"Tidak perlu bercerita kepada orang yang belum merasakannya, karena apa yang kita ceritakan akan terlihat sederhana di matanya"
_kertas 12/16/22

#extradirty
Peter Solarz
Sade Olutola

blake kathryn
Alisa U Zemlji Chuda
i don't do bad sauce passes

Andulka
No title available

Origami Around
🪼
we're not kids anymore.
No title available

Product Placement
art blog(derogatory)
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kaledo Art

❣ Chile in a Photography ❣
will byers stan first human second

Kiana Khansmith
seen from United States

seen from T1
seen from Argentina

seen from United States

seen from India
seen from United States

seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Croatia
seen from Israel

seen from Serbia
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from T1
seen from Malaysia

seen from Israel
@arulrama
"Tidak perlu bercerita kepada orang yang belum merasakannya, karena apa yang kita ceritakan akan terlihat sederhana di matanya"
_kertas 12/16/22
DI KEDAI KOPI
Kita duduk bertiga;
Aku, Kau, dan Rindu.
...
Kau memesan kopi hitam tanpa gula.
Sebab, katamu, rindu selalu tiba dengan
warna biru yang sedikit nyeri.
...
Aku memesan segelas es jeruk.
Sebab, rindu selalu tiba dengan sedikit
rasa asin dan sedih yang sederhana.
...
Kita duduk bertiga.
Membayangkan pelukan dan ciuman
yang berjaga dalam puisi-puisi.
............
_kertas
TEMAN HIDUP
Dulu, aku ingin mempunyai pasangan yang romantis, yang suka memberi bunga dan kejutan.
Lalu, aku bertemu dengan pasanganku yang tidak romantis, dan tidak pernah memberi bunga,
Banyak inginku yang tidak ada padanya.
Lalu, kenapa menikah dengannya?
Aku menikah dengannya karena yang ada pada dirinya;
Bukan yang aku inginkan, tapi yang aku butuhkan.
Menikah dengan pasangan yang tidak romantis, tapi memperlakukanku dengan sangat baik.
Pasangan yang tidak pernah memberikan kejutan, tapi humoris dan selalu membuat suasana terasa bahagia.
Pasangan yang mengurus anak denganku, dan saling membantu mengerjakan urusan rumah.
Dia tidak pernah membuat sekat apa yang harus dikerjakan dan tidak harus dikerjakan.
Memilikinya membuatku bersyukur,
Aku punya teman hidup sehebat dia.
Lalu, masih pantaskah aku menuntut apa yang tidak ada padanya?
Penjahat dalam kisah kita bukanlah ibu tiri yang kejam,
teman yang berkhianat,
orang-orang yang merendahkan kita,
bukan.,
Tapi... our own insecurity.
DIALOG KECIL
"Jika seandainya besok aku mati, dunia bagaimana?",
"Tetap berjalan seperti biasa. Orang-orang dekat mungkin akan menangis, orang-orang yang sebatas mengenal namamu hanya sibuk bertanya."
"Lalu beberapa saat setelah itu - kau akan terlupakan juga".
MENJADI HUJAN
Orang-orang dewasa itu aneh. Mereka bilang menyukai hujan, tapi selalu berlindung di balik payung, berlindung di bawah atap. Bahkan beberapa dari mereka memaki karena hujan membuat baju mereka basah.
Mereka tidak benar-benar menyukai, hanya mulutnya saja, tindakannya tidak. Mereka hanya mencari sensasi atau sedang menjual romantisme. Nyatanya, mereka menyesali hujan yang tak kunjung reda, mendinginkan udara sekitar, dan membuat jemurannya tak kunjung kering.
Sayang cintanya hanya sebatas kata, sayang katanya hanya sebatas kalimat status di media sosialnya. Hanya menjadi foto untuk mendukung kesenduannya.
