31 Desember 2011
Hari terakhir di tahun 2011, kembali menatap dengan senyum segala peristiwa yang sempat terjadi sepanjang tahun. Untuk anda yang follow twitter saya di @bonasardo mungkin sudah membaca beberapa twit #wow2011, yaitu beberapa kejadian yang memberi kesan mendalam dan membuat saya belajar lebih banyak tentang kehidupan.
Mengawali tahun 2011, saya menyempatkan diri untuk berlibur ke beberapa tempat sendirian sambil berkontemplasi tentang beberapa tujuan hidup. Termasuk di dalamnya tentang kuliah S2 psikolog saya yang memang sedang ribet dan membuat pusing terguling-guling. Sebagai hasilnya, untuk pertama kali dalam sejarah perkuliahan saya memperoleh IPK 3,8. Angka tersebut memang bukan angka terakhir karena saya masih harus menjalani sisa 2 semester lagi. Tak berapa lama kemudian saya bertemu dengan beberapa orang hebat yang pernah memperoleh IPK 'nasipat' (nasib nyaris 4,0) dengan gelar panjang dan kedudukan penting. Saya kembali sadar bahwa di atas langit masih ada langit dan saya harus terus berjuang mencapai langit ke-sekian sampai akhir hidup.
Ngomong-ngomong soal akhir hidup, tepat pada tanggal 29 April 2011, opung yang saya kasihi Pdt. Pinina Sianturi berpulang di usia 84 tahun. Saya sempat membaca riwayat hidupnya secara keseluruhan dan kembali terkenang cerita-cerita yang pernah ia atau ibu saya bagi. Perjuangan hidupnya untuk tetap percaya, yakin, dan tetap berserah pada Tuhan menjadi pelajaran berarti bagi saya. Saat tubuhnya terbaring kaku, saya sempat berpikir bahwa suatu saat nanti ayah dan ibu saya pun akan meninggal dunia, entah kapan. Alangkah indahnya jika ayah dan ibu saya 'pergi' dengan tenang dan bahagia melihat keturunannya juga hidup bahagia. Sama seperti opung saya yang juga meninggal dengan sangat tenang. Tentunya semua itu akan dapat terjadi jika ada cinta. Cinta dan hormat pada orangtua selama mereka menikmati sisa hidup mereka, belajar memahami bahwa mereka pun bertambah umur.
Selain orangtua, saya pun bertambah umur. Seharusnya juga bertambah dewasa dan memandang dunia dengan lebih luas dan tidak naif. Dosen saya sering mengingatkan bahwa kedewasaan dan kebijaksanaan sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang psikolog yang baik. Level kedewasaan dan kebijaksanaan saya pun teruji saat menangani pasien psikotik / orang gila di sebuah rumah sakit di Bogor selama bulan November 2011. Saya belajar untuk bersabar, memahami, dan menyadari sesakit apapun kondisi mental seseorang, ia masih memiliki hati. Tidak pernah terbersit sebelumnya dalam pikiran saya untuk duduk, mengobrol, berbagi cerita, tertawa, bermain, bahkan menangis bersama orang gila. But it happen already, and it was crazy! :)
Hal gila lain yang terjadi sepanjang tahun 2011 ialah banyaknya teman-teman saya yang menikah! Beberapa di antara mereka menceritakan kisah percintaannya dan bagaimana mereka memperjuangkan cinta itu. Mereka kembali membuat saya sadar bahwa cinta yang diperjuangkan itu masih ada dan sangat indah. Meskipun akhirnya pernikahan menjadi isu sensitif bagi saya yang masih jomblo walau sering berkencan (ehmm..), tetapi saya jadi banyak belajar memahami diri sendiri, bersabar, dan percaya bahwa kebahagiaan individu bukan hanya karena status semata.
Saat teman baik menikah, mereka tentu memiliki kegiatan dan tanggung jawab lain yang menjadi prioritas utama. Meskipun terkadang masih sempat bertemu lagi dengan mereka, tetapi tetap ada perbedaan dalam hal kuantitas pertemuan. Perubahan tetap terjadi, cepat atau lambat. Sahabat dan teman baik pun dapat datang dan pergi, cepat atau lambat.
Teruntuk seorang sahabat yang sudah saya kenal selama 9 tahun, saya sudah pernah bilang bahwa perubahan itu akan terjadi. Mungkin akan ada saatnya kita harus berpisah untuk sementara atau bahkan untuk selamanya. Hanya masalah waktu dan kesiapan diri untuk menghadapi perubahan. Dirimu sempat hadir di hidupku dan memberikan warna tersendiri. Kamu tetap ada di masa lalu walau mungkin tak ada di masa depan. Tak ada penyesalan mengenalmu, karena aku ada saat ini juga karena ada dirimu :)
Terima kasih untuk semua orang yang pernah hadir dalam hidup saya di tahun 2011. Terima kasih untuk semua pengalaman dan pelajaran berharga yang tidak pernah saya peroleh di dalam kelas bernilai puluhan juta rupiah. Saya tidak pernah membuat resolusi apapun tiap menjelang tahun yang baru. Sepertinya sudah terlalu basi untuk membuat resolusi tiap tahun baru. Bagi saya, resolusi dapat terus ada tiap bulan, minggu, bahkan tiap hari. Just let it go with the flow and believe that you will be successful every day and every year.
Happy new year 2012 and get ready to achieve and spread more blessings a year ahead.
p.s: don't get too drunk tonight ;)











