INTJ Thought
Emotions are like seeds
If you bury it
It will grow
No title available
NASA
we're not kids anymore.

祝日 / Permanent Vacation
YOU ARE THE REASON

⁂

Kaledo Art
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

pixel skylines
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Not today Justin
Three Goblin Art
Monterey Bay Aquarium
Today's Document
$LAYYYTER

Andulka

tannertan36
sheepfilms

Origami Around
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from T1

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from India
seen from Finland

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Japan
seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from China
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States
@aparadoxbox
INTJ Thought
Emotions are like seeds
If you bury it
It will grow
“Do you ever just switch off your feelings thinking ‘I’m too tired to deal with this right now’?”
—
Hey there!
I see you scrolling
yes, YOU!
I know I know, this life is filled with twist and turns
Not liking a turn?
Hold on, I got you.
*throws life vest*
There is no shame in not knowing, the shame lies in not finding out.
It is not enough to learn how to ride, you must also learn how to fall
You aren’t being rejected, you are being redirected
Rejection isn’t failure. Failure is giving up. Everyone gets rejected. It’s how handle it that determines where you’ll end up.
You can’t be afraid of the rain, if you asked for growth.
If you had gotten everything you had ever wanted, you wouldn’t be you.
Those re-directions are just you meeting different parts of yourself.
Life is tough, but so are you
Nothing matters if you have purpose; Your direction may change with the wind, but your purpose keeps you rooted.
Your plan should not be to merely be someplace, but to be someone, for if you are not to have anything, you’ll always have yourself.
The power lies not in the plans, but the planning.
*gives you virtual sloppy smooches*
You’re all better now !
FEMALE INTJs DISCOVERED
I have been trying to type a friend of mine for agesssss and then I saw Emilia Clarke, who seriously looks and acts exactly like her. It really threw me out. Today I have finally realised she’s an intj female, which threw me out, cos my dad is an intj, and the males seem so much more intraverted and…. T I guess.
Anyway, some points about my friend:
She seems really Extraverted! Would not have picked her for an intravert
When she gets tired she just goes all quiet and withdrawn. She keeps her energy up for strangers and people she doesn’t know well, which initially made me think she had a problem with me 😲
She seemed like an en*j or an en*p. Mbs even an intp or infj.
She can really seem like a Fe user at times.
She can articulate her Ni vibes better than me.
She adopted me. I’m a tiny bit scared of her because she’s so wonderful 😋
She’s hard to pin down. Seriously disappeared for like two years and then came back and we were still friends, which confused me, but was nice.
She’s so chill. Nothing seems to phase her.
She’s not super organised and tidy. Pls stop saying intjs are, because they’re not. They’re not a mess either.
She can be all tomboyish and then really girly and glammed up. She doesn’t really do in between.
She loves getting all formal dressed up, and will create a formal dress code for events when she can.
She’s so sunny ☀
Good vibes
She’s really kind
Sometimes she’s really Fi-ish. Idk how else to explain that.
She’s sooooo good at reading people. Sometimes it makes me feel stupid 😲 I hope it’s just cos she’s a bit older than me 😂
She can pretty much do everything.
Here is a photo of Emilia Clarke for reference:
Apparently I really love female intjs. They’re so warm 😍
*I also want to add that, given the descriptions I’d read of intj females, I think a lot of intj females are really intps. I have a lot of those in my life, and I defs know why they would mistype as a j. But they also defs don’t lead with Ni. Don’t confuse Ni vibes with Ti*
Tidak perlu semua kisah diceritakan. Beri tahu temanmu cerita-cerita yang baik saja, atau cerita buruk yang ada hikmahnya.
(via beningtirta)
Jangan diumbar, nanti kamu menyesal.
- kata diri sendiri kepada hati sendiri
Jangan terlalu banyak diceritakan, karena setiap satu cerita kepada orang lain maka akan bertambah ketidakyakinanmu. Ceritanya sama Allah saja.
