Jangan-jangan, selama ini kita bukan takut dengan opini orang lain. Tapi kita takut dengan cara mereka melihat kita dengan cara yang sama kita melihat orang lain.
cherry valley forever
ojovivo

No title available
Not today Justin

blake kathryn
šŖ¼

oozey mess

ā
Keni
$LAYYYTER
Today's Document
Cosmic Funnies

tannertan36

No title available
KIROKAZE
Claire Keane

Kaledo Art
Monterey Bay Aquarium

ē„ę„ / Permanent Vacation
i don't do bad sauce passes
seen from Germany

seen from Italy
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Portugal
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Pakistan
seen from France
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from Mongolia
@brwnchoco
Jangan-jangan, selama ini kita bukan takut dengan opini orang lain. Tapi kita takut dengan cara mereka melihat kita dengan cara yang sama kita melihat orang lain.
Another day, another tebak-tebakan suku.
Sering ditanya, "asli mana?" Mungkin ditanyain karena logatku keliatan bgt bukan akamsi wkwk. Biasanya kalau udah ditanyain gitu, aku suka balas, "coba tebak" dan jawaban yang paling sering aku dapat itu melayu dan minang haha. kalau diminta clue, aku cuma bilang kalau aku dari sumatera. Tapi hari ini, out of nowhere aku dikira orang jawa hahaa.
hidup ga sehitam putih itu.
if it doesn't work on you, doesnt mean that it doesn't work on other people. maybe you arent just not good enough, that one just doesn't suit on you. but for anyone else, it might be working.
dan kalau ada sesuatu yang baik untuk kamu, bukan berarti itu satu-satunya jalan yang baik pula bagi orang lain. Bukan berarti itu satu-satunya yang terbaik.
Smile lines are proof you love to smile. Wrinkles are evidence that you're expressive. Every single line on your skin shows everything you have been through. Aging is an everyday victory and the greatest proof of your experience. š¹
There's a house we can build
Every room inside is filled
With things from far away
The special things I compile
Each one there to make you smile
On a rainy day
- a million dreams
I donāt hate you and Iāve already forgiven you. But youāll always be the kind of person Iāll make sure my children (or whoever I raise) never become.
You are the example Iāll warn them about.
Got these from Hygr stall at Nu Sentral š
Awalnya aku lagi liat-liat produk mereka, cobain tester, tanya-tanya. Pengen beli tapi out of my budget at that time (karena habis jalan-jalan juga hiks). Btw ini local sustainable produknya Malaysia. Bahan yang dipake di semua produknya itu alami dan eco friendly.
Aku pilih-pilih dongg sukanya warna lip balm shade apa dan wangi deodorannya yang mana. Terus aku bilang ke kakak yang jaga stallnya kalau ga beli dulu. She has no problem with that, tapi aku yang merasa ga enak. Laluu tiba-tiba kakak ituu ngasih aku sample gratisssss. Baik banget yaAllah. Isi masing-masing packagenya itu all variant woy. š Dan ga sedikitt isi tiap variantnya ituu, bisa dipake beberapa kaliiiii.
Semoga Hygr sukses selaluuuu, berkah, lancar luncur rezekinya. š
Life is short, I'll die soon
Ada satu cerita yang bikin hatiku terhenyuq dari temanku di hostel beberapa waktu lalu.
Dia cerita, pada suatu hari pandangannya kabur, tiba-tiba ga bisa lihat dengan jelas. Padahal sebelumnya ga pernah ada gejala apa-apa.
Waktu dia berobat, dokternya bilang kalau itu karena faktor usia. Ya, menua. Dia speechless dengarnya. Selama ini dia olahraga, makan yang sehat, dia sanggup travelling dan jalan-jalan, tapi ternyata... gejala menua itu tetap datang. Ga peduli sesehat apapun dia.
Dia merasa hidup ini terlalu singkat. Ga terasa tiba-tiba dia harus merasakan yang namanya tua. Pandangan tiba-tiba rabun cukup parah, ga pernah kebayang bisa sampe di tahap itu.
Kejadiannya ga lama, tapi ngasih dia refleksi tentang kehidupan dalam jangka panjang.
"Hidup ini sangattt amat singkat. Pastiin kamu pake waktu yang ada untuk senangin diri sendiri. Bawa diri sendiri jalan-jalan. Itulah yang kulakukan."
"Kita ga tau kapan kita mati. Hidup benar-benar sesingkat itu."
Aku dengarin dengan seksama, merefleksikan ceritanya ke kehidupanku.
Kira-kira, kemana aku akan membawa diri ini di sisa umurku?
favooo!
"Happy first time!" kata teman sekamarku waktu aku bilang kalau ini pengalaman pertamaku nginap di hostel. Kali pertama juga aku berbicara full English dengan orang lain. Biasanya bicara sendiri wkwk. Aku milih untuk tidur di sini, di hostel, bareng dengan stranger, karena range harganya yang lebih murah daripada harus pesan satu kamar untuk sendiri.
