ohh gitu cara mainnyaa~
hello vonnie
we're not kids anymore.

blake kathryn
will byers stan first human second

gracie abrams
trying on a metaphor
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Noah Kahan

★

@theartofmadeline

titsay
KIROKAZE

roma★
cherry valley forever

shark vs the universe
almost home
Today's Document

JVL
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from Malaysia
@besoklagi
ohh gitu cara mainnyaa~
sorry, all I do is protecting my inner child💆🏻♀️
Aku, Kucing
Meong!
Aku, Kucing
Apa ya rasanya jadi manusia?
Menonton televisi setiap hari.
Tidak pernah melewatkan perhatiannya pada sebuah ponsel pintar setiap kali ia berbunyi.
Belum lagi menatap layar sambil mengetik sesuatu dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore.
Aduh, membayangkannya saja saya bisa sakit mata!
Apa ya rasanya jadi manusia?
Pergi keluar rumah dengan menggunakan alas kaki.
Hari ini pakai alas kaki berwarna gelap.
Mungkin lusa alas kaki yang dipakai berwarna terang.
Agar serasi katanya!
Apa ya rasanya jadi manusia?
Menyantap susu dan sereal di pagi hari.
Makan sayur dan daging lengkap dengan nasi saat siang hari, dan telur dadar ketika malam.
Aku bosan makan wishkas tiap hari!
Apa ya rasanya jadi manusia?
Menangis tersedu-sedu di balik selimut.
Tertawa terbahak-bahak sambil lompat-lompat.
Tersenyum sendiri ketika bersolek di hadapan cermin.
Ah, saya tidur saja!
Meong!
Aren’t we all fragile
Play lofi music in the bedroom with dim lights.
And the blanket that trying hard to warm you up.
Or by cuddling with your broken lover as well.
Because, why not to get double shot of the depression.
We are only human after all, and they are fragile.
Be careful.
kejauhan
aku tahu kamu selalu ingin pergi.
sampai tiba di jalan yang kamu gatau ujungnya dimana.
apa pergi kali ini tidak terlalu jauh?
kalau memang merasa terlalu jauh, kembali perlahan tidak mengapa.
aku akan menunggu.
kemana 24
biasanya aku tulis tulisan apresiasi tiap bertambah umur dan aku post ke tumblr.
tahun ini jujur aku gak bikin tulisan buat itu. karena yaa ternyata aku masih jalan di tempat. dengan kesalahan yang terus diulangi dan janji yang belum sempat dipenuhi.
aku masih gak kemana-mana, masih nunggu dan gak berani untuk ngejar terlalu jauh. ini baik atau buruk aku gak tau.
dan kayanya untuk ada di posisi ini dalam waktu yang lama juga gak apa-apa kan?
Cerita malam itu
ci : kamu nikah tgl berapa? aku diundang kan?
gu: april ci. ngga kamu gausa dtg y
ci: yah knp?
gu: aku gak akan kuat.
ci: ...
suasana hening sejenak, lalu kami tertawa canggung.
ci : padahal aku mau nanyi “harusnya aku yg disana..”
Kami melanjutkan tawa dengan lebih lepas, tidak ada lagi rasa canggung. Kemudian malam itu ditutup dengan cerita beberapa hal yg terjadi di masa lalu dan tidak lupa
👏👊✊🤝
Pengen nangis sambil dipeluk. Diusap belakang kepalanya. Tanpa ditanya apa apa. Nangis aja udah
apa tuh quarter life crisis
aku mulai kurang sepakat dengan istilah “quarter life crisis” karena menurut aku tiap tahun di fase hidup ada aja crisisnya
Dua tahun lalu merasa crisis dengan pilihan kuliah yang diambil, tahun lalu crisisnya karena cari kerjaan yang cocok terus tahun ini crisisnya ragu ama diri sendiri gatau deh besok-besok apa yang jadi “crisis”
Dongeng : Keinginan Anak Laki-laki
Aku ingin pintar memasak
aku ingin menggunakan baju berwarna merah muda
aku ingin menangis ketika sedih
aku ingin dipeluk ketika merasa cemas
aku ingin menjadi lebih peka dan perasa
aku ingin banyak berbicara
aku ingin bermain dengan anak kecil
aku ingin mengerjakan pekerjaan rumah
aku ingin menjadi anak laki-laki tanpa “laki-laki kok gitu”