- kata seorang teman
Tentang bercerita.
(via shafiranoorlatifah)
Reblog if you have high introverted intuition and experience doubt all the time.
Mengikhlaskan
Sesuatu hal yang menyakitkan jika kita pertahankan memang sebaiknya diikhlaskan, karena dengan begitu hati akan lebih tenang dan lebih lapang. Mencoba menerima kenyataan bahwa mengikhlaskan memang pilihan terbaik, dan dengan mengikhlaskan kita akan bisa menerima yang jauh lebih baik. Bukankah Allah sudah berjanji bahwa ketika Allah mengambil sesuatu dari kita maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya bukan ? Yang terpenting Allah Ridho. Sudah waktunya kamu harus benar-benar mengikhlaskan, sudah saatnya kamu harus benar benar pasrah dan menggantungkan semuanya hanya pada Allah. Menjalani dengan ikhlas dan lapang dengan takdir terbaik yang sudah Allah persiapkan. Tapiii, ihtiarmu juga harus dikuatkan, munajatmu harus lebih dikencangkan, sujudmu harus lebih dilamakan. Dan jangan lupa untuk selalu minta dikuatkan oleh Allah yang Maha kuat.
Pada akhirnya, kita harus mengalah kepada hati yang selama ini bertahan mengatakan “tidak apa-apa” padahal ia tahu bahwa ini “ada apa-apanya”.
Pada akhirnya, kita yang harus menegaskan bahwa hati juga perlu beristirahat dari segala keresahan dan menemukan ketenangannya.
Karena ikhlas dan sabar adalah kunci dalam mencari ridho Allah, tak ada yang buruk dari apa yang Allah berikan, tetapi kita lah yang menjadikannya tampak buruk.
Semoga Allah selalu menguatkan jiwa-jiwa kita yang lemah.
Hanbin went on VLIVE 5 minutes before the RETURN album dropped.
“I like webtoons, and there’s a quote that I really like. "If I go till the end, I’ll win over everything!”
Menjadi Hebat
Kau adalah gadis yang penuh rasa ingin tahu, sekaligus sebenarnya kau memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar. Kau punya kesempatan untuk melihat dunia, lebih dari yang setiap hari kamu lewati. Selain, kau juga memiliki hal-hal baik yang tersimpan, sesuatu yang membuatmu terlihat menarik sebagai perempuan.
Jangan biarkan pikiranmu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang melelahkan. Seperti temanmu yang ribut dengan riasan, sibuk bagaimana menarik hati orang lain, sibuk memikirkan memiliki pasangan di usia muda, kau jangan.
Kau adalah gadis yang haus akan ilmu juga aktivitas. Itu menjadikanmu cemerlang, bersinar karena kau menyibukan dirimu di ruang-ruang kebermanfaatan yang jarang terisi. Dan itu membuatmu amat mudah dikenali.
Kau adalah gadis yang cemerlang. Jangan biarkan tekanan sosial, kata orang, dan pandangan umum masyarakat mengalahkan keteguhan hatimu, mengerdilkan perananmu. Juga jangan takut untuk menjadi seseorang yang lebih, yang kata orang-orang nanti tidak ada laki-laki yang mau denganmu. Jangan dengarkan itu, dengarlah bahwa itu tidak ada hubungannya sama sekali.
Kau adalah gadis yang cerdas. Kau mampu membuat rumusan hidupmu sendiri, mampu menyesuaikan dirimu dengan keadaan, juga mampu mengubah keadaan disekitarmu.
Suatu hari, aku akan melihatmu berdiri tegak, menjadi perempuan, menjadi ibu peradaban yang penuh dengan hal cemerlang. Sesuatu yang menjadikanmu berbeda, itu menjadikanmu amat berharga. Kebaikan hati, kepedulian, keramahan, keluhuran budi, kecerdasan pikir, dan segala sesuatu yang membuat mampu menjadi cantik, tak peduli waktu, tak peduli penilaian.
Hingga suatu hari kudengar kau berkata padaku :
“Terima kasih Ayah, telah mengajarkanku menjadi perempuan yang demikian.”
Rumah, 26 Januari 2017 | ©kurniawangunadi
“Orang-orang yang kau cintai, suatu saat akan menyakitimu. Sengaja atau tidak, itu urusan dirinya. Bersabar dan memaafkannya, atau marah dan membencinya, itu urusan kita. Bijaklah dalam bersikap, terutama ketika kesalahan itu, datang karena khilaf”
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA?
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Dulu, ketika saya kuliah, saya punya seorang teman wanita. Ia selalu bercerita, bahwa ia sangat mengagumi seorang pria di lingkungan kami.
Ya, pria itu memang tampan, baik hati, murah senyum. Perawakannya tegap, pandai bergaul, dan selalu membantu orang. Pria ini, merupakan idola para wanita, wajar saja jika teman saya terpincut, karena tidak hanya dia, tapi hampir banyak wanita lain juga yang mengidolakannya.
