Kata pepatah "Hanya waktu yang dapat menyembuhkan luka."
Bener sih.
Cosimo Galluzzi

oozey mess
Stranger Things

Kiana Khansmith

JBB: An Artblog!

JVL
NASA
One Nice Bug Per Day

@theartofmadeline
Peter Solarz

shark vs the universe
Game of Thrones Daily
he wasn't even looking at me and he found me
Sade Olutola
h
will byers stan first human second
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
almost home
KIROKAZE

★

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Senegal

seen from Portugal

seen from T1
seen from Finland

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Pakistan

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Mexico
seen from United States

seen from United States
@ceritakami
Kata pepatah "Hanya waktu yang dapat menyembuhkan luka."
Bener sih.
kamutaugak?
akurakurlah dengan sanaksaudara, adik kakakmu. karna mereka adalah orang pertama yang akan mendengar keluh kesahmu tanpa tapi.
Apa yang terjadi di masa lalu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu yang ada di sini saat ini, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan bukanlah hal yang perlu dipikirkan di sini pada saat ini. (hlm. 300)
- Berani Tidak Disukai
Ga ada waktu untuk bertanya "kapan?".
Mulailah sekarang!
semoga kami tetap mejadi adik-kakak aman tentram rukun damai selamanya di dunia dan berkumpul kembali di akhirat.
bunda-mamah-ibu-ateu ♥️
Dua hal yang takan habis untuk dibicarakan yaitu membicarakan kekurangan orang lain dan berkeluh kesah tentang keadaan.
persepupuan ♥️
ISTIGHFAR Sekaligus MOHON AMPUNAN UNTUK KEDUA ORANG TUA*
Luar biasa! Sekali membaca mendapat banyak kebaikan dan keutamaan:
1) Mohon ampun untuk diri
2) Mohon ampun untuk kedua orang tua
3) Berbakti kepada kedua orang tua
4) Melakukan dua perbuatan yang dicintai Allah dalam satu waktu (beristighfar untuk diri dan berbakti kepada orang tua)
Seperti apa *BACAAN* istighfar/doa ampunannya?
*Rabbighfirlii waliwaalidayya*
*Rabbighfirlii waliwaalidayya*
*Rabbighfirlii waliwaalidayya*
(Lihat awal Surah Nuh ayat 28 di bawah)
*CARA*
Jadi, dalam 1000x istighfar sehari, kita bisa memvariasikan *Astaghfirullah* dengan *Rabbighfirlii waliwaalidayya*
Misalnya:
500 *Astaghfirullah* , 500 *Rabbighfirlii waliwaalidayya*
Atau 700 *Astaghfirullah* 300 *Rabbighfirlii waliwaalidayya*
Atau 900 *Astaghfirullah* 100 *Rabbighfirlii waliwaalidayya*
Atau bahkan boleh juga 1000x *Rabbighfirlii waliwaalidayya*
Ataupun variasi jumlah yang lain.
Barakallah. Semoga kita istiqomah terus menpwrbanyak istighfar sampai akhir hayat kita.
_____
NB:
Di Al Qur'an kita banyak diajarkan untuk berdoa istighfar untuk diri dan orang tua.
____
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا
"Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.”"
QS. Nuh[71]:28
___
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
" Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”"
QS. Ibrahim[14]:41
___
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”"
QS. Al-Isra'[17]:24
Dosa-dosa kita, menjadi jalan datangnya musibah. Istighfar jadi jalan dijauhkan dari hukuman Allah
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan,“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah).
*Bertaubatlah dan perbanyaklah istighfar*
“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka, dan tidaklah (pula) Allah menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."(QS. Al-Anfal[8]:33)
*Meluruskan Niat Dalam Beramal Memperbanyak Istighfar*
Assalamualaikum ustadz . Saya mau bertanya jika ikut grup istigfar 1000x dengan niat bisa segera mendapat pekerjaan apakah boleh dgn niat sperti itu?
-----
Niatkan untuk meraih keridhaan Allah, niat untuk diampuni oleh Allah (sesuai dengan makna dari Astaghfirullah), niat untuk dicintai oleh Allah.
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya *setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan*. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) (HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)
