Dari jaman kuliah (2010-an) sudah melekat benar dengan frase ini, semacam jadi tujuan hidup. Diiringi membeli buku Ligwina Hananto, apalagi kalau bukan '100 langkah untuk tidak miskin'.
Ternyata, 10 tahun berlalu, financial freedom itu belum jadi bagian diri HAHAHAHAHA, masih akan sangat panjang dan jauh.
Tapi, 2 bulan ini belajar banyak sekali, lebih mindful soal pengeluaran. Setelah 2,5 tahun super berat dan hidup autopilot dan tidak pernah berhitung, sekarang mulai lagi kembali ke jalur yang lurus.
Pasca membaca summary buku 'No Spend Challenge Guide-nya Jen Smith' bersyukur sekali sudah sadar hingga saat ini.
Dalam 2 bulan terakhir mampu No spending Challenge hal berikut:
1. Ojek/Mobil online
2. Makanan/Minuman online
3. Ayce impulsif
4. Minuman manis apapun
Alhamdulillah.
Pun setelah diingat-ingat, bersyukur sekali ajaran Bapak Bunda, semisal:
1. Pakai sapu tangan/kain lap alih-alih tissue
2. Bawa minum kemana-mana
3. Bawa beras, rice cooker, seperangkat alat makan, dan sabun cuci piring (HAHAHAHA) tiap kali ke luar kota (naik mobil mudik atau liburan)
4. Ban bocor itu ditambal bukan langsung ganti
5. Mulai usaha apapun dari apa yang ada
Saya sudah jauh melenceng, tapi mulai kembali bergerak ke jalan yang benar, uhuy.
Hubungannya dengan postingan ini?
Mungkin Saya belum menjadi financial freedom person, namun, Alhamdulillah, untuk seorang PPDS yang sejak tahun pertama menginjakkan kaki di Jakarta, I'm happy to say that This Baby Iman is financially Independent.