Aku rasa, kita tidak akan mengerti hujan kecuali menjadi hujan itu sendiri. Bagaimana bila sesekali kita mendengar kata orang bahwa mereka menyukai kita padahal dibelakang itu semua mereka tidak demikian.
Manusia banyak yang seperti itu. Manusia telah terlatih untuk berpura-pura di hadapan orang lain. Memanipulasi sikapnya dan menyaring kata-katanya menjadi manis. Meski tidak dalam hati dan pikiran.
Dan, kita akan belajar menjadi hujan. Bahwa ia akan turun dan ia tidak peduli dengan banyak orang yang menyesali kehadirannya. Hujan akan tetap turun untuk ia yang membutuhkannya, untuk orang-orang yang merindukan kedatangannya. Untuk tanaman dan hewan yang membutuhkannya.
Tidak perlu menghabiskan pikiran dan hati kita untuk memikirkan orang-orang yang tidak menyukai kita. Lebih baik kita curahkan hati dan pikiran kita untuk orang-orang yang menghargai keberadaan kita, untuk orang-orang yang mencintai kita dan menunggu kita.
Meski jumlahnya (mungkin) tidak banyak, tapi itu akan membuat hidupmu jauh lebih bahagia. Dan kamu tidak perlu bersusah payah untuk membuat hidupmu bahagia. Karena sungguh, akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu. Dan kamu tidak perlu memikirkan yang demikian.
Hujan akan tetap turun meski ia dibenci, karena ia datang bukan untuk mereka. Ia datang untuk orang-orang yang merindukan dan mencintainya.
Hidup kitapun seperti demikian. Hari ini, aku akan menjadi hujan. Biar aku jatuh dihatimu dan kamu tidak bisa menghindarinya
Dan, akhirnya ini hanya sebuah cerita.
Ini hanya sebuah tulisan dalam selembar kertas.
Kadang aku ingin menjadi penulis,
Kadang kamu ingin menjadi pembaca.
Terkadang aku ingin menjadi pena, dan
Terkadang kamu ingin menjadi kertas.
Terimakasih telah mampir, sampai jumpa dan semoga berjumpa untuk tulisan selanjutnya. Trust.
#S.R Pena dan Kertas .tamat.
Hai! Kamu masih banyak pikiran ya?
Iya aku tau, pikiran itu menghantui mu saat saat ini.
Itu wajar, karena ini pertama dan kejadiannya masih baru, karena kamu juga mungkin belum menerima.
Kamu masih tidak percaya, mendadak, dan situasi berubah cepat.
Kamu tau bahwa diri kamu hancur karenanya, dan aku tau apa yg membuat kamu lebih terpuruk dari itu; "dia tidak peduli sama sekali dengan kamu"
Mau kamu hancur karenanya, mau kamu sakit, mau kamu gimanapun juga dia ga peduli sama kamu. Justru kejamnya, dia dengan mudahnya pergi ke yang lain dan meninggalkan luka yg sakit.
Kejam ya? Dan kamu kaget, karena kamu gatau dia seperti itu.
Aku mau bilang sama kamu, Iya dia memang seperti itu. Justru bersyukur sekarang dia tidak ada dalam hidupmu.
Jadi berhenti berpikir menolak, dan karena memang kenyataannya dia seperti itu.
Jadi tenang. Tarik nafas, hembuskan. Tenang kan fisikmu, lalu hatimu kemudian pikiranmu.
Aku mau bilang, kamu ga harus benci, kamu wajar kaget, iya wajar.
Aku hanya mau kamu menerima, dan ga usah menyangkal dan ga menyangka. Karena dia memang seperti itu.
Kamu boleh jauhin dia, dan lost komunikasi sama dia. Kamu juga kan udah bilang minta maaf kan? Dan segala urusan udah diselesaikan bukan? Jadi jangan menganggap menjauh karena bermusuhan. Tapi karena kecewa. Dan akhirnya kamu bisa ikhlas.
Sekarang udah, itu jadi urusan dia. Karena ngapain repot-repot ngurusin orang yg ga peduli sama kamu. Aku tau kamu sudah saling meminta maaf. Sekarang, yg paling sulit untuk kamu;
Memaafkan diri kamu sendiri.
Maafkan diri kamu karena salah memilih orang yang tidak tepat. Maafkan diri kamu karena gagal karena salah dengan pilihan kamu.
