Kembali ke ruang narasi :D Pertanda empunya amat longgar waktunya atau sedang bergejolak hati dan pikirannya oleh ribuan benang kata kusut. Ahlan wa sahlan :)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Cosimo Galluzzi
styofa doing anything
ojovivo
Sade Olutola

Kaledo Art
todays bird

if i look back, i am lost

tannertan36

Kiana Khansmith
taylor price
Peter Solarz
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Today's Document

★

Origami Around
Stranger Things
Alisa U Zemlji Chuda
dirt enthusiast

pixel skylines

seen from United States

seen from T1

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from United States
seen from Sri Lanka

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Spain

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Spain
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Syria

seen from United States
@catatanhasya
Kembali ke ruang narasi :D Pertanda empunya amat longgar waktunya atau sedang bergejolak hati dan pikirannya oleh ribuan benang kata kusut. Ahlan wa sahlan :)
SHARING BIMBINGAN KARIER Assalamu’alaikum Teman-teman semua :D Hasyya kembali hadir, nih. Kali ini khusus untuk kawan-kawan yang tertarik sharing bareng tentang pengalaman bimbingan karier. Infografis diatas adalah guideline dari sharing CatatanHasyya ke depan. Kurang lebih akan memuat 5 artikel dengan topik-topik seperti diatas :D
STRONG WHY dari artikel ini, berangkat dari rasa ingin berbagi yang besar. Pengalaman yang menurut Hasyya bermanfaat ini, sayang kalau hanya disimpen sendiri di catatan.
Oleh karena itu, dibuatlah rangkaian sharing ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil oleh teman-teman pembaca sekalian :) Insya Allah sharing ini akan Hasyya publish di akun Tumblr Blog setiap akhir pekan.
Taglinenya, fokus beramal dan berkarya, lejitkan potensi, tebarkan manfaat! :D - - - - - - Tasikmalaya, 21 Juli 2020 Source pic: edited in canva.
KEMBALI
Kembali mengingat tujuan utamamu, Hasy. Jangan silau dengan kilau orang lain? Cukup bercermin dan syukuri kilaumu sendiri.
Ayuk kita luruskan kembali tujuan hidup kita. Berjumpa dengan Allah? Tentunya :’) Lalu bagaimana caranya? Ayuk kerjakan semua yang Dia suka. Agar Dia ridho.
Sedangkan apa-apa yang ada di atas bumi ini. Janganlah kamu risaukan. Dunia ini hanyalah sementara. Sangat tidak ada bandingannya dengan seluruh Rahmat-Nya.
Sedangkan merencakan aktivitas di bumi ini, semata adalah agar menjadi jalan untuk menuju Ridho-Nya. Apa saja. Asal Allah swt ridho. - - - - -
RIngan-ringan dulu :)
Tasikmalaya, 4 Juli 2020
BUKAN MAK COMBLANG #3
Siapa yang sebelumnya sudah baca catatan hasyya yang berjudul Bukan Mak Comblang #1 dan Bukan Mak Comblang #2? :D Kalau belum, bisa nih dibaca dulu di link berikut ini. Bukan Mak Comblang #1https://catatanhasya.tumblr.com/post/619711531083513856/bukan-mak-comblang-1Bukan Mak Comblang #2 https://catatanhasya.tumblr.com/post/619726148845371392/bukan-mak-comblang-2
Nah, untuk yang sudah membaca dua catatan tersebut, hari ini hasyya akan beri tahu, kalau catatan Hasyya Bukan Mak Comblang #3 sudah siap dihidangkan lho :D
BUKAN MAK COMBLANG #3
Sebuah hari yang saya lupa tepatnya, ada seorang ammah yang bertanya di grup. “Apakah ada yang mengenal akhi N?” Lalu saya yang memang tidak asing, menjawab, “saya Ammah”. Setelahnya, ammah kemudian menghubungi saya dan kami bertemu.
A: Hasyya kenal dengan akhi N?
H: Iya mah, kenal banget dari Maba.
A: Hasyya bisa jelaskan bagaimana orangnya?
H: Iya kenal insya Allah, sejak Maba satu kelompok Ospek. Beliau seorang hafidz Quran, waktu Ospek dapat predikat Mahasiswa Baru Bertaqwa.
Ada banyak sekali cerita yang kemudian berlanjut saya jelaskan setelah pertemuan tersebut, baik melalui pertemuan langsung maupun via whatsapp. Saya pun sempat berusaha meminta pendapat kakak-kakak yang mengenal akhi ini agar jawaban saya tidak subyektif.
Setelah pertanyaan terakhir dari ammah. Saya sudah berfikir, sepertinya akhi N ini sedang berproses untuk menikah dengan seseorang. Tapi ya saya tidak tahu dengan siapa, tunggu saja kalau akhi ini mengabari. Pastinya lah ya, kan teman dari maba, bahkan sudah 2 tahun satu organisasi di kampus. Nanti pasti berkabar juga. Simpan saja informasi ini, agar tidak ada berita-berita yang belum valid tersebar.
Bulan April di Ramadhan kemarin, teman-teman semuanya juga pasti merasakan adanya pandemi ini kan ya? Ketika menjelang ramadhan, sekilas saya membantin. Saudara saya akhi N ini apakah tidak jadi menikah apa ya? Kok belum ada kabar-kabar apa-apa. Pun juga jarang sekali muncul di forum-forum online. Ya sudahlah, sekilas saja batin itu mampir. Ya sudah, mungkin belum berjodoh kali ya, atau karena lagi pandemi ditunda gitu.
Pandemi ini tentunya membuat semua rencana menjadi bubrah, ya gak? Semestinya santri asrama bulan april wisuda, akhirnya ditunda. Jadilah kami musyrifah-musyrifah kewalahan membuat rencana B. Di tengah obrolan kami, lalu Ammah supervisor kami memberitakan tentang akad nikahnya yang insya Allah dilaksanakan akhir bulan Juni.