Malam itu aku lagi ngobrol dengan teman sekamar yang berasal dari China. Kami ngobrol banyak hal. Dia cerita tentang pengalaman-pengalamannya waktu travelling ke Mesir dan Inggris. So fun! Di situlah aku cerita sama dia tentang banyak hal "first time" bagiku di sini.
Malam besoknya, aku ikut temanku ini ke gym (lagi, untuk pertama kalinya ke gym haha!). Seru, karena belum tau gimana pake alat-alat di gym, aku Cuma ikut temanku yoga aja.
Malam terakhir aku di hostel, teman-teman di kamar yang sebelumnya ada yang udah checkout, jadi datanglah orang-orang baru. Ada yang dari Moroko dan Filipina. Aku merasa hangat ngobrol dengan mereka semua. Ada juga yang datang dari kamar sebelah, lalu ikut ngobrol dengan kami, curhat dadakan, life update, ketawa bareng, sampe penjaga hostelnya negur, "tolong pelankan suara." Ternyata kami seribut itu. Maklum ciwi-ciwi kalo udah ngumpul yaaa begitulah. š
Lalu lalu, karena besok aku harus checkout, aku ngajak mereka selfie buat kenang-kenangan (mereka udah tau kalau aku pertama kali tidur di hostel). Mereka excited dong :'). Ada yang udah rebahan mau tidur terus langsung bangun, siap-siap buat selfie bareng (hati mungielku ini gakuaddd, terharuuu, ingin menitikkan air mata). Temanku yang dari Filipina juga sempat bilang, "Malam ini jadi malamnya Nur, karena besok dia harus pulang ke Indonesia." Aaaaaaa terhuraaaaaa.
Di Malaysia, aku juga janjian ketemu dengan teman onlineku. Say hello to Looky! He's sooo nice. I wish we had more time together. Kemarin itu ketemunya butuh perjuangan bund. Sore-sore, mana hujan deras. Dia neduh di halte, basah-basahan, huhu. Thank youu Looky sudah meluangkan waktu untuk bertemukuw.
(He's Malaysian btw, but I still have to talk to him in English. Next time, we should talk in Malay, okay Looky? And I will also try my best š)
dapat cake dari Looky!
Just watched Sore; Istri dari Masa Depan. My kinda movie sekalii. Udah jarang nonton film yang made me feel this way. Worth to watch for a million timesssssssss!
one day on a day off
Today was the bravest thing I have done in travel terms I guess haha. I have zero ideas about this city routes. Like, if I wanna go to any places, I really dk what transportation should I choose, where should I stop or transit. But on that day I challenged myself boldly about how far I can go alone loll. Long story short (In terms of ceritanya puanjang, pake ada pemberhentian yang keskip around 10pm dan harus take another bus to back in the line, bermodalkan gmaps dan nanya2 dengan petugas, eventually I did it. Many experience has experienced that day. Quite fun! I like this kinda adventure with myself; taking her around the city, bingung bersama, takut bersama, tapi ujung-ujungnya lega juga . Feel like "mission complete!!" then high fived my own selff <3 On that day, I met new friends that have same energy and It felt so relieving. Thank you, Nou, sudah membawa Nou jalan-jalan ke tempat yang baik. My heart is full.
Transition
These days, glimpsing to the old days back then through old pictures has been one of my activities. I remember the old days were so beautiful. When l was too pure to this world, innocent, was wondering so many things. Why some happened that way? Why that thing goes this way? I was curious on a lotta stuff (well, until now lol). After I recall all of those memories, now I wonder about the other thing. Where is the transition? I am today is the same person as I was a baby, toddler, teen. But where's the transition? I feel like now im evolving but when it started? When was the game-changing occurred?
Sometimes I feel like this life is unreal. We live in this world. The same world that a hundred years ago war happened, the same world where Ted Bundy lived. I still find it hard to believe. This world is filled by murderer also, pedofile is everywhere, when the closest one is cant be fully trusted no more. Also, we're living in the world where pornography exists, people with weird fantasy disturbed other people, sexual harrastment everywhere.
*inhale⦠exhaleā¦*
Genocide on one side of earth, a big party on the other side.
No matter what, whether I'm ready or not, I still have to accept that I am living in this world. At the other side, I still can (and I have to) take the positivity, that makes me feel grateful for living here. Many good things happened in this world, either in the past or in the present. #theresalwaysabrightside, kan?
Investasi terbesarku di tahun 2024 adalah join Summer Camp.
