Two months you replaced us.
like it was easy,
make me think i deserved it.
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

❣ Chile in a Photography ❣
Monterey Bay Aquarium
he wasn't even looking at me and he found me

Origami Around

PR's Tumblrdome

JVL

Kiana Khansmith
No title available

Janaina Medeiros
macklin celebrini has autism
almost home

JBB: An Artblog!

Andulka
AnasAbdin

tannertan36
hello vonnie
Peter Solarz

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Argentina
seen from Philippines
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Spain
seen from Thailand
seen from Argentina
seen from China

seen from Slovakia
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Guyana
seen from United States
@beebeoscuro
Two months you replaced us.
like it was easy,
make me think i deserved it.
The sad part was I'm just trying to feel less. But here I am, feelingless
beebe
This is not about you
This is not about you who took my heart out of my chest and then it to the ground. This is not about ou who I told my nightmares, and proceeded to make it all come true.
This is not about you who blamed me for everything.
This is not about you. You whom I cared with all of me. You who left as soon as you found someone else.
Hi, guys! I’m back! let’s talk about your day
Blog yang berisi puisi
jealousy
Blog yang berisi puisi
we were not friends..
Blog yang berisi puisi
puisi, poem, poetry
secret admirer
Secret Admirer
Blog yang berisi puisi
https://nadyazulfashabirah.blogspot.com/2019/02/in-times-of-trouble-and-insanity-i.html
Blog yang berisi puisi
Blog yang berisi puisi
poem and poetry
Hi.
mulai hari ini aku akan menulis di blog ku.
Buat kalian ingin baca poem dan poetry ku klik link di atas yaaa.
dan aku sangat menantikan komen komen kalian terimakasih:)
oh iya, menurut kalian aku lanjut nulis di tumblr atau di blog ku ya?
komen yaaa. thank u and have a nice day!
Dan level tertinggi mengikhlaskan bukanlah membiarkannya pergi. Tetapi, merelakan dia dibahagiakan oleh orang yang bukan kita lagi
your pluto
"Eh nama bapak kamu siapa?"
"Bambang Widiyanto. Kenapa emang?"
"Oh. Enggak, aku cuma mau mulai ngapal aja buat ijab kabul kita nanti."
Dari semua kebodohan yang telah kulakukan, mempercayai dirimu akan berubah adalah yang paling aku sesalkan.
Ternyata benar kata sahabatku, kamu memang serendah itu.
Torelansi
Bicara tentang toleransi beragama, aku mempelajarinya banyak dari ibuku.
Beliau adalah sosok wanita ter-sans yang pernah kukenal. Pernah waktu itu ada anjing tetangga yang bermain-main di depan rumah kami dan mengobrak-abrik pot tanaman kesayangan bidadari berdasterku itu.
Melihat tanamannya dirusak, ibuku hanya diam. Saat tetanggaku sang pemilik anjing itu datang untuk minta maaf, ibuku hanya mengangguk dan tersenyum sembari berkata,
“Ndak kok, ndak apa, kan bisa ditanem lagi.”
Melihatnya aku tersenyum. Ibuku hebat, tidak marah.
Setelahnya, ibuku bercerita kalau beliau ndak berani sama anjing, soalnya waktu kecil pernah dikejar-kejar. Makanya cuma diam.
Pantesan.
Oke ndak ada hubungannya, cuma perkenalan aja. Lanjut.
Saat Ramadhan beberapa bulan lalu, aku, ibuku, dan temanku berbuka puasa bersama di rumah. Temanku ini beragama Kristen, ia datang ke rumah untuk mengerjakan tugas, sampai hari berubah gelap.
Sebelum makan kami berdoa seperti biasa.
Ibuku adalah orang yang kalau apa-apa tidak mau setengah-setengah. Kalau doa, ya diangkat tangannya. Aku mengikuti karena takut dikutuk jadi nasi.
Kemudian ibuku melihat temanku, yang notabene adalah seorang Kristiani. Temanku ini hanya memejamkan mata dan menunduk. Aku tidak tahu apakah diwajibkan atau tidak untuknya mengangkat dan mengatupkan tangan saat berdoa, jadi aku hanya diam saja.
Tapi, ibuku berpikiran lain.
“Nadya..tangannya diangkat, doa dulu. Diginiin ‘kan biasanya?” tanya ibuku sambil mengatupkan tangan. Ibuku bertanya sambil memperagakan, mungkin dimaksudkan agar tidak salah.
“Eh, anu, iya, Bu.” Temanku menjawab dengan terbata-bata.
“Kan kita doa supaya dapet rahmat dan nikmat. Kalau rahmat dan nikmatnya dikasih dari dua Tuhan, pasti makannya bisa jadi tambah enak ‘kan?”
Seketika aku tersenyum. Pun temanku.
Makanan buka puasa waktu itu biasa saja. TIdak ada yang spesial. Tapi entah kenapa, rasanya lebih enak dari biasanya.