Sontak semuanya bahagia, akhirnya ammah supervisor kami menikah setelah pengabdiannya membersamai kami semua para musyrifah. Di saat mungkin rekan-rekan bahkan adik-adiknya telah mendahuluinya menikah :’)
Lalu bertanyalah kami, “siapakah yang akan membacakan akad nikah, ammah?”. Ammah bilang, “Kalau orangnya ngeh, nanti dia pasti peka”. Ditunggu beberapa detik, tidak ada yang peka sama sekali. Jadilah kami menerka-nerka akhi ini akhi itu yang namanya mungkin cukup familiar. Dan jawabannya bukan. Akhirnya beliau menyampaikan clue, “Jadi, dia ini Mas’ulnya Hasyya di FIS”.
“Masya Allah, sama Cholid mah? Baarakallah ammah, masih gak percaya hasyya ini.”
Maafkan kepolosan saya ya, sudah 3 kali bersinggungan dengan bab comblang men-comblang, tapi tetap saja terlalu polos untuk lalu menerka takdir Allah :’) Tapi ya begitu, memang rahasia ini hanya Dia yang tahu. Kayak lagu “Menanti Cinta” OST Ketika Cinta Bertasbih. Coba cek deh lagunya :D
Baarakallah Ammah Masna dan Akhi Cholid Nasrullah :’
Saat tulisan ini kalian baca, insya Allah sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Seorang ustadzah pengajar Quran dan hafidzah Quran yang berjodohnya dengan ustadz pengajar Quran dan hafidz Quran :’)
Terharu dengan kisah keduanya, sependek penglihatan saya karena mengenal keduanya cukup dekat. Menjadi orang yang menjadi bagian dari proses ta’aruf kalian berdua itu tidak mudah. Bahkan di kisah #1 dan #2 pun hasyya berusaha menuliskan kisah tersebut lama setelah kejadian. Agar catatan ini tidak mendahului takdir Allah :’)
Menikah bukan hal yang sederhana. Ada seorang akhi yang dengan was-was menunggu informasi mengenai seorang akhwat yang dia taksir. Pun ada seorang akhwat yang berusaha yakin dengan jawaban dari seorang informan. Sampai bertanya beberapa kali. Ada juga seorang akhi yang pada akhirnya merelakan untuk tidak melanjutkan langkahnya, setelah beberapa informasi disampaikan kepadanya. Jadi seseorang yang tahu tentang proses seseorang sedang ta’aruf ternyata juga tidak sederhana guys. :’D Harus objektif dan amanah.
Pun ada pernikahan yang kemudian atas izin Allah pun terlaksana, dan saya bahagia karena menjadi bagian kecil di dalamnya :’)
Baarakallahu laka wabaaraka ‘alaikuma wajama’a baina kuma fii khoiir :’)
Tasikmalaya, 28 Juni 2020
Kuasa-Mu Cover by: Diah Meta Arofah Dalam keheningan kubersimpuh Kubuka lembaran-lembaran Kitab-Mu Kutemukan damai membaca sabda-Mu Tuhan, 'ku memohon Tuhan, 'ku memohon Pancarkan cahaya di hidupku Tuhan, kupercaya Engkau pasti telah Merencanakan yang terbaik untuk diriku Agar 'ku tak jatuh dan selalu ada di jalan-MU Tak perlu kulihat, tanpa 'ku mendengar Dapat kurasakan, selalu kurasakan Betapa besarnya kuasa-Mu Tuhan, 'ku percaya Engkau pasti telah Merencanakan yang terbaik untuk diriku Agar 'ku tak jatuh dan selalu ada di jalan-MU Kepada-Mu 'ku meminta, 'ku menyembah, kubersujud Tuhan, aku percaya Kau pasti berikan Telah Kau sediakan semua bagi hamba-Mu Tanpa Kau bedakan Tuhan, jangan biarkan (jangan biarkan) Hatiku mengeluh meragukan rahmat-Mu Tuhan, hanya Engkaulah penuntun langkahku 'Tuk selalu ada di jalan-Mu Tetap di jalan-Mu - - - - - - Artist : Bunga Citra Lestari Title : Kuasa-Mu - - - - - - Tasikmalaya, 15 Juni 2020
SELF REFLECTION, LESSON LEARN #1
Tidak terasa sudah 1 pekan #30daysjourney bersama Rumah Kepemimpinan Jogja berlangsung. Awalnya saya tidak mengira bisa mengikuti journey ini sampai dengan detik ini :D Bisa jadi sudah banyak informasi atau ilmu yang kita dapatkan melalui banyak media ya. Tapi memang ilmu yang kita sadari dan kita fahami adalah rezeki tersendiri. Dan saya mendapatkan banyak pencerahan melalui journey ini.
Pekan pertama #30daysjourney ini dilalui dengan berbagai bentuk. Salah satunya LargeSession dengan materi Talent Maping. Ada beberapa hal yang saya dapatkan dan efek setelah mendapatkan materi talent maping :D
Journey ini dimulai dengan welcoming night yang sangat enjoy dan asyik. Saya bisa bertemu dan mengenal orang-orang baru yang sangat easygoing. Pertemuan pertama ini menjelaskan tujuan dari perjalanan ini, apa saja yang akan kami temukan selama perjalanan, bagaimana menyikapi setiap pemandangan di sepanjang perjalanan, dan setiap lesson learn yang didapatkan semuanya belong to each person. Semuanya diserahkan kepada masing-masing individu :D
Talent Maping
Sebelumnya, saya sudah pernah mengikuti test Talent Maping entah sudah berapa bilangan. Barangkali ketika saya SMP dan SMA sudah pernah, hanya saja waktu itu tidak begitu bisa memahami hasilnya yang diserahkan kepada orang tua. Apa sayanya saja yang pas ngelamun atau ngantuk, jadi pas dijelaskan tentang hasilnya gak ingat lagi sekarang XD Ketika masa kuliah pun pernah juga secara mandiri test kepribadian dengan beberapa jenis test. Sebagian sudah mulai menggambarkan diri saya, sebagiannya lagi terasa kok gak sesuai ya haha.
Sesi sharing pertama ini dibersamai oleh Pak Fachrul Tanjung, profil beliau luar biasa sekali, pun ketika menyampaikan materi sangat bersahaja, tulus, dan sinar mata serta air mukanya sangat bersahabat. Kalau waktu SMA dulu saya punya sosok guru yang seakan seperti orang tua sendiri, beliau ini salah satunya juga.
