia Mak Cik aku. Kalau suka pinanglah. Nasib-nasiblah. Tapi aku jamin Mak Cik Maznah tak mau punya.
Shape body Mak Cik memang menggiurkan. Silap pandang macam ratu. Kalau dia ke pasaraya, perawakannya canggih satu macam. Lepas laku. Jinak-jinak lalat. Tapi bukan senang nak tackle. Dia berazam tak akan kawin lagi. Dia loaded..!! Harta peninggalan suaminya banyak.
Pernah aku tengok betisnya masa dia duduk di kerusi sedang tengok TV. Licin, padat bentuk bunting padi. Masa dia keluar bilik manci tadi, aku tengok punggung sental dan tak berbuai macam perempuan dah beranak. Memang dia tak ada anak pun.
Bila Mak Cik, lesung pipitnya melatam. Pipinya tembam. Cimpam betul. Calang-calang jantan memang geram.Oh ya! Sedang aku makan itu, Mak Cik aku datang ke meja aku makan di dapur. Dia dah siap seperti nak berjalan saja. Pakai make-up dan bercelak.
Rambutnya tersisir mengurai hingga ke bahu. Terbau minyak wanginya. Dia memakai blouse warna merah jambu yang menampakkan shape bodinya yang memang semulajadi cun-melecun.
“Mak dengan abah belum balik ke Mak Cik? Kan hari Sabtu ni dia cuti?” aku tanya sewaktu dia duduk didepan meja makan menunggu aku menghabiskan nasi dalam pinggan.
“Dah pegi rumah Pak Ngah, tolong bersiap kenduri kawin anaknya esok,” kata Mak Cik Maznah sambil memandang ke muka aku. “Takkan Aris tak ingat”. Aku mengangguk.”Oh ya. Lupa pulak.
Aris ingat, tapi cuma pada musim cuti sekolah saja” jawab ku selamba. Memang begitulah selalunya, kalau musim cuti sekolah yang bermula seperti sekarang, ramai orang yang melangsungkan kerja kawin. Aku pun cuti juga. Selama dua minggu.
“Jadi Mak Cik bersiap ni nak pegi jugaklah yaa?” aku tanya lagi.
“Mak Cik rasa-rasa begitulah. Tunggu kereta siap di bengkel. Mak Cik sedang tunggu talipon fomen tulah ni. Kalau dia datang hantar kereta, baru Mak Cik pergi.” Katanya. “Aris nak ikut?”.
Mak Cik Maznah memandangku.”Tak tau lagi. Kena tidur sekejap. Mengantuk sangat. Malam tadi berjaga. Baca buku” jawabku dengan lembut.
Tentang keretanya, aku memang tau sangat. Mak Cik Maznah cukup jaga kereta peninggalan suaminya itu. Kereta BMW siri 320i berpintu dua. Baru 4 tahun. Sport rim impot 17″. Tayar Falken jenis nipis – 45.
Suaminya beli sebelum mereka kawin dulu, sebagai hadiah perkawinan mereka. Suaminya pakai Mercedez 260. Tapi Mak Cik Maznah dah jual. Maklumlah, suaminya dulu pegawai tinggi lepasan Universiti di UK, bekerja pulak dengan swasta sebagai Akauntan Kanan. Memang loaded punyalah.
Lagi pun dia memang sayang kepada Mak Cik Maznah, sebab Mak Cik aku tu memang pandai layan suaminya dulu. Canggih perawakannya. Pak Cik aku tu dah berumur juga waktu kawin dengan Mak Cik Maznah.
Masa tu dia dah agak-agak 40 tahun. Pemilih sangat dia orangnya. Lama membujang. Aku dengar insuran nyawa suaminya saja MR1 juta, EPF dekat RM500 ribu, wang simpanan RM300 ribu. Semua tunai. Dah jadi simpanan tetap dalam akaun bank Mak Cik Maznah.
Dulu, mereka tinggal di sebuah banglo di kawasan perumahan Hi-Society di pinggir bandar. Sekarang rumah itu disewakan pula kepada keluarga korporat Jepun dengan sewa, dengar cerita RM5,500 sebulan termasuk perabut dan peralatan rumah.
Khabar ceritanya, rumah itu sudah dibereskan oleh pihak insuran perumahan suaminya; sudah dijelaskan semua bayaran baki kerana suaminya meninggal dunia. Cuma Mak Cik Maznah aku ini tak mau tinggal bersendirian.
Katanya dia sedih sangat bila tengok semua sudut dan peralatan serta barang-barang yang dibeli bersama suaminya dulu. Lagipun dia tak ada anak lagi. Jadi, keluarga kamilah tempat dia menumpang kasih. Itu yang mak dan abah kasihan sangat.
Aku juga sayang kepada Mak Cik Maznah. Kadang-kadang aku dibawaknya ke PD untuk berkelah dan mandi manda. Selalu juga kami shopping. Dah tentu punya, aku akan dibelikan baju baru.Esok bila Aris kawin, carilah gadis yang cantik, tu?” katanya.
Tiba-tiba saja. Sambil itu Mak Cik Maznah tersenyum simpul. Bergurau. Lesung pipit di pipinya yang gebu itu melatam. Ini menambah kecantikan dan seri wajahnya. Maklumlah, Mak Cik aku ini memang cantik orangnya. Sekali pandang macam beuty queen. Padan jugalah, suaminya dulu eksekutif kanan swasta di Kuala Lumpur ini.”ris tak tau apa-apa lagi.
Sekolahpun belum habis. Kerja payah sikit sekarang. Maklumlah meleset. Mana nak cari kerja yang senang. Jadi mamat kilanglah nampaknya”, aku menjawab dengan tenang. Rasa kurang yakin diri membuak dari suara ku yang gugup.
Lepas aku makan, aku terus ke bilik mandi. Lepas itu aku berbaring di katil bujang aku. Aku baca akhbar hari itu. Sambil itu aku berangan-angan. Tak sedar aku terlelap. Betul-betul mengantuk sebab malam tadi aku mentelaah 2 mata pelajaran untuk ujian hari ini.
Aku berangan-angan juga macamana si Aishah anak Pak Ngah yang 3 tahun senior aku tu memulakan malam pertamanya. Tegang juga konek aku. Tergambar dalam kepala aku VCD yang aku tengok di rumah Hamid, budak kilang jiran kami di hujung jalan. Tentu habis Aishah digomol dek si Samad Malbari, anak taukeh Salam.Kalau nak ikutkan keturunan, Salam itu memang terkenal dengan kebuasannya pasal perempuan.
Kabar cerita orang sana, termasuk emak Samad, ada 3 lagi bininya dulu. Semua Melayu. Ada yang kata, Salam memang kuat “penangan”. Batangnya sebesar lengan. Tapi emak Samad janda, tak apa.
Tengah aku tertidur, aku bermimpi. Aku rasa Aishah mencium pipi aku. Tangan Aishah meraba batang aku. Dada aku yang berlenging tak berbaju itu diraba-raba dek Aishah. Aku cuba menolak.
Tapi terasa badan aku dipeluknya. Rambut Aishah yang mengurai ke bahu itu menyapu muka aku. Wangi saja baunya.Bau shampoo “Rejoice 2 dalam satu”.
Aku membiarkan tangan Aishah meraba batang aku yang semakin menegang. Aku tau aku sedang mimpi. Tak apa. Bila aku rasa bibr Aishah mengucup mulut aku, aku jadi tersedar. Aku buka mata.
Wooooowww. rupanya aku bukan mimpi. Bukan mengigau. Rupa-rupanya Mak Cik Maznah sedang mendakap tubuh aku. Erat sungguh.
“Ehh..Ehhh apa Mak Cik buat nie? Tak elok orang pandang”, kata ku membantah. Dia memandang ke mukaku dengan senyum. Merah mukanya menambahkan seri.”Aris. Aris sayang Mak Cik tak?” katanya dengan suara lembut. Sayu saja. Aku mengangguk.
“kesihanlah kat Mak Cik. Dekat 4 tahun Mak Cik tak buat begini. Aris tolonglah Mak Cik. Biarlah Mak Cik ajarkan Aris kalau Aris tak faham. Aris duduk saja diam-diam. Biar Mak Cik sendiri yang lakukan. Aris diam saja yaaaa.” kata Mak Cik Maznah.Aku terpinga-pinga tak ketahuan hala aku dibuatnya.
Tak semena-mena tngannya sudah melancapkan kepada kote ku yang sudah tegang. Aku cuba tolak bahunya. Dalam bergelut itu, ikat kain di dadanya terburai. Nampaknya buah dadanya yang putih melepak. Terjuntai terbuai-buai. Mak Cik Maznah senyum sambil memandang ke mukaku.
“Nah, Aris hisap puting susu Mak Cik. Lalu dipegangnya daging pejal itu dan didekatkannya putingnya yang berwarna merah perang itu ke mulutku. Aku tak ada pilihan bila mulut ku disuapkan begitu. Lalu aku buka mulutku. Penuh. Aku dengar suara Mak Cik Maznah mendesis.
“Aris ramas-ramaslah” katanya, sambil mengangkat sebelah tanganku menyentuk pepejal buah dadanya yang terbuai de depan ku itu. Menggigil tanganku merabanya. Lalu ku ramas perlahan-lahan. Desis mulut Mak Cik Maznah makin kuat. Aku rasa macam menggigil.
Badan aku seram sejukTanganku yang lagi satu ditariknya lalu diarahkannya ke bawah. Tak sedar aku, rupa-rupanya Mak Cik Maznah meletakkan tapak tanganku ke celah kangkangnya. Aduiiii. terasa bulu- bulu halus kesat dicelah kangkangnya. Darahku tersirap. Aku rasa kangkangnya basah.
“Aris usik celah cipap Mak Cik yaaa..” Katanya dengan suara menggeletar.
“Apanya Mak Cik. Aris tak tau.” kataku menjawab.
“Situ ada daging kecil sketul. Aris gentel.” Jawabnya mengarahkan aku.
Aku pun meraba-raba dicelah cipapnya yang basah berlendir itu. Lama-lama baru aku sedar, dia menyuruh aku mengusap kelentitnya. Waktu itu, tangan Mak Cik Maznah memainkan batang aku, menyorong tarik dengan suatu irama yang menyeronokkan.
Dengusan Mak Cik Maznah semakin jelas. Berdesit-desit bunyi mulutnya. Aku tengok dia mengertapkan gigi dan bibirnya. “Mak Cik rasa sedap Aris buat gitu. Cepat-cepat gentel lagi. Kuat-kuat. Tekan ke dalam.” Katanya. Aku menurut saja arahannya. Dalam aku melakukan begtu, tiba-tiba aku rasa tubuh Mak Cik Maznah menggeliat. Menggelepar.
Suaranya bunyi seperti mengigil..”arggghhhhh. aggghhhkkkk..eh..eh..EH”. Aku tak faham apa yang direngekkannya.”daappp. Aris.Sedapppp.”. Batangku yang tegang itu digenggamnya. Kuat. Rasa macam nak kecut.Agak 2 minit begitu, Mak Cik Maznah bangun dan turun dari katil bujangku itu. Dia berdiri terhuyung hayang. Kainnya yang berkemban dan terbuka tadi dipegangnya paras atas dadanya.
Dia memandangku sambil tersenyum. Aku serius. Pada fikiran aku Mak Cik Maznah dah sudah dan nak keluar dari bilik aku. Tiba-tiba Mak Cik Maznah melucutkan kainnya hingga gugur ke lantai. Uhhhh. sekarang Mak Cik Maznah berbogel habisss…!!
Tersirap darah muda aku melihat tubuh gebu Mak Cik Maznah yang putih melepak itu bertelanjang bulat dihadapan ku. Tak ada satu cacat parut pun di tubuhnya. Licin. Susuk buah dadanya menegang seperti gadis Jepun berusia 22 tahun yang macam aku tengok dalam gambar VCR di rumah Hamid.
Putih melepak saling tak tumpah macam itu. Pusatnya jauh ke dalam. Di bawah pusatnya terlambak bulu hitam. Gelap.
Apa yang sangat menarik sekali kepada aku ialah tundunnya betul-betul tembam. Membukit saja. Aku tak pernah tengok tundun setembam itu.
Mak Cik Maznah membiarkan aku melihat susuk tubuhnya. Dia tersenyum seolah-olah tahu sedang menikmati pemandangan yang mengghairahkan itu. Dia tercegat di tepi katil sambil melambai tangannya menyuruh aku mendekatinya.
Aku bangun dari berbaring. Mak Cik Maznah memegang kepala ku sambil melekapkan mukaku ke perutnya. Aku menghela nafas dengan mencium aroma kulit perutnya yang lain macam baunya. Aku tak tau macam bau apa, tapi ada bau. Perlahan-lahan Mak Cik Maznah mengangkat sebelah kakinya ke birai katil.
Nampak kepada aku sekarang puki Mak Cik dengan jelas. Ditekannya hidungku ke bahagian itu. Aku rasa bau kemaluannya makin kuat. Tengit berbau seperti belacan kena bakar. Tapi lain sikit.
