Sialnya, aku tidak pernah jadi garis pertama pada lembaran kosong dimanapun.
-ay
ojovivo
The Stonewall Inn
Keni

pixel skylines
hello vonnie
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
KIROKAZE
★

No title available
macklin celebrini has autism

PR's Tumblrdome

titsay
NASA
No title available
h
Not today Justin
Interview Vampire Daily

Game Changer & Make Some Noise
seen from Brazil
seen from Bulgaria

seen from Netherlands

seen from Italy
seen from Australia
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Venezuela
seen from Canada

seen from Poland

seen from Netherlands
seen from Bulgaria
seen from Netherlands

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from Argentina
seen from United States
seen from Bangladesh
@ayyyypost
Sialnya, aku tidak pernah jadi garis pertama pada lembaran kosong dimanapun.
-ay
Mereka yang kita temui, bukan lagi kertas kosong.
Dimana pikiran mereka penuh coretan,
Dimana ingatan mereka penuh kenangan,
Dimana hidup mereka penuh ingin dan harap.
Bertemu mereka di usia yang matang, cukup membuatmu menerka-nerka. Apakah kamu sanggup memberinya masa depan, atau hanya jadi bayang-bayang yang tak dianggap.
Menikah itu menyeramkan
Bagaimana kalau aku hanya bisa menjadi ibu yang baik, tapi tidak bisa menjadi istri yang cukup. Atau sebaliknya.
Bagaimana jikalau dikemudian hari, kita hanya mampu mencipta suasana tinggal bersama bukan hidup bersama.
Bagaimana kalau perbincangan dalam rumah justru jadi omongan di luar rumah.
Bagaimana jika nanti kita tidak pernah bisa jadi keluarga yang menganggap rumah adalah tempat pulang.
-ay
Sesekali, aku berharap dihatimu banyak tersisa penyesalan untukku.
Sesekali, aku berharap, semoga terselip kata maaf untukku.
Namun di kemudian hari, yang tersisa hanya pilu.
Aku yang terisak, dan kau yang terbiasa.
Barangkali, tidak ada perasaan yang tulus bagiku.
Sehingga yang tersisa bagiku, hanyalah bait lari dan pergi.
#
Melihatnya, tidak lagi mencipta senyum.
Tidak ada lagi perasaan berdebar-debar.
Tidak ada lagi perbincangan disela-sela temu.
Menatap pun, kau mungkin enggan. Lalu, untuk apa temu yang sesekali itu?
Yang tersisa dariku, hanya luka.
Yang tenggelam dari perasaanku, hanyalah duka.
Setiap kali melihatmu, aku hanya berusaha bertahan.
Sebab, kau tak pandai merakit kata.
Maaf pun, kau enggan.
Dan sepanjang waktu, aku hanya berharap kau melihatku sesekali.
Tidak selalu, namun bagimu, itu sulit.
Aku hanya berharap hilang, agar semuanya selesai.
Aku tumbuh, menjadi bunga yang ku tau tak seorangpun mau menyiramiku.
Aku mekar, menjadi bunga yang tak seorangpun mau tersenyum sambil melihatku.
Aku layu dan mati, menjadi bunga yang tak seorangpun berharap melihatku mekar di taman lain.
-aya
Aku melepaskannya.
Ditengah riuh hati, disela tangis yang ku paksa mereda, pada semua perasaan yang benar-benar untuknya. Aku melepasnya.
Keadaan begitu kejam, dia membunuh perasaan yang sedang mekar-mekarnya, dia menghantam kembali luka yang sedang berusaha sembuh. Tidakkah itu lebih kejam?
Memikirkan perasaanku yang masih sama, aku muak, mempertanyakan, mengapa ini tak jua menemukan titik pulang?
Aku mencintainya, semua tentangnya. Pada akhirnya, aku berharap, perasaanku ini, masih kamu tempatnya pulang.
Beberapa orang, tidak akan paham rasanya ingin lupa, namun tidak bisa.
Beberapa orang lainnya tidak akan paham rasanya ingin pergi, namun tidak bisa meninggalkan.
Bukan, bukan karena di sana masih banyak harapan. Tapi, karena ada ingatan yang tidak akan berulang kisahnya, ada bahagia yang tak akan berulang rasa senangnya, ada luka yang tak akan sama sedihnya.
Lupa bukan sekadar perkara melangkahkan kaki dan beranjak pergi. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan.
Kita sadar, bahwa beberapa kesempatan memang sudah selesai, atau memang masanya yang sudah berhenti. Namun, ketika kita sadar bahwa perjalanan kemarin bukan hanya sekadar pelajaran hidup, disitulah kita sulit melangkah pergi meninggalkan.
'Waktu bisa menyembuhkan' .
Sialnya, mereka tak pernah mengatakan bahwa ada luka yang tak akan memudar, bahwa ada ingatan yang tak akan hilang, bahkan ada rasa sakit yang tak akan pernah sembuh.
Beberapa kehilangan, tidak pernah hilang.
Beberapa jejak, akan membekas selamanya.
Beberapa kenangan, memang abadi selamanya.
Karena akhirnya, ada cerita yang sekalipun orangnya pergi, memorinya masih ditempat yang sama.
-aya
Hidup lebih tenang ketika kita tetap membiarkan siapapun yang ingin pergi daripada memohon manusia itu untuk kembali dan memperbaiki
-aya
Kita memastikan semua baik-baik saja, sampai akhirnya ternyata dunia membuktikan bahwa ialah air yang paling tenang namun ketika badai, dialah yang tak segan-segan menenggelamkan.
-aya
Ketika aku harus meminta maaf, karena telah mencintaimu.
Apakah kamu sadar kalau itu adalah perasaan yang sakitnya tidak kira-kira?
"Konon katanya, setiap laki-laki akan mengalami patah hati yang mengubah pandangannya tentang cinta seumur hidupnya."
Lalu bagaimana mereka mendefinisikan dirimu sebagai tawa dan riang, sementara yang ada dalam dirimu hanyalah luka dan patah.
-aya
Sial, lagi-lagi salah jalan. Kadang bingung mau diterusin atau berhenti sekalian.
Lalu, bisakah aku berhenti?
Hiduplah dengan seseorang yang membawa bahagia se-sederhana apapun. Sebab, jalan di depan tak selalu indah.
Semoga kelak yang dibersamai justru bisa membawa pulang dan memperbaiki apa-apa yang luka dan patah.
-aya