Dan kamu akhirnya akan menyadari;
Kenyataannya dia tidak ada apa-apa nya untuk kamu.
Eh, kamu ingat kan? katanya kamu mau bersiap menjadi lebih baik? Itu tidak akan bisa, jika kamu belum "menerima masa lalu kamu". Jadi jangan sampai sia-sia
Karena itu tidak bisa dirubah. Mau masa lalu itu palsu, menjijikkan, sedih, dan pun bahagia, tetap essensinya akan seperti itu. Jadi pertama; Terima; Tersenyum; Ikhlas peluk erat-erat masa lalu itu.
Aku yakin setelah itu, kamu akan menyadari banyak hikmah didalamnya, kamu akan menyadari bahwa mungkin ada alasan dan itu adalah jalan yang terbaik mengapa itu harus terjadi.
Maafkan diri kamu, evaluasi diri kamu.
Kamu juga harus meminta maaf dan meminta ampun kepada Allah SWT. Mungkin kamu sedang diuji, mungkin kamu sedang ditegur.
Sekarang aku percaya sama kamu, karena kamu selalu berpikir lalu ber evaluasi. Kemudian berdoa, meminta ampun, meminta petunjuk kepada yang satu satu nya Maha Tau; Allah SWT.
Karena mungkin bisa jadi ini terjadi, karena kesalahan kamu. Sekali lagi wajar, kamu manusia. Dan kamu sudah melakukan tugas yg tepat setelahnya.
Maka, pikiran yg tadi sudah ada di awal tulisan ini. Kamu takkan terusik lagi. Bahkan untuk badai ujian yg lebih kedepannya. Kamu sudah lebih kuat dari hari ini.
#S.R Pena dan Kertas bag. 2
Suatu saat, sebenarnya saat ini, aku mau bilang sama kamu.
Iya aku tau kok, kamu kecewa dengan harapan-harapan yang sudah kamu yakini, dan telah kamu perjuangin, capek-capek kamu pertahanin.
Padahal harapan itu udah mulai redup, bahkan dengan setitik cahaya kamu masih mengharapkan nya. Tapi kenyataannya, dia memilih untuk pergi.
Akhirnya semuanya hancur, dan kamu ga percaya hal itu terjadi, kamu mulai berkata "tidak ini tidak mungkin".
Kamu mulai mencari tau, mulai bertanya tanya, tapi tetap saja tidak ada penyangkalan dan ternyata itu fakta.
Iya, aku minta maaf, aku mau bilang sama kamu, iya kenyataan seperti itu.
Aku mau bilang sama kamu, seharusnya kamu bersyukur, karena;
Kamu sudah tau harapan yang telah kamu bangun itu ternyata salah, kamu sudah tau bahwa kamu telah bersama dengan orang yang tidak tepat buat kamu.
Kamu mulai mengetahui tabiat dan sikap dia seutuhnya, sehingga kamu tidak terlalu melibatkan dia dalam harapan dalam mimpi-mimpi kamu yang indah.
Iya aku tau, menjalani nya capek dan tak terduga. Aku tau kamu merasa bersalah karena menyakini orang yang salah.
Aku mau bilang sama kamu. Itu tidak salah. Bahkan mungkin dia juga ga salah.
Tapi itu adalah sebuah pelajaran berharga untuk kamu, kenapa?
Karena, kamu sekarang menjadi lebih spesial, lebih berpendidikan, lebih berperasaan, lebih berpengalaman.
Dan kamu tau yg ada yg lebih penting dari itu apa? "Kamu sudah siap"
Siap untuk apa? Setelah kamu menghadapi hal tadi, kamu sudah siap;
"Kamu sudah siap, untuk bertemu dengan seseorang yang tepat untuk berjuang bersama dengan seseorang itu untuk meraih harapan dan mimpi-mimpi indah itu"
Aku tau orang-orang akan berpikir omong kosong, tapi coba bagaimana dengan hati kamu, coba kamu tanya ke orang yang lebih berwawasan. Kamu akan tau, bahwa yg aku katakan itu insyaallah benar. Karena kebenaran milik Allah SWT.
Jadi, kamu jangan sedih ya. Tunggu aku, aku pasti datang.
_aku adalah orang yang ditakdirkan untuk kamu.
_kamu adalah pembaca tulisan ini
#S.R Pena dan Kertas bag. 1
a story begins.