“Aris jilat dalam pantat Mak Cik, yaaaaa.” katanya. “Aris buatlahh.”. Aku rasa jijik untuk melakukan itu. Lalu Mak Cik Maznah menyembamkan mulutku ke celah belahan pukinya yang dibukanya dengan jari. Merah saja aku tengok. Melihat Mak Cik Maznah meminta begitu, aku pun mejulurkan lidahku lalu ku jilat.
Bau tengit dari air pukinya yang berlendir itu cukup kuat. Lama-lama aku rasa macam serasi dengan bau itu.
“Peluk pinggang Mak Cik kuat-kuat”, katanya. Aku pun kepuk pepejal punggungnya yang empuk itu dan meramas-ramasnya. Bila aku ramas begitu, Mak Cik Maznah mengerang.”iihhh.ihhhkkkhhhh.”. Aku tersus menjilat belahan cipapnya.
Sesekali aku tekan lidah aku ke kelentitnya yang semakin tegang. Lagi kuat dia mengerang. Pehanya dibukanya luas lagi. Mengangkang. Tangan aku mengurut belahan antara penggol kiri dan kanannya. Ku usap-usap sampau aku rasa lubang dubur Mak Cik Maznah. Tak sangka berlendir jua.
Lama juga aku menjilat nonok Mak Cik Maznah. Semanjang kami melakukan itu, Mak Cik aku tu mengerang saja. Tak henti-henti. Tiba-tiba tangannya memegang kepala aku kuat sekali.
Ditekannya kepala aku ke cipapnya. Di kepitnya kepala aku sampai telinga aku tertutup tak leh nak dengar apa. Aku rasa peha Mak Cik Maznah menegang. Kuat. Dia menggeliat beberapa kali. Tak tau pasal apa. Lama baru dia cool balik semula.
Sebab aku hampir tak bernyawa kerana hidung aku dipekup dek cipapnya yang tembam itu, aku tarik cepat-cepat. Mengah rasanya. Lega bila dapat bernafas. ‘Uffffffff.huhhhhhh.” aku mengeluh. Aku sapu mulut aku yang berlendir sememeh sampai ke dagu. Berlongos habisssss…!!
Aku pandang muka Mak Cik Maznah. Dia memandang ke bawah melihat aku begitu. Dia senum macam orang puas. Dadanya berombak.Perlahan-lahan Mak Cik Maznah menolak tubuh aku berbaring di tilam. Aku ikut saja. Kami tak bercakap apa-apa. Kain sarung aku dibukanya. Aku dalam keadaan bogel telanjang bulat.
Aku memerhatikan Mak Cik Maznah melorotkan kain aku. Kemudian aku tengok tangannya menyapu nonoknya yang berlendir itu. Sudah itu dipegangnya batang aku yang mencodak tegang. Perlahan- lahan dilancapkannya sorong tarik.
Uuuhhhhhgghhh. kepalang sedap rasanya. Aku selau juga melancap dalam bilik air masa duduk di tandas. Tapi lancapan Mak Cik Maznah di batang ku lebih sedap. Sepuloh kali ganda pun lebih.
Mak Cik Maznah pandai betul mengimbanginya. Aku tutup mata aku melayani perasaan ghairah yang mula meresap tubuh aku. Dalam aku berkeadaan begitu, tiba-tiba aku rasa kepada kote aku terasa dicekup oleh satu benda lembik. Aku cepat-cepat buka mata.
Uuuu. alahai..! mulut Mak Cik Maznah sedang mengulum kepala kote aku. Tergamam aku dibuatnya. Sudah dikulumnya, aku rasa lidahnya memainkan kepala kote aku. Lembut dan mantap saja rasanya.
Tak lama lepas tu, mulutnya menyorong tarik batang ku. Sampai ke pangkal, kemudian ditariknya lagi. Betul aku tak tahan bila dia buat begitu.
Sesekali mata Mak Cik Maznah memandang kepada aku. “Mhhhkk..!” aku dengar Mak Cik Maznah seperti ketawa melihat aku tak tahan dibuatnya begitu. Aku membiarkan saja sampai menahan ghairah geli yang meresap keseluruh anggotaku.
Tiba-tiba Mak Cik Maznah berkalih. Tubuhnya berbalik. Punggunya beralih ke atas kepala aku sambil mengangkang betul depan muka aku. Nampak jelas kemaluannya hampir mencecah hidung aku.
Aku nampak lubang pukinya terpongah. Aku tak berapa faham apa maksudnya. Yang aku faham dia suruh aku cium nonoknya yang makin banyak berlendir. Dia masih menyorong tarik batang ku.
Dalam keadaan serba tak faham itu, aku celebek dan selak lubang pukinya yang terpokah itu. Aku usap-usap bulu tundunnya yang halus dan lebat itu. Berlendir. Aku nampak keletit Mak Cik Maznah merah dan menonjol keras. Aku gentel dan tekan-tekan macam tadi.
Ponggong Mak Cik Maznah bergerak ke kiri ke kanan. Kejap-kejap menekan ke mulut aku. Aku faham sekarang, Mak Cik suruh aku memainkan lidah ku menjiat bahagian dalam pukinya.
Aku terus jilat dan mainkan lidah ku. Sesekali aku lorot hingga ke bawah. Terasa lidah ku macam menemui satu lubang. Aku jelirkan lidah ku pajang ke dalam. Aku dengar Mak Cik Maznah mengerang dan merengek panjang. Aku tau dia mengerang kesedapan.
Aku biarkan dia begitu. Mulut aku melumat puki Mak Cik Maznah sungguh. Aku suka dengar dia mengerang macam itu, seolah-olah aku rasa macam “hero” dapat menawan “heroin”. Aku paut punggungnya kuat-kuat. “Heroin” aku kalah.
Tiba-tiba Mak Cik Maznah bangun. Batang kote aku menegang tegak macam tiang bendera. Aku tengok Mak Cik Maznah beralih berhadapan dengan aku. Dia mengangkang betul-betul setentangan dengan batang aku yang mencodak itu. Aku tengok dia memasukkan kepala kote aku ke dalam lubang pikinya yang berlendir itu.
Badan aku menggigil bila dia menyapu beberapa kali kepala batang aku ke liang kemaluannya. Lepas itu dia menurunkan peunggungnya perlahan. Mukanya seperti menceringit. Perlahan-lahan kepala batang aku masuk ke lubang yang kecil dihujung belahan kemaluannya yang merekah merah itu.
Perlahan- lahan ditekannya. Masuk sikit demi sikit. Lama aku dengar bnyi.”plop..!”. Sekerat batang aku dah masuk. Kepala Mak Cik Maznah tengadah. Menceringit macam sakit. Batang ku yang sederhana besar itu rasa macam tersepit dikekang oleh lubang pukinya yang sempit itu.
Aku tengok buah dada Mak Cik yang terbuai-buai itu mencekang. Mengkal. Padat. Putingnya tegang. Selama itu, aku hanya jadi penonton saja. Mak Cik Maznah tidak bergerak. Terdiam.
Mulutnya mendesah.ssssttt..ssttt…!! Aku tak tau apa pasal. Tak lama begitu, Mak Cik ku itu bergerak perlahan-kahan sambil kedua belah tangan bertekan ke tilam. Aku nampak dia mengahyun punggungnya ke atas ke bawah. Perlahan saja mulanya.
Kote aku rasa tersepit di dalam lubang kemaluannya. Terasa panas. Berlendir. Banyak. Aku rasa satu macam.
Henjutan Mak Cik Maznah makin lama makin cepat. Lubang sempit puki Mak Cik Maznah cukup ketat mencengkap seluruh batang kote aku yang terbenam didalam. Sesekali Mak Cik berhenti menggoyang.
Aku rasa dalam pukinya mengemut batang ku yang tegang. Uhhhh.. Cukup mengghairahkan. Aku cukup rasa tak tahan. Aku rasa nak terpancut air mani ku didalam.Setelah beberapa saat begiut, tiba-tiba Mak Cik memeluk bahuku. Aku rasa seperti diterkamnya.
Mulut Mak Cik mengucup mulut ku. Lidahku dihisap dan dikulumnya. Buah dadanya yang mencekang itu dilekapkan ke dadaku. Mak Cik Maznah memelukku erat sekali. Dia seperti melepas geram. Punggungnya kembali menghenjut. Teguh dan pantas turun naik. Henjutannya semakin cepat. Cepat..cepat.dcepat.
Aku dengar Mak Cik Maznah mendengus dan merengek panjang. Sambil itu pelukan makin hebat. Henjutan punggung Mak Cik makin pantas. Terdengar bunyi berdecit-decit dari lubang pukinya.
Batang konek diperosokkannya ke dalam. Aku rasa semua habis masuk. Aku rasa kemutan pukinya cukup kuat. Lubang itu makin senpit.Uuuuhhhhhhh. aku sendiri tak boleh tahan. Dalam keadaan aku begitu, aku memberitahunya.”Aris tak tahan Mak Cik.nak terpancut nihhh..”. Mak Cik Maznah tidak menjawab.
Dia terus menghenjut. Cepat-cepat. Dengusannya makin jelas. Kemutan dinding nonoknya makin erat. Makin ketat. Dalam hoyakan yang menggeliga itu, aku tahan lalu aku terpancut didalam.
Masa itu juga Mak Cik Maznah menekan dalam-dalam. Habis semua batang masuk. Tengelam. Mak Cik aku tak berhenti disitu, malah henjutannya makin mantap menekan dan menarik punggungnya.
Pelukan Mak Cik Maznah tidak juga terlepas. Sebaliknya, mulutku dikucupnya. Aku yang sudah ghairah bernafsu waktu itu ikut sama mengcup dan mempermainkan lidahnya.
Tak sedar kedua buah susunya ku ramas kuat sekali. Mak Cik seperti orang taksedar diri. Seluruh tubuhku digomolnya. Leherku, telingaku dan dadaku dijilatnya. Aku meramas punggung pejalnya.
Seketika begitu, henjutan punggung Mak Cik kembali gontai. Aku tengok dia termengah-mengah. Peluhnya mencias didahi, dan aroma air mani menusuk hidungku. Hanyir. Mak Cik terdiam kaku walaupun batang ku masih terpacak didalam pukinya.
Aku biarkan. Aku ingin merasa kenikmatan batangku tenggelam dicelah lubang nikmat Mak Cik. Lama kami begitu.
Hampir 2 minit kami begitu. Aku rasa ghairahku kembali reda. Mak Cik Maznah seperti tidak bermaya. Aku tengok dia terjelepok diatas dada ku. Lesu.
Aku biarkan dia begitu. Perlahan-lahan aku selak rambutnya yang kusut masai mengurai menutup mukanya. Aku usap. Matanya tertutup. Aku angkat dagunya, aku kucup. Aku kulum lidahnya.
Dia merelakan saja. Perlahan-lahan aku tolak tubuh montoknya ke samping ku. Maka tercabutlah kote ku yang sudah longlai itu dari lubang pukinya.
Kini Mak Cik yang keletihan itu telentang tidak bergerak. Aku biarkan dia melayan keletihannya. Aku turut berbaring disampingnya. Dalam kami begitu, aku tertidur. Tidur mati. Tak pernah aku tertidur selena itu. Letih sangat….
-Tamat-
Jangan lupa follow page saya tau
Terkulai Lesu
.
Entah mengapa, tiba2 perasaanku menjadi tidak menentu ketika berseorangan dirumah.kesunyian yang teramat sangat.suami pula jauh nun di sabah sedang menjalankan tugas2 syarikatnya.aku disini ditinggalkan keseorangan.cuma panggilan telefonnya sekali sekala menjadi pengubat rinduku terhadapnya
hampir dua bulan aku ditinggalkan suamiku yang bertugas di sana membuatkan diriku tak ubah seperti sebuah telaga yang sedang kekeringan.memerlukan seseorang untuk mengairinya seperti selalu,namun apakan daya.pihak yang berkuasa untuk mengairinya pula berada terlalu jauh daripada perigi ini.
Kamal, kawan karib suamiku yang selalu menghantar dan menjemputku dari tempat kerjaku sudah kurasakan semakin akrab denganku.setiap hari membonceng motosikal bersamanya ke tempat kerja membuatkan aku semakin tidak terasa kekok untuk kemana2 dengan kamal semasa ketiadaan suamiku.
Malah, suamiku sendiri yang telah memberikan kamal lampu hijaunya untuk menolong dan menjaga aku ketika ketiadaannya.dan aku semakin serasi dan mesra bila berada disamping kamal.mesra sebagai seorang kawan? Atau lebih daripada itu….aku pun tidak mengetahuinya..
