Bukakan langitMu, aku memohon satu tempat di sana untukku simpan satu nama.
Aamiin

pixel skylines
dirt enthusiast
Three Goblin Art
Sweet Seals For You, Always

Discoholic ๐ชฉ
Cosmic Funnies
occasionally subtle

tannertan36

PR's Tumblrdome
hello vonnie
๐ชผ

titsay
Sade Olutola
No title available
cherry valley forever
TVSTRANGERTHINGS
No title available
Jules of Nature
Alisa U Zemlji Chuda
Lint Roller? I Barely Know Her
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia
seen from India
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Israel
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Germany

seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United States
seen from Greece

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
@bait-resah
Bukakan langitMu, aku memohon satu tempat di sana untukku simpan satu nama.
Aamiin
Bukakan langitMu, aku memohon satu tempat di sana untukku simpan satu nama.
Aamiin
Safe Heart
Sementara itu, aku ambil jalan tengah dulu. Menyimpan segala rindu pada tempat semestinya.
Ia tak harus banyak menuju, cukup menyadari seberapa tidak diharapkan kehadirannya. Belajar mengikhlaskan lebih baik dari peliknya meratapi.
Lalu bergumul dengan waktu, menormalkan kembali rasa pada keadaan semula.
Ada pelajaran yang bernama memahami---dimana memilih menyelamatkan hati, lebih utama daripada menuju yang tidak sedang menunggu.
Lembah Kara, 070224
DIJALAN SEMPIT ITU
Ada harapan yang pernah sebegitu luasnya, ku letakkan penuh hati hati dijalan sempit itu. Ada doa-doa yang pernah mati matian---memanjat tebing langit. Juga niat dan semangat yang pernah nekat menerobos.
Kadang kupikir---aku sedang berjudi dengan takdir, pertaruhkan segala resiko pada hati yang tak tau apa apa. Karena siap tidak siap, hati harus menanggung segala akibat dengan sabar.
Dijalan sempit itu tempatnya niat dan semangat pernah menerobos paksa sebelum akhirnya dipatahkan berkali kali.
Dijalan sempit itu rindu pernah berlarian lalu ia tersesat.
Di sempitnya jalan itu, berdiri angkuh tebing tinggi melebihi dari sekedar ego.
Disana, hati dipaksa memilih mundur dari segala ingin untuk di inginkan.
สแดแดสษชแดขแดแด
Tak peduli sebesar apa rindu yang aku punya, karena esensi dari rindu adalah balasan. Sekeras apapun rindu berjuang sepihak, maka tidak akan menjadi apa apa. Namun rindu juga sering tak peduli pada balasan, ia hanya perlu untuk terus ada dengan atau tanpa kuingin.