Maka *niatkan untuk meraih ridha Allah, untuk meraih ampunan Allah, dan untuk meraih cinta Allah.*
Kalau sudah Allah *ridhai, diampuni dan cintai* ...maka in syaa Allah otomatis juga akan diberi pertolongan dan jalan keluar, bahkan rezeki yang tidak disangka-sangka.
"Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat." (QS Asy Syura: 23)
"Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya.” (QS AL Baqarah: 200-202)
Maka jangan beramal akhirat hanya untuk niat mendapatkan dunia 😊🙏
Maka niatkan untuk meraih ridha Allah, untuk meraih ampunan Allah, dan untuk meraih cinta Allah.
*Setelah melakukan amalan, boleh banget berdoa* ...untuk kebaikan, keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk kemudahan-kemudahan urusan kita. Semoga akan mendapat kebahagiaan di akhirat dan juga di dunia.
Jadi bedakan antara niat dan doa. Sebelum dan saat beramal, niatkan untuk meraih Ridha, cinta dan ampunan Allah.
Adapun sesudah beramal, boleh berdoa dengan doa apa saja yang baik-baik.
Misal: Shalat tahajud, niatkan untuk meraih Ridha dan cinta Allah. Adapun setelah tahajud, tentu boleh banget kita berdoa.
Semoga bermanfaat.
Arif Rahman Lubis
https://instagram.com/arifrahman.lubis
🥺😢
1. Allahu musta'an. Ramadhan masih disini. Di detik-detik akhirnya. Qum ya ibu-ibu sholehah. Qum ya Ibu-ibu sholehah. Qum. Bangun... Bangun... Bangun... Tamu itu mau pergi. Tamu itu siap meninggalkan kita.
2. Ini masa emas. Kesempatan terakhir, kesempatan paling tersisa utk memayahkan diri demi mengejar kemuliaan Ramadhan. Ia mau pergi..
3. Mari lelahkan diri. Berpayah-payahlah. Naikkan keseriusan. Teladani Nabi, Sahabat, Tabi'in yg jauh lbh shalih dr kita demi mengejar Ramadhan yg tak panjang ini.
4. Mari Bermujahadah seperti Umar radhiallahu'anhu yang sepulang shalat Isya, beliau kembali mengerjakan shalat sepanjang malam, sampai terdengar adzan Shubuh.
5. Juga Utsman radhiallahu'anhu, setelah panjang berpuasa di siang hari, beliau menghabiskan malamnya dengan shalat. Beliau hanya tidur sedikit, yaitu sebagian malam pertama. Lalu bangun dgn shalat yg setiap rakaatnya beliau menghatamkan seluruh Al-Qur'an.
6. Di satu kitab syarah, diriwayat Abu Thalib Al-Makki yang mutawatir menyebutkan tentang empat puluh tabi'in yang biasa melakukan shalat subuh dengan wudhu shalat Isya.
7. Syaddad rahimahullah, salah seorang sahabat, ia biasa berbaring namun tidak tidur sepanjang malam sambil miring ke kanan dan ke kiri sampai waktu fajar kemudian berkata, "Ya Allah, ketakutan terhadap neraka jahanam telah mengusir kantukku."
8. Aswad bin Yazid, setelah tidur sebentar antara Maghrib dan Isya. Beliau biasa beribadah sepanjang malam dalam bulan Ramadhan hingga Shubuh.
9. Diceritakan bahwa Said bin Musayyab rahimahullah selama 50 tahun selalu melakukan shalat Isya dan shalat Fajar dengan wudhu yang sama
10. Shilah bin Ashyim, biasa menghabiskan seluruh malamnya untuk beribadah kepada Allah hingga waktu Shubuh. Lalu setelah matahari terbit, ia berdoa, "Ya Allah, (hamba seperti merasa) tidak pantas meminta surga kepada-Mu, tetapi hamba hanya memohon kepada-Mu agar Engkau menyelamatkan hamba dari Jahannam."
11. Qatadah biasa membaca seluruh Al-Qur'an setiap tiga malam dalam bulan Ramadhan, tetapi sepuluh malam terakhir dia mengkhatamkan seluruh Al-Qur'an setiap malam.
12. Imam Abu Hanifah terkenal karena selama 40 tahun melakukan shalat Isya dan shalat Fajar dengan wudhu yang sama. Apabila para sahabatnya bertanya bagaimana ia memperoleh kekuatan untuk mengerjakannya, beliau menjawab, "Ini karena doa khusus aku mohon kepada Allah melalui Asma Allah yang agung." Beliau hanya tidur sebentar di siang hari demi ikuti sunnah.
13. Imam Abu Hanifah juga sering menangis sedemikian rupa ketika membaca Al-Qur'an sehingga tetangga-tetangganya merasa kasihan kepadanya.
