Haramkan kedua orang tua hamba dari siksa api neraka Ya Alloh... Aamiin3x Yarobbal'alamin 🙏🙏😇 (di KEMIT forest BIKE PARK)
No title available
todays bird
art blog(derogatory)
Cosimo Galluzzi
occasionally subtle

Jimmy Eat World
Mike Driver
EXPECTATIONS
Interview Vampire Daily
Cookie Run:Kingdom Official!
Cosmic Funnies
Sweet Seals For You, Always
NASA
I'd rather be in outer space 🛸
sheepfilms
Color Me Curious
Fieri Frames
YOU ARE THE REASON

#extradirty
The Stonewall Inn

seen from Russia
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Uruguay
seen from United States
seen from Iraq

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Vietnam

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia
seen from Colombia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Ukraine
@bocahbontot-blog
Haramkan kedua orang tua hamba dari siksa api neraka Ya Alloh... Aamiin3x Yarobbal'alamin 🙏🙏😇 (di KEMIT forest BIKE PARK)
“Fotografi mengajarkan pada kita cara yang unik dalam melihat dunia dan sekaligus memberikan penyadaran baru akan segala keindahan yang ada di sekitar kita.” – Deniek G. Sukarya (di Hutan Payau, Tritih Kulon)
“Kenangan masa kecil tak seharusnya dilupakan, hal-hal baik yang ada dalam diri kita dulu pun sepatutnya dipertahankan.” #rindumasakecil
Jadilah Bos untuk usahanya sendiri 👔🙏
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, “Wahai Rabbku, tunjukkilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridloi. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. Mereka Itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami akan ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. (Q.S Al Ahqof:15-16)
Senja itu spesial. Hanya datang pada waktu tertentu. Saat dia datang dia membawa keindahan. 😊 (di Pendopo, Sumatera Selatan, Indonesia)
Jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur. Dan berbagi adalah salah satu cara untuk bersyukur atas nikmatNya. ~Jepretan malamku 📷~
Kematian hanya Alloh SWT yg tahu, dimanapun dan kapanpun disaat hari kebahagiaan maupun hari kedukaan.
Bayangkan seorang malaikat berada sangat dekat denganmu sepanjang malam. Dan tidak hanya itu, bayangkan malaikat itu memohonkan ampunan kepada Allah azza wajalla untuk memaafkanmu. Inilah yang terjadi ketika kamu berwudhu sebelum beranjak untuk tidur. (di Pendopo, Sumatera Selatan, Indonesia)
Setiap hari jodoh itu semakin dekat, bukan? Ada yang lebih penting dari mencari, yaitu mempersiapkan diri. Supaya ketika bertemu dengan jodohmu kelak, kamu adalah kamu dalam versi yang paling baik.
— Taufik Aulia
Semua akan indah pada saatnya? Tidak. Karena ‘saatnya’ itu tak akan tiba jika kamu berdiam diri, menyerah, dan hanya menunggu tanpa usaha. Alih-alih akan indah pada waktunya, malah kian memburuk nantinya. Berhentilah mengatakan bahwa semuanya akan indah pada saatnya, jika kalimat ini hanya menjadi pembenaran bagi kelemahanmu. Semuanya tak akan baik-baik saja jika kamu lari dari kenyataan dan tak berbuat sesuatu.
Hadapi! Maka semua akan baik-baik saja.
— Taufik Aulia
Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.
Bob Sadino
“Maafkan aku atas malam minggu kita yang biasa saja. Kita tak hanya jatuh hati, tapi juga mencintai yang abadi. Jika karena itu kita harus menjadi berbeda dengan orang kebanyakan, maka kita memang berbeda. Percayalah, bahwa pada saatnya nanti, semua malam akan menjadi milik kita. Ketika orang-orang mulai saling bosan dan berjarak, justru kita sedang senang-senangnya berpelukan dan bercengkerama. Kita akan tersipu membicarakan kisah yang mengantarkan kita pada pertemuan. Kita akan berapi-api membicarakan impian-impian yang akan kita wujudkan bersama. Dan kita akan sangat fasih membicarakan permasalahan hidup sehari-hari.”
