Life after a Life
Kehidupan selalu bisa berubah 180 derajat dalam waktu seketika. Dan ada banyak hal yang akan diakibatkan. Dan bertahan tanpa pegangan yang erat sangat sulit bahkan nyaris mustahil. Bahkan mempertahankan kewarasan dengan tetap menjalani hidup yang baik-baik saja terasa menyakitkan.
Putus dengan pacar yang selalu diandalkan selama 1 tahun setengah dengan cara yang agak membingungkan ini seperti menghancurkan puzzle yang sudah terbentuk dan memulai dari menyusun dari awal lagi untuk membentuk bangunan yang beda. Membingungkan, tanpa arah, tapi memahami bahwa ada banyak hikmah dibaliknya.
Ada banyak hal yang saya sesalkan, salah satunya adalah rasa kecewa dan sadar yang baru muncul setelah diputuskan beberapa bulan setelahnya. Agak menyedihkan memang. Memiliki hubungan dengannya yang saya pikir adalah kehidupan baru setelah semua kesedihan akan ditinggal ayah saya. Ternyata memang salah.
Bermula dari cara dia meminta untuk kembali bersama & untuk melunasi hutang saya. Cara dia menghubungi ibu dan kakak pertama saya. Sedangkan dia memahami bahwa hubungan saya & kakak pertama agak rumit dan kurang baik. Banyak hal yang dilibatkan oleh dia hingga saya mengetahui bahwa masih ada kakak yang perduli dengan saya hingga menolong saya.
Malam-malam penuh gelisah karena harus chat bos untuk kasbon, kesedihan harus menjual laptop pembelian ibu dan ayah saya. Kemudian dengan fakta bahwa mantan yang "meminta balikan tidak lama ini" sudah memilik pacar baru. Dia yang mengatakan cinta itu bukan berarti bisa mudah berganti orang dalam waktu singkat, yang ternyata bulshit.
Akhirnya saya belajar untuk melepaskan semuanya termasuk kehidupan dengan dia. Kini pun saya tidak lagi mencari dia. Atau mencari sosia medianya, postingannya, atau apapun mengenai dia. Saya tidak lagi menyanyangkan putusnya hubungan ini saat saya sedang sedih atau kesulitan.
Saya menikmati kesendirian dan kesedihan sembari mengenang ayah saya. Berandai-andai. Andai saya kuat. Menikmati pertemanan dengan teman-teman saya di tempat kerja. Dan saat ini belajar untuk mengikhlaskan hidup ditangan-Nya.
















