Apa yg kamu cari, hey anak muda?
taylor price

Discoholic 🪩

roma★
RMH

⁂
I'd rather be in outer space 🛸

❣ Chile in a Photography ❣
Cosimo Galluzzi

oozey mess
sheepfilms

No title available
dirt enthusiast
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

titsay
One Nice Bug Per Day
tumblr dot com

Origami Around
TVSTRANGERTHINGS
KIROKAZE
Today's Document
seen from United States
seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@ceritajos
Apa yg kamu cari, hey anak muda?
More than a month already, may it stays like this
Suatu ketika di rumah makan seafood
A: “Mas kalo udangnya biasanya diapain yg enak?”
B: “Kalau udang biasanya yg enak itu di saos padang—”
A: “Yak betul”
B: “???”
D,E,F,G: “???”
Seketika semua tertawa
who cares about 14 Feb? im already happy to have a constant chat with you
Disimpan karena sayang (2)
Disimpan karena sayang
Solid Rock
Set a goal, draw the route, measure the distance, make preparations, recheck, and set sail!
For I am the master of my fate, I am the captain of my soul. (Invictus, William Ernest Henley)
Olahraga-Raket-pake tangan
Secara umum, olahraga itu menyenangkan buat saya. Namun dari empat kategori olahraga, hanya olahraga individual yang kurang saya senangi. Berolahraga sendiri rasanya seperti menjadi ironman sepi. Meskipun sudah menyetel musik, menyiapkan peralatan, dan merapikan tempat berolahraga supaya nyaman, tetap saja rasanya sepi. Apakah saya ekstrovert?
Jika diurutkan, kategori olahraga favorit adalah dual/partner, ekstrem, tim, dan individual. Terkhususkan olahraga dual/partner ini sedang sering saya geluti akhir-akhir ini. Badminton dan tenis menjadi dua kegiatan yang saya lakukan hampir tiap akhir pekan. Mengapa demikian? Karena keduanya menggunakan raket (ga jelas cok). Menggunakan raket berarti mengutamakan tangan, dimana saya lebih terlatih di bagian tubuh atas daripada tubuh bawah. Padahal karena ada teman bermain saja sih.
Sejujurnya awal menggeluti olahraga dengan raket ini adalah karena sedang ramainya bahasan mengenai The Minions dan The Daddies (sekitar 2019). Dulu memang sudah bermain badminton, namun sempat tidak bermain untuk waktu yang lama sampai pertengahan 2019. Munculnya animo teman-teman untuk ikut bermain pada waktu itu juga menjadi pendorong saya untuk rajin melakukan olahraga tersebut. Seperti orang-orang pada umumnya, semakin sering melakukan suatu kegiatan yang menggunakan alat maka akan menginginkan alat yang lebih bagus dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan berkegiatan, Awal 2020, saya membeli raket baru, bukan paling murah, tapi bukan paling mahal juga (secara harga sepertinya mid-high, tapi kelasnya high-end hehe). Namun ternyata awal 2020, raket baru saya ini tidak terpakai karena munculnya pandemi corona. Yah mau gimana ya kan..
Singkat cerita, saya mulai aktif bermain lagi (dengan raket baru tentunya) sekitar Juli 2020. Hal ini terus berlanjut, sampai tulisan ini dibuat, yaitu awal 2021. Namun seiring waktu berjalan, saya merasa bahwa saya perlu meningkatkan wawasan olahraga saya dan tentunya perlu step-up the game (biar bisa bergaul dengan orang-orang dengan ekonomi kelas atas tentunya). Terpikirkan untuk bermain golf, namun setelah dipikirkan kembali, biaya terlalu besar (ingat dirimu belum bekerja, blok). Akhirnya pilihan jatuh pada tenis, olahraga kelas mahal yang saya senang saksikan. Hal ini juga didukung oleh teman-teman badminton saya yang ternyata juga bermain tenis, dan tak lupa olahraga ini menggunakan raket! Apakah anda, pembaca, mengira saya beli raket untuk bermain? Oh tentu...tidak. Saya merasa beruntung karena keluarga saya ternyata hampir semuanya menyenangi olahraga dan musik, jadi peralatan olahraga di rumah cukup lengkap, tidak terkecuali raket tenis (bolanya aja yang tidak ada, sudah jadi mainan anjing). Jadi deh saya bermain tenis.