Terutama yang sangat mencerahkan adalah bagaimana cara membaca hasil test Talent Maping ini yang kemudian dirumuskan dalam bentuk aktivitas ataupun pekerjaan. Penjelasannya sangat lengkap dan sangat mencerahkan. Saya benar-benar mulai menyadari banyak kekuatan yang sebelumnya belum saya sadari.
“Setiap orang dibekali oleh Allah bakat (talent), tapi jika bakat tersebut tidak dioptimalkan, artinya kita sudah mendzolimi diri sendiri dengan tidak bertanggung jawab untuk mengoptimalkannya.”
Sebuah akar yang kemudian memberikan ‘alasan’ bagi saya untuk memahami mengenai bakat adalah kalimat diatas ini. Lesson learn yang saya syukuri sebab saya bisa memetiknya. Juga menjadi jawaban dari tabir-tabir yang selama ini saya dan mungkin orang kebanyakan masih abu-abu tentangnya. Ya, setiap manusia itu memiliki bakat yang diberikan oleh Allah.
Seseorang yang punya bakat untuk menyanyi misal, mungkin kedua orang tuanya adalah musisi, sehingga gen atau bakat seni ada di dalam diri anak tersebut. Tapi, jika dalam perjalanan dia tidak pernah berlatih untuk menyanyi, tidak ikut les vokal, tidak ikut acara yang memungkinkan dia tampil untuk bernyanyi, ya bakat itu tidak akan bermanfaat bahkan untuk dirinya sendiri.
KEKUATAN = BAKAT + KARAKTER (AKHLAK) + SKILL (LATIHAN) + PENGETAHUAN
Inilah rumus besar untuk mengenali diri sendiri. Kenapa perlu kita mengoptimalkan bakat dengan karakter, skill, dan pengetahuan? Tentunya untuk nanti dapat menjawab pertanyaan, ‘Usiamu, kamu habiskan untuk apa?’ sebab Allah sudah memberikan setiap manusia kelebihan masing-masing untuk dioptimalkan 😊
Kuda dan kura-kura, memiliki keistimewaan masing-masing. Tidak perlu mengukur kehebatan dengan ukuran seberapa cepat lari. Sebab, jika lomba lari tujuannya untuk kembali ke kandang, kura-kura jelas juaranya, sebab dalam hitungan 1 detik saja, dia sudah sampai :D Tidak perlu mengukur kehebatan atau keberhasilan dengan ukuran orang lain. Gunakan ukuran diri kita sendiri!
Allah swt menciptakan manusia sudah disertai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan atau kekuatan itu yang menjadi amanah kita untuk terus dioptimalkan. Tujuannya apa? Agar kekuatan tersebut menjelam menjadi manfaat untuk orang lian 😊 Pun Allah juga menyertakan kekurangan atau kelemahan. Tujuannya? Agar kita tidak perlu merasa paling hebat, agar manusia tidak sombong. Biarkanlah kelemahan kita dilengkapi oleh orang lain 😊 Indah sekali, bukan?
“Tidak perlu mengukur kecepatan lomba lari antara kuda dan kura-kura, sebab jika tujuannya adalah untuk siapa yang sampai ke kandang duluan, tentu kura-kura juaranya :D Setiap orang punya kekuatannya masing-masing.”
Nah, dengan mengenali diri sendiri ini, saya pun mulai bisa mengenali apa cita-cita saya. apa kontribusi yang bisa saya lakukan. Apa manfaat yang bisa saya tebarkan :D Dan tanggung jawab kita adalah, FOKUS DENGAN KEKUATAN KITA, IRINGI DENGAN LATIHAN, LANDASI DENGAN PENGETAHUAN. Agar bekal yang sudah Allah titipkan, dapat kita pertanggungjawabkan di hari akhir kelak :’)
- - - - - - - - Lesson Learn #1 - - - - - - - -
Tasikmalaya, 9 Juni 2020
Jalan yang sudah kita jalani, mari kita hikmahi :) Jalan yang akan berjalan ke depan, mari kita siapkan.
MY OWN SKRIPSI
Saya berhasil melaksanakan seminar proposal skripsi pada bulan Desember 2018. Alhamdulillah. Satu sisi yang lain, saya mulai kembali ke sekolah untuk mengajar karena bantuan rekan saya sudah selesai pula. Saya mulai kembali ke sekolah mengerjakan tugas-tugas yang sudah dilakukan ammah saya.
Tahun 2019 saya mendapatkan amanah baru di sekolah untuk menjadi guru pengajar kelompok khotaman Al Quran. Saya diminta untuk mengajar kelas khusus persiapan khotaman. Selain itu, saya juga mendapat amanah untuk mengajar diluar jam sekolah. Hal yang sangat baru dan sangat menantang memang. Pada tahun yang sama, saya pun masih berkutat dengan skripsi yang baru saja akan saya mulai perjalanannya. Dan juga aktivitas rutinan asrama yang masih sama seperti sebelumnya.
Saya jalani amanah tersebut dengan segala suka dan duka. Pastinya selalu ada sisi pengorbanan dan kebahagiaan. Pada masa ini adalah masa saya melakukan validasi untuk proses pengerjaan skripsi. Satu semester ini saya lebih banyak fokus di khotaman murid dan mencari ritme fokus untuk mengerjakan skripsi.
Pengorbanan. Ya, pastinya selalu ada yang dikorbankan. Semester ini pula saya mulai serius membina kelompok Liqo an saya. saya sudah punya jadwal yang full dari senin sampai ahad. Mulai dari mengajar, liqo pribadi, membina adik2, menerima privat tahsin, mengerjakan skripsi, dan juga waktu istirahat di akhir pekan yang kadang diisi dengan agenda-agenda tertentu.
Saya ingat betul, di semester tersebut saya punya dua hari yang saya alokasikan untuk mengerjakan skripsi, yaitu hari selasa dan jumat setelah saya mengajar. Dan jadwal ini bertabrakan dengan rapat rutinan 2x sepekan amanah organisasi saya di kampus. Disitu menjadi satu ketegangan tersendiri bagi saya karena harus memilih satu diantara dia pilihan. Kemudian saya menyampaikan kepada pihak-pihak terkait, dan akhirnya jadwal tersebut menjadi milik saya untuk mengerjakan skripsi.
