Biblijourney #2
Hai? emang bener ya life after concert bisa bikin seseorang sedih? aku mau cerita hal yang beberapa hari ini terasa mengganjal di hati. Tapi rasa-rasanya sedihnya bukan karena after concertnya sih.... sedihnya tuh kayak ada nyesek-nyeseknya wkwk Seperti yang kita ketahui bersama, pekan lalu aku baru aja balik dari Bandung buat nonton langsung asumsi dengan formasi paket lengkap. FYI, asumsi ini merupakan lagu teratas di spotify wrapku tahun 2024 lalu. Yang nyanyi Adrian Khalif dan Bernadya, sebuah kolaborasi emas abad ini sih. Jadi aku kayak pengen banget liat mereka berdua nyanyi bareng secara langsung. Nah, aku ke konser ini nggak sendirian, aku minta ditemani oleh seseorang.... orang ini bisa dibilang salah satu teman terdekatku. Sampai pada akhirnya dia bersedia menemaniku nonton konser ini tuh bukan hal yang mudah sebenarnya, aku bahkan harus membandingkan dulu ajakan nontonku dengan ajakan teman yang lain dengan harga tiket berkali lipat. Atau bahkan aku harus membandingkan juga ketika dia dengan suka rela menemani teman yang berbeda ke Bandung untuk mencari tempat bercerita. Atas dua perbandingan itulah akhirnya dia mau... mungkin setengah terpaksa hahahahahah kenapa gak sadar diri sih bib kan sekarang baru kerasa sakit hatinya... Singkat cerita, sepanjang kami di Bandung kemarin, aku baru menyadari bahwa aku nggak berhak diperlakuan sebelah mata sepanjang kami bersama. Seolah apa ya, dia terkesan ogah-ogahan, nggak antusias dan sikap sejenisnya.... Bahkan aku berani jamin muka cemberutnya lebih sering kulihat dibandingkan muka dengan senyuman. Ketika aku menentukan tujuan, dia dengan lantang menentang, dan tak ragu bilang nggak mau, tanpa sedikitpun memikirkan perasaanku. Tapi ketika aku meminta dia yang menentukan pilihan, dia bilang terserah. Kan jadi serba salah dan seolah hanya rasa terpaksa dia ikut ke Bandung HAHAHAHAHAH SEDIHNYA SIH ADA! Selama barengan itu, kami nggak begitu banyak ngobrol, aku kayak lagi jalan sama teman yang baru kenal kemarin sore rasanya. Semakin aku telisik, aku baru sadar bahwa aku yang terlalu memaksakan banyak hal, terlalu memaksakan kondisi bahwa karena usia pertemanan kami lama, tentu satu sama lain akan memiliki ruang tersendiri dibandingkan pertemanan kami lainnya. Ternyata itu hanya asumsiku aja WKWKWKWK Masih belum selesai dengan pergolakan hati yang itu, aku kembali membandingkan apa yang aku upayakan ketika dia berulang tahun dengan apa yang dia lakukan ketika aku mengalami hal yang sama.... HAHAHAHAH MAKIN KERASA SEDIHNYA. Aku dengan kesadaran penuh memesan sebuah mini cake custom, ada cake kecil juga untuk teman-teman lainnya yang saat itu turut hadir, kusiapkan kado dan tentu aja postingan story IG lebih dari satu sebagai pelengkap moment hari lahirnya. Kemudian apakah aku mengharapkan hal yang sama? Nggak kok, sama sekali nggak tapi apakah aku deserved hanya dengan ucapan yang bahkan dia kirimkan ke grup? ya Allah maafkan atas harapan yang kugantungkan kepada manusia.... Aku ngerasa disepelein banget tau dan itu beneran bikin sedih dan nggak enak hati. Emang aku seenggak deserved itu ya untuk mendapatkan sesuatu dengan hati yang tulus? Ditulis sambil nangis. Sept 19, 2025. 06.47 PM.














