"botolku mana?" menjelang magrib hari sabtu 28 Januari 2023, aku kehilangan botol minum hadiah ulang tahun dari seseorang.
semenjak punya botol minum baru, konsumsi air mineralku mengalami peningkatan, aku jadi sering minum ketika senggang.
setelah usaha mencari ke tempat-tempat yang 'mungkin botolnya ketinggalan di suatu tempat,' dan dugaan 'jangan-jangan botolnya diambil orang karena tergantung di motor dan aku lupa ngambil?', aku cerita ke ibunda kalau botol minumku beneran ilang T.T
"gak usah sedih, mungkin takdirnya emang sampe situ."
TAPI KAN TAPI KAN, BELUM NYAMPE SEBULAN BOTOL ITU BERSAMAKU
aku langsung bete mendengar respon ibunda wkwkwk
responnya benar, aku tau, namun bukan berarti aku bisa begitu saja "oh, baiklah, aku rela kehilangan botol~"
bisa tidak, sebelum memintaku bersikap rela, mohon merespon dulu kesedihan saya yang sudah menyalahkan diri sendiri karena teledor dan nggak amanah menjaga barang pemberian orang?
langsung diminta ikhlas:( sambil ngomongin takdir:( andai hidup hanya untuk pasrah, barangkali aku tak perlu gundah:(
kenapa, ya? udah memikirkan hal-hal besar, ternyata dapat ujian dengan hal 'kecil.'
seringkali berpikir bagaimana kalau aku kehilangan teman? kehilangan orang terdekat? kehilangan kesempatan? sering membuat skenario di pikiran tentang 'kehilangan.'
tapi gak pernah kepikiran untuk membuat skenario kehilangan kecil, contohnya kehilangan botol.
ternyata, ujian keikhlasan bukan tentang seberapa mahal namun tentang seberapa sayang kita pada sesuatu.
aku sayang botolku yang warnanya cakep dan membuatku jadi rajin minum, lantas aku kehilangan botolku.
dan rasanya berat untuk menerima, karena: 1) pemberian orang, 2) botol minum satu-satunya, 3) usianya belum sampe satu bulan
satu pekan setelah kehilangan botol dan beralih dengan nge-refill botol mineral kemasan untuk konsumsi sehari-hari...
BOTOL MINUMKU KETEMU! DI TEMPAT YANG TIDAK AKU DUGA!
Terima kasih Allah, sudah mengingatkan hamba agar tidak terikat pada harta benda dunia, sekecil apapun itu.