Pernah pada suatu masa
Aku ingin menorehkan kuas menarikannya di atas kanvas dengan beragam warna
Dan disaat yang besamaan, menderaskan air mata
Meneriakkan teriakan yang tak beriak
ah, embuh
Jules of Nature
trying on a metaphor
Show & Tell
🩵 avery cochrane 🩵

Product Placement
Sade Olutola
Game of Thrones Daily
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosimo Galluzzi
Xuebing Du

#extradirty
NASA

❣ Chile in a Photography ❣

oozey mess
Keni
DEAR READER
taylor price

No title available
noise dept.

if i look back, i am lost

seen from Oman
seen from Oman

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Taiwan

seen from Lithuania
seen from United States
seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from United States

seen from Brazil
@cakoyong
Pernah pada suatu masa
Aku ingin menorehkan kuas menarikannya di atas kanvas dengan beragam warna
Dan disaat yang besamaan, menderaskan air mata
Meneriakkan teriakan yang tak beriak
ah, embuh
Tentang Mengalah
Hidup tidaklah pernah sesederhana itu Sesederhana ocehan motivator yang lantas kita mantuk-mantuk mendengarnya lalu mengamini Sesederhana tangisan bayi lantaran pup atau lapar Akan selalu ada peperangan ego dalam diri ini Memilih maju berperang mempertahankan ego atau Cukup diam mengalah walaupun dada bergejolak Tapi begitulah Hidup memang tentang pilihan bukan Dan setiap pilihan-pilihan itu tetap memiliki dua sisi berlawanan Didalam sebuah pernikahan kerap diajarkan tentang Berani Mengalah Karena memang hanya itu rumus sebuah keberhasilan menyatukan dua hal berbeda Bukan lagi perihal melengkapi Lantaran setiap jiwa memiliki ego nya sendiri Namun bagaimana caranya supaya bertahan dan menjaga keutuhan
Senja Ketika semesta warna bertasbih dalam semburat jingga Menautkan doa-doa yang dirapal para Kekasih MenujuMU Sang Maha CINTA Dalam Waktu yang tiba-tiba saja berlaku stgnat
Setiap kita butuh waktu untuk sendiri Bercermin Melihat ulang apa yang telah terjadi Merencanakan perjalanan ke depan Ini waktu kita Ini hidup kita Maka persiapkan segala kemungkinan yang terjadi Dalam perjalanan panjang ini
Menuju Pada sebuah titik yang tak tentu Entah sekedar titik koma Ataukah sebenar-benarnya titik. Tak perlulah menduga-duga Karena pada akhirnya Kita akan bercerita tentang sebuah proses Dan bukan akhir cerita
Lakon Kita mesti belajar pada mereka Menjalani kehidupan dengan kesederhanaan Bahwa yang sedikit mesti disyukuri Dan yang banyak mesti dibagi Toh hidup dan kehidupan bukan persoalan fisik Akan tetapi lebih pada persoalan hati
Ada yang merengkuh masa Tiba-tiba Berkelindan pada senja Menautkan harapan Dan menghempaskan kenangan Seketika Dan ingatan menjadi hal yang pertama kali ditanyakan ketika bangun nanti
23.30 tepat. Tiba-tiba saja saya berteriak "Ssssseeettttt..taaaannnnnnn". Kampret! Rupanya mimpi buruk tentang Setan. Sialnya saya tiba-tiba merinding. Lampu kamar saya hidupkan. Lalu mencoba untuk kembali terlelap. Tapi kelopak mata enggan tertutup. Cahaya lampu terlalu kuat untuk menerobos sela-selanya. Terpaksa segera ke belakang. Menghidupkan lampu ruang tengah. Ambil wudhu dan sholat malam. Rencana mau bikin kopi. Seperti yang dilakukan banyak penulis atau pekerja kreatif di malam hari. Tapi urung dan baru sadar kalau saya termasuk golongan manusia 7-3. Masuk jam 7 pulang jam 3 sore. La kalau bikin kopi sekarang tidurnya malah setelah subuh nanti. Terus kate tangi jam piro jyaalll?
Tak bisakah kau tinggal lebih lama lagi Sekejap lagi Karena nafasku tinggal sepenggalan Dan biarkan aku rebah di pangkuanmu
Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan Maka merindukanmu adalah sebuah kepedihan
Aku lelah Seharian mengejar bayanganmu Agar bayangan kita bisa bersama
Aku mengagumimu bahkan hingga ke ubun-ubun Hasrat yang begitu membuncah Hanya bisa berharap Kau memenuhi hasratku malam ini Sekalipun hanya lewat sekelumit mimpi Atau aku akan menerjang pintu kamarmu Memaksamu bersenggama Juga lewat mimpi
Aku mengenalmu dengan sangat baik Tapi aku tak pernah bisa mengenali diriku sendiri Bahkan melalui cermin Bisakah kau membantu? Nanti akan aku beri hadiah sebuah pelukan
Jika laku ku melukai hatimu Maka kutuklah aku menjadi batu kali Setidaknya tukang batu akan menjadikanku pondasi Di tembok rumahmu Dan aku tetap dekat padamu Tanpa harus melukai
Ada Jejak-jejak Yang menjejak dalam Ke kedalaman hati Berkubang Menjadi satu pusaran Keheningan
Perjumpaan ini tak pernah sia-sia
Langit,... rupanya hujan yang turun malam ini tak mampu mencairkanmu. Berlakulah sesukamu ya sesukamu saja karena aku adalah Bumi dan akan selalu berada disini disisi yang berseberangan darimu disisi yang mampu melihatmu berjalan tanpa menoleh lagi berjalanlah sejauh yang kamu bisa berlarilah jika kamu masih punya tenaga dan aku selalu siap untuk menangkap tubuhmu jika terjatuh." - Bumi