Alhamdulillah sudah 30 tahun Allah berikan rezeki kepada suamiku. Semoga selamanya selalu dilimpahkan kasih sayang dan diliputi keberkahan dari Allah 💐🎂💛
Selamat ulang tahun, Sayangku.
No title available
Misplaced Lens Cap

gracie abrams
d e v o n
h

Discoholic 🪩
Mike Driver

Love Begins
almost home
YOU ARE THE REASON

bliss lane

shark vs the universe

if i look back, i am lost
No title available
No title available
Not today Justin
Show & Tell
No title available

blake kathryn
noise dept.
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Sweden

seen from Türkiye
seen from United States
seen from New Zealand
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@calicocoon
Alhamdulillah sudah 30 tahun Allah berikan rezeki kepada suamiku. Semoga selamanya selalu dilimpahkan kasih sayang dan diliputi keberkahan dari Allah 💐🎂💛
Selamat ulang tahun, Sayangku.
Mencari perlindungan untuk bobo siang 🥱
Suamiku : besok ke pasarnya agak siang ya mau nonton Haaland dulu 😁
🤣 kok gemes ya dengernya wkwk
Aku : iya kita belanja beres pertandingan aja, takut gak fokus kayak kemarin (waktu cabo verde vs argentina) 🤣🤣🤣
Tampaknya Erling Haaland juga menginspirasi banyak orangtua. Siapa yang tidak ingin punya anak sehat, menjulang, kuat? Tapi apakah ayah bunda adalah Alfie Haaland dan Marita Braut? Apakah ayah bunda juga disiplin hidup sehat dan atletis? Jika tidak, apakah bisa menaruh ekspektasi setinggi itu pada buah hati ayah bunda? Apakah pantasstssssh? Hmmm mari kita renungkan...
Cape Verde sepertinya sudah menginspirasi banyak orang. Rasanya mereka tetap menang dan dirayakan dunia meskipun tidak unggul di papan score.
Playlist setrika baju tetap wijaya 80
Aku ingin terbang bebas
Aku ingin bergembira bersamamuuuu...
Beli bubur kacang ijo
Aku : Pak kacang ijo dibungkus 1 ya, gak usah pakai susu kental manis
Bapak kacang ijo : 1 gak pakai kental manis ya, pakai ketan sama roti gak? Mau ketan putih atau merah?
Aku : gak pakai roti, pakai ketan merah ya, Pak
Bapak kacang ijo : *dengan sat set menuang kacang ijo, ketan, kuah santan dan susu kental manis*
Aku : 🙂 *kaget*
Bapak kacang ijo : 🙂 *sama kagetnya*
Bapak kacang ijo : eh gak pakai susu kental manis ya, saya ganti ya 🥲
Aku : gapapa pak gapapa udah gitu aja hehe
Bapak kacang ijo : beneran gapapa? Maaf ya 😁
Pas pulang dicoba ternyata pas manisnya 😌
sebelumnya pernah coba beli tapi kemanisan makanya minta gak ditambah susu kental manis 🤣 mungkin karena bapaknya sadar ketika susu udah dituang sebagian jadinya rasanya pas 😌
Suara hati kucing part 2
Aku bukan rebahan (malas). Aku cuma istirahat, melambat sedikit sampai punya energi lagi. Kalau sampai besok masih capek, kuharap ada seusap semangat yang sampai dari masa lalu untuk menenangkanku. Apakah akan datang dengan segera suluh mimpi ketika upaya masih berupa api yang menyala? Tak apa jika yang sampai sebutir atau dua butir bara yang redup. Aku akan menunggu angin sejuk membuatnya terbakar lagi. Sementara itu, aku tidur siang dulu sebentar sambil mengeliminasi mana yang masih harus kulawan dan mana yang harus berhenti kuperhatikan.
Suara Hati Kucing
Udah selesai belum kak prokrastinasinya?
eh tapi gapapa kak, gak semua hal harus dikerjakan sekaligus. Dalam sehari kalau yang bisa dilakukan hanya bertahan hidup juga gapapa sekali loh, Lagian kalau kakak kapasitasnya adalah sebesar kucing gang, kan gak bisa mau lari kenceng kayak cheetah. Hidup yang menurut kita medioker ini kadang cuma ilusi dari POV manusia yang sedang kelelahan. Kalau disadari satu persatu, lembar demi lembar catatan hidup kita isinya rezeki dan kasih sayang Allah semua. Masih bertahan ditengah huru hara dunia aja udah hebat banget kita . Semangat ya, Kak. Lain waktu boleh sekalian kasih treat buat aku, jangan cuma foto deh.
Semoga jastip ikan ini bertahan biar bisa makan ikan laut segar 😭
Perspektif tentang Mengandung dan Melahirkan dari Seseorang yang Belum Pernah
Beberapa waktu silam pernah terjadi kegaduhan, karena ada pendapat bahwa seseorang dengan keadaan ekonomi yang buruk sebaiknya tidak hamil dan membesarkan anak. Lebih jauh lagi membahas biaya pendidikan yang saat ini nominalnya cukup gila membuat pasangan yang berencana ingin punya anak semakin cemas. Alih-alih berdebat setuju atau tidak setuju dengan pendapat tersebut, aku mau berbagi sudut pandang dari seseorang yang belum mengandung dan melahirkan.