14. Ibrahim bin Adham bahkan diriwayatkan tidak tidur sama sekali pada bulan Ramadhan baik siang atau malam.
15. Seberapa lelah kau khatamkan Al Quran? Imam Syafi'i biasa mengkhatamkan Al-Qur'an 60 kali dalam satu Ramadhan.
16. Sa’id bin Musayyib tidak pernah terlewat dari takbiratul ihram imam selama lima puluh tahun. Burd Mawla berkata, “Tidaklah dikumandangkan adzan selama empat puluh tahun melainkan Sa’id bin Musayib telah berada di dalam masjid.”
17. Dan banyak lagi cerita keseriusan orang-orang sholih yg mengejar keridhoan Allah, meski lelah dan payah rontokan jasad mereka.
18. Bangun ya akhi. Ramadhan akan pergi. Ramadhan akan berakhir, besok tak lama lagi.
-----------------------------------
Abu Hurairah menangis menjelang akhir hayatnya, lalu berkata..
"Duhai perjalanan yang akan teramat panjang. Duhai bekal yg teramat sedikit."
Ya Allah tolong kami...
By Ustad Zainal Abidin
*Waktu sahur*, yuk manfaatkan untuk *memperbanyak istighfar*... Allah Ta’ala berfirman tentang orang-orang shalih. وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ “Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17). Perbanyak pula *berdoa* di waktu ini. Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
*Hati Terasa Sempit, Jalan Keluar Tak Kelihatan, Terhalangi Dari Rezeki* >>> *Bisa Jadi Karena Menumpuknya Dosa Kita*
KH Abdullah Gymnastiar punya perumpamaan yang bagus sekali dalam bukunya Cintai Allah Sepenuh Hati. Di buku ini dituliskan (hal ini kita bahas kembali ya), “Seperti kita berada di dalam mobil, sedang hujan deras. Wiper kaca depan rusak, sehingga jalan di depan tidak Nampak. Hati gelisah, takut celaka. Maka kita bisa bertanya. Kita gelisah karena tidak ada jalan? Atau karena kita tidak bisa melihat jalan?” Jawabannya kita tahu. Jalannya ada di depan kita. Tapi kita tidak bisa melihatnya. Kenapa? Hati kita kotor, tidak bisa melihat jalan keluar dan petunjuk dari Allah Ta’ala Bagaimana memperbaiki dan menghidupkan kembali wipernya? Bagaimana membersihkan hati kita agar bisa menerima petunjuk jalan keluar dan hidayah Allah.? Caranya adalah dengan bertaubat. Ya! Taubat dan memperbanyak istighfar. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.’ (QS Al Mutaffifin: 14).” (HR Tirmidzi) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam juga pernah bersabda,“Sesungguhnya seseorang dihalangi dari rezekinya disebabkan dosa yang dia perbuat.” (HR Ahmad) Dosa-dosa kita, bisa menjelma titik hitam yang akan menutupi hati kita, sehingga hati kita tidak bisa lagi melihat petunjuk dan jalan keluar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mari sesali dan tinggalkan dosa, bertaubat, perbanyak istighfar in syaa Allah Allah hilangkan penghalang rezeki kita. Apa saja dosa-dosa yang perlu kita sesali?. Apa saja kemaksiatan yang perlu kita taubat dan istighfari? Yuk kita ingat-ingat, mungkin ada sebagian dari kesalahan-kesalahan ini yang masih kita lakukan: - Kita dilarang bermaksiat dengan lawan jenis dan mendekati zina, tapi bisa jadi kita pernah bertahun-tahun berpacaran dan banyak melakukan tindakan yang dilarang agama. - Kita dilarang untuk berkata “ah” kepada orang tua, tapi mungkin sudah beberapa kali kita pernah meninggikan suara bahkan membuat orang tua bersedih. - Kita dilarang untuk ghibah dan menyakiti orang lewat kata-kata kita, tetapi masih banyak kata yang terucap yang membuat orang lain terluka hatinya. - Kita diperintahkan untuk menutup aurat, tapi bisa jadi beberapa tahun sejak baligh kita belum menutup aurat dengan sempurna. - Kita diperintahkan untuk segera menyambut seruan shalat, tapi sering kita lalaikan karena sibuk dengan urusan dunia. - Kita diperintahkan untuk berzakat dan bersedekah, tapi seringkali kita kikir dan tidak memberikan hak orang-orang yang membutuhkan. - Dan mungkin banyak lagi dosa-dosa kita yang sangat pantas untuk kita sesali dan kita bertaubat untuk dosa-dosa ini. Mari sesali dan tinggalkan dosa-dosa ini, bertaubat, perbanyak istighfar in