Sakit dalam kesendirian -
Kala manusia ada pada titik jatuh pada daya raga nya, panas naik turun, meriyang, sakit tenggorokan bagai menelan beling, badan linu dan lemas tak berdaya.
Raga nya sakit , tp ada satu hal yang membuat ia lebih sakit, yaitu kesepian. Disaat sakit kita butuh seseorang yg memberikan perhatian, hiruk pikuk ramai di ruangan tapi tak ada perhatian pada dirinya , oo itu membuatnya nelangsa.
Sesederhana menempelkan tangan di kening , atau pertanyaan "gimana sekarang, apa yang sakit ? " Itu menjadi bahan bakar penyembuhan yg luar biasa .
Sering kita mendengar kabar meninggalnya anak rantau di kamar kos nya, "sendirian" kadang ditemukan sudah berhari-hari hari. Betapa kesepian dan kesakitan yg berlipat ganda karena kesepian yang mereka rasa ketika mereka butuh perhatikan orang skitar. Tubuh yang rapuh makin mudah runtuh ketika dia menyadari tak ada yang sungguh menemaninya.
Pesan bagi kita semua berilah perhatian kepada teman / keluarga yang sedang sakit, karena kehadiran kita begitu berharga untuk mereka ... Bahkan jika tak berjumpa pun lewat pesan sringlah berkabar, bertanya keadaanya ,cukup memberi pelipur lara.
_Yang lebih sakit bukan tentang rasa sakit itu sendiri tapi tentang kesepian dan kesendirian ny_
















