Suatu hari nanti, kamu akan paham kenapa dunia tak melulu tentang keinginan.
Dia penuh dengan harapan. Penuh dengan impian. Juga ada namanya perjuangan.
Semoga tidak berlama lama dengan nanti.
Supaya kamu tidak lama berhenti.
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
ojovivo
KIROKAZE
Xuebing Du

roma★

titsay
$LAYYYTER
Cosmic Funnies
Not today Justin
Monterey Bay Aquarium
Mike Driver

★
Stranger Things

Discoholic 🪩
Sade Olutola

Origami Around
almost home

Kiana Khansmith
Game of Thrones Daily
No title available
seen from Germany
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Kenya
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from United States

seen from Malaysia
@brokolihijau
Suatu hari nanti, kamu akan paham kenapa dunia tak melulu tentang keinginan.
Dia penuh dengan harapan. Penuh dengan impian. Juga ada namanya perjuangan.
Semoga tidak berlama lama dengan nanti.
Supaya kamu tidak lama berhenti.
Setiap ibu memiliki kelemahannya masing-masing.
Begitupun dengan kekuatan yang dipunya.
Mereka adalah manusia terindah tanpa perlu filter kamera.
Kelak, saat kamu dewasa Nak.
Kamu akan paham secara perlahan, bahwa ibumu memiliki kekuatan yang tak bisa kamu bandingkan. Ibumu, memiliki permasalahan, yang mungkin saja kamu tak akan sanggup untuk melaluinya.
Dengan alasan sederhana, demi kamu Nak.
Tanpa kamu sadari, bahkan dirinya pun mungkin tak menyadari, bahwa telah banyak luka berdarah-darah yang tak sempat diobati.
Sering kali bertanya,
Apakah salah memilih?
Ah bukan, sepertinya kamu hanya belum sampai pada titik semestinya.
Ayo R, jangan menyerah !
Menjadi orang lain itu susaaah.
Ya karna memang bukan kapasitasnya. Bukan wadahnya. Kenapa maksain banget buat nutup wadah cemilan yang tumpeh tumpeh bleber sih? Yang ada wadahnya bisa jadi rusak. Sakit hati dia, dipaksa buat masuk semua, merasa di permalukan secara langsung. Ya bukan kapasitas nya kan.
Coba deh ngobrol sama diri sendiri, jejangan ada yang nyangkut tuh di sudut.
Mentertawakan rasa yang tak ingim dirasa, bisa jadi pilihan bijak saat ini.
"Barengan serasa sendirian"
Yes,
Tidak mengenali diri sendiri pada satu waktu, mungkin memang begitu garis yang harus dilalui untuk cerita-cerita kemudian berlangsung.
Tidak perlu alasan pasti, cukup terima saja, yaa memang sedang tidak terarah kemanapun. Diam saja, sembari melihat pada langit apa-apa yang terharap. Menengok kebawah untuk lebih sadar, kamu masih menapak.
Jadi ya,
Cukup terima.
Sepulang dari ganti suasana biasanya rileks, enteng, dan sumringah. Biasa yang berlaku entah beberapa tahun yang lalu.
Kalau tahun tahun sekarang ini, ada tambahan sensasi dari berganti suasana itu. Katakan lah tidak ada peluang untuk berleyeh leyeh - diluar batas kondisi fisik ambruk ya - harus ini harus itu, target nya jelas banget. Kalau telat ngerjain, efek nya luar biasa merugikan.
Macem pakaian kotor yang punya target segera bersih. Iya, segera.
Eh pakaian aja ada target bersih nya, apa kabar hati? Kapan tobat?
Kamu tidak tau
Bagaimana rasanya
Melihat sesuatu yang tidak bisa kamu genggam
Iya,
Baiknya kamu tidak perlu
Untuk tau dan merasakan.
Suka kesel sendiri,
ketika sadar mengabaikan kesempatan.
Mau jadi manusia lebih baik,
Dikasih peluang buat ngisi daya tahan,