Selepas peristiwa yang berlaku ketika hujan lebat dahulu, aku semakin pasrah yang aku akhirnya akan memerlukan kamal lebih daripada sekadar seorang kawan yang dapat membantu kehidupan harianku.aku semakin hampir pasti bahawa pada suatu hari nanti, aku akhirnya akan bersedia untuk menyerahkan apa yang dimiliki oleh suamiku ini kepadanya.seorang kawan baik suamiku sendiri
satu petang dihari minggu itu, aku bercadang untuk menjamu kamal dan rakan2 bujangnya yang tinggal disebelah rumahku itu.mereka semua berlima termasuk kamal.aku dan suamiku memang sudah kenal lama dan agak mesra dengan mereka berlima.memang sudah lama aku dan suamiku tidak menjamu orang2 bujang berlima itu.malam ini aku bercadang menjemput mereka datang kerumah untuk makan malam bersamaku.
Seperti yang dirancang, mereka berlima datang kerumahku tepat pukul 8 malam. Aku menyediakan untuk mereka hidangan nasi tomato dan ayam masak merah beserta sedikit sayur campur.seronok melihat mereka makan dengan begitu berselera.”pandai u masak nasi tomato ni yer” puji kamal.”untung husband u dapat isteri macam u ni,dah laa cantik, pandai masak plak tu” pujinya lagi.”alaaa…biasa jer tu.orang pompuan macam i ni memang kena pandai masak,kalau tak suami i melenting nanti” aku membalas.
Rakan2nya yang lain masih terus berselera menikmati hidangan makan malam yang kusediakan itu.”kalau macam ni, besok kitaorang nak makan kat rumah u lagi, boleh ker?”celah rakan kamal secara bergurau.”boleh…apa salahnya”jawabku spontan.” i pun seronok dapat makan beramai2 cam ni,taklah asyik makan sorang2 jer bila husband takder” terangku.
“sebenarnya i nak mintak tolong ni”aku memulakan cerita.”tolong aper?”tanya kamal agak kehairanan.”tu…sinki kat dapur tu tersumbatlah,sapa2 tau camner nak repair?”tanyaku kepada mereka berlima.aku pasti yang kamal akan menawarkan diri untuk memperbaiki sebab dia pernah beberapa kali melakukannya dahulu atas permintaan suamiku.
“haa…kamal expert bab2 sinki.u suruh dia repair” jawab salah seorang rakan2nya.semua mata memandang kearah kamal dan akhirnya kamal bersuara.”ok..ok..nanti lepas makan i repair yer”.”thanks kamal” balasku.
Lebih kurang pukul 9 malam, mereka berlima meminta izin untuk pulang kerumah sambil mengucapkan terima kasih kepadaku.
Semasa dipintu keluar,kamal berkata “i balik dulu nak ambik tools,jap lagi i datang balik yer”.selepas mereka semua pulang kerumah, aku terus mengemas meja makan tadi sambil memasang impian agar telagaku yang sedang kekeringan ini bakal disirami titisan air pada malam ini.setelah selesai mengemas, aku bergegas naik keatas untuk menukar pakaianku.
Aku segera menukar pakaian yang ku pakai tadi.kini aku mengenakan sehelai t-shirt putih dan kain batik kegemaranku. Cuma….kali ini aku memakainya tanpa seluar dalam dan tanpa coli.sesuatu yang selalunya aku lakukan hanya ketika bersama suamiku sahaja. Aku nekad….kali ini aku akan lakukannya tanpa kehadiran suamiku.
Beberapa minit kemudian pintu rumahku diketuk.sebaik kubuka,kamal dah pun tercegat didepan pintu sambil membawa sekotak peralatannya.dia juga nampaknya telah bertukar pakaian,mengenakan sehelai t-shirt dan berseluar pendek hitam.”masuklah kamal, cuba u tengok sinki i kat dapur tu” pintaku.
Tanpa berlengah kamal terus menuju kearah dapur sambil memeriksa keadaan sinki.air yang bertakung didalam sinki semakin banyak dan hampir melimpah keluar.”i rasa paip kat bawah sinki ni dah tersumbatlah”jelas kamal sambil merangkak masuk kebawah sinki.”i nak cuba bukak salurannya dulu” jelasnya lagi.
Sambil itu aku pula cuba menolongnya dengan cuba mengeluarkan air yang semakin melimpah didalam sinki tersebut.dalam cubaan2 tersebut, “prraappp” ntah macamana kotak peralatan yang kamal bawa itu tergelincir masuk kedalam sinki.ini menyebabkan air yang berada didalam sinki tersebut tersembur keluar dan membasahi t-shirt yang kupakai itu.
Kamal bergegas keluar daripada bahagian bawah sinki untuk melihat apa yang telah terjadi.”laaa…camner boleh jadi ni”tanya kamal.”ntah laa, tiba2 jer kotak tu jatuh”balasku.kamal merenung tajam kearahku sambil tersenyum.”kenapa kamal?”soalku kepadanya.”tu….”jawab kamal sambil menuding jarinya kearah dadaku.
Rupa2nya air sinki yang membasahi t-shirtku itu tadi telah membuatkan kedua2 buah dadaku seakan2 dapat dilihat dengan jelas daripada luar.dan aku juga terlupa yang aku tidak mengenakan coli semasa menukar pakaianku tadi.memang jelas kedua2 buah dadaku dapat dilihat walau daripada luar baju.kamal masih lagi tak henti2 menikmati pemandangan indah tersebut.
“sorry kamal, i tak sengaja”aku cuba meminta maaf darinya.”takperlah…untungnya i malam ni dapat tengok benda tu depan mata” gurau kamal sambil tersenyum.”haa…mula laa tu”aku pula mencelah. “bestnya kalau dapat ramas benda tu kan?” kamal dah mula terkena godaanku. “ishh..benda ni kan cuma husband i yang boleh pegang, orang lain mana boleh” aku cuba bermain kata2 dengannya.
Sambil itu kamal meneruskan kerja2nya dibahagian bawah sinki.sesekali dia mencelah “watie, bagilah i ramas breast u tu,sekejap pun takper la” aku terpaku dengan kata2 kamal itu.tak disangka jerat yang kupasang sudah hampir mengena.”tak boleh…..ini husband i punya”aku cuba bermain tarik tali.
“ingat tak hari tu, masa hujat lebat kita atas moto”kamal bersuara.”u dah dapat pegang i punya sampai terpancut2 batang i u kerjakan”jelas kamal lagi.aku sememangnya masih ingat peristiwa tersebut, malah peristiwa tersebutlah sebenarnya yang membawa kepada terjadinya peristiwa malam ini”hatiku berkata2.
Aku semakin terangsang bila melihat kamal terbongkok2 di bawah sinki.melihatkan tubuhnya yang agak sasa berseluar pendek dan melihatkan bulu2 kakinya yang lebat itu membuatkan aku tidak keruan lagi.sedang dia asyik dengan kerjanya, aku yang kini betul2 berdiri dibelakangnya pula dilanda gelora.
Beberapa ketika selepas itu, kamal berjaya memperbetulkan masalah sinki didapurku itu.”ok….beresss”kata kamal padaku.”thanks kamal,nasib baik u pandai repair sinki ni”jawabku. Sambil kamal mengumpulkan semula peralatannya yang bersepah2 itu, aku meneruskan aktiviti membasuh pinggan mangkuk yang telah tergendala.
Sedang kedua belah tanganku begitu asyik dengan pinggan dan span,tanpa kusedari kamal telah berada betul2 dibelakangku. Kedua2 tangannya terus memeluk pinggangku dari belakang.”jangan cakap apa2,teruskan mencuci pinggan tu”kamal berbisik ditepi telingaku sambil terus memeluk tubuhku dengan erat.
Aku tergamam dengan tingkahlakunya itu namun tidak pula berusaha untuk melepaskan diriku ini malah membiarkannya terus berlaku. Sambil kedua belah tanganku terus mencuci pinggan, tangan kamal pula mula merayap kedalam t-shirtku.mula memanjat dan merayap kesebelah atas dadaku.
Akhirnya tangan2 itu tiba didestinasinya…..kedua2 buah dadaku kini telah berjaya ditakluki oleh tangan2 kamal yang nakal itu.dia meramas2 lembut kedua buah dadaku membuatkan diriku hanyut dilanda keenakan.sesekali terasa ramasan2 yang agak kuat dilakukan oleh kamal.mungkin kerana terlalu geram dan seronok dapat meramas buah dada kepunyaan isteri rakan baiknya ini.
“angkat dua2 tangan u ni keatas jap, i nak tanggalkan t-shirt u ni”arah kamal.aku tidak membantah malah terus meluruskan kedua tanganku keatas.sesaat kemudian t-shirt yang kusarungkan ditubuhku tadi terlucut dan dilemparkan jauh ketepi sudut dapurku. Bahagian dadaku terdedah sepenuhnya tanpa ada seurat benang yang menutupinya.yang tinggal hanyalah sehelai kain batik yang masih kemas terikat dipinggangku.
Nafas2 yang keras menerjah disekitar telingaku membuktikan yang kamal kini sedang menikmati sepenuhnya saat2 itu.dia menciumi tubuhku dari belakang sambil kedua tangannya meramas2 kedua belah buah dadaku.aku terasa sesuatu yang agak keras sedang mengembang dibalik seluar pendek yang dipakai oleh kamal.
Aku masih meneruskan kerja2ku mencuci pinggan tapi akhirnya entah kemana.dibuai keenakan akibat permainan tangan kamal.tiba2 kamal menurunkan tangannya kebawah. Dengan lembut dia mula merungkaikan ikatan kain batik yang sedang kupakai itu. Sekelip mata kain batik yang kupakai terlucut ke lantai. “wahhhh….” kamal terperanjat.”u tak pakai seluar dalam yer”dia berbisik padaku.aku tersenyum manja sambil melirikkan mataku.
Kamal terus mencium mulutku bertalu2 sehingga aku tercungap2.kini daging punggungku pula menjadi sasaran tangan2 nakal kamal.”eeiiii..gerammmnya i kat punggung u ni”bisik kamal sambil tangannya meramas geram daging punggungku itu.”u nak tau tak….i memang dah lama geramkan punggung ngan breast u ni..sejak dari dulu lagi tau”kamal membuat pengakuannya.
“kenapa tak cakap kat i dari dulu”balasku sambil merengek halus.”i takut husband u marah nanti sebab syok kat wife dia yang cantik molek ni”jelas kamal lagi.”u tak tanya dia,mana tau dia bagi” aku cuba menaikkan lagi ghairahnya.”i dah tak tahan ni sayang…jom kita buat kat bilik u” pinta kamal
tanpa sempat aku bersuara,kamal terus mendukung tubuhku yang tidak ditutupi seurat benang pun ini menuju kebilik tidurku ditingkat atas. Aku semakin pasrah…inilah saatnya tubuhku ini akan dinikmati oleh orang selain suamiku sendiri.aku pasrah…rela…berserah…dan menyerah…
Tubuhnya yang agak sasa itu memudahkan lagi kamal memapah aku menuju kebilik tidurku.tanpa memasang lampu,kamal membaringkan tubuhku diatas katil.”ermmm….hari ni i dapat merasa lauk istimewa dari u”kamal bersuara dengan agak geram. Aku segera bangun dari pembaringanku.kamal berdiri betul2 ditepi katil.
Kami bercumbu sepuas2nya bagaikan sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.terasa sesuatu mula menyucuk2 disekitar kedua belah pehaku.aku melurutkan seluar pendek kamal ke paras lututnya. Nahhh…
Dia juga anehnya tidak berseluar dalam ketika itu. “ooooo….u pun tak pakai seluar dalam yer…”bisik ku secara manja.dia cuma tersenyum simpul sambil terus mengucupi bibirku.
Sebaik seluar pendeknya berjaya kulucutkan, maka terserlahlah apa yang selama ini kuhajati darinya.batang zakarnya sudah agak keras terpacak menanti untuk aksi seterusnya daripadaku. Tanpa disuruh, aku terus melutut dan membelai pedang perkasa milik kamal itu. “inilah dia benda yang selalu kacau i dulu yer” gurauku kepada kamal yang sedang berdiri itu.
“kali ni i pulak nak kacau dia”tambahku lagi.tanpa kusedari, aku merapatkan mulutku kearah batang zakarnya dan mula menikmati keenakan aromanya yang tiada tandingan. Aku mengulum dan menghisap batang zakar kamal sepuas2nya kerana itulah yang kuinginkan selama beberapa minggu ini semasa ketiadaan suamiku.
Kamal mengerang kesedapan akibat permainan mulutku itu. “arrhhh…sedapnya sayanggg”kedengaran suara kamal sayup2.aku meneruskan permainan ini.beberapa ketika kemudian kamal meminta aku berdiri dan memaut tubuhku keatas katil.aku dibaringkan ditengah2 katilku sambil menunggu aksi seterusnya daripada kamal.
“i nak bagi satu surprise kat u malam ni” kata kamal.”apa dia?” aku bertanya. “tunggu jer laa” balas kamal lagi. Aku yang sedang keghairahan yang teramat sangat itu sememangnya bersedia untuk apa saja tindakan seterusnya yang akan dilakukan oleh kamal.
