Seringkali kita patah oleh sebab harapan yang kita anyam sendiri. Sakitnya berlipat dan berulang. Tapi ya bagaimana, kita ini memang manusia yang tidak akan pernah sempurna. Begitu juga orang-orang di sekitarmu, orang-orang yang kau sayangi itu, juga manusia.
Lantas bagaimana?
Luaskan penerimaan. Mereka hanya belum mengerti. Kita hanya tertatih dalam komunikasi. Bukan berarti mereka tak sayang.
Tegakkan lagi sandaran harapan kita pada yang semestinya, Allah. Menangislah dan ungkapkan segalanya. Hanya Allah yang tidak pernah salah mengerti dan membiarkan tengadahmu kembali dengan kosong. Kenali apa yang sebenarnya kau rasakan dan butuhkan. Uraikan, lalu komunikasikan setelah semua gemuruhmu tenang.
Aku tau ini ngga mudah. Sulit sekali, sungguh sulit sekali. Saat kita dalam kondisi payah, sakit, dan tak berdaya, apalagi yang hendak diharapkan kecuali pengertian dari orang-orang yang kita sayangi. Dalam kondisi demikian, siapa yang tak terguncang hatinya dan kian bertambah lara jika harap tak terjawab. Rasanya mendadak padam dan gelap dunia dalam kesendirian. Namun sekali lagi, nyalakan api harapmu. Karna yakinlah, mereka bukan tidak sayang, melainkan hanya sama tertatihnya dalam memahami hati kita.
Sudah, yaa..
Allah sayang sekali denganmu
Maka dari itu, kamu tidak pernah ditinggalkan sendirian. Karena akan selalu ada hati-hati manusia yang juga tulus menyayangimu. Semoga radarmu segera bertemu dengan mereka. Agar musim semi kembali terbit di dalam hati.















