Hands on Sony a6000 + kit Thanks to @afkarshad, yang sudah mau minjemin Sony A6000nya kemarin buat diraba-raba hehe. Sony Alpha 6000 ini salah satu kamera wishlist gue, selain Panasonic Lumix GX85, dan sempat bikin galau mau ganti kamera ke sony atau lumix wkwk. Dan beruntungnya gue punya temen yang punya, jadi bisa dipinjem dulu sebelum dibeli hehe. Setelah dipake "begini begitu", gue jatuh hati sama body mungilnya yang bener bener ringan dan ramping banget. Dan juga lensa kitnya yang punya focal length cukup lebar yaitu 16-50mm, lebih lebar dari lensa kit Canon DSLR(aps-c), dan distorsinya yang asik banget kalo kata gue. Selain itu, yang bikin gue pingin banget ganti ke kamera ini itu fitur autofocus yang super-fast-banget dan dilengkapi focus-peaking. Tapi sayangnya, Sony a6000 tidak dikasih Cinestyle/Log-profile untuk menghasilkan foto/video yang flat. Karna gue sudah terbiasa main sama Cinestyle-nya Canon, jadi kalau gue jadi beli ini kamera harus nyari lagi tone untuk post-produksinya. Tapi gue ga kecewa, karena sebenarnya kamera ini ada fitur Dynamic Range yang bisa sampai level 5 dan bisa diinstall aplikasi "Liveview Grading" untuk mendapatkan flat-profile, tapi gue belum coba lebih jauh untuk fitur-fitur terselubung ini karena ini bukan kamera gue(takut kenapa kenapa) wkwk. Body dari Sony a6000 ini ringan banget sekitar 300-350 gram, enak untuk dibawa kemana mana, enak untuk foto-foto yang butuhnya cepat, tapi untuk beberapa steadycam kamera ini tidak cocok karena terlalu ringan, kecuali ditambah beban seperti lensa, smallrig, atau yang lain yang bisa menambah beban kamera. Kalau dibandingkan dengan kamera gue yang sekarang, jelas Sony a6000 lebih mumpuni. Tapi kalau dibandingkan dengan Panasonic Lumix GX85, Sony a6000 ini tidak ada In Body Image Stabilization(IBIS) dan flat-profile seperti di Lumix GX85. Tapi Sony a6000 ini lebih unggul untuk ukuran sensor(aps-c), megapixel(24mp), dan autofocus. Dan review dari teman gue yang pakai Lumix, Lumix bitratenya lebih kecil, focus-peakingnya yang kurang terlihat dibanding Sony a6000 ini. Tapi dari teman gue yang pake MFT(micro four third) yang lain bilang, "Sensor MFT udah cukup untuk produksi foto/video produk". MFT itu sensornya lebih kecil dibanding APS-C, gue sih ga suka aja sensornya lebih kecil karena selama ini pake APS-C aja ngerasa risih kalo dibandingin sama Fullframe apalagi MFT haha, tapi gatau juga sih belum bener bener test sensor ditangan sendiri. Jadi #TimSony atau #TimLumix? :v