Perencanaan kehamilan terbaik yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan kehamilan itu sendiri. Kapan kita memutuskan untuk hamil dan "perasaan siap" menjadi orangtua merupakan hal penting terkait keadaan psikis kita dan pasangan. Dulu sebelum menikah kami mencoba menjawab pertanyaan kenapa kami perlu punya anak? Apa tujuannya? Pertanyaan mendasar itu berkembang menjadi bahasan yang lebih kompleks setelah menikah. Dari sekian banyak persiapan, urusan pembiayaan menjadi salah satu yang kami bahas dari waktu ke waktu. Mulai dari biaya pemeriksaan medis sebelum kehamilan, biaya selama kehamilan, proses melahirkan hingga membesarkan anak, termasuk di dalamnya adalah biaya pendidikan anak. Tentunya tidak ada persiapan yang sempurna, namun dengan mengupayakan yang terbaik kita akan merasa lebih tenang menghadapi persoalan di kemudian hari.
Ketika memutuskan untuk memiliki anak, maka secara otomatis kita juga akan memiliki tanggung jawab finansial tambahan. Banyak calon orangtua dengan keadaan mereka saat ini akhirnya khawatir tidak bisa memberikan kehidupan yang layak (menurut standar mereka) bagi anak-anaknya kelak. Memberikan parenting terbaik dan pendidikan yang berkualitas adalah harapan semua orangtua, tetapi dengan situasi rumah tangga yang beragam tentunya sebuah nasihat atau statement tidak bisa diaplikasikan dengan seragam. Penting bagi kita untuk mampu mengukur kapasitas diri sendiri karena hanya kita yang betul-betul paham kebutuhan dan kondisi sebenarnya seperti apa.
Sebelum menjadi orangtua, kita semua tentu punya pengalaman menjadi seorang anak. Setiap orang memiliki latar belakang berbeda yang juga akan melahirkan pendapat berbeda tentang pengasuhan dan nilai-nilai yang kita pegang. Orangtua kita adalah contoh paling dekat untuk belajar parenting dan nilai-nilai penting sebuah keluarga. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyadari apa saja nilai baik serta nilai yang kurang baik pada pola pengasuhan di keluarga kita. Dengan cara itu kita bisa memutus siklus toksik dan mempertahankan nilai yang sudah baik.
Saat ini ada beberapa orang yang memutuskan untuk childfree. Alasannya beragam mulai dari pengalaman traumatis di keluarga, biaya, hingga masalah lingkungan. Alasan apapun rasanya bisa diterima mengingat setiap individu mempunyai kerentanan yang berbeda. Seseorang dengan kesadaran yang baik sepertinya akan membuat keputusan bijak bagi dirinya sendiri meskipun ada tuntutan dan tekanan eksternal. Memiliki seorang anak artinya menambah satu tanggung jawab besar, menambah satu peran dalam kehidupan kita yaitu menjadi orangtua.
Pengalaman tidak baik ketika tumbuh sebagai seorang anak akan terekam, di kemudian hari berubah wujud menjadi berbagai bentuk kecemasan. Salah satunya mungkin kecemasan untuk mempunyai keturunan. Bukan hanya orangtua yang abusive, kemiskinan juga bisa menjadi trauma. Keterbatasan akses dan fasilitas yang bisa diberikan oleh orangtua bisa menjadi penyebab hilangnya banyak kesempatan baik di hidup kita. Kekhawatiran akan kondisi finansial yang berlebihan bisa menjadi salah satu jejak dari luka di masa silam. Hal ini sedikit memberi penerangan mengapa beberapa orang dengan lantang mengatakan orang miskin tidak usah punya anak.
Mata setiap orangtua melihat anak dengan pandangan yang berbeda. Ada yang memiliki anak sebagai sebuah fase lanjutan setelah menikah, semacam fase pupa dalam tahapan metamorfosis serangga. Seakan-akan sebuah keharusan melewati fase tersebut untuk masuk ke fase berikutnya. Harus jadi pupa dulu kalau mau jadi kupu-kupu. Namun kabar baiknya kita adalah manusia, bukan serangga. Jadi kita tetap akan menjadi manusia, meskipun tidak menikah dan tidak punya anak. Ada juga yang (sadar maupun tidak) menjadikan anak sebagai perekat keharmonisan suami istri, sebagai penerus marga, sebagai pewaris, sebagai caregiver masa tua dan masih banyak lagi. Sudut pandang ini baiknya dikembalikan lagi kepada diri kita sebagai pertanyaan untuk dijawab sendiri jika kita adalah seorang anak, kita ingin dilihat seperti apa oleh orangtua kita? mungkin dengan begitu kita akan sadar bahwa memiliki anak maknanya tidak sesempit sebuah fase pupa dalam siklus hidup serangga.