Saya mulai kurang maksimal mengerjakan amanah organisasi kampus. Pada tahun ajaran baru, saya kemudian memutuskan untuk tida memperpanjang kontrak mengajar di sekolah. Saya luangkan waktu saya untuk memaksimalkan amanah di organisasi kampus.
Hari-hari saya mulai fokus mengerjakan skripsi di pagi hari. Setelah banyak percobaan, saya ternyata menyadari bahwa efektivitas saya mengerjakan skripsi adalah di waktu pukul 08.00-10.00. hari senin-kamis kemudian saya agendakan untuk mengerjakan skripsi di perpustakaan setiap hari. Meski kadang di masjid mujahidin, di asrama, atau di tempat makan -tapi jarang-. Hal ini terus saya lakukan selama 1 semester.
Pada pertengahan tahun ini juga, seorang ibu yang pernah menghubungi saya datang kembali. Beliau meminta saya untuk mengajar anaknya privat mengaji ke rumah. Saya kemudian mengiyakan tawaran tersebut karena menjadi pemasukan pengganti saya setelag resign dari sekolah.
Aktivitas saya kemudian diisi dengan skripsi setiap pagi, bimbingan setiap bakda dhuhur, mengajar di hampir setiap sore hari. Juga rapat rutinan 2x sepekan organisasi yang mulai saya rajin ikuti. Saya juga membersamai adik-adik di organisasi tersebut, berhubung saya memang paling tua dalam struktur.
Pada tahun 2020 awal, saya mulai menyelesaikan naskah saya untuk selanjutnya diujikan. Alhamdulillah, bulan Februari 2020 saya resmi telah mengujikan naskah skripsi saya di depan dewan penguji :) - - - - - - Sebuah kesyukuran atas usaha yang sudah saya lakukan :) Selamat ya! Officialy, S.Pd. - - - - - - Tasikmalaya, 9 Juni 2020
MY PROPOSAL SKRIPSI
Dalam kurun waktu sekitar 2 tahun yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk membina sejumlah mahasantri di asrama. Saya dan rekan-rekan pemandu berjumlah 12 orang. Mahasantri yang kami ampu berjumlah 40 orang. total penghuni asrama berjumlah 52 orang. Tugas saya di asrama menjadi bagian tarbawi bersama saudara saya seorang mahasiswi matematika UGM.
Perjalanan menjadi pemandu ini punya latar belakang tertentu. Pada tahun 2018, saya mendapat sebuah amanah yang baru bagi saya di kampus. Waktu itu, saking bersemangatnya dengan amanah tersebut, saya memilih untuk tinggal lebih lama di jogja. Salah satu jalannya adalah menjadi pemandu di asrama.
Kisah menjadi pemandu ini dimulai saat mahasantri baru memasuki masa dauroh santri. Santri baru tinggal di asrama selama 2 hari satu malam untuk mendapatkan orientasi awal mengenai kepesantrenan.
Transisi menjadi pemandu ini saya rasakan betul di masa itu. Kedewasaan dan menurunkan ego pribadi. Dua hal ini yang masih sangat berat untuk saya biasakan. Energi menjadi terasa keluar begitu besar sebab saya tidak piawai mengenai bab ini.
Hari demi hari pun mulai bergulir. Rutinitas menjadi mahasantri sudah berjalan dengan aktivitas kuliah di kampus. Pada tahun ini saya sedang mengerjakan tugas akhir dibarengi dengan mengajar di sekolah. Amanah-amanah baru di tahun yang sama dengan konsekuensi yang sebenarnya tida saya hitung sebelumnya.
Amanah kampus, saya masih menanggung tugas akhir skripsi yang saya kurang luangkan waktu untuk menyelesaikannya. Progress pengerjaan skripsi saya bisa dibilang hanya 5% per 3 bulan. Kurang manaje waktu, manaje prioritas yang menjadi kendala utama bagi saya.
Amanah asrama, satu sisi masa transisi menjadi pemandu yang awalnya masih mahasantri ini sangat terasa. Saya memiliki kewajiban yang lebih banyak ketika menjadi pemandu. Saya harus bangun lebih awal dari santri, bersiap untuk kelas lebih awal dari santri, pun bersiap secara ruhiy untuk mengikuti kelas-kelas, menyapa mereka lebih banyak dari pada diri saya sendiri, pulang ke asrama lebih awal dari santri, hafalan quran yang juga perlu lebih awal disiapkan-untuk memberikan teladan untuk santri, menjadi imam sholat, membersamai halaqah bakda maghrib dari hari ahad sampai hari jumat, menyiapkan materi halaqah, ikut bersama-sama mereka menghafalkan hadist arba’in, mengajak mereka untuk shalat berjamaah di setiap waktu sholat, bersiap lebih dahulu ketika sudah waktunya kelas, kadang mendengarkan mereka setelah selesai kelas, pun saya punya rapat rutinan khusus bagi pemandu sepekan satu kali di waktu malam selepas kelas, forum setoran sepekan sekali untuk menambah hafalan, forum bersama ustadz dan ummi sebulan satu kali untuk upgarding dan suplemen. Masih banyak lagi tentunya aktivitas diluar jam rutin tadi yang kami perlu rancang, pikirkan, susun, dan lain sebagainya.
Amanah mengajar, saya selalu berangkat 1 jam sebelum mengajar. Jarak asrama ke sekolah ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit. Saya sengaja akan mampir untuk membeli sarapan nasi kuning atau gudeg atau lemper dan gorengan. Saya mengajar kurang lebih 180 menit satu hari, terdiri dari tiga sesi sampai dengan dhuhur. Setelah mengajar saya memiliki kewajiban untuk mengisi buku perkembangan tahsin murid-murid. Total murid yang saya ampu kurang lebih 10-13 orang setiap sesinya. Sehingga totalnya kurang lebih 30-36 buku perkembangan siswa yang saya isi. Saya wajib mengisinya setiap hari dan setiap akhir pekan akan dikembalikan kepada siswa agar orang tau dapat melihat perkembangan anaknya. Diluar jam mengajar, ada beberapa pengalaman yang saya alami. Misalnya rapat untuk keperluan khotaman Al Quran, pembinaan guru sekali sepekan, dan juga latihan tambahan diluar jam sekolah. Pada masa kurang lebih 1 tahun berjalan, saya mulai diminta untuk menjaga sesi istirahat di daerah murid-murid berkumpul, membantu sekolah untuk akreditasi, mengikuti rapat untuk kegiatan 17 agustusan, pengisian hasil raport semesteran, dan masih banyak lagi.
