Salakah Mahasiswa Turun ke Jalan?
Hanya ada duapilihan di dunia ini, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk menjadi manusia merdeka - Soe Hok Gie.
Ada beberapa hal pokok yang harus dipahami sebelum membahas demonstrasi. Apakah Anda tau perbedaan antara tanggung jawab mahasiswa dan peran mahasiswa? Jika sudah, harusnya Anda tidak perlu berkomentar sinis lagi terhadap demonstrasi. Jika masih berkomentar sinis berarti sebaliknya.
Sebelum membahas itu mari berkaca terlebih dahulu terhadap diri kita masing-masing. Peran apa yang telah kita ambil yang membuat kehadiran kita diharapkan bagi bangsa ini? Jika belajar, semua orang pasti belajar. Jika melakukan hal benar maka semua orang telah melakukan hal benar, dan jika bekerja semua makhluk pun bekerja. Pertanyaan mendasar adalah hal apa yang telah kita coba perbaiki untuk keluarga, orang lain, masyarakat, bangsa, dan negara serta agama ? Apakah kita hanya merasa nyaman dengan “status quo” yang siklusnya telah puluhan kali terulang ? Silakan dijawab.
Jika telah menjawab semuanya, maka mari saling menghargai, menghargai yang berjuang dengan aksi, atau pun yang berjuang dengan diam. Kalau bahasa kekiniannya “Berjuang tu ga sebercanda itu” hehe. Mari saling menghargai.
Oke kita kembali ke pertanyaan awal. Apa itu tanggung jawab mahasiswa ? Tanggung jawab ini telah termaktub dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi. Lebih spesifiknya terdapat dalam pasal 1 ayat (9) yaitu Tridharma Perguruan Tinggi. Ada tiga hal pokok yang dibahas dalam Tridharma Perguruan Tinggi di atas. Yang pertama, pendidikan dan pengajaran. Kedua, penelitian dan pengembangan. Ketiga, pengabdian kepada masyarakat. Tiga hal di atas adalah kewajiban mahasiswa yang diberikan oleh undang-undang, karena mahasiswa adalah salah satu bentuk unik dalam masyarakat. Uniknya adalah mahasiswa termasuk masyarakat pertengahan di mana seorang yang intelek atau berpendidikan yang belum tercemar dengan iklim frustasi di masyarakat. Maka hal yang wajib dilakukan mahasiswa adalah tiga hal di atas yang tercantum dalam Tridharma Perguruan Tinggi.
Setelah menelaah tanggung jawab mahasiswa maka mari berlanjut dengan memahami peran mahasiswa. Peran mahasiswa terbagi menjadi tiga hal yang berkaitan satu sama lain. Yang pertama, “Iron Stocks”. Kedua, “Agent of Change”. Ketiga, “Social Control”. Tiga peran ini harus kita lakukan bersamaan dengan melaksanakan kewajiban kita sebagai mahasiswa.
Dimulai dari “Iron Stock” mahasiswa adalah investasi jangka panjang untuk masa depan negara. Untuk itu lah mahasiswa diharuskan menjadi pribadi yang siap untuk memikul estafet kepemimpinan negeri ini. Selanjutnya “Agent of Change”, mahasiswa dengan segala pengetahuan yang dimilikinya dapat membuat perubahan terhadap lingkungan di mana dia berada. Entah itu di kos, masyarakat, atau pun peran lain yang sedang dia emban. Melalui inovasi, penemuan, dan cara baru agar bisa memperbaiki dan membuat lingkungannya lebih baik. Dan yang terakhir adalah “Social Control”, mahasiswa mempunyai peran sebagai penyambung lidah antara rakyat dan pemerintah. Melalui perannya ini mahasiswa bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar masyarakat paham dengan segala kebijakan pemerintah dengan cara membuat seminar atau pun sosialisasi tentang kebijakan pemerintah. Dan dengan perannya ini juga, mahasiswa berkewajiban mengingatkan pemerintah ketika kebijakan yang dibuat pemerintah membuat rakyat tercekik dan menjerit. Dengan cara apa mahasiswa melakukannya ? Ya, dengan cara membuat kajian dan juga tentu saja turun ke jalan atau demonstrasi. Perlu digarisbawahi demontrasi dalam hal ini harus mengacu pada aturan-aturan yang berlaku pastinya.