Dalam bermain, saya tidak suka jika saya kalah, sehingga saya mempelajari teknik dan strategi dalam bermain badminton dan tenis. Mungkin saya orang yang punya jiwa kompetitif juga kali ya. Jadi sekian tulisan yang tidak jelas ini, yang hubungan antar kalimat dan paragraf tidak dipikirkan baik-baik. Jika pembaca bisa memahami tulisan ini, saya berterima kasih, kalau tidak, ya mungkin memang tulisan ini tidak bisa dipahami. Saya yang menulisnya juga tidak paham, kok. Hehehe
THIS teaches us that grit does matter
Two books until next Sunday. May this target be accomplished. Amen.
A: rasanya sudah lama sekali aku melupakan dan menjauhi Tuhan.
B: kembalilah.
A: tapi aku takut, malu, merasa tak layak, dan najis.
B: kembalilah.
A: tapi aku bingung.
B: berdoalah.
Sepuluh Butir Masa Orientasi Siswa Ca******
Setelah mencari 10 Butir MosCa selama beberapa tahun, akhirnya dapat juga. Terima kasih untuk Evan yang telah memberi tahu saya. Saya tidak sempat memverifikasi kesepuluh butir ini, tapi rasanya kebenarannya sudah tidak perlu diragukan lagi.
1. Energi mengikuti imajinasi 2. Kita semua adalah sama tak ada yang seperti tampaknya 3. Bilang A bikin A 4. Satu bicara yang lain mendengarkan 5. Totalitas, tidak setengah-setengah 6. Proaktif dan inisiatif 7. Kreatif berpikir bercabang-cabang 8. Mengedepankan rasa daripada otak 9. Mau walaupun sukar justru karena sukar 10. Kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki
should I give up? or should I just keep chasing pavements?
jika salah meletakkan handphone sudah kesal sendiri, apalagi salah meletakkan hati dan harapan?
Bukuku
Aku suka bukuku karena bukuku mengenal aku.
Kadang aku melupakannya, namun waktu selalu membuatku kembali padanya.
Oh buku, kenapa kau selalu sabar menantiku? Aku sering membandingkanmu dengan buku lain, meletakkanmu sembarangan, menulisimu dengan berantakan, tapi kenapa kau sabar?
Dia yang di sana saja tak menerimaku, mengapa kau mau menerimaku? Menerimaku beserta keluh kesahku, kegembiraanku, dan kesedihanku? Bahkan rasanya lebih banyak keluh kesah dibanding keceriaan yg kuberikan padamu. Oh bukuku, malangnya dikau.
Tampaknya dalam waktu ke depan aku akan selalu menyambangimu, karena, maaf, aku tak tahu yang kurasakan. Ku tak tahu yang dia rasakan. Ku tak tahu apa yang akan terjadi nanti, begitu juga dia. Jadi, bukuku, mohon terima aku, ok?
#yaoposijancok #baperambekbukukon? #guoblokwongelekiki
Tak suka bahasan inequality. Sebuah inferiority complex yang nyata buat saya. Berkoar akan inklusivitas namun menyiratkan ekslusivitas. Sama seperti membicarakan kesenjangan ekonomi dan permainan politik, para pelakunya banyak yang berlagak korban.
Namun mungkin saya saja yang kurang baca dan melihat dunia sekitar. Seperti kata Maliq & D’essentials,
Hai cobalah kau melihat
Dunia di sekitar
Dengan mata hatimu.
these girls successfully make me envious of the bloodline’s talent