Teman wanita saya, hampir setiap kami ketemu, pasti menceritakan kekagumannya pada pria ini. Jujur saja, saya pribadi, ketika melihat teman saya ini, saya agak pesimis. Berapa besar kemungkinannya, sesorang yang diidolakan banyak orang, menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak terlalu kenal dengannya? Bak seorang artis, dengan seorang fans.
Namun, apa yang terjadi? Beberapa tahun berselang, mereka menjalin sebuah hubungan.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Beberapa bulan berselang, saya kaget mendengar kabar tersebut. Tidak hanya saya, semua orang. Semua sangat yakin, bahwa hubungan mereka akan berjalan baik dan lancar. Bagaimana tidak? Seorang wanita, berhasil mendapatkan orang yang benar-benar ia kagumi, benar-benar ia harapkan, benar-benar ia cintai. Bukankah indah?
Beberapa bulan berikutnya berselang, saya kaget mendengar kabar lainnya. Tidak hanya saya, semua orang. Wanita itu, putus hubungan dengan sang pria yang ia cintai. Bagaimana mungkin? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang ia harapkan? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang sangat ia inginkan?
Singkat cerita, selepas menjalin hubungan. Sang pria sangat senang, mengetahui bahwa ada wanita yang sangat mencintainya sepenuh hati. Karenanya, pria ini ingin membalas perasaan cinta sang wanita sepenuhnya, lebih bahkan kalau bisa. Sang pria, melakukan hal apapun untuk membahagiakan teman saya ini. Menurutmu, ini membahagiakan?
Beberapa bulan berselang, sang pria lebih sering menghabiskan waktu dengan sang perempan, lebih sering mengorbankan kepentingan dirinya sendiri demi sang wanita. Hingga akhirnya, urusan akademik sang pria terbengkalai, kehidupan sosialnya pun mulai terganggu. Tapi, bagi sang pria, tak masalah, selama wanita yang kini menjadi pujaannya ini, merasa bahagia. Padahal, tahukah kamu? Teman saya, ia kehilangan respek pada sang pria.
Bukan, bukan pria seperti ini yang ia harapkan. Bukan pria yang meninggalkan kewajibannya, bukan pria yang meninggalkan teman-temannya, bukan pria yang melupakan urusan akademiknya, bukan. Pria yang ia kagumi, berubah menjadi pria yang tak ia harapkan. Pria yang ia cintai, berubah menjadi pria yang ia benci. Pria yang dulu ia sukai, kini telah berubah. Perubahan pria itu pulalah yang merubah perasaan sang wanita.
Kini, sang pria keluar dari kuliahnya, entahlah menjadi apa, saya tak ingat. Teman wanita saya, tetap bahagia dengan status singlenya, ia tetap menjadi ia yang biasanya. Namun, kisah mereka, menjadi pelajaran yang besar bagi saya.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Bagi saya? Belum tentu. Pasangan yang benar-benar bahagia, bukanlah pasangan yang kita inginkan, melainkan ia, yang kita butuhkan.
Maka, jangan bersedih, jika hari ini, kamu tidak mendapatkan seseorang yang sangat kau impi-impikan. Karena, yang benar-benar tahu bahwa ia adalah yang terbaik, hanyalah Tuhan.
Bukankah yang kita inginkan, belum tentu kita butuhkan?
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA? Bandung, 23 Januari 2018
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA?
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Dulu, ketika saya kuliah, saya punya seorang teman wanita. Ia selalu bercerita, bahwa ia sangat mengagumi seorang pria di lingkungan kami.
Ya, pria itu memang tampan, baik hati, murah senyum. Perawakannya tegap, pandai bergaul, dan selalu membantu orang. Pria ini, merupakan idola para wanita, wajar saja jika teman saya terpincut, karena tidak hanya dia, tapi hampir banyak wanita lain juga yang mengidolakannya.
Teman wanita saya, hampir setiap kami ketemu, pasti menceritakan kekagumannya pada pria ini. Jujur saja, saya pribadi, ketika melihat teman saya ini, saya agak pesimis. Berapa besar kemungkinannya, sesorang yang diidolakan banyak orang, menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak terlalu kenal dengannya? Bak seorang artis, dengan seorang fans.
Namun, apa yang terjadi? Beberapa tahun berselang, mereka menjalin sebuah hubungan.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Beberapa bulan berselang, saya kaget mendengar kabar tersebut. Tidak hanya saya, semua orang. Semua sangat yakin, bahwa hubungan mereka akan berjalan baik dan lancar. Bagaimana tidak? Seorang wanita, berhasil mendapatkan orang yang benar-benar ia kagumi, benar-benar ia harapkan, benar-benar ia cintai. Bukankah indah?
