Sepertinya, sekarang aku lagi ada di fase "ngedown" setelah melihat kehidupan² orang² di sosial media. Aku lagi ada di fase mempertanyakan rasa syukurku sendiri yang selama ini aku rasakan. Betulkah aku benar² bersyukur atau hanya untuk sebuah "personal branding" agar hanya terlihat keren di mata orang lain?
Aku sedang ada di fase membanding²kan nikmatku dengan nikmat oranglain. Aku merasa kalah. Apa yang sedang ku nikmati, apa yang jadi bahanku untuk bersyukur juga mereka miliki. Bahkan mereka diberi lebih, diberi lebih dulu sesuatu yang sedang aku inginkan dengan didukung kehidupan yang jauh lebih baik. Dan kenapa hidup aku selalu berputar di situasi dan cobaan yang itu² saja. Sampai aku muak dengan hidupku sendiri.
Aku sedang ada di fase tidak merasa bangga dengan dengan diriku sendiri, dengan apapun yang aku punya dan apa yang sudah aku capai. Toh mereka jauh lebih punya segalanya dan lebih dari yang aku punya. Sedangkan aku, mungkin ditakdirkan hanya untuk terus hidup dan berjalan di lorong ruang hampa yang gelap, panjang dan penuh sesak. Tanpa tahu kapan akan sampai ke ujung lorong itu dan kapan akan bertemu dengan cahaya kehidupanku yang baru.
Sejenak, aku hanya ingin mengeluh dan mencoba kembali lagi bangkit untuk bersyukur













