dan akhirnya kamu menyerah atas “kita”. seberjuang apa aku kalo cuma salah satu tak akan bisa. “kita” adalah dua orang yang saling berjuang, melengkapi, dan menahan ego.
bukankah masih ada janji yang bisa ditepati? kalo bukan sekarang, akankah ada waktu untuk menepatinya?
nb: jangan terlalu berharap menjadi “kita” (lagi).