Kamal mencari sesuatu disekeliling tempat tidurku itu dan kemudiannya menghampiriku bersama dua helai tudung lepasku yang baru kuangkat dari jemuran petang tadi. Aku kehairanan, “apa yang kamal nak buat ni” hatiku mula tertanya2.
Dia mula memanjat keatas katil sambil memegang tangan kiriku dan mengikatnya dengan menggunakan kain tudung itu dipenjuru katil.dan sekali lagi dia melakukan perbuatan yang sama keatas tangan kananku pula.kini kedua2 belah tanganku telah terikat kemas di penjuru kiri dan kanan katilku itu.
Aku semakin seronok dengan teknik terbaru yang diperkenalkan oleh kamal ini dan merelakan apa saja yang akan kamal lakukan keatasku nanti. Suamiku sendiri tidak pernah melakukan aksi seperti ini dan ini membuatkan aku semakin tak sabar. Kamal mula mendatangi aku dari hujung katilku sambil mula menjilati kakiku.
Aku semakin dibuai kenikmatan permainan mulutnya.dia mula bergerak menuju kearah kedua belah pehaku.aku merasakan bahawa kemaluanku sudah mula mengeluarkan pelincirnya. Aku menjerit halus sebaik mulut kamal tiba tepat2 di atas segitigaku. Dia menjilatinya dengan rakus sekali.
Kedua belah kakiku direnggangkan oleh kamal bagi memudahkannya menakluki apa yang tersembunyi dicelahannya.
“i nak u puas2 malam ni”bisik kamal sambil terus menjilati kawasan segitigaku.tanganku yang terikat kemas dipenjuru katil memudahkan lagi kerja2nya keatas tubuhku.” tolong laa, jangan i….i ni dah bersuami tau” aku memulakan kata2 fantasiku. ” nanti suami i balik sekejap lagiiii” aku meneruskan lakonanku. “ahhh..jangan nak tipu i,suami u ada sabah nun”kamal membalas sambil terus menyerangku dengan ciuman2nya yang semakin ganas.
Tubuhnya mula mengambil kedudukan diantara kedua belah pehaku sambil tangannya meramas2 pula kedua buah dadaku.aku tak mampu berbuat aper2 memandangkan kedua tanganku sudah tertambat kemas di penjuru katil.kamal telah menguasai tubuhku sepenuhnya tanpa mendapat sebarang tentangan dariku.
Dengan keadaan kemaluanku yang sudah basah sepenuhnya itu, kamal mula mengacukan batang zakarnya tepat ke pintu lubang kemaluanku. “i nak tikam u dengan pedang i ni boleh tak?” kamal berbisik seperti sedang mengugutku. ” jangan….jangan…..tolong laa…jangan masukkan benda tu. I ni dah bersuamiiii” aku menambah lagi dialog fantasi kami.
” nak bagi ker tak ni? ” kamal bersuara lagi. “pleaseee..jangan i…i ni dah bersuamiiiii…pleasee jangannn buat” aku menambah. “i tak kira…i nak u jugak” kamal bersuara lagi. Sambil itu kepala batang zakarnya semakin menggesel2 pintu kemaluanku yang sudah pun basah sepenuhnya itu. Aku semakin pasrah…inilah saatnya..
“aahhhhhh……..” dengan sekali tikaman sahaja, batang zakar kamal berjaya menembusi pintu kemaluanku. Dapat kurasakan betapa bergegarnya tubuh kami berdua ketika itu. Kenikmatan yang tiada tandingannya bila kemaluanku itu akhirnya berjaya ditembusi oleh batang zakar seseorang. Seseorang yang bukan suamiku tetapi batang zakar kepunyaan kawan baiknya sendiri. Aarrrhhhhh…..
Kamal benar2 meku malam itu.aku dikerjakan sepuas2nya.setiap inci tubuhku berjaya dinikmatinya.dan aku sendiri sesungguhnya merasa kepuasan yang amat sangat pada malam tersebut.walaupun tidak terlalu lama, namun aku sangat menikmati cara kamal melayari bahtera pada malam itu.setiap tusukan dan jilatannya aku nikmati sepenuhnya.
“i rasa i dah nak terpancut ni. Nak pancut kat dalam ker kat luar? Kamal mula berbisik ke telingaku. Aku yang sedang dibuai kenikmatan batang zakar kamal terdiam sejenak. ” pancut kat luar jer laa.i takut kalau i pregnant nanti. Tengah subur ni” jelasku. 5 minit kemudian, kamal melakukan tusukan2 yang semakin keras dan aku sendiri semakin tinggi terapung2 di puncak kenikmatannya, tiba2 kamal mengerang..”arrghhhhhhhhhhhhhhh….”.sambil cepat2 mengeluarkan pedang perkasanya dan terus memancutkan berdas2 air maninya tepat keatas buah dada dan mukaku.habis seluruh mukaku dibasahi oleh pancutan air maninya.
Kami terdampar keletihan untuk beberapa ketika sebelum kamal bangun untuk meleraikan semula ikatan tanganku yang tertambat dipenjuru katil. ” thanks kamal….” bisikku ketelinga kamal yang masih lagi keletihan akibat peperangan hebat bersama isteri kawan baiknya ini.” u ni hebat gak laa. Mengalahkan orang yang dah kawin jer” aku tersenyum manja sambil membelai2 batang zakarnya yang semakin mengendur itu.
“u pun apa kurangnya…..untung i dapat me wife kawan baik i ni. Bestt gilerrrr. Thank you sayang..” tambah kamal lagi sambil mengucup dahiku tanda berterima kasih. Beberapa ketika kemudian….kamal bergegas mengenakan semula pakaiannya dan beredar untuk pulang kerumahnya….sesungguhnya aku sangat menikmati persetubuhan ini walaupun aku tahu ianya adalah sesuatu yang terlarang…..
Aku sebenarnya tidak terdaya untuk menahan perasaanku ini tanpa suamiku disisi dan aku akhirnya dengan rela hatiku sendiri menyerahkan tubuhku ini untuk dinikmati oleh kawan baik suamiku sendiri….aku akhirnya terkulai lesu didakapannyaaaa…….Syurga dunia..
-Tamat-
Jangan lupa follow and like page kami
Cerita Lucah
Tuesday, 2 April 2019
Pancut Diatas Tubuh Cikgu Bertudung

Aku mendapat kerja sementara sebagai guru sandaran. aku mengajar matematik di sebuah sekolah rendah. Di sekolah, aku meminati seorang guru yg mengajar subjek bahasa melayu. Elma namanya dan dia berumur dalam lingkungan 37 ketika itu. Suaminya promoter dan pemandu van rokok.
Mempunyai 2 orang anak. Cikgu Elma memiliki wajah yg cantik, hidungnya yg sedikit mancung itu menampilkan dirinya seperti seorang berdarah kacukan melayu mamak. Kulitnya yg putih dan cerah itu memberikan pandangan yg menawan.
Meskipun tubuhnya agak besar, maksud aku tidak gemuk, cuma besar dan tidak mempunyai shape yg menarik namun dia memiliki ciri-ciri yg aku geramkan. Pehanya yg gebu dan betisnya yg membunting seringkali memberikan debaran di dada aku setiap kali aku memandangnya.
Lebih-lebih lagi jika dia memakai pakaian favourite aku iaitu baju kurung hijau berkain satin kuning yg terbelah di hadapan, baju kurung satin putih dan baju kurung bunga-bunga hijau.
Wajahnya yg cantik itu jugak seringkali menaikkan nafsu aku. dngan tudungnya yang kemas membalut kepalanya, aku seringkali tewas melancap sendirian di bilik air sambil membayangkannya. tapi, ada satu lagi yg benar-benar membuatkan aku begitu teringin sekali untuk memiliki dirinya.
Sesungguhnya cikgu Elma memang bertuah memiliki tetek yg besar. buah dadanya seringkali mencuri tumpuan guru-guru lelaki dan aku tidak terkecuali. Sudah bergelen sperma aku bazirkan gara-gara keberahian aku kepadanya tidak dapat ditahan.
Keinginan aku untuk memilikinya telah mendorong aku untuk menjadi lebih gentleman dan berani melakukan maksiat. aku memang gemar berbual dngan guru-guru yg sedang free di bilik guru.
Pada hari itu, aku memang bernasib baik kerana hanya aku dan dia sahaja di bilik guru sementara kebanyakkan guru lain masih mengajar dan ada jugak yg mengikuti acara sukan antara sekolah di sekolah lain.
Untuk menuju ke meja aku, aku akan melalui mejanya dimana aku akan melalui belakang tubuhnya yg sedang duduk di kerusi. Dari pantry, aku mencuri-curi pandang sambil buat-buat membuat air, namun mata aku tidak lepas dari memandangnya.
aku kemudian tersedar bahawa dia ingin bangun dari kerusi dan dngan segera aku buat-buat menuju ke meja aku. Sebaik sampai di belakangnya, cikgu Elma yg tidak sedar aku melalui belakangnya terus bangun dan memusingkan badannya membuatkan kami berlaga dngan kuat.
Memang timing aku tepat pada masa tu. Akibat dari perlanggaran tubuh kami yg kuat tubuhnya hampir rebah ke belakang. aku yg memang sudah penuh dngan akal lantas memautnya dan terus memeluk tubuhnya erat.
Dalam keadaan tubuhnya yg hampir terlentang itu, dia jugak turut memaut tubuhku dan ini membuatkan pelukan kami semakin erat dan rapat. Tubuh gebunya yg licin dibaluti baju kurung satin putih itu aku ramas penuh geram.
Kemudian aku menarik tubuhnya supaya dapat berdiri tegak dan stabil dan kemudian aku melepaskan pelukan aku. “Cikgu Elma, maaf, aku tidak dapat nak elak tadi. Cikgu Elma tiba-tiba je bangun dan pusing mengadap aku” aku berpura-pura meminta maaf.
“Ohh, tidak pe. aku jugak minita maaf. Sepatutnya aku tengok-tengok dulu tadi. Awak ok?” tanya cikgu Elma penuh innocent. “aku ok, cikgu Elma ok?” aku pula bertanya dan berbuat baik seperti malaikat, sedangkan tanduk dah sebesar dunia atas kepala time tu, cuma tidak nampak je.
“aku ok, aku nak ke pantry tadi. Maaf ye” cikgu Elma kembali meminta maaf. “tidak pe cikgu.” aku terus menuju ke meja aku setelah mengetahui bahawa dia ingin ke pantry.
Dari meja, aku perhatikan tubuhnya berjalan menuju ke pantry. Baju kurung yg licin membalut tubuhnya kelihatan sendat mengikut bentuk tubuhnya yg mampat dan gebu. aku serta merta menggosok batang aku dari luar seluaar dan membangkitkan rasa ghairah semakin mengembang.
aku nekad, aku mesti dapatkannya. aku mesti pancut di tubuhnya yg dibaluti baju kurung satin putih itu hari ini jugak. Bukan senang nak dapat line clear dan berdua sahaja dengan dia macam tu.
aku terus bangun dari kerusi dan menuju ke pantry. Di pantry, aku lihat cikgu Elma sedang mengisi air panas di dalam mug. Dia menyedari kehadiranku. Dia menoleh dan tersenyum kepada aku yg sedang tercegat memerhatikannya di pintu.
Kemudian dia kembali menumpukan kepada aktivitinya membuat air. aku berjalan perlahan-lahan menghampirinya dalam debaran yg semakin kencang. “Nak air ke? Nak aku buatkan?” tanya cikgu Elma tanpa memandang aku yg sedang berdiri di sebelahnya.
“Err. tidak apa cikgu Elma. aku baru lepas minum tadi. Sebenarnya aku nak minta maaf pasal tadi.” kata aku gugup. “Ehh. tidak ada apa-apalah. aku tidak kisah, lagi pun bukan salah awak.” kata cikgu Elma sambil memandang aku.
“Bukan pasal itu cikgu, tapi pasal tadi masa cikgu nak terjatuh, aku. err.” aku gugup hendak meluahkan kata-kata. “Apa dia, cakaplah.” cikgu Elma meyakinkan aku sambil membancuh minuman tanpa memandang aku yg sedang berdiri di sebelahnya.
“aku peluk cikgu Elma. Bukan tu je, tapi aku raba sekali tubuh cikgu. Maaf ye cikgu Elma.” aku meminta maaf perangkap dalam debaran. Cikgu Elma terdiam, sudu yg mengacau air di dalam mug terhenti serta merta.
Kemudian tanpa memandang aku, dia kembali mengacau minumannya sambil tersenyum sendirian. “tidak pe. aku tidak kisah. Lagi pun bukan ada sesiapa nampak kan.” kata cikgu Elma membuatkan aku bersorak girangan di dalam hati.
Nampaknya aku ada peluang, perangkap sudah semakin mengena sasaran nampaknya. Memang bijak betul aku mencari helah untuk menikmati tubuhnya. “Betul ke cikgu tidak kisah aku pegang-pegang tadi?” tanya aku lagi.
