Bermimpilah dari sekarang,
Agar suatu saat engkau bisa berada dalam pelukan bunda Khadijah.
Hingga engkau bisa menyampaikan rasa takzimmu padanya, juga celoteh letihmu.
Lalu seketika itu ia membelai kepalamu, sembari tersenyum seraya berkata “Bersabarlah anakku, Allah dan Rasul selalu bersamamu”
Bermimpilah dari sekarang,
Agar suatu saat engkau bisa berada dalam mihrabnya Maryam.
Menyaksikan bagaimana keyakinan terrajut menjadi keikhlasan.
Kemudian Maryam tersenyum kepadamu sambil berucap “Apa yang telah membuatmu merasa payah, bukanlah alasan untuk tidak bahagia salihah, sungguh Allah senantiasa memberi pertolongan bagi hamba-hambaNya yang berserah diri”.
Bermimpilah dari sekarang,
Agar suatu saat engkau bisa berkunjung ke istana Fir’aun dan mengingat dengan baik senyuman terindah seorang ratu nan suci, Asiyah binti Mudzahim.
Senyum yang mengembang bahkan sesaat sebelum batu besar menimpa jasadnya,
Senyum yang menjadi ungkapan kebahagiaan bahwa akan adan rumah untuknya yang telah Allah bangun di surga firdaus.
Senyum yang berbalut kata : “Bolehlah sesaknya dunia tak pernah putus, Tapi jangan engkau putus tali harapmu pada Allah wahai hamba yang suci hatinya, luruskan saja lagi niat di hatimu”
Bermimpilah dari sekarang,
Agar suatu saat engkau dapat bersujud dan berdzikir bersama Fatimah di dalam rumahnya yang penuh berkah.
Kemudian dengan tatapan lembutnya, Ia menasihatimu “Kerjakanlah apa yang perlu engkau kerjakan dengan cinta dan kecerdasan, dan simpan cinta itu baik-baik karena Allah, untuk Allah, pada Allah saja. Semoga Allah selalu menunjukkanmu jalan terbaik wahai saudari umat Muhammad”
Bermimpilah dari sekarang. Bertemu mereka kelak di dalam rumah-rumah Allah di padang rumput Firdaus.
aamin aamiin Allahumma aamiin.