— Taufik Aulia
Tulisan : Perempuan Setelah Menikah
Barangkali dulu, ketika masih gadis. Di usianya yang telah memasuki kepala dua dan usia pernikahan, salah satu kekhawatirannya adalah tentang pasangan hidup. Entah bentuk khawatir seperti; apakah ada laki-laki yang mau menikahinya? atau apakah ia cukup siap untuk menjadi seorang istri? dan lain sebagainya. Dan kekhawatiran itu pun tumbuh subur seiring usianya yang merangkak naik, seiring banyaknya laki-laki yang datang silih berganti tapi tak satupun menarik hatinya.
Di bayangnya, kehidupan pasca menikah, apalagi menikah dengan laki-laki yang dicintainya adalah kehidupan yang segalanya indah. Padahal tidak demikian. Kata siapa bahwa selepas menikah, kekhawatiran perempuan akan sirna begitu saja? Justru sebaliknya, kekhawatiranya bertambah, semakin banyak. Dan ini menjadi sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya.
Khawatir ketika sudah menikah tapi belum juga hamil. Apalagi ketika melihat teman-temannya yang lain memperbarui halaman sosial medianya dengan berita kehamilan atau kelahiran. Lebih khawatir ketika ditanya oleh keluarga. Dan ini menjadi pembelajaran berharga bagi siapapun, bahwa barangkali ungkapan kebahagiaan kita di sosial media bisa menjadi sebab ketidakbersyukuran seseorang yang melihatnya. Juga ini akan menjadi pelajaran berharga bagi semua perempuan yang menikah nantinya dan belum segera dikaruniai anak, ia akan menjadi lebih memahami dan lebih empati kepada perempuan yang lainnya.
Kekhawatiran ketika suami atau anaknya sakit. Apalagi ketika melihat mereka tidak bisa tidur tenang, tidak bisa makan masakan yang dibuatnya dengan susah payah.
Kekhawatiran ketika belum bisa memasak. Meski kita tahu bahwa memasak bukanlah sebuah hal paling penting dari kesiapan menikah seorang perempuan. Tapi bagi perempuan itu sendiri, memasak untuk keluarga, apalagi melihat keluarganya memakan apa yang ia buat dengan susah payah adalah kebahagiaan yang entah bagaimana menjelaskannya. Khawatir ketika suami tidak mau memakan masakannya, khawatir kalau masakannya tidak enak. Meski, sang suami berusaha untuk menganggapnya bukan sesuatu yang penting. Tapi tetap saja itu penting bagi istrinya.
Kekhawatiran tentang bagaimana ia bisa berbaur dan bergaul dengan keluarga suami. Entah tentang bagaimana ia bisa membuka pembicaraan dan mertua. Bagaimana ia bisa menjadi menyenangkan untuk saudara-saudara suami. Dan memang selama ini tidak ada panduan tentang bagaimana membangun hubungan antara istri dan mertuanya. Dan itu selalu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi perempuan yang akan dan baru menikah.
Ada begitu banyak kekhawatiran yang semakin hari semakin bertambah. Dan perempuan yang perasa, membuat kekhawatiran itu kadang tumbuh tak terkendali. Dan tugas laki-laki yang menjadi seorang suaminya nanti sebenarnya sederhana yaitu; jangan menambah kekhawatirannya. Jadilah laki-laki yang baik.
©kurniawangunadi | 10 Februari 2017
Sudah Oktober, kekhawatiran perempuan itu tumbuh semakin subur dikalangan perempuan. Seperti melihat bagaimana perempuan itu saling membandingkan satu sama lain, dalam berkeluarga, dalam kehamilan, dalam proses kelahiran, dalam mengasuh anak, dsb.
Saat sudah menikah, pahamilah segala sesuatunya dengan ilmu. Jangan mudah khawatir dengan “kata orang”. Perempuan harus bisa belajar abai terhadap kata dari orang lain, sebab setiap perempuan, setiap proses menuju pernikahan, setiap memulai berkeluarga, setiap kehamilan, setiap kelahiran, setiap mendidik anak, masing-masing diberikan anugerahnya. Di berikan tantangannya sendiri-sendiri :)