“Ye, tidak apa.” jawabnya ringkas. aku hampiri cikgu Elma serapat yg boleh tanpa menyentuhnya. Perlahan-lahan aku usap-usap lengannya. Kelicinan daging gebunya yg dibaluti baju kurung satin itu membuatkan aku semakin ghairah.
Sesekali aku ramas-ramas lengannya. “Han. awak nak buat apa ni?” tanya cikgu Elma sambil tersenyum memandang aku. “Cikgu cantiklah, aku tidak dapat tahan untuk peluk cikgu tadi. Lagi pun cikgu tidak kisahkan? Sementara tidak ada orang lagi ni, bagi aku pegang tubuh cikgu sekali lagi ye.” suara aku lembut seperti berbisik ke telinganya.
“Awak suka aku ke? aku ni kan dah tua. Anak dah 2 orang dah. Bini orang pulak tu.” cikgu Elma cuba menguji nampaknya. “aku tidak kira, aku nak jugak. aku nak jugak. Elma.” tangan aku terus merangkul tubuhnya dan bibirku terus melekat di bibirnya.
Tanpa mengelak, cikgu Elma terus menerima kucupan dari aku dan memberikan tindak balas yg mengasyikkan. Kami kemudiannya berpelukan sambil berkucupan di dalam pantry. Tangan aku puas meraba seluruh pelusuk tubuhnya hingga aku akhirnya berjaya meraba tubuhnya dari dalam bajunya.
Hook branya aku buka, tetek nya yg besar itu akhirnya membuai-buai terdedah dari baju kurungnya yg aku selak ke atas. Berkali-kali aku menelan air liur melihat teteknya yg aku geramkan selama itu akhirnya berada di hadapan mata.
aku usap teteknya dan aku ramas-ramas perlahan. Selama ini, sepanjang pengalaman aku bersetubuh dngan wanita, tidak pernah aku menikmati tetek sebesar milik cikgu Elma. Seperti betik yg sedang mengkal, putingnya yang sederhana besar dan berwarna kehitaman itu aku hisap seperti bayi kecil gamaknya.
Cikgu Elma membiarkan perbuatan aku. Sambil tersenyum, dia menetek sambil memandang aku. aku yg sedang sedap menghisap buah dada cikgu Elma yg besar itu lantas mengeluarkan batang aku dari zip seluar yg telah aku buka.
aku hunuskan batang aku yg keras berurat itu ke arah peha cikgu Elma. Oleh kerana kedudukan aku yg membongkok itu, maka sukar untuk aku merapatkannya secara berhadapan.
Lalu aku terus beralih ke bahagian kiri tubuhnya. dngan mulutku yg masih tidak mahu lepas dari buah dadanya, aku merangkul pinggang cikgu Elma dari tepi lalu aku rapatkan batang aku ke pehanya.
Kelicinan kain satin yg dipakai cikgu Elma menyentuh kepala batang aku dan ianya membuatkan batang aku semakin mengeras dan nafsu aku semakin berahi. Tangan kiri aku pula meraba perut dan tundunnya yang tembam dan masih terselindung di balik kain yg dipakainya.
Tekanan dan geselan batang aku di pehanya yg dibaluti kain yg licin itu telah membuatkan cikgu Elma menyedari akan tindakan aku yg semakin berani itu. Dia terus meraba-raba mencari batang aku dan akhirnya dia menggenggamnya erat.
“Awak ni. dah tidak tahan ye?” bisik cikgu Elma kepada aku. aku memandangnya, kelihatan matanya meliar melihat keadaan di luar pantry. Takut ada orang datang. Lalu aku lepaskan buah dadanya dari mulutku.
aku kembali berdiri tegak mengadapnya dari sisi sambil terus merangkul dan merapatkan tubuh aku ke tubuhnya. “aku tidak tahan cikgu. Cikgu Elma pegang apa tu?” aku sengaja menguji cikgu Elma.
“aku pegang burung yg dah gatal ni. Kerasnya. hm.” jawab cikgu Elma sambil menggenggam batang aku geram. “Suami cikgu punya ada macam aku punya?” tanya aku untuk menambah berahinya.
“Lebih kurang, cuma awak punya. m. keras sangat laa.” jawab cikgu Elma tersipu-sipu. aku yakin cikgu Elma sudah semakin bernafsu ketika dia memegang batang aku itu.
Reaksinya sama seperti ketika aku bersetubuh dngan kak Sue dahulu. Hembusan nafasnya semakin kuat, seiring dngan tangannya yg menggenggam batang aku semakin kuat. aku kemudian mengucup bibirnya sambil tangan aku meraba-raba jubur dan perutnya yg membuncit itu.
Tundunnya sesekali aku ramas dan usap penuh geram. Kelicinan kain satin putih yg membalut tubuhnya membuatkan nafsu aku semakin membara. Cikgu Elma mengucup bibirku penuh nafsu. Tangannya sudah mula merocoh batang aku dan sesekali dia menggosokkan kepala batang aku di peha gebunya yg licin itu.
“aku nak cikgu Elma.” kata aku berbisik kepadanya. “Nak apa” jawab cikgu Elma sambil tersengih. “aku nak cikgu. Please.” pinta aku seperti menagih simpati. “Sini tidak boleh, bila-bila masa je cikgu-cikgu lain boleh masuk. Lain kali ye.” cadangnya kepada aku.
“Cikgu lancapkan pun tidak apa. Sekurang-kurangnya aku tidak kempunan hari ni. Boleh ye sayang.“ pinta aku kepadanya. “Ok.” jawab cikgu Elma sambil tangannya terus melancapkan batang aku.
Sambil dia melancapkan batang butuh ku, aku kembali membetulkan pakaiannya. Hook branya aku kancing semula dan baju kurung yg aku selak tadi aku turunkan semula menutupi tubuhnya.
Kemudian aku kembali meramas dan mengusap seluruh tubuhnya yg gebu itu. “Cikgu. aku suka cikgu pakai baju kurung satin ni. Buat aku tidak tahan.” aku merintih kenikmatan dilancap oleh cikgu Elma.
“Ye ke. suka kain satin yg licin ni? Ok, kalau cam tu, macam mana kalau. aku buat macam ni.” kata cikgu Elma sambil tangannya membaluti batang aku dngan kain baju kurung satinnya yg licin itu.
“Sedap tidak?” tanya cikgu Elma sambil tangannya melancapkan batang aku menggunakan kain baju kurungnya. ”Oh. sedapnya cikgu.“ aku semakin berahi tatkala cikgu Elma melancapkan batang aku.
“Cikgu. aku nak terpancutt. uuh.” aku memberi amaran kepadanya. Cikgu Elma nampaknya terus melancapkan batang aku tanpa menampakkan tanda-tanda hendak berhenti. aku yang semakin kekejangan hampir ke puncak itu memeluk tubuh cikgu Elma penuh nafsu.
“Hmm. keras betul lah awak punya ni. Sayang rasanya nak aku lepaskan.” cikgu Elma nampaknya betul-betul geram dngan batang aku. “Cikgu El. Ma. OOh. Elma. sayang.” aku merintih serentak dngan pancutan sperma yg memancut keluar.
Cikgu Elma melancap batang aku yg berdenyut-denyut di dalam genggamannya. Wajahnya yg cantik itu aku tatap penuh berahi. Kemerah-merahan wajahnya menerima pancutan sperma aku yg bnyk di tubuhnya itu.
batang butuhku seperti diperah-perah tangannya. “Banyaknya sperma awak Han.” Cikgu Elma seperti terkejut sebaik dia melihat batang aku yg selesai memancutkan sperma di dalam genggamannya.
air mani aku yg terpancut itu kelihatan meninggalkan kesan basah yg amat besar dan banyak di baju kurungnya. Oleh kerana baju kurungnya berwarna putih, jenis satin plain pula tu, maka ianya dapat dilihat dngan jelas.
“Macam mana cikgu, nanti cikgu nak cakap apa kalau orang tegur kesan basah ni.” aku bertanya ingin tahu. “Takpe, aku cakap je air tumpah. Balik nanti aku cuci lah. Lagi pun bukan ke kejap lagi habis waktu sekolah.” cikgu Elma menerangkan kepada aku.
aku menangguk setuju. Selesai sahaja perbuatan terkutuk itu, segera kami pergi ke meja masing-masing. Pada waktu pulang, aku terlihat cikgu Elma menunggu kehadiran suaminya di porch sekolah.
Dia ternampak kelibat aku memerhatinya. Dari jauh aku lihat dia tersenyum kepada aku dan sambil itu dia memandang ke bawah, menunjukkan dia menggunakan fail sebagai penutup kesan tompokan sperma aku di baju kurungnya.
aku mengangguk memahami taktiknya dan terus berlalu dari situ menuju ke tempat letak motorsikal. Selepas itu, aku menjadi begitu merinduinya. Sehari kalau aku tidak nampak dia macam nak gila rasanya.
Setiap kali kami bertemu, pasti hanya senyuman yg terpamer di bibir kami berdua. Senyuman yg penuh rahsia dan sulit untuk diperkatakan. Keinginan aku untuk mendampingi cikgu Elma lebih rapat terhalang berikutan tiada ruang waktu untuk kami bersama.
Nasib baik aku gamble je ngorat dia hari tu, kalau tidak, mesti susah nak dapat. Sekarang aku dah dapat, cuma waktu je tidak ada yg sesuai. Lebih-lebih lagi selepas habis waktu sekolah, persekolahan sessi petang jugak menjadi salah satu batu penghalang untuk kami bertemu.
aku tahu, dia jugak menginginkannya. Setiap kali kami terserempak samada di tangga atau di tempat-tempat yg tidak dilihat orang, tangannya akan meraba batang aku sekali lalu. Begitu jugak dngan aku yg akan meraba pepeknya sekali lalu.
Dapat sentuh sikit pun jadilah, buat ubat rindu. Kerinduan kami berdua sudah sampai ke tahap paling kritikal. Cikgu Elma sering sahaja memakai baju kurung putih satin. Dari mejanya di bilik guru, dia selalu merenungku seperti meminta sesuatu.
aku tahu apa yg diinginkannya. Hinggalah pada hari itu cikgu Elma memberi isyarat mata kepada aku untuk mengikutnya ketika waktu rehat. aku mengekorinya dari jauh dan kelihatan dia masuk ke bilik buku teks.
Bilik tersebut memang tiada sesiapa yg akan masuk kecuali jika ada urusan berkenaan buku teks. Di dalam bilik itu, aku perhatikan tiada sesiapa, hanya kelibat cikgu Elma menuju ke belakang rak.
Perlahan-lahan aku tutup pintu dan biarkannya tidak berkunci supaya tidak menimbulkan syak wasangka bagi sesiapa sahaja yg memasuki bilik tersebut. aku dapatkan cikgu Elma yg sedang berdiri bersandar pada rak buku teks menanti kehadiran aku.
Sebaik sahaja aku mendekatinya, cikgu Elma terus sahaja memeluk aku erat. aku jugak memeluknya erat. Bibir kami bercantum dan berkucupan penuh nafsu. Berdecit-decit bunyi mulut kami yg berlaga sesama sendiri, sementara tangan aku tidak lepas peluang meraba seluruh pelusuk tubuhnya, begitu jugak dirinya.
“Han. aku rindu awak.” Cikgu Elma berkata sayu sambil mendongak memandang wajah aku. “aku jugak rindukan awak sayang. Elma. aku tidak tahan.” bisikku kepadanya. “aku pun. Kita bersatu sekarang ye.” bisik cikgu Elma seperti pelacur meyakinkan pelanggannya.
aku mengangguk perlahan tanda setuju. Cikgu Elma pun terus membuka seluar aku. Sebaik sahaja seluar dan spender aku terlorot hingga ke lantai, cikgu Elma terus sahaja menyambar batang aku yang sudah keras mencanak itu.
Tanpa di suruh, dia terus menyuap batang aku ke dalam mulutnya. Seperti kelaparan gamaknya, dia menghisap batang aku penuh nafsu. Nafsu aku jugak semakin tidak keruan. Lebih-lebih lagi apabila melihatkan seorang wanita yg masih lengkap berpakaian berlutut menghisap batang aku.
Kepalanya yg bertudung itu maju mundur seiring dngan batang aku yg keluar masuk mulutnya. Lidahnya sengaja bermain dngan kuat di batang aku yg keras itu. Tubuhnya yg berlutut di hadapan tidak ubah seperti sarung nangka.
Ianya membangkitkan nafsu aku ke tahap paling maksima. Kemudian cikgu Elma berdiri di hadapan aku. Tangannya melancapkan batang aku yg sudah licin berlumuran dngan air liurnya. Kami berkucupan sekali lagi.