Eh malah ngelindur.
Sadar dong,
Ingetin tuh si diri sendiri
Kamu gatau seberapa jauh nya kamu jatuh dalam trauma masalalu. Seberapa tebalnya endapan emosi kamu dari masalalu. Kamu berperasaan bahwa kamu sekarang sudah bebas hanya karna kamu sudah memiliki kehidupan sendiri. Nyatanya, kamu tidak menyelesaikan apapun.
Masalalu itu bagian dari perjalanan hidup kamu. Semakin mengabaikan semakin kamu terjebak dengan segala bentuk ilusi emosi nya.
Kamu gatau apapun
Ada banyak luka, yang tempatnya random. Se-random muncul nya kata-kata dalam pikiran. Lalu yang keluar dari mulut lebih random, alias dikit. Etapi yang munculan di hati lebih lebih random lagi, alias macem efek ledakan nuklir yang pecahannya tersebar dimana-mana ,udah gitu berkeping-keping pula. Macem big puzzle.
Kompleks kali ruang random mu, R haha.
Gue,
Yang gak siap kasih tau dunia.
Tapi butuh koar koar 🤣🤣🤣
Enaknya jerit dimana niih
Bagaimana jika aku tidak bertanggung jawab dengan kata-kata ku?
Ah bukan, aku memang tidak ingin ambil pusing.
Seringkali, menginginkan masa bebas dengan diri sendiri kala itu
.
.
.
.
.
Bring me back
... Ketika kamu adalah yang dinanti dia. Dan waktu terus menggerus harapannya akan kehadiranmu. Katakan aku adalah wanita egois. Yang tak menginginkan kamu untuk dibagi dengan yang lain. Ya, termasuk dia. Aku tak ingin berbagi dirimu dengannya. . Katakan aku adalah wanita yang tak peduli dengan perasaan dia. Biarlah. Cukup kamu untuk ku dan anak anak ku. Tak hanya itu, kamu pun masih dan akan selalu menjadi milik ibu mu. Dimana aku tidak boleh menjadikan suatu pilihan suatu hari kelak. Jangan sampai. . Dan ketika kamu adalah yang dinanti dia. Bukan kah sudah selesai urusan masalalu itu? Menggenggam mu yang diharapkan dia tidaklah mudah. Aku yang harus mengabaikan rasa cemburu. Menguatkan rasa percaya. Mengikhtiarkan bersama. . Aku tidak ingin peduli dengan perasaan dia yang masih tersimpan untukmu. Sampai saat itu, sudah selesaikan urusan masalalu mu? . . . ©brokolihijau.thumblr.com . . #roadto #sakinah #withyou #kido'sbaba #kido'sfam (at Museum Indonesia, TMII) https://www.instagram.com/p/BUvwzXDF8u0/?utm_medium=tumblr
Kenapa tidak kamu resapi yang menjadi luka lama mu? Dengan begitu, mungkin bisa membantu mu menjadikan manusia bijak dalam bersikap.
Kamu jadi tau betul apa yang bisa kembali diterapkan, apa yang harus dilenyapkan. Kamu akan merasa tenang dengan sendirinya, karna kamu menciptakan dirimu sesuai doa doa yang kamu langitkan. Juga doa doa mereka yang menginginkan terbaik untukmu.
Kamu bisa merasa lebih ringan dalam menerima sesuatu yang tidak sesuai. Memaafkan dan menerima, bukan hal yang serupa. Tapi, itu setara.
Coba saja dulu.
Lama sekali tak meyapa laman biru ini. Apa kabar penghuninya? Lama jua tak baca baca tulisan mereka.
Memang niat doang ga cukup ya. Harus ada keberanian buat mulai. Dasar aku, yang terlalu banyak perhitungan untuk eksekusi.
Semalam, cerita singkat sama ipar. Perihal beberap scene perjalanan aku dan suami. Selepas itu, jadi nostalgia sendiri. Wah, ternyata dia banyak jejak ya. Bukan, bukan banyak. Tapi semacam, eh ada dia ding ternyata. Iya, semacam kondisi gitu. Dan seringnya, ga langsung sih. Begitulah,
Btw, gapapalah ya lembaran gini jadi teman seru dalam kondisi apapun.