Selama 6 bulan saya mengajar, saya menyadari bahwa ada hal yang kurang maksimal dari diri saya. saya bekerja dengan mengesampingkan tugas saya di kampus yaitu mengerjakan skripsi. Akhirnya saya mencoba untuk mencari pengganti untuk mengajar di sekolah. Sebuah karunia ketika rekan saya alumni asrama sebelumnya sangat antusias untuk mengajar dan membantu saya. beliau ingin mengajar dalam satu semester ini meski hanya sekitar 3 bulan. Saya pun sangat merasa terbantu dengan ammah ini karena kapasitasnya pun mumpuni.
Sejak saat itu saya mulai bisa mengisi hari-hari saya untuk mengerjakan skripsi. Kurang lebih dari hasil 3 bulan tersebut, saya akhirnya seminar proposal pada bulan Desember 2018. - - - - - - Setiap orang punya kisahnya masing-masing :) And this is mine - - - - - - Tasikmalaya, 9 Juni 2020
Mari lepaskan rasa yang ada :) Ekspresikan dengan cara yang paling nyaman. Kemudian pilih sikap terbaik untuk melanjutkannya :D
MENGURUTKAN DARI AKHIR
Sejenak menyegarkan kembali diri. Menepi sejenak, mengisi energi agar semakin banyak aliran kontribusi yang bisa dibagi. Hampir satu hari ini saya mencoba berkontemplasi, mulai kembali melihat sekeliling, mendengarkan nasihat-nasihat, kemudian mulai menata kembali orientasi.
Ingat lagi, Allah swt telah memberikan modal sejak kita dilahirkan dari rahim ibu. Sebuah modal yang bila diupayakan akan menjadi kekuatan. Kekuatan yang dioptimalkan, akan memberikan manfaat. Menyadari bahwa kita memiliki kekurangan, adalah sebuah pengingat, tidak ada ruang bagi kita untuk sombong. Untuk merasa sempurna. Sebab memang manusia tidak ada yang sempurna. Setiap manusia memiliki kekuatannya masing-masing.
Kemudian, saya mencoba juga untuk menaruh titik paling akhir dari diri saya. kemana saya akan bermuara nanti? Lalu saya tarik garis sampai di hari dimana saya berdiri sekarang. Apakah lingkungan, bacaan, teman-teman saya mendukung saya menuju tempat akhir dari tujuan perjalanan hidup saya? Saya mencoba mengurutkan mulai dari titik akhir hidup yang saya harapkan, menuju kepada pilihan-pilihan yang akan saya ambil setelah detik ini.
Masya Allah... sangat banyak harapan yang ingin dicapai dan masih banyak sarana yang perlu ditempuh menuju tujuan akhir. Satu persatu tujuan itu terurai menjadi misi-misi dan pilihan-pilihan.
Serta juga merenungi setiap langkah yang telah, sedang, maupun akan saya lakukan. Hasy, niatnya sudah lurus dan tulus belum? Masihkah ada sekutu yang menduakan-Nya dalam hatimu? Mari kembalikan semua pilihan itu pada urutan akhir, dari tujuanmu. Apakah ia menunjang langkahmu?
Bila kamu melihat banyak manusia yang tidak taat namun masyhur namanya di kalangan manusia, apakah kamu pikir dia beruntung? Sungguh tidak! Tidak ada keberuntungan dan tidak ada keselamatan selain menjadi seorang manusia yang taat kepada-Nya. Cam kan!
Teruskan langkah, menuju titik akhir! Perbaiki terus kesalahan yang terlanjur ada. Tidak kah kamu melihat bahwa Allah se Maha Mahanya Pengampun?
Lagi-lagi, jika kamu kehilangan orientasi, urutkan lagi tujuan hidupmu dari titik paling akhir!
- - - - - - -
Tasikmalaya, 5 Juni 2020
SELF REFLECTION, FINDING MY WHY #1
Tulisan ini adalah ramuan yang diracik dari hasil renungan saya ketika menjalani #30daysjourney di sesi sharing pertama tentang Talent Maping. Bagi saya, sesi materi ini adalah pintu gerbang yang membuka hati dan pikiran saya tentang mengenal diri saya sendiri.
Selama ini, saya pernah terjebak dengan pola pikir yang sempit. Misalnya, kuda itu lebih hebat dari kura-kura, karena kuda itu larinya cepat dari pada kura-kura. Dalam dunia nyata misalnya, seseorang yang berhasil menguasai mata pelajaran matematika atau fisika itu lebih keren dari pada anak-anak yang ahli di bidang seni atau olahraga. Saya dulu mungkin belum mendapat bimbingan yang mencerahkan, sehingga mindset saya menjadi sangat sempit.
Saya selalu meyakini bahwa semuanya itu berharga. Semuanya istimewa meski berbeda. Hanya saja tidak punya landasan ilmunya. Kelas talent maping ini benar-benar membuat saya semakin yakin dan faham tentang bakat dan potensi setiap orang. Saya merasa Allah membimbing saya menuju sebuah cahaya yang membuat pikiran saya lebih terang. Sejak lama saya selalu bingung dengan bagaimana caranya mengenali potensi anak-anak dan murid-murid saya. Sedangkan, kalau melihat respon orang kebanyakan, pola pikir kuda lebih hebat dari kura-kura masih sering saya temukan. Ataupun jika tidak membandingkan kemampuan, setidaknya masih kurang apresiasi untuk bakat atau potensi yang dimiliki setiap anak.
Dari sini saya mulai memahami bagaimana harus bersikap dengan banyaknya potensi tersembunyi anak-anak murid saya. Bagaimana memunculkan potensi-potensi tersebut, meyakinkan mereka bahwa mereka itu istimewa, meyakinkan bahwa mereka itu berharga. Kelebihan yang dikaruniakan kepada setiap kita adalah tanggung jawab untuk terus diasah, agar kelebihan tersebut memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Kekurangan-kekurangan kita, marilah kita berdamai denganya. Biarlah orang lain yang mengerjakan pekerjaan yang menjadi kelemahan kita. Tidak harus ahli dalam semua hal. Kamu sudah istimewa dengan jalanmu sendiri. You are amazing, just the way you are... kalo kata Bruno Mars.
