berekspektasi yang kian tiada habisnya,Â
seseorang wanita yang tergelak lemah,
masih saja mencari secerca kalimat pembangkit untuk dirinya,
kala, mentari terbit bahkan mentari tenggelam.
lirikan dan pandangan kian hari kian tajam,Â
kutanyakan dengan nada panjang,
kenapa lagi wahai kau wanita tua,
tatapan kosong dan pandangan sinis masih saja terbuai. gelak tawa mu, bisa di terka.