syaa Allah Allah hilangkan penghalang rezeki kita. Bertaubat dan memperbanyak istighfar juga in syaa Allah akan mengundang pertolongan Allah untuk kita mendapat kelapangan, jalan keluar, dan rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka. "Barang siapa yang menekuni istighfar, Allah akan menjadikan dari setiap kesedihan kelonggaran, dan dari setiap kesempitan jalan keluar dan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Ibnu Majah) Istigfar, istighfar dan terus perbanyak istighfar. In syaa Allah Allah ampuni dosa-dosa kita, Allah bersihkan hati kita dan Allah berikan jalan keluar atas permasalahan hidup kita. Dan juga in syaa Allah kita akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Hatur Nuhun Inspirasi dari buku Bahagia Menanti Meraih Cinta Sejati Arif Rahman Lubis
Q n A
T: Apa *bacaan istighfar yang dipakai* dalam program Istighfar 1000x sehari ini? J: Bacaannya: " *Astaghfirullah* ". Dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anhu: “Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selesai shalat (sesudah salam) beliau beristighfar tiga kali, dan berdoa: Allaahumma Antas Salaam wa minkas Salaam Tabaarakta Dzaljalaali wal ikraam (Ya Allah Engkau Maha Penyelamat dari Engkaulah keselamatan Engkau Maha Baik wahai Dzat yang Agung dan Mulia).” (HR. Muslim) Bagaimanakah bacaan istighfar yang diajarkan oleh Nabi tersebut? Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam dalam kitab Taudhih al-Ahkam mengatakan, “Dikatakan kepada salah seorang perawi hadits ini, yaitu Al-Auza’i: bagaimana bunyi istighfar itu? Beliau menjawab: Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca: *ASTAGHFIRULLAH, ASTAGHFIRULLAH, ASTAGHFIRULLAH* .” Keterangan Ini juga disebutkan dalam kitab Al-Adzkar milik Imam Nawawi Rahimahullah T: Bolehkah memakai bacaan istighfar yang lain? J: Boleh saja. Misalnya: “أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ” (Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). (HR. Bukhari) أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ (Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Mahahidup dan Maha berdiri sendiri)." (HR Al Hakim) “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ“ (Ya Allâh, ampunilah kami dan sayangilah kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). (HR An-Nasa’i) “رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ” (Ya Rabbi ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang). (HR. Abu Dawud) Dan lainnya misalnya yang di baca Nabi Adam As atau Nabi Yunus As dan istighfar lain di dalam Al Qur'an.
Kisah Nyata Keajaiban Istigfar
*Kisah nyata keajaiban istighfar* pada seorang wanita yang saya kutipkan dari buku Menjadi Wanita Paling Bahagia karya Syaikh Aidh Al Qarni, Ketika aku berusia 30 tahun, aku diuji dengan cobaan yang berat. Suamiku meninggal dan ia meninggalkan aku beserta lima orang anak, laki-laki dan perempuan, yang masih kecil-kecil. Semasa hidup, suamiku sepenuhnya adalah tulang punggung nafkah keluarga. Sedangkan aku adalah ibu rumah tangga, tugas utamaku sebagai istri yang berbakti dan ibu rumah tangga bagi anak-anak kami. Meskipun penghasilan suamiku tidak banyak, tapi cukup untuk hidup sehari-hari kami sekeluarga. Hidup kami pun terasa begitu bahagia. Sampai hari nahas itu tiba. Suamiku pergi menghadap Sang Pencipta, semuanya begitu mendadak dan mengagetkan kami. Sungguh kondisi keluarga kami jadi berubah 180 derajat, dunia serta merta menjadi gelap gulita di mataku. Aku pun hampir tak henti menangis sejak saat itu. Sampai-sampai mataku ini sungguh terasa berat. Aku terus meratapi nasibku yang terasa begitu buruk dan berat. Yang terberat tentu saja adalah beban hidup keluargaku yang tidak ringan, kondisi keuangan semakin tipis, sementara pemasukan sudah tidak ada lagi. Hanya ada sedikit harta yang ditinggalkan Bapak. Aku pun berusaha sehemat mungkin dalam menggunakannya. Mungkin kelemahan antisipasi dan