Yang masih menjadi pertanyaan adalah mengapa harus dengan cara demonstrasi ? Ada dua hal yang dapat dilihat untuk menjawab pertanyaan ini. Yang pertama adalah ketika demonstrasi atau aksi diatur dan dilegalkan undang-undang. Bahwa kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dengan cara tertulis atau pun bersuara di publik. Yang kedua adalah demonstrasi merupakan salah satu bentuk nyata bahwa mahasiswa berpihak pada rakyat dan mahasiswa menentang kediktatoran/kezaliman yang telah dibuat oleh pemerintah. Maka ini lah bentuk nyata dari peran mahasiswa sebagai “social control”.
Yang sering dipertanyakan lagi ketika ada demonstrasi adalah “Sumber yang digunakan dalam kajian pendemo kurang valid, tak berdasar, dan kurang komprehensif”. Mari kembali mengingat bahwa mahasiswa masih perlu banyak belajar dalam keilmuan yang ia pelajari, tapi ketika dia membiarkan ketidakadilan yang dilakukan pemerintah maka dia telah melupakan perannya sebagai mahasiswa yaitu “social control”. Jadi sudah sangat wajar ketika kajian yang mereka lakukan masih perlu perbaikan kembali, karena mereka masih mahasiswa yang perlu belajar lagi. Ada lagi hal yang harus diingat dan ini yang paling simple mengapa demonstrasi harus ada tanpa ada kajian apa pun. Mari mengingat kembali bahwa di setiap kebijakan yang diambil pemerintah atau peraturan-peraturan yang diambil pemerintah PASTI memiliki dua sudut pandang. Dan pemerintah PASTI HANYA MENGGUNAKAN SATU SUDUT PANDANG. Sudut pandang yang digunakan pemerintah biasanya terpaku pada hal-hal yang makro seperti “kurangnya pemerataan subsidi, anggaran APBN yang gemuk, fokus pemerintah yg berbeda dlll”. Sedangkan sudut pandang yang digunakan mahasiswa yaitu sudut pandang hal-hal yang mikro yang biasanya terlupakan oleh pemerintah, seperti ketika salah satu harga kebutuhan pokok naik maka masyarakat kecil harus mengorbankan kebutuhan yang lain agar kebutuhan pokok terpenuhi. Mari mencoba mengambil satu contoh. Ketika pemerintah mengambil kebijakan menaikan harga BBM atau menurunkan subsidi BBM dengan alasan kurang meratanya subsidi BBM dan hanya dinikmati kalangan menengah ke atas. Pemerintah juga beralasan mengalihkan subsidi yang tidak merata dengan pembangunan infrastruktur yang bisa dinikmati semua pihak. Tapi mahasiswa melihat kenaikan BBM sebagai bencana bagi masyarakat kecil. Ketika mereka hanya bisa memenuhi kehidupan dengan makan sesuap nasi dari penghasilan kecil mereka, maka mereka harus mengorbankan nasi yang mereka makan dengan mengalihkan ke BBM yang harus dipenuhi untuk mereka berangkat kerja. Masyarakat yang awalnya berada pada garis kemiskinan ketika masih ada subsidi BBM, ketika harga BBM naik maka mereka hidup di bawah garis kemiskinan kembali karena untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pun masih kesulitan. Jadi wajar ketika mahasiswa turun ke jalan untuk aksi dengan alasan yang telah dijelaskan di atas. Hanya sesimple itu lah alasan demonstrasi jika ada orang yang mempertanyakan seberapa kuat alasan demonstrasi itu.
Itulah hal-hal sederhana tentang peran dan tugas dari mahasiswa. Mereka wajib memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi, serius belajar untuk menjadi “iron stock” yang bagus, peka terhadap lingkungan untuk menjadi “agent of change” bagi masyarakat, dan kritis terhadap pemerintah untuk menjadi “social control” ketika ada kebijakan yang membela masyarakat atau pun menindas masyarakat.
Setelah membaca ini, mari kita saling menghargai peran kita masing-masing. Baik teman kita yang serius belajar untuk menjadi “iron stock” atau pun teman kita yang kritis dalam kebijakan pemerintah hingga ikut turun ke jalan untuk aksi atau demonstrasi untuk menjadi “social control”. Dan juga mari saling mendukung karena dengan mengambil peran-peran ini lah maka negeri ini akan berkembang.
Sekarang, di mana peran kamu ?