Jatuh cinta berkali-kali. Pada suamiku sendiri.

tannertan36
tumblr dot com
cherry valley forever
styofa doing anything
Game of Thrones Daily

❣ Chile in a Photography ❣
Claire Keane

PR's Tumblrdome
TVSTRANGERTHINGS
dirt enthusiast

Origami Around

oozey mess

titsay
I'd rather be in outer space 🛸

JBB: An Artblog!
Sweet Seals For You, Always

Discoholic 🪩
No title available

pixel skylines
Monterey Bay Aquarium

seen from Malaysia
seen from France

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada
seen from South Korea

seen from France

seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from Türkiye

seen from South Africa

seen from Bangladesh
seen from Uzbekistan

seen from Brazil

seen from Russia
@araa-ssi
Jatuh cinta berkali-kali. Pada suamiku sendiri.
Lalu pada pangkal keikhlasan ia hadir terang-terangan. Tanpa banyak basa-basi.
Dewasa: bukan tentang berapa jumlah usia, tapi tentang berapa banyak risiko yang sudah dihadapi
Saya kok receh banget ya karena bisa dibodohi sama benda abstrak bernama cinta buta. Jatuh karena cinta, lalu kepentok karena patah hati, berakhir dengan menangisi kebodohan. Manusia receh.
Kenapa harus merayakan kehilangan? Sedangkan kita paham itu bukan hal yang patut dirayakan. Kenapa tidak cukup menyimpannya di dalam hati? Lalu kembali melanjutkan perjalanan.
Hidup itu macam gudang masalah, jadi saya merasa perlu mencari partner hidup yang cukup gila untuk sama-sama menertawakan hidup dan masalahnya.
Tak acuhku adalah bentuk manifestasi dari habisnya tenagaku untuk memaafkanmu.
"Kekecewaan tertinggi adalah tidak peduli." _anonim Demikian aku pada ketidakpedulianku pada eksistensimu.
Bukahkah hidup tentang penantian? Tentang seberapa kamu menguji diri terhadap kata sabar, ikhlas, dan merelakan?
Jejak yang kamu tinggalkan seringkali sakit. Kemudian waktu mengajarkan saya bahwa terang saja sakit klo jejak itu ternyata menimbulkan luka Kebiasaanku adalah menekan-nekan jejak itu dengan rumitnya pikiranku Terang saja sakit, luka kok dikorek-korek sih, harusnya diobati, bukan? Jadi, maaf, saya hanya berusaha menjadi tidak sakit, pun kalo dengan memutus silaturahmi adalah usaha yang bisa ku tempuh, maka maaf saya juga manusia biasa. Semoga dari sekian banyak ketidakpahamanmu pada alur pikirku, ketidaksetujuanmu pada tindak tanduk..yang satu ini saja, kamu bisa terima tanpa pikiran apapun. Yah, meski sebenarnya yang banyak mikir itu saya. Ah. Sudahlah.
Jangan mencubit orang lain kalau tak ingin dicubit, karena dicubit itu rasanya sakit.
Inggit kepada Fatmawati, 1980
Saya keliru mengira kamu berubah. Kamu gak berubah dan memang seperti itulah kamu. Saya saja yang baru sadar bahwa kamu bukanlah sosok yang ada di kepala saya dan ketika saya menyadari itu, secara alami saya malah menuntut dan menuding kamu berubah. Pada akhirnya, waktu telah mengantarkan saya pada kesadaran dan penerimaan penuh bahwa demikianlah kamu dengan tabiat-tabiatmu. Sedari awal, kamu memang bukan sosok yang kuhaturkan dalam doa. Selama ini, saya terlalu memaksakan kehendak dan kemudian saya malah sakit hati, kecewa berat. Menjadi seorang pemaksa dan menolak kenyataan memang tidak sehat. Sayangnya, kita pernah menempatkan diri pada situasi itu. Semoga kita belajar, belajar dari kesalahan dan menjadi lebih baik.
Belum Move On
Hai.. Ini masih aku lagi
Aku tahu, butuh keberanian besar untuk mengakui hal memalukan ini
“Aku masih saja ingat kamu.”
Mau makan, tidur, mandi, kerja, bahkan ketika bermain bersama teman-temanku Aku tahu, mungkin kamu tidak Karena bersama seorang yang baru, kamu pasti bisa setidaknya lupa (padaku), kan?
Mungkin surat ini akan tersimpan rapi dalam lemari di kamar tidurku Mungkin juga, aku akan nekat mengirimkannya padamu Entah.. Namun yang pasti Menuliskan ini aku tak ingin menyesal Pun tak ingin berpura-pura kuat bahwa aku sudah move on darimu
Ah ya, satu frasa itu Move on Masih saja tabu untuk diakui Belakangan ia jadi mahal dan antik untuk dikatakan Padahal, kupikir apa yang salah dengan sebuah kejujuran? Toh aku tak meminta apalagi memaksamu untuk terus bersamaku Hal yang kutahu, sudah sejak lama kau enggan, kan?
Bila saja nanti surat ini kau terima Anggaplah kau tak pernah membacanya Lalu berpura-puralah tak terjadi apa-apa Barangkali, saat bertemu denganmu aku pun masih belum move on Siapa yang tahu
Kau tahu, bahwa melihat seorang yang masih disayang bersama orang lain Itu menyakitkan, kan?
Medan, 20 Maret 2016
- Tia Setiawati
Definisi move on itu apa ya? Jikalau tdk memikirkan itu adalah move on, maka itu rasanya sulit sebab ingatan kadang2 datang tak diundang. Jikalau tak menangis karena tidak bersamamu adalah move on, bisakah aku mengatakan “i did it”? Aku bahkan hanya tersenyum miris saat tau kamu dengan yang lain. Aku masih percaya Allah Maha Pengambil Keputusan. Aku percaya tiga perkara itu adalah mutlak. Maka jikalau move on adalah tanda aku tak lagi mendewakanmu dan tak lagi membuat Allah cemburu, maka tidak ada yang tersakiti pada akhirnya, bukan?
Bagi Pidi Baiq, Bandung bukan hanya masalah geografis, lebih dari itu melibatkan perasaan. Dan bagiku, Depok pun bukan hanya masalah geografis. Lebih dari itu, Depok memberi ingatan yang terlalu banyak dan gejolak rasa yang beraneka ragam. Depok membuat keakuan ini mendewasa.
Saya cemburu, kamu cemburu, Allah lebih cemburu. Saya tidak heran hubungan kita pada akhirnya harus berakhir.
Tidak perlu mencari-cari alasan untuk beranjak dari patah hati. Kuncinya cuma satu "love yourself", udah! Itu aja!
Aku tak pernah bisa lupa bagaimana yang kurasa saat kau tinggalkan aku pergi, begitu saja. Karena itu aku belajar, bahwa tak seharusnya siapapun bisa bermain-main, membuka hati pada sembarang orang.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Semua ku catat baik-baik, biar aku ingat, biar aku ga lupa, biar aku belajar...