aku selalu sudah telat untuk apa-apa yang terjadi di dunia.
disalahkan, membela kemudian tetap salah
seratus hari menuju 2021
setelah tetesan hujan turun untuk kesekian kalinya pada beberapa hari yang lalu,
sebuah kubangan besar akhirnya tertutupi genangan air, penuh.
satu harapan sudah berlalu dan terkubur dalam-dalam bagi seorang anak perempuan dengan jaket kuningnya, “udah gabisa lagi kan ya?”, pohon di pinggir jalan itu menjawab “iya” begitu singkat.
Hari-hari sebelum hujan datang dan airnya memenuhi kubangan, anak perempuan dengan jaket kuning selalu melewati kubangan itu sambil berdoa penuh harap agar semuanya bisa kembali seperti semula.
Pohon-pohon di sepanjang jalan tidak ada yang mengamini doa anak perempuan itu, pertanda tidak setuju atau tidak peduli.
Begitu terus sampai anak perempuan tersebut sadar, tiap kali ia berdoa, hujan akan datang dan airnya mengisi kubangan itu, setelah penuh anak perempuan dengan jaket kuning sadar, doanya tidak akan pernah dikabulkan.
tahan, bentar
ada banyak banget cerita tentang egois yang sumber ceritanya dari aku sendiri.
aku suka gakuat kalo inget ke-egois-an yang pernah aku lakuin. otak aku kaya berantem. yang satu bilang yauda gapapa yg penting seneng, yang satu bilang ga boleh ntar nyesel, ga baik.
sebenernya ngomong-ngomong tentang nyesel terhadap apa yang aku lakuin, kalo emg iya aku bisa balik ke waktu kemarin, aku yakin aku bakal tetep ngelakuin hal-hal yang emg cuma kasih makan ego aku biar kenyang.
emang sih kadang keinget tentang gimana sakit hatinya org ke aku atau gimana ruginya aku grgr diri sendiri tuh bikin diri sendiri cape ga jelas. bukan nyesel, tapi cape. egois ya?
aku sering banget nuntut orang untuk melakukan ini dan itu tapi bukannya berterima kasih dan menghargai yang aku lakukan ternyata malah bikin orang di sekitar aku tersakiti.
dari lama aku sadar banget kayanya aku cuma bisa nyakitin orang-orang yang sayang sama aku.
padahal aku sering banget ngerasa takut kesepian, aku takut ditinggalin orang-orang.
logis ga sih saking takutnya ditinggalin, aku malah ngelakuin hal jahat yang malahan bikin potensi aku ditinggalin makin tinggi.
lucu ya?
tapi emg itu yang belakangan aku lakuin, manipulatif.
ini bikin aku bingung banget gimana ngejelasinnya ke orang-orang kalau aku pun bingung kenapa aku bersikap kaya gini.
kalau aku ditanya tapi malah ga ngejelasin apa-apa bukan berarti aku gamau jawab atau ga bertanggung jawab. Aku bakal jelasin kalau aku sendiri udah ngerti aku kenapa.
Dari hal-hal yang aku lakukan bikin aku sadar kalau tentu akan ada konsekuensinya seperti orang-orang udah gabakal percaya lagi sama aku.
aku percaya rasa sayang bisa tumbuh dengan sering ketemu dan bertukar cerita, jadi kadang aku heran kalo ada orang yang bilang sayang sama aku tapi mereka ga tau cerita aku dan juga terhitung jarang ketemu.
beda halnya sama rasa percaya, rasa sayang dibangun dengan ketemu dan cerita, itu artinya kita bisa punya nilai 0 diawal lalu akan bertambah seiring berjalannya waktu dan hangatnya hubungan.
kalo rasa percaya. dari awal sebutlah kita sudah punya nilai 10 untuk kondisi yang netral, seiring berjalannya waktu nilainya akan turun atau konsisten diangka yang sama. kalau nilainya udah turun, pasti susah buat naik apa lagi nyampe di angka 10 itu.
iya, itu pandangan rasa percaya orang-orang ke aku, semakin berkurang dan berkurang. aku gatau gimana caranya biar nilainya naik karena ibaratnya piring yang pecah walaupun diperbaiki bentuknya gaakan sama kaya sebelumnya kan?
meskipun begitu kadang-kadang aku harap piring punya kamu ya piring plastik, biar kalau jatuh tentu gaakan pecah.
kan, lagi-lagi aku egois!
