Genap sudah 2 semester terlampaui. Masa dimana harusnya mengetahui jati diri. Banyak arus yang menerjang, arah terlewati, cobaan yang terhempas. Kata “gak kerasa” selalu diucap, serasa waktu terasa singkat. Ini bukan masalah singkatnya, bagaimana kita memanfaatkan. Seharusnya dimanfaatkan dengan sangat baik, tapi kondisi tak lagi sama seperti sebelumnya. Sebelumnya ? iya sebelumnya, dengan rancangannya. yang harusnya memperbaiki relasi, menambah edukasi, mencoba pengalaman yang sebelumnya gak dirasai. Kondisi seperti ini ditambah lagi rasa yang tak enak menghampiri, singgah dalam diri begitu saja tanpa kata permisi. Percayalah semuanya akan baik baik saja jika dirimu merasanya demikian. Ketika ditanya kabar rasanya mau bilang apa adanya, tapi tangan kaku, mulut serasa bisu. Hingga akhirnya berkata “ aku selalu merasa baik, menikmati apapun kondisinya”. Terkadang itu terlintas dalam pikiran, terjebak dalam perasaan yang tidak enakan. Renungan dipojok ruangan dalam keheningan. Biarlah semua yang sudah terjadi, ketika sadar, sadarilah terhadap apa yang terjadi memiliki arti. Arti kamu menjadi diri yang lebih dewasa, semuanya memang butuh proses dan harusnya terdapat progress dalam proses. Jadilah manusia tangguh, jangan terlalu sering mengeluh. Karena hidup ga selamanya dikeluhi tapi patutnya disyukuri.Terimakasih atas segala yang terjadi membuat diri menjadi tau banyak arti dan menjadi tau diri.