Allah telah menurunkan Al-Qur'an selama 23 tahun ( 13 tahun mekkah 10 tahun madinah)
Kewajiban kita terhadap Al-Qur'an adalah
Mentadabburi apa yang ada di dalam Al-Qur'an
Mengamalkan segala yang terkandung dalam Al quran serta sunnah sunnah nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
Oleh karena itu Allah azza wa jalla menurunkan Al-Qur'an sebagai pelajaran, ibrah,
Sebagai petunjuk dan peringatan
Sebagai petunjuk dan rahman
Sebagai petunjuk dan juga Nasihat
Sebagai petunjuk dan juga obat (dari penyakit hati dan jasmani)
Selalu di awali dengan petunjuk (hidayah) bagi orang-orang yang beriman
Sedangkan untuk orang-orang yang tidak beriman, telinga mereka ada sesuatu yang menyumbat sehingga mereka tidak bisa mengambil hikmah
Dan juga tidak bisa melihat, artinya tidak bisa melihat petunjuk dari Allah azza wa jalla
Apabila penafsiran terhadap Al-Qur'an itu tidak akan putus sampai hari kiamat, sekalipun penafsiran oleh para Ulama
Maka inilah makna sebuah asar "tidak akan pernah rusak Al-Qur'an itu"
Setiap kali Al-Qur'an dibaca oleh orang mukmin maka akan bertambah ilmu yang didapatnya (mentadabburi)
Maka kita lihat setelah surat al fatihah, maka turun ayat ayat awal Al-baqarah yang sangat bermakna berbunyi
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Referensi: https://tafsirweb.com/37561-surat-al-baqarah-ayat-1-5.html
Pertama kali, bahwa para ulama menyatakan semua tema-tema pokok termaktub dalam surat Al fatihah
Suatu surat yang paling utama di dalam Al Qur'an, Surat Alhamdulillah (AL fatihah) yang ada 7 ayat
Hadits qudsi, membagi surat Al fatihah menjadi 2, ketika hambaku mengucap alhamdulillah, maka Allah menjawab hambaku telah memuji ku,.... Maka Allah menjawab hambaku telah memujaku...., maka Allah menjawab......,......,......
Tanya jawab antara Allah dan hambanya yang membaca Surat Al Fatihah
Tujuan yang paling inti adalah untuk meraih hidayah
Mendulang Fadilah dalam Al fatihah ;
Pemberitahuan tentang Tauhid Rububiyah dan Tauhid uluhiyyah
Meminta hidayah sebagai tujuan utama
ilmu yang menghilangkan hawa nafsu, amal yang menafikkan kebodohan
Ayat pertama dengan pujian kepada Allah azza wa jalla
Kenapa dibuka dengan pujian? Karena Allah azza wa jalla telah memberikan nikmat,
Allah yang telah mengeluarkan kalian dari rahim2 ibu kalian
Nikmat anugrah, allah telah menciptakan apa yang ada dari diri kita semua untuk kita gunakan di dunia
Nikmat hidayah, ini adalah nikmat yang paling utama
Kenikmatan dari Allah azza wa jalla untuk semua mahluk
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam (manusia, hewan maupun tumbuhan)
Kemudian yang kedua arrahmanirrahim, maka Allah akan menjawab hambaku telah memujiku
Maka wajib dari kita untuk mensyukuri nikmat2 yang telah diberikan Allah,
Disurga ada satu pintu yang diciptakan untuk orang-orang yang banyak memuji Allah azza wa jalla
Merenungi dan mentadabbauri nikmat yang telah diberikan Allah akan menambah keimanan kita.
Raja pada hari kebangkitan, Allah lah yang memilik segala kepemilikan
Allah akan memberikan kepimilikan itu kepada siapa saja yang Allah kehendaki
Ketika hari kiamat nanti, Allah akan menyeru kepada semuanya, milik siapakah kekuasaan pada hari ini?
Dan pada saat itulah terlihat, raja yang paling hakiki adalah Allah Azza wa jalla
Ada 3 rukun yang penting tauhid rububiyah
Semua nikmat berasal dari Allah
Semua pujian itu milik Allah
Semua kekuasaan dan kepemilikan itu milik Allah
Maka kita baru mampu mengesakan Allah azza wa jalla dan menuju tauhid uluhiyyah
Penyembahan terhadap berhala(batu/pepohonan) di masa sekarang tidak ada masalah, namun untuk iyya kanasta'in ini yang masih menjadi masalah di kalangan umat muslim
Peribadatan kepada berhala-berhala yang masih hidup contoh mereka yang dianggap memenuhi pertolongan
Misal kita lagi ada musibah, siapa yang akan kita pikirkan pertama kali? Sungguh mereka sesungguhnya tidak bisa memberikan manfaat sedikitpun kecuali atas ijin Allah azza wa jalla
Ini termasuk dalam tauhid isti'anah (dalam tauhid ibadah)
"Celakalah para penghamba ilham, budak dinar,... " sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
Termasuk menjadikan hawa nafusnya sebagai tuhannya
Maka kesalahan terbesar pada saat ini adalah tauhid isti'anah, mencintai apa yang ada di dunia ini melebihi cinta kepada Allah azza wa jalla
Buah dari tauhid ibadah dan isti'anah ini adalah dikabulkannya doa doa kita
Maka kelanjutan ayat nya adalah tunjukanlah kami jalan yang lurus (hidayah), permintaan permohonan doa untuk diberikan hidayah oleh Allah azza wa jalla
Maka apabila tauhid rububiyah, ibadah dan isti'anah akan menghasilkan tauhid uluhiyyah dan insya Allah doa kita akan dijabah Allah azza wa jalla untuk diberikan hidayah (jalan yang lurus) yaitu jalan yang Allah berikan nikmat kepada mereka ( nabi/utusan Allah, shadiqqin/percaya apa yang difirmankan Allah, syuhada/berkorban atas harta dan raga, shalihin/muhajirin)
Jalan yang lurus ini memiliki 2 sifat
Bukan jalan orang yang Allah murkai, mereka punya ilmu tapi mereka tidak mengamalkannya
Bukan jalan orang yang tersesat, orang beramal tanpa ilmu
"Bersedikit dalam beramal tapi sesuai dengan sunnah, itu lebih baik dari pada banyak beramal tapi menyelisihi sunnah"
Kebenaran datangnya dari Allah azza wa jalla, dan jika ada kesalahan dalam tulisan ini maka itu murni karena kesalahan saya
Wallahu a'lam bishshowwab