Kali ini penuh nafsu. Gelora nafas cikgu Elma dapat aku dengar jelas. Nampak sangat dia dah stim gila. Tanpa membuang masa, aku terus selak baju dia dan buah dada nya yg besar itu membuai-buai seolah memanggil mulut aku supaya menghisapnya.
aku selak colinya dan tanpa berlengah, aku terus hisap buah dada cikgu Elma yg besar itu. Cikgu Elma nampaknya menikmati hisapan aku di buah dadanya. Dia memeluk kepala aku supaya lebih rapat ke dadanya.
“Sedap kan sayang.” tanya cikgu Elma laksana pelacur murahan. “hmmph.” aku hanya mampu berdehem sambil menikmati buah dada cikgu Elma yg aku geramkan itu. Sambil aku menghisap buah dadanya, cikgu Elma cuba mancapai batang aku yg terpacak di kelengkang aku.
Sebaik sahaja dia dapat menyambar batang aku, dia terus menarik batang aku rapat ke tubuhnya. aku terpaksa melepaskan hisapan di dadanya dan berdiri rapat ke tubuhnya. Kelihatan cikgu Elma cuba meletakkan batang aku di kelengkangnya melalui kain yg sudah terselak ke pinggang itu.
Namun, aku masih mentah lagi, belum tahu cara nak main berdiri. Cikgu Elma sedar kelemahan aku dalam teknik persetubuhan. Lalu dia berdiri membelakangi aku sambil dia memaut pada tiang rak buku teks.
aku yg sudah tahu akan kehendaknya, terus memeluknya dan membenamkan batang aku ke lurah gatalnya yg sudah berair dan lecak itu. Sekali benam sahaja batang aku sudah terjerumus ke dasar pepeknya.
Nampak sangat dah bobos gila pepek dia ni. Ahh. aku tidak peduli, yg penting sedap. Tanpa menunggu walau sesaat, aku terus menghayun batang aku keluar masuk pepeknya.
aku hentakkan sedalam-dalamnya membuatkan cikgu Elma merengek-rengek menikmati gelora nafsu yg diingininya. “uuh. sedapnya Han. Sedapnya. kerasnya.” cikgu Elma merengek kesedapan. Setelah agak lama aku bersetubuh dengannya, aku sudah hampir ke kemuncak.
Tanpa memberi amaran, aku terus membenamkan batang aku sedalam-dalamnya, melepaskan pancutan padu terus ke dasar pepeknya. Apa yg aku ingat, pada waktu itu jugalah cikgu Elma mendengus seperti lembu kena sembelih, malah otot pepeknya yg sebelum itu aku rasakan lembut tiba-tiba jadi kejang.
Nampaknya aku dan dia klimaks serentak. Kami berkucupan penuh kepuasan selepas melayari kenikmatan perzinaan yg hina itu walau pun dalam keadaan tergesa-gesa. Namun apa yg pasti, tubuhnya aku sudah takluki.
Aku at 05:11:00
Share
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.
‹
›
Home
View web version
About Me
AkuView my complete profile
Powered by Blogger.
Cerita Lucah
Friday, 5 April 2019
Pancut Dalam Pantat Jepun Sedap

Masa tu aku bertugas dengan satu organisasi antarabangsa. Aku kenal taklah rapat, sekadar hi bye bye je. Yuni ni nurse yang ditugaskan selama 6 bulan untuk menjalankan projek Jepun di sana. Pada satu hari tu, saya dijemput ke birthday party seorang kawan, dan kebetulan dia pun di jemput.
So kami pun bersetuju untuk pergi dengan satu kereta, sebab dia takut drive waktu malam. Masa aku ambil dari rumah dia, fulamak cantik dan seksinya dia. Dia pakai body hugging blouse paras peha.
Badan dia memang solid, sebab dia ni active – tennis, swimming, dan macam macam. Rambut pendek paras tengkuk, kening halus di cukur rapi. Masa kat party tu, kami boraklah lebih kurang sambil mingle around dengan tetamu lain.
Aku perasan ada dua tiga mamat lain cuba-cuba tackle dia masa tu. Jealous jugak aku, sebab aku yang bawa dia, tapi silap aku jugak sebab aku dok layan minah salleh lain.
Aku tak minum, tapi aku nampak dia dah 2 can beer kat meja kami. Party tu habis agak dalam pukul 12 malam dan aku ajak dia balik.
Kami pun masuk kereta dan menujuk ke rumah dia. Tiba-tiba dia cakap, “lets go somewhere else, I want to dance”. So kami singgahlah kat satu disko dekat tepi Sungai Mekong.
Mula-mula tu kami menari tarian rancak, tapi towards late hour, tarian slow mula. So kami mula lah slow dance. Aku boleh rasa bra dia, tundun dia bila berpelukan.
Aku dah naik stim dan mula mencium tengkuk dan telinga dia. Dia tak marah pun! Dalam pukul dua, kami setuju untuk keluar sebab dah ramai pun yang dah balik.
“You were naughty boy” dia cakap bila dah masuk kereta. “Because you are hot! ” aku cakap balik. Kami berciuman, “thanks for nice evening” dia cakap. So aku pun drive ke arah rumah dia.
Tiba-tiba dia cakap “I dont have the key to my house, I dont want to wake my friend at this hour. Can you send me to a Hotel or can I stay at your house? ” Dia sebenarnya kongsi rumah dengan seorang Jepun lagi, kawan aku juga.
Kepala aku ligat memikir, antara membawa awek Jepun ni ke rumah atau ke Hotel. Kalau bawa ke rumah, mesti orang lain tahu dan syak macam-macam. Guard dan maid aku mesti bawa mulut nanti.
So aku bawa dia ke Hotel dekat rumah aku. Bila dah check in, aku bawa dia masuk bilik. “Ok good night, see you on Monday and thanks for everything”, aku cakap bila dia cakap nak mandi.
“Wait, I will have a very quick shower” dia balas sambil mengunci pintu bilik air. So aku pun duduklah tepi katil sambil menonton tv. Memang tak lama pun.
Bila dia keluar, rambut tak basah pun. Tapi yang buat aku tak boleh tahan, dia berkemban dengan towel kecil, hanya menutup payudara dan pantat nya sahaja. Kulit putih melepak, badan yang solid, batang aku terus naik untuk entah ke berapa kali.
Aku terus bangun dan memeluk dan french kiss dia. Dia membalas. Aku buka towel yg dia pakai dan memang dia tak pakai bra dan panty pun. Aku pun apa lagi, terus mencium tengkuk, tengkuk, turun ke dada, perut, dan ke pantat dia.
Dia menarik aku ke katil dan berbaring. Aku terus menjilat dan finger pantat dia yang memang dah banjir. Sambil tu aku tanggalkan seluar dan baju aku. So kini aku sama-sama bogel atas katil dengan dia yang dah mengangkat-angkat dubur dia semasa aktiviti menjilat dan menjolok dengan lidah aku.
“Please do it now”, dia cakap. Aku masih meneruskan aktiviti menjilat dan menyedut. Bukan senang nak dapat pantat Jepun original. “Please, now please”. Aku pun merangkak naik, dan mainkan kepala zakar aku kat clit dia dan lubang pantat dia.
“As as aas”, kedengaran dari mulut dia. pantat dia merah, tak macam pantat melayu agak hitam di bibir luar dan clit nya agak panjang dan keras. Air lendir dah meleleh keluar.
Aku pun tekan sikit demi sedikit. Agak senang untuk masukkan batang aku dan agak panas di dalamnya. Bila semua batang aku dah masuk, aku biarkan sekejap dan aku boleh rasa kemutan demi kemutan berlaku.
Aomi, nama pendek dia, mula mengerakkan dubur nya mula menarik dan menyorong perlahan-lahan. “As aas ah aah ah”, setiap kali aku henjut sampai ke pangkal pantat dia.
Henjutan aku semakin laju dan dia bersama-sama melawan pergerakan turun naik aku. Hentakan semakin kuat hingga aku boleh rasa hujung kepala zakar aku terkena sekatan hujung rahim Aomi.
“Eee yaa, ee ya, ee yaa” sambil dia kekejangan dan kemutan semakin kuat. “Eei”, satu laungan kuat terpancul dari mulut dia. Aku dah tak dah tak tahan, sperma aku dah sedia nak memancut keluar.
“Please cum outside, please cum outside”, bila dia sedar aku dah nak climax. Aku terus memberi hentaman demi hentaman. Dan aku terus melepaskan pancutan demi pancutan ke dalam rahim Aomi.
Aku rebah di atas badan Aomi yang putih bersih tercungap-cungap. Dia pun sama bernafas kencang dek kerja kuat yang kami baru selesai. “Why you cum inside, I am afraid I get pregnant”, kata Aomi bila aku menarik keluar zakar ku bersama lelehan sperma, mazi dan air pantatnya.
Me: ”I am sorry, I cannot help it. You can take morning-after pill”. Aomi: ”No we dont have it here”. “Then, how?” Aomi: ”Never mind, but next make sure you wear condom”.
Me: ”Next?” Aomi: ”Yeah, I want to do one more time later. Go and get it from receoption”. “ok, will do” Aku pun pakai seluar dan baju, turun beli satu packet condom.
Ada tiga di dalamnya. Bila aku masuk bilik, aku nampak dia tengah mengelap tompokan air atas tilam. Aomi: “You have a lot of cum” sambil menjeling sinis Me: ”You too have a lot of cum” Aomi: “You see this?”, sambil menunjukkan lelehan lendir di pehanya.
Me: ”Thats yours and mine!” Aku masuk bilik air dan mandi. Bila aku keluar, dia dah berbaring sambil menonton tv. Bila aku tengok ke kaca tv, rupa-rupanya filem blue Thai dengan ditayangkan.
Me: ”How do you get into this channel?” Aomi: ”I dont know, but I like it” Sambil menonton, Aomi mula mainkan peranannya. Dia mula mengusap-usap batang aku yang separuh lembik, sambil memcium perut dan peha aku.
Aku dah stim balik. Dia mula menjilat batang aku yang mula mengeras. Dia terus menjilat hingga ke telur aku. Oh sedapnya. Me: ”Ah nice” Aomi: “You like it?” Me: ”Yes. you are so good” Tiba-tiba dia berhenti, so aku buka mata.
Aomi berhenti dan membuka kotak kondom rupanya. “Make sure you wear this” sambil memgoyak dan memakaikan nya pada zakar aku. Tanpa membuang masa dia naik ke atas peha aku dan memasukkan zakar aku ke dalam pantatnya.
Cepatnya pantat jepun ni basah, dalam hati aku. Sebab sekali sua je terus masuk. Lepas tu dia henjut aku bermacam macam style, atas bawah, depan belakang, kiri kanan, memusing.
“Ee yah, ei yah” setiap kali dia menghenjut. Tapi tak sesedap tadi sebab pakai condom. Dia makin laju turun naiknya. Mulutnya tak henti-henti “Eee yaah e yyahh” hingga lah dia menjerit “Aagrh” dan menbaringkan badannya sambil french kiss aku sambil menarik tercungap cungap.
Lepas tu aku pulak naik atas. Tapi dalam diam-diam aku keluarkan condom dan masukkan zakar aku yang bogel ke dalam rahimnya kembali. Baru rasa kepanasan dan kemutan hebat pantat dia.
Tak berapa lama henjutan aku buat, aku semaikan lagi benih-benih melayu ke pangkal rahim Aomi tanpa disedarinya. Kami terbaring kepenatan. Aomi: ”Why you take off the condom?” Me “How do you know?” Aomi “I felt your cum” Kami tertidur selepas tu.
Dan pagi esoknya kami buat satu round lagi, tanpa condom, walaupun dia minta pakai condom. Lepas tu, pantang ada peluang kami buat project di spa, di bilik rumah dia, dalam kereta, dan di tempat peranginan.
Kami tak pakai condom dah lepas tu, sebab dia ambil pil. Tapi lepas dua bulan, dia sah pregnant. Dia ajak aku kawin, tapi aku tak nak. Dia ke Bangkok dan gugurkan kandungan.
Di bulan terakhir di sana dia stay di hotel dekat rumah aku, sebab nurse baru dah sampai. Boleh dikatakan tiap-tiap malam aku henjut dia sekali atau dua tiga kali.
Dia menangis sakan, bila dia nak balik ke Jepun. Dia datang ke Kuala Lumpur semasa aku cuti tengah tahun di Malaysia. Dan semasa aku kembali dari Geneva pada hujung tahun, dia menunggu aku di Kuala Lumpur.
Dia ajak aku kawin, tapi aku tak nak. Kami fuck siang malam. Makan pun main order ke bilik! ” ***
Aku at 04:40:00
Share
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.
‹
›
Home
View web version
About Me
AkuView my complete profile
Powered by Blogger.
