In their own little world. For all the new lives and mamas on my feed lately, seems like this spring is for ❤
Busuk. Buruk hatinya.
Adalah kata-kata yang sering diucapkan suami kepada saya. Ada alasan di balik itu. Dia kesal karena saya selalu bitter melihat anak kecil. Saya juga kerap buang muka tiap berpapasan dengan ibu-ibu yang bersama dengan anaknya. Melihat wanita hamil saya juga tidak mau. Pun, saya sering beralasan ketika diajak ziarah ke makam anak kami sendiri.
Katanya saya belum bisa menerima takdir. Dan ini yang membuat kami sering berselisih pendapat.
Tanpa dia tahu, saya diam-diam memberikan "love" pada gambar anak bayi, anak kecil, atau video-video tentang anak. Tanpa dia sadari, sampai saat ini saya masih sering menangis sendiri.
Saya hanya wanita biasa seperti yang lainnya. Saya ingin memiliki anak, membesarkan dia, merawat dia, menyayangi dia, menceritakan setiap perkembangannya kepada teman kantor saya. Saya ingin melihat orang tua saya bermain dengan cucunya...
Saya ingin menjadi ibu.
Kehilangan ibu membuat saya berpikir panjang dan dalam. Saya begitu kehilangan beliau.. Kehangatannya, marahnya, perhatiannya, ajarannya.. Jika teringat dosa-dosa saya pada beliau, ribuan Al-Fatihah rasanya tidak akan mampu meringankan dosa saya. Tapi tetap saya lakukan meskipun tidak sampai ribuan. Sedikit Al-Fatihah dari saya semoga bisa membuat ibu tahu bahwa anaknya masih sangat mengingat dia.
Saya, orang yang busuk ini--sebagaimana kata suami saya--masih sangat merindukan ibu yang melahirkan saya. Masih menjadikan ibu sebagai dunia saya. Masih mengamalkan ajaran-ajaran beliau, dengan keyakinan bahwa itu bisa menjadi jariyah ibu di alam sana.
Saya, orang yang buruk hatinya ini, berharap bisa merasakan posisi itu. Menjadi ibu yang dirindukan anaknya. Memiliki anak yang masih mengingat saya ketika dia senang ataupun sedih. Memiliki anak yang mendoakan saya ketika saya tidak di dunia ini. Sungguh, saya ingin berbenah menjadi orang yang lebih baik lagi, sehingga anak saya bisa menjadikan saya sebagai dunianya, sebagaimana saya menggangap ibu selama ini.
Aren't you happy if you know that you mean the world to someone?
:)
Lumajang, 27 Oktober 2024.
Dari orang yang buruk kosong hatinya
