Beginilah Hasyya, seorang pendidik yang senantiasa belajar dari kesalahan dan mencari terus pencerahan. Sebab bagi saya, menjadi kebahagiaan orang lain adalah kebahagian yang berlipat-lipat ganda. Bahagia yang tiada tara. Setiap guru selalu berharap murid-muridnya dapat belajar dari kesalahan orang-orang sebelumnya. Kemudian mereka berlari ke depan membawa kebaikan yang baru, yang meluas manfaatnya.
Finding my WHY! Ya, saya mulai bisa mendefiniskan my WHY. - - - - - - Tasikmalaya, 4 Juni 2020
Fokus saja pada kekuatanmu, asah terus sehingga ia memberikan manfaat :D
Akadnya sehari 2 tulisan. Karena kemarin baru dilunasi. Hari ini masih hutang 2 tulisan ya, Hasy! XD
GURU DAN ILMU #2
Beberapa aktivitas membuat saya terlambat menulis seri Guru dan Ilmu #2 ini. Mohon maaf. Dari pengalaman ini, hasyya menyadari bahwa hasyya perlu benar-benar memperhatikan semua aktivitas yang hasyya prioritaskan. Entah sudah yang ke berapa kali mengalami gagal fokus begini, dan alhamdulillah Allah selalu membimbing agar hasyya kembali ke jalan yang benar.
Baiklah, sedikit bercerita kembali tentang guru dan ilmu. Pengalaman terbaru saya, yang alami baru saja kemarin malam. Saya mengikuti sebuah pelatihan untuk menajamkan kembali rencana karir. Pertemuan pertama membahas tentang talent maping. Sebelum acara, saya diberikan sedikit intro berupa video yang dapat teman-teman tonton dari link berikut ini:
Link Video : https://youtu.be/2iA-KDMbDcQ
Berdasarkan hasil saya menonton video tersebut, berikut ini adalah insight yang dapat dan saya tuliskan dalam caption di Instagram:
FOKUS . . Saya selalu suka jika melihat tunas tanaman. Melihat pertumbuhan dan perkembangannya, seperti sedang bercerita kepada saya. "Kami berasal dari biji yang sama, kemudian ditanam di media yang sama. Kami mengikuti titah-Nya, maka kemudian kami memecahkan kulit biji dan berkecambah lalu tumbuh." . . "Kami tumbuh sudah tahu akan berakhir seperti apa. Kami nanti akan menjadi lauk sayur sang tuan yang dititipkan amanah untuk menanam kami" . . 😊🌱 . . Berangkat dari banyak hal yang mampir dalam keseharian saya, saya belajar banyak hal. . . Setiap orang berasal dari sumber yang sama, yaitu pertemuan ovum dan sperma. Bahkan untuk tumbuh menjadi janin, kita sudah juara! . . Ketika kita tumbuh semakin dewasa, Allah bimbing diri kita sesuai titahNya. Menjadikan diri kita masing-masing seseorang yang istimewa. . . Tugas kita menjaga dan merawat amanah. Menjadi versi terbaik dari diri kita dan meluaskan manfaat. Ingat! Niatkan lurus dan tulus untukNya. Bukan untuk unjuk kebolehan di depan makhluk bernama: manusia. 😄 . . Fokus pada kekuatan diri kita dan kamu harus tahu, dunia sudah menunggu kontribusi kita! 😉
Link Postingan : https://www.instagram.com/p/CA-MMb5n1aC/?utm_source=ig_web_copy_link
Pada malam hari, kelas Talent Maping ini dilaksanakan pukul 20.00-22.30 kurang lebih. Materi disampaikan oleh Pak Fachri Tanjung. Terkait materi yang disampaikan sangat jelas dan detail sekali untuk saya. Benar-benar membuka kebingungan saya terkait membaca kekuatan diri.
STRENGHT = TALENT + ATTITUDE + SKILL + KNOWLEDGE
Ini rumus penting yang saya dapatkan dari beliau. Kurang lebih rangkuman dari pembelajaran semalam antara lain:
Ø Setiap orang diciptakan dan dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan harus diasah agar semakin tajam dan memunculkan manfaat untuk orang lain. Sedangkan kekurangan seseorang, harus disadari seseorang agar dia tidak menjadi orang yang sombong. Hal ini menyadarkan seseorang bahwa, dia akan memerlukan orang lain untuk membantunya mengerjakan hal yang menjadi kelemahannya. Maka dari itu, tidak perlu membandingkan kelebihan seseorang dengan orang lain. Sebab hal itu tidak akan menumbuhkan seseorang. Yang diperlukan adalah, mengenali kelebihan masing-masing dan mengasahnya agar semakin meluaskan manfaat.
Ø Bakat merupakan potensi bawaan yang harus senantiasa diasah agar dapat menghasilkan sesuatu. Contohnya, sebuah kapak memiliki bakat untuk memotong kayu. Kapak memiliki sisi tajam dan sisi tumpul. Untuk memaksimalkan potensi sebuah kapak, maka kita perlu menajamkan bagian pisau kapak. Bukan mengasah bagian tumpulnya (pegangannya). Begitu pula ketika sebuah kapak sudah diasah menjadi tajam, perlu juga untuk memahami fungsi kapak. Jika kapak digunakan untuk memotong makanan, tentu tidak optimal manfaat dari sebuah kapak. Maka, kenali bakat dan asahlah bakatmu agar dia memberikan manfaat.
Ø Misi penciptaan manusia terdiri dari 4 yaitu BAIK (Beribadah, Amar Ma’ruf, Indahkan Dunia, dan Khalifah). Allah swt telah memberikan modal awal yaitu bakat. Tugas kita sebagai manusia adalah memaksimalkan potensi yang sudah diberikan oleh Allah. Sehingga tugas kita sebagai khalifah dapat terlaksana. Sebab setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas semua kehidupannya di dunia.