Rindu itu beban?
Tidak juga, aku terlatih sangat telaten menyeimbangkan hati dari rindu yang berjuang sendiri. Aku terlebih dahulu mempersiapkan hati atas resiko buruknya, daripada fatamorgana nya.
Sering mengajari hati agar memahami apa itu sadar diri, sesakit apapun harus tetap bangkit dan pintar berkamuflase dari luka menyerupai senyum. Tak perlu menunjukan sakit berlebih, walaupun itu sebenarnya terasa begitu sakit.
Tentang rindu pun, ia kerap patah dan perlahan akan memahami kenyataan bahwa ia hanya berjuang sepihak,
lalu bergerak menuju diam
๐ฎ๐ก๐ฉ๐ค๐ช
๐ฆ๐พ๐ ๐บ๐ ๐๐๐ ๐๐๐ฝ๐บ๐ ๐๐พ๐ฝ๐บ๐๐ ๐๐บ๐ฝ๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐บ๐ ๐บ๐ ๐๐๐ ๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐บ๐๐บ๐ ๐๐๐๐๐๐บ๐ ๐ป๐พ๐๐๐พ๐ผ๐บ๐๐๐ ๐๐พ๐๐๐๐ ๐๐พ๐๐บ๐ ๐บ. ๐๐พ๐๐๐ ๐บ๐ ๐บ๐๐บ๐ ๐๐พ๐๐บ๐๐ ๐๐บ๐๐ ๐ฝ๐๐๐พ๐๐๐๐๐๐บ๐ ๐ป๐พ๐๐๐บ๐๐บ ๐๐พ๐ป๐๐บ๐ ๐ป๐บ๐๐บ๐๐. ๐ช๐๐๐บ๐๐บ๐ ๐ ๐พ๐๐บ๐ ๐ ๐พ๐๐บ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐๐๐ ๐ ๐พ๐๐ป๐๐ ๐ฝ๐๐๐พ๐๐ฝ๐พ๐ ๐บ.
๐ก๐๐๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐บ๐๐ ๐๐พ๐๐๐๐๐๐บ, ๐๐บ๐๐๐ ๐ ๐พ๐ป๐๐ ๐๐พ๐๐บ๐ฝ๐บ ๐๐บ๐ ๐๐บ๐ ๐ป๐พ๐๐ฝ๐๐บ ๐๐พ๐ป๐พ๐ ๐๐ ๐๐บ ๐๐พ๐๐๐ ๐๐ ๐๐พ๐๐๐. ๐ฃ๐๐บ ๐บ๐ฝ๐บ๐ ๐บ๐ ๐๐ป๐๐พ๐ ๐ฝ๐บ๐๐ ๐๐พ๐๐บ๐ ๐บ, ๐๐๐๐๐ฝ๐๐๐บ ๐๐พ๐๐บ๐๐ ๐๐บ๐ ๐ ๐บ๐๐ ๐ฝ๐๐๐๐๐--๐๐บ๐๐ ๐๐บ ๐๐๐ฝ๐บ๐ ๐ป๐พ๐๐บ๐ ๐ป๐พ๐๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐บ๐๐, ๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐พ๐๐บ๐ ๐บ.
๐ ๐๐ ๐๐พ๐๐๐บ๐ ๐๐พ๐ป๐พ๐๐๐๐๐๐๐บ ๐๐พ๐๐ ๐๐๐บ๐ ๐ป๐บ๐๐ ๐ป๐บ๐๐ ๐๐บ๐๐บ ๐๐พ๐๐พ๐ ๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐๐๐๐บ, ๐บ๐๐ ๐๐๐๐บ ๐๐พ๐๐๐ ๐๐พ๐๐บ๐ ๐ป๐พ๐๐๐๐บ๐๐บ ๐๐พ๐๐บ๐๐บ๐๐ ๐พ๐๐พ๐๐๐ ๐๐พ๐ฟ๐บ๐๐บ๐บ๐. ๐ฃ๐บ๐๐บ๐๐ ๐ฝ๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐ ๐บ๐ฝ๐บ๐ ๐บ๐ ๐ ๐๐๐๐บ๐ ๐บ๐ฝ๐บ๐๐๐บ.
๐ณ๐พ๐๐บ๐๐ ๐ฝ๐๐ป๐บ๐ ๐๐ ๐๐พ๐๐๐บ ๐๐๐, ๐บ๐ฝ๐บ ๐๐๐๐บ๐ ๐๐บ๐๐ ๐๐บ๐ ๐๐๐ ๐๐พ๐ ๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐๐๐๐ --๐๐บ๐๐ ๐๐๐๐บ๐ ๐๐๐บ. ๐ฉ๐๐๐บ ๐๐๐๐๐๐บ๐ ๐๐บ๐๐ ๐๐พ๐๐บ๐ ๐ฝ๐๐๐พ๐๐บ๐ ๐ ๐๐๐๐บ๐ ๐๐พ๐๐ ๐พ๐ป๐๐ ๐ฝ๐๐ ๐บ๐๐๐ ๐๐บ๐ ๐บ๐ ๐ฝ๐บ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐บ. ๐ณ๐บ๐ ๐๐พ๐๐ ๐ ๐๐๐๐พ๐ ๐บ๐๐๐บ๐, ๐ฝ๐๐๐ฝ๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐ฝ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐บ๐ ๐๐บ๐๐๐ ๐ป๐บ๐๐บ๐๐๐บ๐๐บ ๐ผ๐บ๐๐บ๐๐ ๐๐พ๐๐๐พ๐๐บ๐๐ ๐๐๐บ.
๐ก๐๐ ๐พ๐ ๐๐บ๐๐บ ๐๐พ๐๐พ๐๐บ ๐ป๐พ๐๐บ๐๐๐๐บ๐๐บ๐ ๐๐พ๐ฝ๐พ๐๐๐บ๐๐บ. "๐ณ๐บ๐ ๐๐พ๐๐ ๐ ๐ฝ๐๐๐๐๐๐๐๐บ๐, ๐๐บ๐๐ ๐๐พ๐๐๐ ๐ป๐๐บ๐๐๐บ๐ ๐บ๐๐บ ๐๐พ๐๐๐." ๐ฒ๐พ๐๐พ๐ฝ๐พ๐๐๐บ๐๐บ ๐๐๐.
๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐บ ๐บ๐ฝ๐บ๐ ๐บ๐, ๐๐๐๐ฝ๐ ๐๐บ๐ ๐๐พ๐๐บ๐ ๐ ๐พ๐ ๐บ๐ ๐๐พ๐๐๐๐บ๐๐บ๐ ๐๐บ๐๐ ๐ฝ๐บ๐ ๐๐พ๐๐บ๐ ๐บ ๐๐๐๐๐.
๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐บ ๐บ๐ฝ๐บ๐ ๐บ๐ ๐๐บ๐ ๐บ๐ฝ๐บ ๐๐๐๐๐ ๐๐พ๐๐ ๐บ๐๐๐บ๐๐บ ๐๐๐๐ฝ๐ ๐ฝ๐บ๐ ๐๐พ๐๐บ๐๐บ ๐๐บ ๐๐พ๐๐๐๐.
Untitled
Pada hati yang pernah patah
Berserak hambur puing keluh kesah
Menuang segala derunya resah
Nganga luka kau telan mentah
Pada jiwa jiwa yang dijejali rapuh
Menghalau segala riuh badai meruntuh
Berkawan sendiri arungi muara peluh
Cemaskan tepian segera berlabuh
Cahaya menjadi barang paling mahal
Pengap dinding menampung segala sesal
Semoga kan pekat tak mengenal kekal
Pada pengap dinding harapnya terpental
Jejak sembabnya mengering kaku di pipi
Mengalir deras hanyutkan mimpi mimpi
Di matanya sendu
Di dadanya biru
Di nadinya pilu
Di nafasnya yang berlalu
Lembah kara, 15 Juli 2023
"Aku pernah singkat mengUTARAkannya, hanya saja pikiranmu mungkin sedang Ke TIMUR."
Unlucky
Rindu Yang Siuman
Semesta mungkin benar, tak memberi kita sedikit peluang. Sebab tak ada tepian untuk perahu yang tak berdayung.
Pada setiap diam mu, aku selipkan bait bait lantang penghalau hening. Agar rindu pincang ku tak begitu berisik saat mengitarimu.
Namun seringnya rinduku terdiam, terjatuh entah kau apakan dia, yang pasti ia terkapar pada kesekian kalinya.
Saat ia siuman, anehnya ia pun masih tetap menanyakan mu seolah kau adalah resepnya. Bahkan meski ia sadar akan terkapar lagi, lalu siuman lagi. Mungkin baginya ini hanya sekedar siklus takdir.
Sehingga ia terus mengitarimu sebagai seputaran luka yang membuatnya kebal.
Aku pernah membawakan lentera pada sosok yang sama sekali tidak membutuhkan cahaya.
Juga pernah menawarkan sembuh pada sebuah hati yang luka, dan disaat yang sama penyebab lukanya datang sebagai tabib.
#wordwork
Made In Heart
Jauh sebelum kita menjadi asing, aku pernah sadar kita hanya terlihat baik-baik saja. Dari gelagat yang mulai kurang melibatkan hati pada setiap temu, sampai senyum yang tak lagi menjadi penenang, juga tawa yang tak renyah lagi.
Sempat terlintas "Sudahi saja." Namun masih terpikir agar memperbaiki saja kepincangan ini, agar tak ada keputusan yang jatuhnya nanti keliru lalu menjadi penyesalan.
Ternyata aku sepenuhnya salah, meminta kembali hati yang tak lagi untukku adalah ketidakmungkinan yang aku sederhanakan.
#Firstsight