Hey, I miss you :)

No title available

oozey mess

ellievsbear
One Nice Bug Per Day

Andulka
trying on a metaphor
Today's Document

No title available
RMH
noise dept.
cherry valley forever
will byers stan first human second
d e v o n
DEAR READER
we're not kids anymore.
occasionally subtle
taylor price
art blog(derogatory)
styofa doing anything

JBB: An Artblog!

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Finland
seen from United States

seen from France

seen from South Korea
seen from Canada

seen from Canada

seen from T1

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Oman

seen from United States
seen from United States
seen from Peru

seen from Philippines
seen from Spain
@catatansakti
Hey, I miss you :)
Tiba-tiba ingin menangis
Capek ah mimpiin kamu terus
Belakangan banyak tanda-tanda yang mengarah padamu. Aku tak mengerti maksudnya, namun barangkali tanda-tanda itu hanya ingin menggodaku, melambungkan harapan setinggi langit dan menghempaskannya ke dasar lautan terdalam.
Bagaimana rasanya menjadi kamu yang selalu aku rindukan? Yang selalu aku harapkan kehadirannya mesti hanya dalam mimpi? Saking rindu dan berharapnya aku padamu, saat menuliskan ini pun aku mendengarkan lagu favoritmu dulu. Apa kau masih menyukai lagu ini?
Mental udah kena. Mau tidur 24 jam sekali pun, nggk akan bisa bikin badan seger.
Haruskah kumengeluarkanmu dari dalam kepalaku dan memahatnya di dalam kata-kata?
Apakah semua ini akan selesai jika kau sudah terkubur dalam rangkaian paragraf?
Dua malam yang lalu, kau datang ke mimpiku. Jangan tanya bagaimana perasaanku. Sikap dinginmu yang membuat jarak kita semakin dekat cukup membuatku merasa hangat. Sepertinya malam itu, kau kembali hadir tanpa kata. Tapi ya sudah, itu cukup bagiku.
Aku tidak tahu, dia, siapamu. Karena sejauh yang aku saksikan, kau cukup nyaman berbincang dengannya. Seharusnya itu cukup untuk memberitahuku siapa dia dan di mana posisiku.
Tiap terlintas di benak tentangmu. Aku selalu bertanya pada hati, sampai kapan ia mampu menggenggam semua hal tentang dirimu. Entah sudah tahun yang ke berapa. Perasaanku masih saja berkutat tentang dirimu. Semakin gila rasanya karena tak pernah ada satu pun kesempatan untuk bisa menyapa.
Entah sampai kapan? Sampai kapan aku sanggup menggengam harapan ini untukmu? Aku sudah berusaha keras untuk menyerah. Tapi dalam hal ini aku sungguh payah.
Aku tidak bercerita tentangmu. Aku bercerita tentang dia, tentang seorang teman yang menjadi diaryku yang berisikan tentang dirimu. Tapi tetap saja, kau yang akhirnya bertahan di kepala. Siapapun, selama itu bersinggungan dengan kau, maka kau yang akan menjadi pemenangnya. Selamat. Karena kau masih tak tergantikan.
Tidak baik-baik saja. Aku sudah berusaha mengerahkan seluruh stok sabar yang kupunya. Tapi tidak ada yang berhasil menyelamatkanku.
“I wanna tell you everything But You don’t wanna hear anything”
—
Aku gagal!
Aku benci mengatakannya, tapi mau tidak mau harus kuakui.
Setelah ini, maka apabila tak ada kabar baik dan hal menggembirakan yang terjadi, aku tak tahu lagi bagaimana harus mengembalikan kepercayaan ini.
Tadi malam kau datang di mimpiku. Dingin. Tanpa pembicaraan.
Datang menemui-Mu dengan penuh kemarahan adalah sebuah kesalahan. Menantang-Mu adu kekuatan yang tentunya tak akan pernah mungkin aku menangkan adalah sebuah kesombongan.
Entah setan mana yang berbisik begitu berisik hingga kepercayaanku akan janji-Mu semakin terusik. Hingga akhirnya menjadikanku berbuat fasik.
Ampuni aku...
Persetan dengan ikhlas dan sabar