# Preparation before Akad # Kebaya (bride) : @dolaapkebaya Beskap (groom) : @citraretna_wg Invitation Card : @riza_souvenir Photographer : @embunphotoworks

Phantom Pulse
Keni
No title available
Mike Driver
The Bright Sessions

shark vs the universe
I'd rather be in outer space 🛸
Monterey Bay Aquarium
h

Love Begins

ellievsbear
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

izzy's playlists!
No title available
🪼
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
almost home
Sweet Seals For You, Always
Phantogram Three
untitled
seen from United Kingdom
seen from Myanmar (Burma)
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Italy
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Bolivia
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States

seen from Australia
@awprakasita
# Preparation before Akad # Kebaya (bride) : @dolaapkebaya Beskap (groom) : @citraretna_wg Invitation Card : @riza_souvenir Photographer : @embunphotoworks
11 Januari 2020 (:
Sebuah pernikahan agar dapat menjadi sakinah, mawaddah, warahmah, harus ada 3 hal, yakni:
a. yakin bahwa pasangan kıta adalah jodoh yang sudah dipilihkan oleh Allah b. Yakin bahwa jodoh kita adalah pilihan Allah yang terbaik c. Yakin bahwa jodoh kita tidak akan keliru merupakan pesan yang disampaikan oleh Ustad Muzakki (Imam Besar Masjid Al-Akbar Surabaya) dalam khotbah nikah di pernikahanku Sabtu, 11 Januari 2020.
---
My life has changed since that day tidak lagi sendiri, tidak lagi menentukan pilihan sepihak hal sekecil apapun dalam hidup, baik untuk menentukan kebutuhan rumah, pilihan baju hingga hal-hal besar dalam hidup harus melalui musyawarah antara suami dan istri.
Hari ini, Selasa 22 Januari 2020, tepat 11 hari setelah pernikahanku sungguh syukur dan keberkahan yang ku dapat. perasaan takut, khawatir, was-was sebelum memutuskan untuk menikah pun dihapuskan oleh Allah. Jodoh yang dikirim memang benar sudah merupakan keputusan terbaik yang diberi dan dipilihkan oleh Allah.
---
ketika jalan berdua dengan suami atau sedang bercanda gurau, aku sering merasa bahwa ini mimpi. masih belum sadar kalau ternyata laki-laki di hadapanku sudah menjadi suami, bukan lagi teman sekelas yang biasa bergurau atau hanya melepas canda setelah jam kelas usai.
Banyak yang menanyakan, bagaimana kamu yakin bahwa dia adalah seseorang yang tepat untukku (kalau bahasa anak jaman sekarang sih, he/she is the one). Sejujurnya aku belum punya jawaban yang pasti untuk merujuk bahwa he’s the one for me. tapi perjalanan kami hingga akhirnya menjadi satu sudah cukup menunjukkan bahwa memang dia yang dipilihkan oleh Allah untuk menjadi teman hidupku yang insyaAllah fii dunia wal akhirat.
mungkin nanti ya pembahasan lebin lanjut I’ll tell you how we met hihihihi :D
---
Sebelum menutup tulisan pendek ini tetap menjadi pengingat bagiku bahwa memori ini patut diabadikan dalam bentuk sebuah tulisan. Sejarah baru bagi kehidupanku. My new life has begin
InsyaAllah, jika menikah diniatkan untuk ibadah kepada Allah maka keberkahan yang didapat menikah memang butuh kesiapan mental, fisik, ruhani, finansial dan semuanya tapi yang lebih penting adalah menyiapkan kelapangan hati dan selalu berbaik sangka kepada Allah yang sudah mengatur jalan cerita setiap insan di dunia ini.
Semoga kami selalu diberkahi kelapangan rezeki, kebahagiaan dunia dan akhirat, kesehatan, dan bermanfaat bagi sesama.
--- With love, Ajeng & Davit :)
sudah lama tidak sambang laman digital ini dulu, aku rajin untuk menulis sekedar menyapa atau hal-hal yang lebih berat sehingga membutuhkan brainstorming
sebenarnya ada banyak hal yang bisa ditulis dan dijadikan bahan diskusi tapi entah, rasanya susah untuk dituliskan...
sejujurnya, aku sangat ingin mengabadikan momen ini tapi entah mengapa, mungkin nanti rasanya pikiran dan perasaan masih penuh atau mungkin ini yang dinamakan enjoy the moment benar-benar merasuk ke dalam jiwa HAHA
yap mungkin nanti, aku akan cerita tunggu ya tidak lama, sebentar lagi --- awp, 29.12.19
H-13
am i running out of time? this year only 3 months left. no. you`re not in a rush, just wait and keep going on. you`ll see the rainbow after this long journey. insyaAllah
When one opportunity comes to you, although you don’t like it never rush to say no. How many people already regret because they make decisions to reject something without thinking first? Maybe if you analy6 it deeper, that opportunity actually is good for you.
“And it may be that you dislike a thing which is good for you and that you like a thing which is bad for you. Allah knows but you do not know.”
(AI-Baqarah, 2:216)
Agreed, kak Jo!
Totally meh
2018: Diawali dengan Aku Terjatuh
Di awal tahun 2018 ini aku kembali menulis, merasa bahwa masa penantianku selama ini sudah terjawab, sehingga tiada cara yang lebih bijak selain menuliskan pengalamanku dalam tulisan ini.
Untuk mengawali tulisan ini, ada sebuah sajak karangan Imam As-Syafi`ie yang dapat mengilustrasikan betapa pentingnya bersabar dalam menuntut ilmu.
“Bersabarlah pada pahit getirnya dari seorang guru
Sungguh pada didikan guru itu teguhnya ilmu
Orang yang belum dapat merasakan pahitnya ilmu sesaat saja
Kan merasa kehinaan sepanjang masa
Orang yang ketinggalan belajar di masa muda
Maka bertakbirlah empat kali atas kematiannya
Sungguh nilai seseorang itu dengan ilmu yang berserta taqwa
Jika tiada keduanya maka tak dianggaplah ia..”
Teringat pada ucapan ustad dan ustadzah di Ma`had Al-Qalam yang sering mengingatkan bahwa menuntut ilmu bagi para pelajar adalah bentuk jihad yang dilakukan untuk memerangi kebodohan. Nah, mungkin saya sedang berada dalam fase memaknai pentingnya memerangi kebodohan tersebut yang tidak semata-mata mahir dalam pendidikan formal atau dinilai pintar apabila nilai matematika dan fisika mendapat angka mutlak 100. Memerangi kebodohan yang dimaknai disini adalah bagaimana bisa bertumbuh kembang menjadi manusia yang lebih bijak dan arif untuk menghadapi segala permasalahan hidup. Rupanya saya memang harus lebih bersabar dan tidak mudah puas terhadap capaian-capaian yang sudah diperoleh.
Selama kurang lebih enam bulan, saya sedang menunggu hasil dari aplikasi beasiswa studi lanjut yang saya kirimkan ke Jerman. Selama kurang lebih enam bulan itu pula saya menjalani hidup dengan setengah-setengah dan mungkin bisa dinilai kurang bersyukur atas kenikmatan yang diberikanNya kepadaku. Saya sudah dinyatakan diterima untuk melanjutkan studi lanjut di Universitas Gadjah Mada dengan jurusan Politik dan Pemerintahan. Kenikmatan berikutnya adalah saya mendapatkan beasiswa penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi) untuk melanjutkan studi lanjut saya ini. Namun rupanya Ajeng adalah manusia biasa yang tetap terobsesi untuk sekolah di luar negeri (menurutku sih sangat wajar :P). Ada perasaan tidak puas atau bahkan malu untuk secara eksplisit mengekspos keberadaan setelah lulus sarjana, apabila hanya sekedar di Gadjah Mada (Padahal setelah berkuliah satu semester disini, ternyata susahnya subhanallah, makanya don`t judge a book by its cover ya shay).
Aku menyadari bahwa apa yang kulakukan bukan hal yang baik karena merasa kurang bisa bersyukur dengan apa yang sudah didapat. Yes. I do realize now. Tepatnya dua hari yang lalu (18/01/18) saya menerima email dari pihak kampus di Jerman yang menyatakan bahwa saya belum lolos (tidak diterima). I`m broke. Yeah for sure. Namun dengan cepat saya berfikir apa yang harus dilakukan supaya tidak terpuruk dalam kesedihan. Keesokan harinya saya mengikuti roundtable discussion di kampus sehingga berkesempatan bertemu dengan Dr. Ross Tapsell dan Mbak Ina dosen panutanku lulusan Rusia. Banyak yang kami diskusikan mulai dari masalah akademik sampai personal life, hingga pada sebuah nasihat yang cukup berhasil membangunkanku dari keterpurukan.
“Jeng, jangan dianggap bahwa orang yang sekolah di dalam negeri tidak memiliki kemampuan seperti lulusan luar negeri lho. Tidak semua orang yang bersekolah di LN ketika pulang ke Indonesia memiliki pikiran yang terbuka, karena tidak sedikit dari mereka yang hanya sekedar untuk pamer foto fancy dan lain-lainnya. Jangan malu dan minder kalau sekarang kamu dapat sekolah S2 di UGM. It`s a good stage for you. Tetap ditingkatkan kemampuan bahasa inggris dan menulisnya supaya punya kualitas yang sama dengan mereka”.
Nasihat Mbak Ina bak oase di gurun pasir. Mulai dari sekarang, jangan pernah malu dan minder atas apa yang sudah dimiliki.Tulisan ini tidak menyatakan bahwa kuliah di luar negeri tidak baik atau sebaliknya, namun lebih menekankan kepada bagaimana kita harus mensyukuri apa yang sudah dimiliki saat ini dan mengerjakan sebaik-baiknya. Tiada kesempatan untuk menyesali sesuatu yang memang belum saatnya dimiliki, mungkin bagi saya saat ini harus belajar untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi supaya bisa bersekolah di LN (tapi tenang guys, aku masih lekat dengan cita-cita ini sejak di MAN kok, mohon doanya semoga impian saya ini bisa tercapai, dan tunggu kejutan-kejutan berikutnya ya hihi).
Akhirul kalam, sesegera mungkin akan saya buat tulisan tentang perjalanan mendapatkan Beasiswa Unggulan sehingga keberadaan saya mejadi manfaat.
Jabat erat,
Ajeng Widya Prakasita
2018. Bismillah
AWP
Mereka pikir aku tak pernah patah hati. Mereka pikir aku tak pernah jatuh hati. Aku pernah hingga menemukan orang yang salah.
Ranting Kecil (via rantingkecil)
Aku sudah mahir meredam rindu. Kau tak perlu lagi bertanya, kemana dia yang acapkali merengek temu. Usah curiga juga, alihku tak pernah berubah.
Rantingkecil (via rantingkecil)
Aku yang kelewat mahir menutup rasa ini
#poem #poetry #instapoems #poemlover
Like what I used to feel
Jika meynayagnimu adalah salah eja. Maka menyayangimu pun salah. Salah sangka.
(via aksarannyta)
#prakasitasproject . "If life is a movie, oh you are the best part" Daniel Caesar ft. H.E.R . . #coversong #bestpart #danielcaesar #aminutecover #singalong #coverminute #dicaripasanganduet #bosannyanyisendirian #laguinienakbanget #akubagaikandebu #akuyanglagidadadididudu
Kehadiranmu Secerah sinar mentari Memang sulit untuk dihindari
Isyana-Terpesona
Ada kebangkitan Islam di kelas masyarakat menengah. Berita ini harus disambut baik, namun, ada yang hilang dari esensi Islam itu sendiri. Orang menjadi religius terlihat lebih sexy, sedangkan proses menuju lebih religius tidak semudah membalikkan telapak tangan. There is missing-link in it
Awp
Source: thebeautyofislam, via IslamicArtDB
Don’t worry that your life is turning upside down. How do you know that the side you are used to is better than the one to come?
Rumi (via islamic-art-and-quotes)