Cerita Seka Melayu
Pantat Intan Dijamah Ayah

Pantat Intan Dijamah Ayah
Intan duduk termenung di atas sofa sambil menangis perlahan. Dia baru saja bergaduh dengan suaminya yang telah keluar pergi bekerja. Teresak-esak dia menahan sebak di atas sofa lembut itu. Intan hanya berkemban dengan tuala saja menunggu suaminya pagi itu dan jika suaminya bernafsu dia akan rela mengangkang atau menonggeng ketika itu juga. Tetapi, bukan saja suaminya memarahinya malahan dia tidak menjamah sikit pun sarapan yang disediakan. Intan tidak sedar pun ketika tuala kembannya terlondeh dek kerana kesedihannya. Tuala kemban yang terlondeh itu akhirnya menyerlahkan kemontokan tubuh bogel Intan yang amat segar dan subur itu. Kulit tubuhnya gebu dan bersih tanpa cemar.
Sememangnya Intan adalah wanita yang amat sempurna kecantikannya. Rambutnya yang paras bahu itu hitam dan sedikit beralun. Matanya bersinar lembut. Pipinya gebu dan licin. Bahu Intan tidak jatuh dan dadanya bidang sederhana. Buah dada Intan yang bersaiz 34C itu amat sempurna sekali bentuknya. Tegang dan bulat. Puting teteknya sederhana dan berwarna merah jambu. Perut Intan tidak leper tapi tidak pula buncit.
Pantat Intan berbulu halus amat tembam dan lembut. Tidak nampak langsung rekahnya walau selalu ditebuk oleh suaminya. Bontot Intan pula tiada tandingannya. Amat padat dan bulat. Malah bontotnya lentik dan lebar. Pehanya pula amat sempurna bentuknya, gebu dan bersih. Begitu juga dengan betis wanita itu yang ibarat bunting padi. Malah pendek kata semuanya amat sempurna pada penglihatan sesiapapun.
Dia menangis di atas sofa sambil berbaring mengiring. Ketika itu memang jelas kelihatan pantat enaknya terkepit di antara peha gebunya. Sesiapapun yang memandang pasti akan dikuasai nafsu demi sekujur tubuh yang maha lazat dan maha subur itu. Selama satu jam dia melayan kesedihannya dan tidak sedar akan kedatangan ayah kandungnya ke rumah. Pakcik Kamal yang mempunyai kunci terus saja masuk ke rumah itu lalu mencari-cari anaknya kerana dia telah biasa bertandang. Tapi hari itu adalah hari bersejarah dalam hidupnya kerana buat pertama kali selepas 18 tahun dia dapat melihat sekujur tubuh telanjang anak kandungnya sendiri.Pakcik Kamal menemui anaknya Intan dalam keadaan bertelanjang di atas sofa di ruang tamu.
Terbeliak matanya melihatkan sekujur tubuh ranum dalam keadaan mengiring yang dengan jelas menampakkan kegebuan peha dan betis Intan. Matanya terus tertumpu ke arah bibir pantat anaknya yang sungguh tembam dan bersih itu. Intan masih tidak menyedari kehadiran ayahnya, malah dia tidak menyedari bahawa tubuhnya dalam keadaan bogel setelah tuala mandinya terlondeh tadi. Pakcik Kamal merasakan mukanya semakin panas dan menjadi merah. Di sebalik seluar dalam zakar Pakcik Kamal mula mengeras dan membesar, penuh dengan nafsu jantan yang mula membuak-buak. Degupan jantungnya semakin kencang. Mana tidak, sudah begitu lama dia tidak melihat tubuh perempuan muda dalam keadaan bogel. Ini kan pula di depan matanya terpampang kesempurnaan tubuh anaknya, Intan yang berusia 28 tahun itu.
Seketika kemudian dia tersedar dari khayalannya, lalu merapati tubuh bogel anaknya yang masih teresak-esak lembut itu. Dia melabuhkan punggungnya ke atas sofa dan serentak dengan itu Intan menyedari kehadiran ayahnya di sisinya. Dalam kesedihan dia tidak menyedari bahawa dia sedang bertelanjang di hadapan ayah kandungnya sendiri. Secara spontan dia terus mendapatkan Pakcik Kamal lalu memeluk erat ayah kesayangannya itu. Buah dada Intan yang mekar membulat itu melekap ke dada Pakcik Kamal membuatkan orang tua itu semakin tidak keruan. Setelah beberapa saat Pakcik Kamal mula bersuara, menangkis sendu anaknya yang sangat manja itu.
“Intan, kenapa sayang?” Tanya Pakcik Kamal lembut sedangakan dadanya berdebar-debar.
Intan hanya tersedu-sedu cuba menahan tangisannya. Sukar baginya untuk berkata-kata tatkala di dalam kesedihan yang amat sangat.
“Kenapa Intan menangis sayang? Beritahu ayah?” Tanya Pakcik Kamal lagi sambil mengusap lembut rambut anaknya yang lembut itu
“Ayah, Intan bergaduh dengan Syuk. Dia marahkan Intan. Dia tak jamah pun sarapan yang Intan sediakan tadi…” Akhirnya gadis manja itu mendapat kudrat untuk bersuara.
Pakcik Kamal lalu memegang lembut muka comel anaknya sambil merenung sepasang mata yang bersinar akibat linangan air mata. Sayangnya terhadap anak gadisnya itu bukan kepalang lagi.
“Sudahlah sayang, jangan menangis lagi. Nanti baiklah jadinya. Ayah tahu Syuk sangat sayangkan Intan. Sudahlah ya manja. Bengkak mata Intan nanti.” Pakcik Kamal memujuk.
Di dalam hati Tuhan saja yang tahu betapa Pakcik Kamal sedang menahan geram ke atas tubuh telanjang anaknya itu. Intan hanya mengangguk-angguk lemah, mengiyakan pujukan ayahnya itu. Dia meletakkan kepalanya dengan manja ke atas bahu Pakcik Kamal sambil mengesat air mata yang masih menitis dengan tuala mandinya. Barulah dia tersedar bahawa ketika itu dia dalam keadaan bogel sambil dipeluk erat oleh ayahnya. Keadaan agak terlewat kerana Pakcik Kamal telah berjaya memberanikan dirinya untuk mengusap-usap lembut buah dada Intan.
Telapak tangannya dapat merasakan betapa lembutnya kulit sepasang buah dada anaknya yang mekar membulat itu. Berdebar-debar Intan kerana dia sendiri pun tidak tahu apa yang patut dilakukan. Hendak dimarahi, itu ayahnya sendiri. Dia tidak mahu memalukan ayah kesayangannya. Hendak dibiarkan, rasa bersalah pula. Intan membuat keputusan untuk membiarkan saja dengan harapan ayahnya itu menyedari kesalahan berbuat begitu terhadap anak kandungnya sendiri. Dia tidak tahu bahawa harapannya itu kian pudar setelah Pakcik Kamal semakin berani lalu mula menggentel lembut puting tetek Intan yang berwarna merah jambu itu. Diulinya puting susu yang comel itu dengan lembut sehingga menyebabkan ia menjadi semakin tegang.
Selama lima minit Pakcik Kamal mengusap, membelai dan menggentel buah dada Intan. Di sebalik seluar dalamnya zakar Pakcik Kamal semakin mencanak kekerasan. Dia mula merasakan alat pembiakannya itu berdenyut-denyut dan menyantak-nyantak. Dada Pakcik Kamal berdegup kencang menahan nafsu. Kepedihan yang dirasakan di zakarnya membuatkan dia tidak tertahan lalu dengan selamba dia membuka kancing dan zip seluarnya. Seterusnya dia melondehkan seluar dan sekaligus seluar dalamnya sekali. Batang zakar Pakcik Kamal yang dari tadi seperti meronta untuk dibebaskan kini telah mencanak penuh kekerasan di depan mata anaknya sendiri.
Kini Intan dapat melihat dengan jelas kemegahan batang konek ayahnya yang sesungguhnya amat besar itu. Takuk kepala zakar Uncle Kamal mengembang penuh sehinggakan lubang kencingnya terbuka. Urat-urat zakarnya menegang membuatkan zakar itu menyengguk-nyengguk dan mencanak-canak. Intan dapat melihat dengan jelas betapa besarnya kantung telur zakar ayah kandungnya itu. Itulah zakar yang terbesar yang pernah dilihat seumur hidupnya.
"Ya allah...! Besarnya batang zakar ayahku ni..." hati Intan berbisik bimbing...
Dalam keadaan anaknya yang tergamam itu dia mengambil kesempatan lalu dengan lembut dia menarik tangan kanan Intan ke arah zakar kemegahannya itu. Dibuatnya supaya tangan Intan menggenggam batang pembiakannya lalu dia membantu tangan Intan mengusap-usap lembut batang itu dengan urutan atas-bawah. Setiap kali genggaman Intan tiba ke arah takuk kepala zakar setiap kali itulah ia mengembang dengan sebesar-besarnya. Telapak tangan Intan yang lembut itu mengusap kulit batang zakar Pakcik Kamal sehingga akhirnya lubang kencing orang tua itu menerbitkan cecair pekat air mazi.
Dengan penuh nafsu Pakcik Kamal memegang muka comel Intan lalu merenung sepasang mata ayu anak gadisnya itu. Secara selamba dia merapatkan bibirnya kepada bibir Intan lalu mengucup lembut bibir muda itu. Tangan Intan pula dengan otomatik mengusap batang ayahnya. Pakcik Kamal sudah mula menghisap lidah Intan yang manis itu sambil tangannya berterusan membelai buah dada Intan yang sempurna bentuknya itu. Setelah Pakcik Kamal puas menghisap lidah Intan dia mula berdiri megah di depan anaknya yang masih duduk itu.
Dengan tanpa rasa malu dia menyingkap bajunya, dan melondehkan terus seluarnya. Di hadapan mata Intan kini terserlah tubuh bogel ayah kandungnya sendiri. Tubuh Pakcik Kamal sebenarnya masih tegap. Tapi apa yang menarik mata Intan adalah batang pembiakan ayahnya itu. Ia besar dan gemuk. Dua kali ganda saiz zakar suaminya, Syuk.Dalam keadaan Intan yang sedang duduk itu Pakcik Kamal merapati lalu kini kepala zakarnya berada betul-betul di hadapan bibir mungil Intan.
“Nyonyot sayang. Nyonyot zakar ayah, sayang.” pinta Pakcik Kamal dengan nada memujuk.
Intan yang seperti dipukau itu merapatkan bibirnya ke arah kepala zakar Pakcik Kamal lalu mengucup lembut lubang kencing yang melekit dengan air mazi itu. Seketika kemudian masuklah batang zakar seorang ayah ke dalam mulut anak kandungnya sendiri. Mulut Intan dirasakan begitu lembut dan suam. Lidah Intan yang mengampu sebelah bawah batang zakar Pakcik Kamal dirasakan begitu lembut dan enak sekali. Sambil mengulum dan menghisap zakar besar ayahnya Intan mengusap dan membelai lembut kantung telur ayahnya yang amat besar itu. Sepasang telur zakar Pakcik Kamal dirasakan begitu berat sekali.
Di dalam hati Intan terdetik betapa banyak dan pekat air mani yang tersimpan di dalam kantung itu. Intan seterusnya menyonyot batang ayahnya sambil memaut punggung orang tua itu sehingga menyebabkan Pakcik Kamal menggeliat menahan kenikmatan. Tidak mahu dia terpancut cepat lalu membazirkan air benihnya Pakcik Kamal menarik lembut kepala Intan supaya mulut anak gadisnya itu terpisah dari zakarnya. Sekali lagi Pakcik Kamal merenung lembut anak gadisnya yang sungguh comel itu. Dia mendirikan anaknya yang sedang duduk tadi lalu memeluk erat tubuh montok anak kesayangannya.
Seketika kemudian dia mendukung Intan lalu membawa tubuh telanjang itu masuk ke dalam bilik kelamin anaknya dan menantunya itu. Pakcik Kamal merebahkan tubuh bogel Intan di atas katil lalu dengan berhati-hati membalikkan tubuh Intan supaya dia meniarap. Di hadapan mata Pakcik Kamal terserlah kesempurnaan bentuk tubuh anaknya dari belakang. Bontot Intan yang gemuk dan padat itu membuatkan kegeraman Uncle Kamal tidak dapat dikawal lagi. Bontot anaknya itu semula jadi lentik dan padat. Tidak kelihatan langsung lubang dubur tempat anak gadisnya berak. Yang kelihatan hanya bibir pantat Intan yang menembam terkepit di antara peha gebu perempuan subur itu. Intan pula hanya membiarkan ayahnya menikmati pemandangan tubuh indahnya tanpa bersuara apa-apa.
Pakcik Kamal mula naik ke atas katil ke atas peha Intan yang putih gebu itu. Dengan lembut dia menggunakan kedua-dua belah tangannya untuk membuka belah bontot yang amat padat dan montok itu. Demi terserlah sahaja simpulan dubur Intan dia mendengus. Hatinya berkata betapa comelnya simpulan dubur yang dilalui najis berak Intan setiap hari itu.
“Sayang, comelnya bontot anak ayah! Tengok dubur anak ayah, bersihnya. Tengok bibir pantat dia, tembamnya!” Dengan selamba Pakcik Kamal memuji kecomelan bontot subur Intan.