Ø Cara untuk menjalani tugas sebagai khalifah, kita perlu mengasah kekuatan kita. Rumus kekuatan yaitu, Kekuatan = Bakat + Karakter + Keterampilan + Pengetahuan. Bakat yang tidak diusahakan maka tidak akan memberikan manfat, ayo usahakan semua bakat yang kita punya 😊
Saya sangat berterima kasih kepada Pak Fachri Tanjung atas ilmunya. Sebah karunia dari Allah atas guru seperti anda. Saking fahamnya beliau menjelaskan mengenai bahasan ini, semakin mudah murid-murid memahami bahasamu :’)
- - - -
Tasikmalaya, 4 Juni 2020
GURU DAN ILMU #1
Hari kemarin saya sempatkan untuk meetup online bersama beberapa partner yang lama gak meetup offline. Saling menyapa dan ngobrol dengan langsung ternyata masih paling baik buat saya. Ya minimal, dengar suaranya saja. Bukan hanya melihat layar dengan text-text. Mungkin kamu berbeda dengan saya hehe.
Posisi saya saat ini alhamdulillah sudah pasca kampus, meskipun dalam kurun waktu 2 tahun terakhir masih mengakses aktivitas di kampus karena mendampingi asrama mahasiswa. Kesibukan menjadi mahasiswa saya rasakan betul dulu. Khususnya di fakultas saya, fakultas ilmu sosial. Barangkali lebih menjurus lagi ke program studi yang saya ambil (prodi lain saya tidak tahu ritmenya ya). Setiap semester selalu ada 1 praktikum dengan laporan yang rutin.
Bicara laprak memang sangat memorable buat kami haha. Pasalnya, mayoritas mahasiswa di prodi ini dulunya adalah anak jurusan IPS yang santai kayak di pantai :’D Meskipun nggak semua sih ya. Setiap semester kami pergi ke lapangan untuk memparaktikkan teori ataupun sekedar mengamati.
Saya masih ingat betul ya, ketika semester pertama saya kuliah. Ada namanya pengenalan lapangan. Semacam berjalan di pantai dengan jarak yang jauh, dan di beberapa tempat akan ada penyampaian materi tertentu oleh dosen.
Seperti yang saya jelaskan tadi, setiap semester kami ada setidaknya 1 praktikum dan laporan praktikum. Lalu kami pergi ke lapangan untuk mengamati. Semester pertama, kami ke kali oyo-opak dan pantai parangkusumo, bahasan utama di semester ini tentang geomorfologi. Semester kedua, kami pergi ke kaki gunung merapi di daerah magelang, bahasan utama di semester ini tentang geografi tanah. Semester tiga, kami ke hutan wanagama, bahasan utama di semester ini tentang peta. Semester berikutnya saya agak lupa urutannya, tapi bahasan utamanya adalah tentang penginderaan jauh, geografi sosial, dan geografi ekonomi.
Tentunya ketika saya masih mengambil teori, belum begitu familiar topik-topik diskusi tentang karir dan persiapannya. Atau memang waktu itu sayanya saja yang nggak nge dong* amat? Saya tidak tahu sih, saya berusaha ketika kuliah itu mencari esensi utamanya, karena sekedar lulus kuliah, tugas copy paste, ujian nyontek itu sangat mudah. Punya ijazah, lalu kerja, seakan lembaran ijazah itu udah kayak jimat aja dijadikan andalan.
Baiklah, barangkali saya mau sharing saja untuk adik-adik yang punya jalur prodi yang sama dengan saya atau pun tidak. Masih berjibaku dengan dunia kampus dan segala tetek-bengeknya. Saya sudah mengamati sendiri, teman-teman saya yang dulu ketika kuliah itu habis-habisan buat dapat nilai bagus, beberapa akhirnya tidak memutuskan untuk jadi guru atau bekerja jadi guru. Bahkan ketika di semester 6, ada namanya microteaching atau latihan menjadi pengajar, pengalaman yang cukup mewakilkan diri kita ketika akan mengajar. Setelah itu praktik latihan mengajar di sekolah secara langsung di semester berikutnya.
Guru, bagi saya ketika mengajar adalah sosok yang dekat dengan ilmu, bukan dengan formalitas untuk mendapatkan nilai tertentu ketika ujian. Guru tidak hanya bisa menyampaikan ilmu, karena kenyataannya, ketika melakukan praktik mengajar itu, tidak semua siswa lantas membutuhkan ilmu. Sekolahnya mereka tidak membuat mereka otomatis menyukai ilmu.
Pengalaman menarik ketika saya masuk ke kelas X IPS. Mata pelajaran Geografi terdiri atas 3 JP (Jam Pelajaran), yang kemudian saya praktikan menjadi 1 JP untuk ice breaking, 1 JP untuk menyampaikan materi, dan 1 JP untuk evaluasi. Dari sini, saya jadi belajar bahwa menjadi guru gak bisa cukup cuma pinter XD Tapi juga pintar mengambil hati, eaa. Guru menjadi sosok yang dekat dengan siapa pun, perilakunya asyik, dan friendly. Satu pun mata kuliah di kampus ada yang membahas hal ini? XD Big No. Pun ketika kuliah semuanya malah fokus ke ilmu geografinya saja, kognitif. Dan ketika semester akhir kami diminta untuk praktik mengajar, diminta untuk memahami semua skill yang harus dimiliki guru.
Tentu saja belajar ilmu itu baik, dan sebagai mahasiswa, mungkin kami dianggap sudah dewasa dengan yang namanya unggah-ungguh ataupun cara bersosialisasi dengan orang lain. Tapi ini sesuatu yang sangat relatif sekali. Kalau materi kuliah 3 sks bisa diukur dengan ujian, lalu sikap dan perilaku ini diukur dengan apa? Bahkan mata kuliah tentang adab saja tidak ada di kampus. Wah ini harus di bold tulisannya wkwkwk.
Adab atau yang kerennya suka disebut manner ini akhirnya berasal dari lingkungan keluarga, lingkungan pertemanan, dan kalo sekarang ditambah lingkungan sosial media. Ukurannya menyesuaikan apa yang lagi trending XD waduh. Simpelnya, menurut opini saya, sebuah peradaban manusia tidak akan bisa terbentuk oleh asahan kognitif saja 😊
Jadi, kita kudu belajar adab, meskipun sudah terlanjur kuliah, berarti belajar adabnya bersamaan dengan belajar ilmu, meski ini sulit dan tidak mudah.