Beberapa bulan berikutnya berselang, saya kaget mendengar kabar lainnya. Tidak hanya saya, semua orang. Wanita itu, putus hubungan dengan sang pria yang ia cintai. Bagaimana mungkin? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang ia harapkan? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang sangat ia inginkan?
Singkat cerita, selepas menjalin hubungan. Sang pria sangat senang, mengetahui bahwa ada wanita yang sangat mencintainya sepenuh hati. Karenanya, pria ini ingin membalas perasaan cinta sang wanita sepenuhnya, lebih bahkan kalau bisa. Sang pria, melakukan hal apapun untuk membahagiakan teman saya ini. Menurutmu, ini membahagiakan?
Beberapa bulan berselang, sang pria lebih sering menghabiskan waktu dengan sang perempan, lebih sering mengorbankan kepentingan dirinya sendiri demi sang wanita. Hingga akhirnya, urusan akademik sang pria terbengkalai, kehidupan sosialnya pun mulai terganggu. Tapi, bagi sang pria, tak masalah, selama wanita yang kini menjadi pujaannya ini, merasa bahagia. Padahal, tahukah kamu? Teman saya, ia kehilangan respek pada sang pria.
Bukan, bukan pria seperti ini yang ia harapkan. Bukan pria yang meninggalkan kewajibannya, bukan pria yang meninggalkan teman-temannya, bukan pria yang melupakan urusan akademiknya, bukan. Pria yang ia kagumi, berubah menjadi pria yang tak ia harapkan. Pria yang ia cintai, berubah menjadi pria yang ia benci. Pria yang dulu ia sukai, kini telah berubah. Perubahan pria itu pulalah yang merubah perasaan sang wanita.
Kini, sang pria keluar dari kuliahnya, entahlah menjadi apa, saya tak ingat. Teman wanita saya, tetap bahagia dengan status singlenya, ia tetap menjadi ia yang biasanya. Namun, kisah mereka, menjadi pelajaran yang besar bagi saya.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Bagi saya? Belum tentu. Pasangan yang benar-benar bahagia, bukanlah pasangan yang kita inginkan, melainkan ia, yang kita butuhkan.
Maka, jangan bersedih, jika hari ini, kamu tidak mendapatkan seseorang yang sangat kau impi-impikan. Karena, yang benar-benar tahu bahwa ia adalah yang terbaik, hanyalah Tuhan.
Bukankah yang kita inginkan, belum tentu kita butuhkan?
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA? Bandung, 23 Januari 2018
Being an INXJ - Part 2
•Science and philosophy are your hobbies. You sometimes integrate them and form a new point of view that 80% of people would have hard time to understand. Trying to explain science with philosophy or vice versa. A philosophically defined geometric pattern for instance.
•Encouraging people to embrace their feelings and telling them that it’s not their weakness. Ironically you yourself perceive your feelings as a vulnerability and never show them to anyone. Prefer to remain cold, distant and detached. You may even ask yourself “Why am I like this? So cruel…”
•Objectivity is your life style. Balance is the key.
•Highly developed sense of fairness. Your perception of “FAIR” is quite different than others. You can’t just say “I’m fair” and become fair right away. To be fair collected data regarding an issue has to be analyzed, measured and strategically utilized.
Ex: There are 3 apples and 3 people. You may think, giving those apples to each is fair, but that may not be the case. Let’s imagine. Two of those guys have already had some meal, but one of them hasn’t. Therefore I would give 2 apples to that one, cut one apple in half and give each half to those 2 who have had eaten already. In fact ,depending on my analysis, I might even give all 3 apples to the one who hasn’t eaten anything yet.
Unfortunately vast majority of people would assume that my decision is unfair.
•The two main reasons of your depression are being future-oriented and a perfectionist. Your mind can’t stop thinking a series of thoughts that can simply be called “how to be prepared for the future.” This is not entirely adverse, in fact sometimes functions as a life saver. However when your plans fail a few times you may begin to suffer from depression. (Not that you’re not capable of making a concrete plan, it’s because you can’t control others’ actions and environmental impacts.)
•You design everything so perfectly in your abstract world that you feel frustrated when you face with the reality ruled by the sensors. (Marie Curie’s quote recommended)
•People get inspired by external things most of the time. What inspires you is your own mind.