Intan berasa sedikit terharu dengan pujian ayahnya terhadap alat kelamin perempuannya. Tetapi dia juga sudah biasa dengan setiap pujian setiap lelaki yang berjaya menikmati tubuhnya. Pakcik Kamal mengusap dan membelai bibir pantat Intan. Kulit lembut pantat Intan mula mengeluarkan lendir wanitanya akibat diusap sedemikian rupa.
Tanpa rasa jijik walau sikitpun Pakcik Kamal merapatkan mukanya kepada belah bontot Intan lalu menghidu bau lazat alat kelamin Intan. Kemudian Pakcik Kamal dengan lembut mengucup simpulan dubur anaknya yang berwarna coklat muda itu. Dari situ dia menjulurkan lidahnya lalu menjilat bontot Intan dari kelentit pantat Intan sehingga ke simpulan dubur anaknya itu. Berkali kali dia mengulangi jilatan tersebut hingga pantat subur Intan mengeluarkan lendir dengan banyak dan pekat.
Pakcik Kamal sungguh geram dengan ketembaman punggung Intan lalu meramas semahu-mahunya lemak bontot yang maha padat itu. Intan pula sudah mula dirundung nikmat lalu menyeru-nyeru nama ayahnya dengan amat manja sekali.
"Aaahh...ayahhh...eerrghh...lagi..lagii..jilat lagiii..ayahhh...!" rengek Intan kesedapan...
Dengan nafsu jantan yang tidak lagi dapat dikawal Pakcik Kamal lalu naik ke atas bontot lebar Intan lalu menggesel-geselkan batang zakarnya sambil dikepit oleh lemak bontot Intan. Air mazi Pakcik Kamal semakin banyak keluar.
Dengan manja dia bertanya. “Intan anak ayah, nak tak ayah manjakan Intan? Nak tak ayah belai Intan?” Intan pula merengek manja, penuh dengan kerelaan.
“Nak, ayah. Intan nak ayah manjakan Intan sangat-sangat. Intan nak ayah belai Intan.” balas Intan dengan rengekan manja.
Sambil menghalakan takuk kepala zakarnya yang mengembang penuh itu Pakcik Kamal meminta izin sekali lagi. “Intan, izinkan ayah menikmati Intan? Izinkan ayah menebuk isi pantat anak ayah ya sayang?”
Intan menjawab lemah, tetapi bernafsu. “Intan izinkan, ayah. Jamahlah bontot dan pantat Intan. Intan kan anak ayah. Ayah boleh buat apa saja pada Intan. Tebuklah pantat anak ayah. Jamahlah isi bontot Intan, ayah.”
Pantat Intan terdedah untuk dijamah oleh ayahnya sendiri...
Serentak dengan keizinan itu Pakcik Kamal menekan lembut takuk kepala zakarnya membelah bibir pantat Intan. Pantat tembam Intan mula merekah lalu membenarkan takuk kepala zakar yang amat besar itu melepasi bibir pantat yang sungguh tembam itu. Sedikit demi sedikit Pakcik Kamal menyumbatkan kepanjangan batang zakarnya ke dalam isi pantat anak kandungnya sendiri. Tidak dapat dibendung lagi rasa enaknya tatkala kulit zakarnya menggesel isi pantat anaknya yang maha lembut itu. Zakarnya menyengguk-nyengguk membuka ruang lebih dalam untuk diterokai. Intan semakin menonggek akibat disumbat sedemikian rupa. Secara tidak disedari kantung telur zakar ayahnya akhirnya melekap di celah bontot subur Intan. Sedarlah Intan ketika itu bahawa zakar ayahnya telahpun santak ke pangkal. Takuk kepala zakar ayahnya yang amat besar itu telahpun berjaya sampai ke dasar lubuk pembiakan Intan yang maha subur itu.
Tertonggek Intan dibuatnya ketika zakar Pakcik Kamal santak ke dasar bontotnya. Mata Intan terbeliak dan kepalanya terdongak. Mulut Intan ternganga dan lidahnya terjelir. Tidak pernah dia merasakan kepadatan sedemikian rupa. Zakar ayahnya yang amat besar itu sungguh padat sekali di dalam genggaman isi pantatnya. Pakcik Kamal pula secara spontan meraung kenikmatan.
"Aaarrghh...masya allah...nikmatnyaaa..lubang pantat anak ayah ni.." Pakcik Kamal meraung kenikmatan...
Mana tidaknya, seperti dalam mimpi koneknya kini berada sepenuhnya di dalam tubuh perempuan muda yang maha subur. Menggeletek dia menahan nikmat. Kaki Pakcik Kamal tergeliat-geliat menahan kegelian di hujung zakarnya yang kini begitu hampir dengan mulut rahim anak kandungnya itu. Dua manusia itu dalam keadaan yang sungguh memberahikan. Kelihatan Pakcik Kamal memaut erat tubuh montok Intan yang akan dilanyaknya sebentar nanti. Intan pula terkangkang cuba membiasakan diri dengan zakar sebesar itu.
Setelah satu minit Pakcik Kamal membiarkan koneknya dalam genggaman pantat subur Intan dia mula melenyek-lenyek bontot padat itu. Lenyekan itu menyebabkan koneknya menyantak-nyantak isi pantat subur Intan. Intan pula masih ternganga-nganga kenikmatan. Pakcik Kamal kini memulakan henjutan ke dalam pantat subur anak kandungnya itu. Perempuan montok itu lalu tertonggek dan terkangkang akibat disondol sedemikian rupa. Setiap kali dia menarik kepanjangan zakarnya dia dapat melihat bibir pantat tembam Intan tertarik bersama. Itu menandakan betapa padat isi pantat anaknya itu. Zakarnya pula kini diselaputi lendir nafsu anaknya. Melekit-lekit dirasakannya namun nikmatnya tidak tercapai dek akalnya lagi. Inilah tubuh yang paling enak yang pernah dijamahnya. Daging bontot Intan yang berlemak itu amat lazat dan enak. Meleleh-leleh air liur Pakcik Kamal semasa menghenjut dan melenyek bontot gemuk anaknya itu. Mereka berdua sudah mula tanpa malu meraung-raung kuat. Nikmat zina yang dirasai tidak terperi lagi. Mereka kini ibarat sepasang haiwan yang sedang mengawan untuk menghasilkan baka.
Meleleh-leleh air liur Pakcik Kamal kerana dia dapat merasai betapa lazatnya isi pantat anaknya itu. Ditebuknya lubang pantat anaknya sepuas-puasnya. Dirodoknya lubang apam anaknya semahu-mahunya. Kedinginan pendingin hawa menambahkan kelazatan mengawan mereka. Pakcik Kamal sudah mula meraung-raung dengan raungan untuk memancut. Kelazatan isi bontot perempuan Melayu sejati itu telah merangsang penghasilan air mani yang begitu pekat dan banyak. Intan menyedari bahawa pasangannya sudah hampir untuk menabur benih lalu merapatkan peha montoknya supaya kepitan dan genggaman pantatnya menjadi bertambah padat. Intan juga menonggek-nonggekkan bontot lebarnya sambil merendahkan bahunya dan mendongakkan kepalanya. Dia tahu perbuatan seperti itu membuatkan lubang pantatnya condong ke atas dan akan membenarkan zakar pasangannya tersumbat sedalam-dalamnya ke dalam lubuk pembiakannya.
Demi saja Intan berbuat begitu Pakcik Kamal memaut erat punggung lebar anaknya dengan sangat erat. Dia menyantakkan batang pembiakannya semahu-mahunya dan sedalam-dalamnya. Nafsu Pakcik Kamal sudah tidak terkawal. Menjerit-jerit dia tatkala benih buntingnya sudah terlalu hampir untuk memancut keluar.
"Aaarrghh....aaarrrhhkk...Intannn..pantat anak ayah ni ketat sungguhhh...eerrgghh..!!! Menjerit-jerit Pakcik Kamal seperti orang gila.
Dengan penuh nafsu dia menginginkan supaya anaknya itu mengandung. Mengembang penuh zakarnya bila dia membayangkan Intan akan mengangkang memberanakkan adiknya sendiri. Sambil berbisik Pakcik Kamal meminta izin Intan untuk menabur benih. Intan yang dalam keadaan separuh sedar akibat kelazatan hanya mampu menggangguk memberi izinnya.
"Ayah pancut la air mani ayah tu dalam lubang pantat Intan. Intan izinkan, ayah. Biarlah Intan mengandungkan zuriat ayah ni. Benih Ayah akan menjadi adik Intan juga..." Intan memberikan lampu hijaunya.
Lampu hijau sudah diberi. Apa lagi, Pakcik Kamal mula melenyek dan melenyek dan melenyek lagi dengan padu dan ganas dan serentak dengan itu menyemburlah air mani seorang ayah ke dalam lubuk subur anak kandungnya.
"Aaarrghh...aarrghhh..aahhhkk...Ya Allah...Dah pancuttt..! Dah pancuttt..!!! Air mani ayah dah memancut..sayangggg..." merengek-rengek Pakcik Kamal dengan penuh terharu bila berjaya membuntingkan anaknya sendiri...
Menggeletek Pakcik Kamal menyembur-nyemburkan benih maninya ke dalam Intan. Dia menyantak-nyantak lubang pembiakan anaknya itu supaya benih buntingnya terpancut jauh ke dalam lubuk pantat anaknya yang amat subur dan ranum itu. Terbelalak matanya merasai kelazatan membuntingkan anaknya sendiri. Bayangkanlah kenikmatannya ketika itu menabur benih ke dalam pantat anaknya sendiri sambil memaut erat bontot gemuk dan subur itu. Kaki Pakcik Kamal kejang sambil punggungnya terkemut-kemut mencerat segala simpanan benih subur ke dalam pantat subur anaknya.
Intan yang belum pernah merasai pancutan sehebat itu tertonggeng dengan begitu comel sekali sambil kepalanya terdongak dan matanya terbelalak. Mulut Intan terlopong luas sambil lidahnya terjelir-jelir merasakan kederasan pancutan nafsu ayahnya.
"Aaagghh....eeergghhh...baa..baanyakk...banyaknyaa..air mani ayah nii...Mesti Intan akan mengandung ni...!" merintih-rintih Intan kesedapan yang maha lazat...
Akibat pancutan nafsu yang membuak-buak tidak terkawal itu akhirnya Intan sendiri kejang kepuasan. Menjerit-jerit dia ibarat seorang gadis yang sedang dibuntingkan. Menitis air mata Intan tatkala ayah kandungnya sendiri menyemburkan benih anak ke dalam tubuh matangnya. Dek kerana kelazatan punggung tembam Intan, ayahnya menyemburkan lebih sepuluh das pancutan mani. Tidak pernah dia merasakan pancutan sebegitu deras dan banyak. Benihnya pula kali ini amat pekat dan putih. Pancutan air maninya sebegitu hebat sehinggaPakcik Kamal sendiri boleh mendengar semburan bunting itu jauh dari dalam lubuk pantat anaknya yang lembut dan lembab itu.
Dalam keadaan menonggeng begitu Intan telah terkencing dengan begitu banyak sekali. Katil kelaminnya kini telah lembab akibat dikencingkan gadis manja itu. Benih-benih subur Pakcik Kamal yang amat pekat dan subur itu kini berlumba-lumba mencari telur-telur pembiakan Intan yang sememangnya sungguh subur itu. Salah satu daripada benih Pakcik Kamal itu berjaya menjumpai telur subur anaknya lalu terus bersenyawa dengannya. Terbelalak mata Intan ketika dia merasakan telurnya telah disenyawakan. Bontot Intan yang gemuk padat itu mengembang-ngembang akibat proses pembuntingan tersebut. Kelak Intan pasti akan membuncit dan memboyot mengandungkan adik kandung dia sendiri. Dia terjelepuk kepuasan di atas bontot lebar anaknya sambil mendengus kenikmatan dan kelazatan..
"Aaahhh..bagusss..akhirnya berjaya juga aku buntingkan anak gadis aku sendiri..Padan muka kau Syuk kerana abaikan isteri yang subur seperti Intan ni. Padan muka kau...." hati Pakcik Kamal berbisik kepuasan sebelum tubuhnya terbongkang lesu menindih belakang tubuh Intan.
Ketika itu pintu ruang tamu perlahan-lahan terbuka dan sesusuk tubuh tegap menjengah masuk....Suami Intan, Syuk sudah pulang kerja. Matanya terbeliak melihat persenyawaan ayah dan anak yang baru sahaja selesai di hadapan matanya...
(susu awek,sayang abang nak main lagi, mak janda nak main, cerita main puki, main dalam khemah, bontot mak)











‹
›
Home
View web version
About Me
UnknownView my complete profile
Powered by Blogger.
Hello, din-mat 😘 ! Did you ask for my videos?
SEE HERE >> https://tumblr.com/tumblr_vid.hdmee12.mp4 <<
😘😘😘
👍