sekarang ada banyak banget cara yang aku pikirin biar otak aku yang kalo lagi sendirian ini mikirnya ga usil lagi.
karena dari otak yang usil ini aku banyak ngerugiin orang, bahkan orang yg ngga aku kenal di kehidupanku juga ada yang kena dampaknya.
makanya aku mau udahan sama ini semua, aku yakin seberapa kerennya deklarasi yang aku bikin atau seberapa besarnya tekad yang aku buat, polisi tidur dan batu-batu bakal selalu ada di tengah jalan buat ngingetin aku untuk ngerem dan menghindar lalu lanjutin jalan.
intinya aku mau ngajak diri aku untuk keluar dari kotak kebingungan, untuk cari pintu bahagia, untuk menjadi orang yang menyenangkan.
biar aku bisa bantu orang-orang yang aku sayang keluar dari rasa bingungnya, biar aku bisa bikin orang-orang yang aku sayang bahagia, biar aku bisa bikin orang-orang yang aku sayang merasa hidup akan selalu indah untuk dilihat dari sudut pandang yang menyenangkan.
jujur di satu sisi kadang aku ngerasa ga layak bgt untuk ngomong hal seperti itu dan merasa kayaknya aku pantas sedih dan merasa sendiri.
dipikir-pikir tuhan tuh baik banget ya. padahal aku sering banget lalai dan bersikap muka dua, tapi pas aku lagi di posisi paling bawah kaya gini, aku ngerasa tuhan ga pernah ninggalin aku.
aku jadi sadar hal awal yang bisa aku lalukan yaa bertahan dan menerima diri sendiri juga keadaan.
waktu aku tau dunia sedang menyebalkan dan lagi ngajak musuhan, asal kamu masih mau dengan senang hati nemenin aku, aku baikbaik aja.
sekarang dunia lagi ga kenapa-kenapa dan damai-damai aja, tapi kamu yang musuhin aku, dunia aku gelap.
lagilagi gelap, ky
Dongeng Angin Datang
Angin gemar berhembus pada semua tempat yang ia kunjungi.
Berkelana sendirian mencari tempat yang riuh ramai.
Setiap siapapun yang ia temui, Angin memberikan hembusan sebagai sapaan hangatnya.
Pada suatu malam, Angin tiba di sebuah desa yang warganya tengah mengadakan pesta.
Dengan semangat, Angin ingin menyapa seluruh warga dengan hembusan terbaiknya.
Diambilnya udara dalam-dalam dengan sekuat-kuatnya tenaga, lalu dihembuskannya udara tersebut dengan perlahan namun kencang.
Warga desa panik, barang-barang berterbangan.
Piring kosong terbang, kursi terbang, hiasan pesta terbang, beberapa warga terbang. Terbawa hembusan angin.
Angin tetap menetap ditengah pesta sambil menghembuskan udaranya, berpikir warga desa tengah menikmatinya.
Begitu juga yang angin rasakan, menyenangkan.
Lambat laun, angin sadar sudah tidak ada siapa-siapa di pesta tersebut.
Angin pergi.
Kemudian merasa sedih dan berpikir, “apakah kehadiranku mengganggu?”
waktu aku tau dunia sedang menyebalkan dan lagi ngajak musuhan, asal kamu masih mau dengan senang hati nemenin aku, aku baikbaik aja.
sekarang dunia lagi ga kenapa-kenapa dan damai-damai aja, tapi kamu yang musuhin aku, dunia aku gelap.
adakah yang juga merasa lelah sebab berubah dianggap berulah?
apa yang salah dengan perubahanku?
apakah itu mengganggumu?
apakah itu mengusikmu?
apakah itu menyakitimu?
apakah itu merugikanmu?
jika iya, jelaskan seberapa besar.
berubah menjadi seperti apapun, adalah keputusan setiap orang.
siapapun bisa menjadi apapun, tidak ada yang salah pun yang benar, begitu pula yang kalah pun yang menang. ini bukan pula hitam dan putih.
bukan urusanku jika kamu tersinggung, perubahanku adalah hak ku.
hentikan berucap “kok berubah sih?”, “padahal dulu ga gitu!”, “sayang bgt ko jadi gini”, “mending kaya dulu”, “dulu ngomongnya gak gitu”, “knp dong dulu kaya gitu” dan lain sebagainya
seolah-olah berubah adalah berulah
padahal bagi siapapun berubah adalah bentuk dari tumbuh.
padahal bagi siapapun berubah adalah bentuk untuk utuh.