Merdeka dengan literasi.
Waktu kecil, jujur, saya terbingung-bingung. Seriiing dinasehatin untuk rajin membaca dan menulis, tapi nggak paham untuk apa? Sampai usia remaja pun saya nggak menemukan jawabannya.
Baru saat kuliah, pikiran mulai terbuka. Oh… begini ya serunya membaca. Oh… begini ya asyiknya menulis. Dengan membaca, saya jadi makin tahu banyak hal, sekaligus penasaran sama banyak hal. Sedangkan menuliskannya adalah refleksi atas apa yang telah kita baca.
Sampai akhirnya saya merasa bahwa membaca tidak terpaku hanya lewat buku. Kita juga bisa membaca dimensi apapun dalam keseharian kita. Begitupun menulis. Tidak sebatas hanya goresan dalam kertas, tapi juga menorehkan karya nyata yang berdampak pada diri dan sekitar kita!
Dari baca-tulis, lahir ide-ide hebat yang bisa merubah dunia. Tengoklah pahlawan-pahlawan kita. Bukankah tidak ujug-ujug bangsa ini jadi merdeka? Kecintaan mereka akan literasi lah yang menjadi faktor penting dalam mewujudkannya. Jiwa merdeka telah tumbuh dalam dadanya sebelum ia memerdekakan Negaranya.
Maka teman-teman, beruntunglah kita yang menyukai aktivitas ini. Karena paling tidak, kita telah memerdekakan diri kita sendiri.
Selamat hari literasi internasional!







