bukan lah waktu yang menyembuhkan
melainkan keberanian kita,
atas langkah-langkah kecil dan sederhana
yang terus menerus dilakukan,
di atas rasa sakit yang tidak sekali dua kali
waktu memberikan jawaban atas setiap doa dan usaha

shark vs the universe
Mike Driver
RMH
The Bowery Presents

No title available
Claire Keane
official daine visual archive

Game Changer & Make Some Noise

bliss lane
h

#extradirty
No title available
Game of Thrones Daily

izzy's playlists!
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

ellievsbear

pixel skylines

titsay
Sweet Seals For You, Always
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Bangladesh

seen from Algeria
@astutidian
bukan lah waktu yang menyembuhkan
melainkan keberanian kita,
atas langkah-langkah kecil dan sederhana
yang terus menerus dilakukan,
di atas rasa sakit yang tidak sekali dua kali
waktu memberikan jawaban atas setiap doa dan usaha
tapi menurut aku, kamu cemerlang
mampu melahirkan bintang-bintang
menurut ku ini juga
karena lembutnya sikapmu
juga sabarmu yang nomor satu
-sal priadi & nadin amizah
*for the kindness I always adore to
Menjadi dewasa artinya menjadi mandiri.
menjadi mandiri artinya memutuskan segala sesuatu “sendiri”, atas nama pribadi.
menjadi mandiri artinya butuh ruang untuk sendiri. sebenar-benar ruang, yang nyaman untuk menjadi diri sendiri. untuk menikmati waktu sendiri.
mandiri untuk memutuskan akan tinggal dimana.
pun untuk memutuskan akan bersama siapa atau ya sendiri saja.
memutuskan akan mengerjakan apa dalam hari-hari.
memutuskan akan bagaimana menikmati waktu.
aku rindu untuk sendiri. sepenuhnya sendiri.
baru-baru ini jengah dengan media sosial bukan semata karena covid-19 things. im done with it. ternyata hidup memang se-menantang itu.
dalam rangka mengisi waktu untuk self-development dengan mendengarkan podcast, scrolling instagram yang memberdayakan tentang apapun, etc etc. dan yang tak terbendung di akhir hari adalah sepercik rasa “iri hati” atas pencapaian-pencapaian orang-orang “keren” yang aku baca, yang aku dengarkan. jadi kemana-mana. perasaaan itu meluas hingga sentimentil terhadap hal-hal baik yang ada pada orang-orang di sekelilingku, dalam maya maupun tidak. diam-diam membuat daftar “kebahagiaan” orang yang nampak di depan mata. daftar “kebahagiaaan” yang belum maupun mungkin tidak akan pernah aku miliki.
bertanya-tanya, apakah ini pengalihan akan jalan terjal di depan sana yang harus didaki segera atau memang sedang saatnya untuk se-sentimentil ini?
today is the third week im working from home. started to get bored etc etc etc mostly life is on screen especially if i wanna be connected to others.
missing so damn much my days before all the this thing happen.
what a beautiful mistake.
that I never regret.
that im thankful for.
im done.
Butuh waktu Butuh ruang Untuk menulis puisi Lagi Setelah kata-kata meluap Hilang entah kemana 060220
Tentang Menerima
cerita hidup datang, silih berganti, suka dan duka, seperti matari dan awan gelap. ketika yang datang adalah bahagia, kita bersuka cita menyambutnya. senyum sepertinya tidak habis-habis dari raut muka. rasanya kita ingin semua orang tahu, betapa bahagianya aku sekarang. rasanya, ingin tak lekas usai, ingin tak lekas esok, bahagia terus aja. tapi, tidak seperti itu aturan hidup yang berlaku.
seberapa pun banyak bahagia yang hadir, cerita duka, cerita sedih yang tak mengenakkan hati, akan selalu tiba, pada waktunya. sesederhana pesan yang tidak berbalas hingga sesakit perasaaan yang tak berbalas. #eh
saat cerita sedih datang, kadang-kadang, rasanya begitu gelap. rasa-rasanya tak akan usai. apalagi jika kita harus melalui kesedihan di ruang sendiri, yang sepi, dan dingin. tidak ada siapa-siapa yang menemani. entah karena kita yang tak kuasa untuk mendekat atau memang semesta yang menjauhkan orang-orang di sekeliling kita.
cerita suka kita terima, kita dekap erat dengan penuh bahagia. namun, kita seringkali rasanya ingin skip aja bagian cerita yang sedih. ah ini cuma mimpi. besok setelah bangun dari tidur, semua pasti akan baik-baik saja. semua akan berjalan sebagaimana mestinya. tapi, tidak. kesedihan itu tetap ada. rasa sakitnya masih sama.
menerima, adalah satu-satunya cara untuk keluar dari lingkaran kesedihan.
pun, menerima, adalah satu-satunya cara, untuk menyadari bahwa tidak ada bahagia yang selamanya.
menerima, memang tidak mudah, tidak mudah seperti yang dikatakan, tidak mudah seperti yang dituliskan. namun, menerima, akan selalu melegakan. semoga.
-dari yang sedang belajar tentang menerima-
Kenapa susah berpindah ke lain hati?
Memangnya ada hati yang baru untuk disinggahi?
yang membuat nampak tak beranjak
karena yang tersisa mengisi lubuk hati adalah
segala kenangan tentangnya
kenangan apa yang sudah terjadi dan
kenangan akan apa yang pernah diangankan
hanya itu yang dimiliki
yang tanpa sadar dipeluk erat-erat
ay
Im not sorry for what i've done. Dont wanna be back in time it happened. Just let the way it was. But im feeling so blue for knowing, enough is enough. Is it finally, the end of the story?
mau nulis apa ya
mau cerita darimana ya
rasanya penuh
yang di dada
dan di kepala
kalau kamu kesini aja gimana?
kita ngopi bareng nanti aku ceritain banyak-banyak,
cerita langsung tanpa perlu capek-capek ngetik
#overwhelmed
Melihat saja memang tidak cukup Mau dari dekat atau jauh Tetap saja tidak cukup Aneh Ya karena hanya melihat saja Bagaimana bisa sebenar mengerti?
Kita pun melaju dalam perjalanan masing-masing Melangkah menjauh pada tapak jalan yang tak lagi sama Mengurai menyemai mencari lagi keping-keping cerita yang lain Meski masih selalu saling berbalik menghapus rasa ingin tahu menuntaskan rindu? 090719
Cinta adalah jalan yang tak kunjung sampai, menujumu. -ay
It's better not to know. Not to figure it out. Not to make it clear. It's better for live.
Orang-orang sibuk menerka. Banyak bertanya. Mengira-ngira yang terlihat mata mereka. Sedang kita, saling diam seribu bahasa. Bisa kah mengeja hanya dari tatap matamu?
Every time I think I should stop, at the same time, I think I deserve better. So keep moving forward, should I?