Karena ikut Summer Camp, aku jadi tau kalau punya circle perempuan yang saling support satu sama lain semenyenangkan itu. Saling ngingatin buat olahraga, journaling, dan aktivitas-aktivitas positif lainnya. Karena ikut Summer Camp juga, aku jadi tergugah buat coba jenis-jenis olahraga baru selain yang biasanya aku lakuin. This is beyond fun. Punya teman baru yang sevisi memang seseru ituuuu.
Tiap tugasnya juga sangat amat realistis dan friendly untuk perempuan dalam segala profesi. Selama ikut ini, banyak hal-hal yang membuka mata dan perspektif aku tentang how this life goes dari komunitas ini. Buat yang lagi baca tulisanku, terutama kalau kamu perempuan, I really suggest you to join any circles yang support dan sevisi dengan kamu. Bisa ikut komunitas sesuai hobi kamu, organisasi yang ada di sekitar, atau ikut kelas olahraga yang isinya perempuan, intinya surround yourself with positive company. Aku sangat menyarankan kita tidak bergantung dengan satu sumber kebahagiaan. Cari sumber-sumber lain, bisa online atau offline. Talk to people, ikut kegiatan yang positif. Kita perempuan perlu saling merangkul satu sama lain. Realita hidup ini sudah cukup keras terhadap kita yang lemah lembut ini wkwkwk, jadi kita harus punya support system dan menjadi support system juga bagi perempuan lain^^
Ayoo di 2025 ini kita tarik kembali energi yang sudah pernah terbuang sia-sia. Kembali kita tata lingkungan agar tetap terjaga oleh energi-energi yang positif. Efeknya mungkin bakal ada orang-orang yang pergi dari hidup kita. Bukan karena orangnya yang salah, bisa saja karena frekuensinya yang sudah tidak sesuai dengan kita. Boleh jadi di mata orang lain, aku pun termasuk energi yang mereka hindari. Tidak masalah. Kita selalu punya pilihan untuk melindungi diri agar tetap merasa damai. Seiring berjalannnya waktu, pikiran kita semakin terbuka, ilmu juga semakin bertambah, kemauan untuk upgrade diri semakin besar, sehingga sangat wajar jika pemikiran kita sudah tidak resonate lagi dengan lingkungan yang lama. Jadi, wajar jika beberapa orang tereliminasi dengan sendirinya dari kehidupan kita.
Mahar
Beberapa hari yang lalu, aku pergi ke doorsmeer untuk 'mandiin' motor yang udah berkerak karena cuaca hujan Lhokseumawe yang seringkali diselingi dengan panas terik. Selagi nunggu motor dicuci, aku dengar percakapan beberapa laki-laki yang kerja di doorsmeer, yang kebetulan duduknya ga jauh dariku. Awalnya salah satu dari mereka bahas tentang harga emas di Aceh yang lagi tinggi-tingginya. Lalu tiba-tiba pembahasannya jadi ke mahar/mas kawin.
Kurang lebih percakapan yang aku dengar begini. "Kemarin itu aku tanya sama temanku yang perempuan, berapa maharmu. Katanya 20 mayam." "Mukanya gimana?" Tanya temannya. "Cantik, sih." "Kalau mau cari istri, mending di... (menyebutkan salah satu daerah di Indonesia) aja kalian cari, jangan di sini." "Kalau di sini kayaknya kita cari yang di desa aja kan, jangan yang di kota," celetuk yang lain. "Yang aku tau kalau di (menyebutkan salah satu daerah di Aceh), maharnya tinggi kali, apalagi yang pendidikannya S1." "Sakit kepala waktu kita dengar maharnya." "Ada kawanku nikah kemarin itu maharnya x, itu belum sama uang gedung, dll." "Orangnya gimana?" "Cantik pokoknya, kayak Barbie." "Oooh pantaslah." Begitulah intinya. Kurang lebih yang aku tangkap dari percakapan itu adalah mereka mengeluhkan tingginya mahar di Aceh, mahar tinggi perempuan dianggap wajar atau acceptable kalau wajahnya cantik, dan plan B mereka adalah mencari perempuan dari daerah lain atau perempuan desa di daerah sendiri.
Itu opini mereka, tidak salah dan tidak benar. Tidak ada yang salah dari laki-laki memilih perempuan yang cantik, tidak peduli mereka hanya melihat fisik perempuan sebagai tolak ukur, what we women could do is do not settle for less untuk hanya status "yang penting menikah". Kita sebagai perempuan ga perlu marah ketika tau bahwa (ada) laki-laki menilai value perempuan hanya dari fisik. Cukup kita pahami bahwa perempuan punya value yang lebih dari itu. Make our own standard. Kita yang paham diri kita sendiri. Yes, we got the beauty ā and we can have the brains, attitude, education, and the power at the same time. And the right person for us could see all of those values *wink*. Aku percaya bahwa lelaki yang tepat akan menghargai value dan keputusan dari pihak keluarga perempuan.
Untuk yang sekiranya tidak mungkin dapat menyanggupi angka tertentu, menurutku lebih baik mencari yang kira-kira angkanya dapat disanggupi. Alih-alih komplain dan mengomentari dengan kata-kata yang kurang baik.