kekurangsiapan terhadap kondisi tak terduga seperti inilah yang membuatku begitu berat. Sampai-sampai aku lupa bahwa penjamin rezekiku dan anak-anakku bukanlah suami, orang tua, atau siapapun. Melainkan justru hanya Allah semata. Suatu hari, saat berada di kamar, aku mendengarkan siaran radio Idza’atul Qur’an Al-Karim. Dimana ada seorang Syaikh yang membawakan sebuah hadits (yang artinya): “Barangsiapa tak henti beristighfar, niscaya Allah akan mengadakan baginya untuk setiap himpitan hidup solusi dan jalan keluar, untuk setiap kepedihan, perlepasan, dan kebebasan, serta memberinya rezeki secara tidak diduga-duga.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra.) Demi Allah setelah mendengar hadits tersebut dibacakan, semangat hidupku jadi bangkit kembali, dan pengharapan kepada keluasan rahmat Allah pun muncul kembali dan bahkan menguat kembali. Dan aku berazam sejak saat itu untuk mengamalkan hadits tersebut dengan penuh keyakinan. Maka akupun mulai melafalkan istighfar kepada Allah, sekuat-kuatnya, dan sebanyak-banyaknya, hampir tanpa putus. Aku ajari pula anak-anakku untuk melakukan amalan yang sama, istighfar! Berbulan-bulan kami terus menerus melakukannya, rutin, terus melafadzkan setiap hari dengan penuh pengharapan, kami menjaga asa kami agar tidak putus. Kami bahkan telah menikmatinya. Dan saat istighfar kami itu genap 6 bulan, alhamdulillah, keajaiban itupun datang. Tepat seperti kata hadits di atas: "Secara tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga sama sekali." Ya, tiba-tiba kami menerima berita tentang adanya sebuah proyek perencanaan dan pengembangan pembangunan, yang sebagiannya meliputi dan mengambil tanah milik kami, yang sudah lama sekali tak terurus dan tidak termanfaatkan, karena lokasinya yang tidak strategis. Singkatnya, kami pun mendapatkan ganti untung yang cukup besar bagi kami saat itu. Allahu Akbar! Sungguh samudera rahmat dan rahasia hikmah Allah memang benar-benar tidak ada yang bisa menyelaminya. Puji dan syukur kami kepada-Mu ya Allah. Juga ampunilah segala kelemahan, dan dosa-dosa kami. Kehidupan keluarga kami pun perlahan tapi pasti berubah. Keceriaan kembali menghiasi hari-hari kami. Kesedihanku sirna, karena tergantikan oleh kebahagiaan yang tiada terkira. Khususnya oleh perkembangan semua anakku, yang tidak sekadar baik. Melainkan baik sekali dan sangat membanggakan. Karena disamping tumbuh sehat dan berakhlak mulia, mereka pun berprestasi gemilang dalam pendidikan. Diantara mereka ada yang meraih ranking 1 dalam prestasi belajarnya untuk tingkat provinsi. Ada yang hafidz Al-Qur’an 30 juz. Dan begitu seterusnya. * Arif Rahman Lubis
1 Ramadhan
Kita butuh memperbanyak istighfar *untuk bisa mengundang pertolongan Allah* Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata: ”Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang *kegersangan* (bumi) maka beliau berkata kepadanya, ‘ *Beristighfarlah* kepada Allah! Yang lain mengadu kepadanya tentang *kemiskinan* maka beliau berkata kepadanya, ‘ *Beristighfarlah* kepada Allah! Yang lain lagi berkata kepadanya, ‘Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia *memberiku anak* !, maka beliau mengatakan kepadanya, ‘ *Beristighfarlah* kepada Allah! Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang *kekeringan kebunnya* maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, ‘ *Beristighfarlah* kepada Allah!” Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. Dalam riwayat lain disebutkan: ”Maka Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya, ‘Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk beristighfar. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, ‘Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi *sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh (10-12)*. “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai” (QS. Nuh: 10-12) Semangat memperbanyak istighfar 😊👍 Arif Rahman Lubis