Misi 9 #ConnectingTheDots
Teori connecting the dots milik steve jobs mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini merupakan sesuatu yang saling berhubungan. Tidak ada yang namanya kebetulan. Sebab setiap peristiwa yang kita hadapi merupakan mozaik-mozaik ataupun puzzle-puzzle yang apabila kita mampu merangkainya dan bagiannya sudah utuh semua, maka akan menghasilkan sebuah karya yang hebat dan luar biasa. [hidupkita.com]
Ya, kehidupan yang kita jalani merupakan takdir yang sudah digariskan tuhan, dan apa yang telah ditakdirkannya adalah kehidupan yang terbaik untuk kita, maka dari itu kejadian-kejadian yang tidak baik di masa lalu tak perlulah kita sesalkan, karena nyatanya banyak sekali makna kehidupan yang kelak di masa depan akan menjadi hal-hal yang benar-benar kita syukuri.
Tugas kali ini IIP menantang saya untuk menemukan jawaban dari connecting the dots versi saya sendiri, dibawah ini merupakan gambarannya.
Aku adalah seorang hamba Allah yang ditugaskan untuk beribadah di muka bumi. Seorang wanita yang memiliki tugas langit menjadi seorang Fuzya, Istri, Ibu dan Anak. Aku selalu berusaha melakukan yang terbaik atas peran apapun yang sedang aku jalani, menjadi seorang wanita yang tangguh dan mandiri, menjadi seorang istri yang taat, patuh dan menyenangkan, menjadi seorang ibu yang penuh kasih sayang dan pengertian, menjadi seorang anak yang berbakti, dimana semua peran itu tentu harus aku landasi dengan ahlaq yang mulia.
Aku adalah orang yang senang menyibukkan diri karena menurutku lebih baik lelah karena berikhtiar melakukan sesuatu hal yang bermanfaat, daripada diam merenungi nasib dan tidak melakukan apa-apa yang akhirnya membuat manusia banyak mengeluh dan menyesal.
Nilai-nilai apa yang aku miliki?
Jujur, pembelajar, pantang menyerah, pekerja keras.
Aku adalah seorang yang ulet dan pantang menyerah jika menginginkan sesuatu dimana hal itu telah membentuk aku menjadi seorang yang perfeksionis.
Walaupun perfeksionis aku masih termasuk orang yang cukup open minded dimana aku tidak terlalu memikirkan perkataan buruk orang lain yang hanya tau dengan apa yang tampak saja, aku menerima masukan apapun dan aku menghargai itu.
Aku seorang introvert, aku senang keheningan, aku kurang suka keramaian, lebih baik aku menyibukkan diri di rumah dengan bebenah, membaca atau lainnya, walaupun begitu aku tetap masih senang dengan berdiskusi, berbagi pengalaman namun tetap ada batas waktunya.
Aku cukup kreatif, terkadang aku bisa berpikir out of the box.
Apa yang aku perjuangkan?
Apa yang aku usahakan dan perjuangkan semata-mata hanya untuk mengharap ridho Allah. Walaupun memang masih banyak sekali kekurangan yang aku miliki, masih banyak sekali rasa malas yang merasuki, aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik sebagai hamba Allah.
Aku memperjuangkan diriku, keluargaku, teman-temanku, seluruh umat islam agar kami semua bisa merasakan nikmatnya Surga, aamiin.
Walaupun aku tau surga itu bukan pencapaian yang mudah, karena butuh effort yang luarbiasa untuk menggapainya, maka dari itu disini di dunia ini aku berusaha menjalankan the mission of life dengan banyak belajar, berbagi dan bermanfaat bagi sekitar.
Hidup hanya sekali, waktu tak bisa kembali, hari ini adalah harimu, maka lakukanlah yang terbaik sebelum waktumu benar-benar habis. Karena sungguh aku tak mau kelak termasuk kedalam golongan orang-orang yang berkata “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal soleh) untuk hidupku ini.”[QS.Al-Fajr:24] naudzubillahimindzalik.
Apa kesamaanku dengan Institut Ibu Profesional?
Sama-sama berusaha memiliki core value yang perlu ditanamkan dalam diri yaitu, BELAJAR, BERKEMBANG, BERKARYA, BERBAGI, DAN BERDAMPAK.
Sama-sama berusaha ,memiliki karakter ibu profesional yaitu, NEVER STOPPED RUNNING, THE MISSION ALIVE, DON’T TEACH ME I LOVE TO LEARN, I KNOW I CAN BE BETTER, ALWAYS ON TIME, AND SHARING IS CARING.
Semoga titik-titik ini menjadikan saya seorang wanita yang lebih baik lagi serta berhasil mencapai apa yang telah diperjuangkan selama ini. Aamiin.