
@theartofmadeline
Misplaced Lens Cap

pixel skylines
$LAYYYTER

Andulka
Sweet Seals For You, Always
he wasn't even looking at me and he found me
Monterey Bay Aquarium

No title available

No title available
d e v o n
todays bird

No title available
Alisa U Zemlji Chuda
AnasAbdin
🪼

Origami Around

祝日 / Permanent Vacation

Kiana Khansmith

tannertan36
seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from Israel
seen from Ukraine
seen from Türkiye

seen from Ukraine
seen from Germany
seen from Ukraine
seen from Germany
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from United States
@bisikanawan
3:33 AM
50 Tahun “Proklamasi” Kedua
Jika waktu-sejarah dunia dibelah melalui pencacahan yang berporos pada kelahiran Isa al-Masih, Sebelum Masehi dan Setelah Masehi, bisakah waktu-sejarah Indonesia dicacah dengan warsa 1965 sebagai porosnya: Sebelum 1965 dan Setelah 1965?
1965 menjadi garis batas yang mengubah paras Indonesia dengan dramatis. Semangat anti kolonialisme dan imperialisme yang begitu kuat melambari kehidupan politik Indonesia sejak 1945 dibabat habis-habisan. Indonesia, dengan nyaris tiba-tiba, menjadi begitu ramah kepada Barat dan amat terbuka kepada kekuatan ekonomi-politik yang sebelumnya menjadi musuh bersama: neo-kolonialisme dan neo-imperialisme.
Sedikit yang ingat bahwa Undang-Undang pertama yang dilahirkan rezim Soeharto adalah Undang-Undang No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (UU PMA), bukan undang-undang yang lain. Begitu beleid itu ditandangtangani, Indonesia yang sebelumnya demikian sulit dimasuki oleh modal asing menjelma menjadi tambang yang gampang dikeruk perusahaan asing mana pun.
Freeport, yang belakangan menjadi lambang dari kekuatan modal asing, menjadi korporasi pertama yang langsung mencicipi lezatnya kue Indonesia. Pada tahun yang sama dengan diterbitkannya UU PMA, selang 24 hari usai Sukarno menyerahkan kekuasaannya, Freeport langsung mendapatkan konsesi untuk mengeksplorasi bumi Papua melalui kontrak yang ditandatangani pada 7 April 1967.
Padahal kala itu status Papua Barat masih dalam sengketa. Belum ada keputusan yang bersifat (dan diakui oleh lembaga) multilateral, katakanlah PBB, perihal apakah Papua Barat menjadi bagian Indonesia, atau Belanda (yang masih keukeuh), atau merdeka sebagai bangsa yang berdaulat. Referendum yang akhirnya disepakati sebagai mekanisme penyelesaian sengkata Papua Barat, yang dinamakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), baru dilaksanakan pada 1969 – dua tahun sebelum itu terjadi Freeport dan Indonesia malah sudah sepakat lebih dulu soal kontrak kerjasama eksplorasi (baca: eksploitasi) di Papua.
Sejak itulah Indonesia, yang sebelumnya begitu liat untuk ditaklukkan oleh modal asing, mulai menjadi (ber)sahabat modal asing. Semangat anti kolonialisme dan imperialisme, yang akar tunjangnya menancap dalam pengalaman sebagai bangsa terjajah, bisa dibilang (nyaris) raib dengan seketika.
Dan bukan hanya itu! Secara bertahap, depolitisasi pun dilakukan. Politik mesti tunduk kepada ekonomi – dan ekonomi di situ nyaris sepenuhnya merujuk ekonomi liberal. Rakyat dijauhkan dengan politik, jika perlu anti-politik. Politik hanya dibutuhkan ketika Pemilu. Itu pun Pemilu yang sudah disederhanakan: secara kuantitas partai-partai disederhanakan hanya menjadi tiga partai, secara kualitas disederhanakan hanya/harus Golkar (yang menang).
Politik lalu menjadi demikian sederhana: pemerintah. Mendukung pemerintah disebut “berpolitik”, sedangkan tidak mendukung pemerintah atau bahkan sekadar mengkritik pemerintah didakwa sebagai “memberontak”. Yang pertama dianggap “bertanggungjawab dan pancasiliais”, yang kedua didakwa “tidak bertanggungjawab dan anti-Pancasila”.
Keep reading
... but living creatures are strange. They are made in such a way that they can actualize only what their minuscule minds wish for.
I'm Bucharest-based photographer Natalia Mindru. I capture the raw, unabashed love between couples in a series titled Iubiri Urbane (translated, it means Urban Love Stories). This is my ode to stolen kisses, kept secrets, and unspoken words shared between lovers in a metropolis that rarely stands still enough to notice.
Lubiri Urbane
morning call. (at เพรชบุรี39)
Sure, and always be, my favorite :)
...for I ever be true to you
Funeral Blues
Stop all the clocks, cut off the telephone, Prevent the dog from barking with a juicy bone, Silence the pianos and with muffled drum Bring out the coffin, let the mourners come. Let aeroplanes circle moaning overhead Scribbling on the sky the message 'He is Dead'. Put crepe bows round the white necks of the public doves, Let the traffic policemen wear black cotton gloves. He was my North, my South, my East and West, My working week and my Sunday rest, My noon, my midnight, my talk, my song; I thought that love would last forever: I was wrong. The stars are not wanted now; put out every one, Pack up the moon and dismantle the sun, Pour away the ocean and sweep up the wood; For nothing now can ever come to any good.
- W.H. Auden
Luna Lamp by Acorn Studio
Taiwanese design firm Acorn Studio has created a series of 7 different size lamps clled Luna, which mimic the beauty of the moon. Similar in color and shape, Luna is a hand crafted dimmable halogen light, which contains adjustable luminosity settings.
The aim of the lamp and its symbolic representation serves to set an atmospheric setting in every room it is placed.
cheers for freaks.
AM
I am yours.
Much like the waves belong to the sea,
and the clouds to the vast and open sky.
I am yours.
Like the beat of light bass belongs to the sound of the heart,
and the sting of pain to the frigid touch of ice.
I am yours.
By the light of the morning sun,
and the artwork of the evening at dusk .
By the breath of the fish in the sea,
and by the taste of freedom to all things wild and free.
I am yours.
In the your brightest nights and darkest days.
AM.