Dibalik Kamera 40 [ FINAL ]
Menyatakan isi hati
Carissa bertanya pada Gilliant, mengapa mereka tidak langsung pulang saja. Sebenernya Carissa merasa senang, karena itu tempat favoritnya selama di Paris.
"Gill? mengapa kita tak langsung pulang? kau butuh sesuatu?"
Gilliant belum menjawabnya, karena masih mencari bahu jalan untuk memakirkan mobilnya. Setelah ia memberhentikan mobilnya
"Carissa, maaf jika kita tak langsung pulang, namun tempat ini indah bukan jika malam? tenang, lampu pijar banyak menyala, sungguh suasana yang menenangkan, terkadang aku sering kemari, namun kali ini aku ingin mengajakmu, merasakan ketenangan yang tenang dann indah ini, apa kau keberatan?".
. Makin memerah Raut wajah Carissa, karena mendengar ucapan Gilliant. Sungguh ternyata mereka memilki kesamaan tentang suatu tempat, tak mungkin Carissa menolaknya bukan?
. "Tak masalah Gill, aku juga sebenarnya menyukai tempat ini, sudah lama aku tak kemari, karena suatu alasan, namun dengan suasana dan ketenangan malam ini aku sangat menyukainya.
. Gilliant merogoh saku jasnya seperti mencari sesuatu, dan memindahkan barang itu ke saku celananya dengan menggegamnya, jadi Carissa tak menyadari apa yang ia lakukan.
. Gilliant turun dari mobilnya, membuka kan pintu mobil untuk Carissa, dan membungkuk menyodorkan tangannya agar Carissa meraihnya. Untuk turun dari mobil. Sungguh jantung Carissa berdegup kencang. Ketika Gill menyodorkan tangannya seperti ingin melakukan yang tak perlu namun ia menahannya.
. Mereka pun berdiri saling bersebelahan, reflek tangan Gill, merangkul pinggangnya. Dan mengajaknya berjalan jalan kecil disekitar mobilnya hanya beberapa langkah sembari mengobrol.
. Dan kemudian Gilliant tiba tiba
'Carissa bisa kau menunggu sebentar?" pinta nya.
. Gilliant meraih tangan Carissa dan menggenggamnya
Setengah membungkukkan badan kemudian kakinya bertumpu salah satu ke tanah. Dengan tangan satunya merogoh kantung celananya. Ternyata yang ia bawa adalah kotak cincin berlian, yang sudah ia siapkan.
Sebenarnya ia terpikirkan hal ini semenjak ia memberikan tiket pada Carissa, namun ia ragu. Dan obrolan saat bertemu Aloysius menguatkannya.
Carissa sangat terkejut bukan main
. "Gill? apa yang akan kau lakukan?" Carissa menoleh kanan kiri.
. "Carissa Widjaya, aku ingin menyatakan perasaanku, jika selama ini aku mengagumi mu, memperhatikan mu, memikirkan mu, bahkan ingin selalu bersama mu, apakah kau bersedia menikah denganku?
Sungguh diluar dugaan Carissa, ia tak menyangka hal ini akan terjadi. Bahagia nya dia malam itu tak banyak perkata apapun, sedikit meneteskan air mata. Wajahnya seketika semua memerah.
" Gill? tapi aku tapi..." ujarnya terbata
" Apa kau tak memilki perasaan yang sama?, aku tidak masalah, dan tak ingin ku paksakan, namun ijinkan aku mengetahuinya malam ini jika boleh".
Makin berdebar dan bingung, semakin terbata pula Carissa
"Gill, tapi aku tidakk..."
Kali ini Gilliant menahan emosinya, menahan reaksi atas apa yang akan Carissa katakan setelahnya.
"Tetapi aku tidak bisa menolak semua ini, hanya saja apa aku pantas untuk semua ini? sungguh aku sebenarnya jugamemiliki perasaan yang sama. Namun kita bagaikan langit dan bumi, terlebih lagi kau anak dari Vincent Cho" pelan pelan Carissa mengurai kalimat
Sontak tanpa mengatakan apapun Gilliant memeluknya sungguh sangat erat, serta sedikit meneteskan airmata kebahagiaan. Mengusap rambut wanita yang selama ini ia idam idamkan.
Dan perlahan mereka saling menyentuh tubuh satu sama lain, merasakan bahwa mereka saling memiliki. Berbagi sentuhan kelembutan malam itu.
Giliiant pun mencium bibir Carissa dengan lembut dan perlahan, Carissa amat sangat berdegup kencang, ini merupakan kali pertamanya, mencium seorang pria. Terlebih lagi yang ia mencintai orang itu dan menemukan sebuah fakta bahwa mereka saling mencintai.
Carissa merasakan sentuhan bibir Gilliant yang lembut, mereka saling bercumbu dan berbagi kasih lewat ciuman malam itu. Benar benar adegan romantis difilm itu nyata. Malam itu milik mereka, serta keindahan suasa serta tempat menambah keromantisan situasi saat itu.
Gilliant pun melepaskan ciuman, serta pelukannya itu.
"Carissa terima kasih, terima kasih jika kau mempunyai perasaan yang sama selama ini. Ternyata aku tidak berjuang sendirian, ulurkan, jari manismu padaku, aku akan memberikan cincin berlian ini padamu"
. Gilliant pun memasangkan cincin berlian itu kepada kekasihnya Carissa. Penantiannya pun berakhir, dan ia tak bersembunyi lagi untuk mengaguminya.
. Carissa pun sangat bahagia malam itu, mengetahui bahwa Gilliant Cho melamarnya. Sungguh keduanya merupakan pria dan wanita beruntung, karena mereka saling mencintai.
. Merka pun menikmati malam itu bersama sama, dengan romantis yang kisahnya sama seperti di film film.
-" "Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.""
-"Kasih itu sabar ; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."
-SEMOGA SAJA CERITA INI BANYAK YANG MENYUKAI-
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR














