kadang kadang kalo lagi kangen rumah, kangen orang tua. rasanya sedih, rasa menyesal itu suka datang. kenapa aku sudah menikah? harusnya aku nikahnya nanti aja, harusnya aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, lebih sering berdekatan terus dengan orang tuaku, lebih memperhatikan mereka. sebagai seorang perempuan dan istri, paham betul betapa pentingnya ridho suami. sedih rasanya ketika perempuan menikah, orang tuanya bukan lagi jadi yang pertama. setelah tinggal jauh dari orang tua untuk waktu yang tak lagi sama, baru tau rasanya, kemarin - kemarin ngapain aja dirumah?
memang benar, rasanya gak ada tempat terbaik selain dirumah bersama orang tua sendiri.
sebelum menikah, suka males bantuin orang tua. setelah menikah mau gak mau harus rajin membantu orang tua baru, mengerjakan pekerjaan rumah dll, serta aku masih harus bertanggung jawab atas pekerjaanku (untuk orang tuaku). yang satu ini karena aku ingin.
sediih.. kenapa malah sekarang harus melakukan yang terbaik, harus rajin, harus bangun pagi, pura-pura gak capek walau sebenernya capek, semua itu untuk orang tua dan keluarga baru, padahal harusnya juga ngelakuin itu pada orang tua sendiri.
mereka yang udah berjuang, berusaha membahagiakan hingga tak lagi merasa sakitnya, lelahnya. sekarang setelah menikah malah harus berjauhan, setahun bisa dihitung berapa kali pertemuan. video call atau telpon gak termasuk bagiku. karena itu tetap jauh.
semenjak menikah, sering muncul pertanyaan, apa orang tuaku sudah bahagia? apa aku sudah cukup membahagiakan mereka?
meski menurut mereka, bahagianya adalah ketika putrinya dipinang oleh seorang lelaki yang baik, santun, serta bertanggung jawab. yang mereka merasa lega dan tenang menitipkannya.
tapi sebagai seorang putri yang pernah mereka perjuangkan kehidupannya, apa aku sudah cukup membahagiakan mereka?
aku masih punya mimpi untuk mereka, aku punya keinginan untuk mereka, aku punya banyak yang ingin aku beri. aku juga ingin terus berjuang untuk mereka. aku ingin mereka hidup berkecukupan, bisa bantu memenuhi apa yang mereka butuhkan, mereka cukup menikmati masa tuanya tanpa khawatir masalah apapun apalagi ekonomi. aku tau, meski sebanyak apapun dan sekeras apapun itu, aku tak kan bisa membalas mereka.
aku masih ingin bersama mereka walau jauh. aku ingin mereka tetap ada.
Tuhan, jangan ambil mereka sebelum mimpi dan inginku terwujud untuk mereka. aku mohon. :'(
untuk kamu perempuan yang belum menikah, sayangilah orang tuamu, dekat- dekatlah terus dengan mereka. berikan yang terbaik untuk mereka. perlakukanlah mereka dengan sebaik-baiknya.
Dan untuk kamu para suami, sayangilah istrimu setulus hati, ia yang bersedia meninggalkan rumah dan orang tua yang telah merawat, membesarkannya untuk hidup bersamamu.
yang ia berharap, ia akan menemukan rumah nyaman baru untuk tumbuh dan mendapatkan pelajaran baik dengan penuh kasih sayang, sebagai mana kasih sayang yang pernah ia dapatkan dari orang tuanya.