Sekian dulu deh, ceritanya guru dan ilmu #1
- - - - - - -
Tasikmalaya, 3 Juni 2020
PERCAYA DIRI DAN MENCINTAI DIRI #2
Tulisan ini adalah bagian dari part mencintai diri. Part sebelumnya tentang percaya diri. Tapi digabung judulnya gapapa lah ya XD
Tulisan ini berangkat dari beberapa adik yang suka ngobrol bareng. Pernah seorang adik bertanya. ”Kenapa ya mbak, aku gak bisa kayak temenku si A. Padahal kita itu punya waktu yang sama, tapi kok aku bodoh ya gabisa kayak dia.” Atau “Ya Allah mbak, aku tuh sedih, aku ngelihat si B itu dia bisa totalitas menuju cita-citanya, sedangkan aku kayak gini, aku merasa bodoh.” Ada juga yang berkata, “Mbak, aku lagi kacau nih imannya ibadahnya lagi down. Parah ya, mbak?”
Sekilas beberapa pernyataan yang saya dengar dari beberapa adik. Ketika pertama kali saya mendengar pernyataan tersebut, saya sangat heran dan bingung untuk merespon. Saya pikir perasaan semacam itu cenderung ke iri dan hasad. Atau kurang bersyukur dengan pencapaian yang sudah didapat. Kemudian saya mencoba untuk menelurusi, faktor yang menyebabkan munculnya pernyataan-pernyataan yang seakan menganggap rendah dirinya sendiri.
Beberapa yang saya dapatkan infonya lewat sharing, ada yang memiliki pengalaman yang mengharuskan dirinya untuk berkompetisi. Semacam lomba menjadi yang terbaik, misalnya mendapatkan rangking terbaik di kelas, mendapatkan universitas terbaik saat lulus sekolah, pun ada juga yang mengalami klaim bahwa keturunannya selalu berhasil, sehingga ketika dirinya tidak bisa sama dengan saudara-saudaranya, dia merasa dirinya bodoh.
Saya pun punya pengalaman menarik ketika saya duduk di bangku SMA. Pada masa itu masuk ke SMA Negeri dilalui melalui tes masuk. Berbeda dengan saat ini yang melalui zonasi jarak terdekat dari lokasi rumah (hehe). Ketika masih test masuk, saya dan beberapa peserta test berpapasan dengan seorang guru senior di sekolah itu. Ada seorang peserta yang diantar oleh saudaranya, yang adalah alumni dari sekolah itu. Guru tersebut kemudian terdengar sayup-sayup menyampaikan, “Wah, adeknya X mah nanti kalo kuliahnya harus ke ITB ya!” (sebut nama kampus hehe). Begitu pula ketika beliau berpapasan dengan peserta test lainnya yang beliau kenal entah saudara atau orang tuanya. Bayangkan, itu adalah peserta test masuk SMA yang belum dinyatakan diterima di sekolah tersebut.
Atmosfer di dalam sekolah adalah kompetisi yang sangat ketat. Saya akui, ketika masuk SMA, saya bertemu dengan teman-teman yang sangat focus to study oriented. Selain memang ada yang memiliki kecerdasan dan kebiasaan untuk belajar dengan semangat yang tinggi. Saya yang sebelumnya lulusan SMP swasta santai kayak di pantai kaget banget dengan atmosfer luar biasa berbeda ini XD haha. Alhamdulillah dari atmosfer sekolah yang kompetitif ini, saya jadi belajar tentang sungguh-sungguh dan disiplin.
Akan tetapi memang, ada beberapa stigma tertentu ketika ada seorang siswa, yang seluruh saudaranya bersekolah di sekolah yang sama. Beberapa kawan bercerita demikian. Pun saya pantau beberapa rekan saya mengalami hal yang sama. Bahkan ada yang orang tuanya alumni SMA tersebut, dan masih terdeteksi oleh guru bahwa siswa ini anak dari muridnya. Semuanya kena scanning kalau virus di laptop ya XD. Lalu apa yang terjadi? Bisa saja ada perlakuan membandingkan siswa tersebut dengan kakaknya, atau dengan orang tuanya yang lulusan SMA tersebut.
Tentunya hal ini punya dampak positif dan juga dampak kurang positif :’D
Positifnya kita jadi semangat buat mencapai prestasi. Kurang positifnya, terkadang kita tidak menemukan esensi dari sebuah pencapaian, tapi mengutamakan tujuan yang kita anggap adalah prestasi. Mong* apa ini? XD Semoga bisa dimengerti.
Baiklah, motif-motif lainnya belum bisa saya narasikan. Saya disini ingin menyampaikan pesan saja untuk adik-adik yang seringkali merasa rendah diri atau mungkin merasa dirinya hina :’D atau bodoh dan lain-lain.
Ketika kita mencintai sesuatu atau seseorang, kita pasti akan mengenali dirinya dan berusaha untuk membuatnya bahagia 😊 iya nggak? Orang tua kita atau mungkin seseorang yang kita kasihi. Jika kita mengasihi seseorang, pasti banyak hal yang ingin kita berikan 😊
Nah, cintai diri kita sendiri. Berikan penghargaan yang terbaik^^ Hargai semua yang sudah dilakukan dan sudah dicapai. Diri kita sudah berusaha keras untuk mencapainya, dan diri kita sangat berhak untuk mendapatkan apresiasi ^^ Berikan waktu untuk membuat diri kita bahagia, hiyaa bahasa kerennya me time! Berikan hal-hal yang membahagiakan :D
Udah kayak dokter aja ngasih wejangan ya XD
Berikanlah apresiasi untuk diri kita :D Ucapkan selamat dan terima kasih, pun minta maaflah ketika salah. Sama halnya ketika kita berterima kasih kepada orang yang membantu kita, pun memaafkan seseorang yang pernah salah 😊
Fighting ^^
Bagian tentang membandingkan diri, saya sarankan untuk membaca pusis tentang bertumbuh ^^
Link:https://catatanhasya.tumblr.com/post/619547481976537088/selamat-bertumbuh-menerobos-cangkang-pikiran
- - - - - -
Tasikmalaya, 2 Juni 2020