Tidak bisa dipungkiri jika keterbatasan ekonomi sebaiknya memang menjadi pertimbangan besar bagi seseorang untuk mempunyai anak. Hal yang lebih penting dari itu sebenarnya adalah kemampuan mengatur keuangan. Mempunyai kecerdasan finansial akan banyak membantu dalam perencanaan biaya membesarkan anak hingga pendidikannya kelak. Menurutku bukan hanya mempunyai kekayaan yang melimpah, ketenangan calon orangtua juga sebaiknya berasal dari keadaan ekonomi stabil serta skill untuk mengatur keuangan yang baik. Bukan orang yang kekurangan saja yang harus mempertimbangkan punya anak, orang yang tidak bisa mengatur keuangan pun sebaiknya berpikir berulang kali sebelum memiliki anak.
Kesadaran yang tinggi akan pentingnya pendidikan, membuat orangtua memprioritaskan berbagai hal berbau akademis. Mencemaskan biaya pendidikan dan membandingkan kualitas antar sekolah seringkali menjadi topik keluh kesah orangtua yang bergulir online maupun offline. Memang cukup mengerikan melihat hantaman video-video pendek berisi anak SMP dan SMA tidak lancar membaca, tidak lancar operasi dasar aritmetika, memukuli guru, merakit dan meledakkan bom di sekolah. Informasi ini membuat orangtua berlomba mencari sekolah dengan lingkungan yang aman dan kondusif untuk mencari ilmu. Di beberapa sekolah bahkan ada antrean mendaftar sebagai murid baru yang bertahun-tahun lamanya.
Bicara tentang sekolah, ada salah satu cerita orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah internasional dengan pengantar berbahasa Inggris. Anaknya mengalami kesulitan belajar dan tidak mempu mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Penyebabnya adalah anak tidak familiar dengan bahasanya. Orangtuanya tidak fasih berbahasa Inggris dan percakapan sehari-hari mereka di rumah adalah Bahasa Indonesia. Tentu saja tidak ada yang salah dengan mengusahakan pendidikan yang terbaik untuk anak, terlebih jika sumberdayanya ada. Tidak ada yang salah dengan menyekolahkan anak di sekolah paling mahal sekalipun selagi mampu membayar. Tapi apakah hal-hal lain seperti kemampuan anak, minat dan bakatnya tidak menjadi pertimbangan dalam memilih sekolah? Lagipula tugas utama memberikan pendidikan itu bukan di sekolah atau sepenuhnya tanggung jawab guru. Lalu tugas siapa?
Ya! Tugas mendidik anak sepenuhnya adalah tanggung jawab orangtua.
Menjadi orangtua adalah pilihan. Boleh diambil boleh juga tidak. Kita yang tahu apa yang terbaik buat kita dan hanya kita yang tahu jalan mana yang sepertinya akan lebih mudah dilalui. Kita yang bisa menentukan ingin menjadi orangtua seperti apa. Jika merasa mampu membesarkan anak dengan segala keterbatasan, bertanggungjawablah dengan keputusan itu karena melahirkan satu generasi dengan banyak trauma bukanlah suatu hal yang bijak. Jika merasa mampu membesarkan anak dengan sumberdaya yang lebih baik bukan berarti boleh mencibir keadaan orangtua lain yang terbatas karena kemiskinan struktural, kesenjangan ekonomi, pemerintah yang korup, kebijakan yang tidak adil bisa membuat seseorang mengambil keputusan yang berbeda. Jika memilih tidak ingin punya anak, mari saling menghormati dan jangan menjadikan struggle para orangtua menjadi bahan olok-olok. Jika punya trauma kenali dan terima, bukan diproyeksikan dengan berkata-kata yang menyakitkan dan menghakimi.
Silakan memilih.
Oh iya, hargai juga pasangan yang tidak punya pilihan karena kondisi tertentu, misalnya punya kondisi medis. Jangan tanya kapan punya anak dan kenapa gak punya anak karena itu bukan urusan kita.
Bersyukur jadi manusia, kalau jadi jerapah mau tidur aja susah memposisikan kaki dan leher 😭
Allah menciptakan hari Rabu tanggal 7 Januari 2026 dan rasa tenang di dunia ini. Allah mahatau apa yang menjadi kelemahanku, maka besok adalah bentuk kasih sayang berupa hari libur kerja yang tidak disangka-sangka. Tidak direncanakan. Tidak juga diniatkan, tapi aku butuhkan.
Hari ini kupeluk diriku sendiri lebih lama, lebih erat dari tepi luka yang kuhubungkan dengan benang jahit di tempatku bekerja. Kalau kutemukan diriku tengah terbangun dengan perasaan hampa, kali ini tak akan kuisi dengan apa-apa. Aku akan mencoba memaklumi jika dunia memang menghancurkan kita sesekali. Gapapa.