
gracie abrams

★
I'd rather be in outer space 🛸
untitled
official daine visual archive

PR's Tumblrdome

pixel skylines
Noah Kahan
RMH
$LAYYYTER
d e v o n
No title available

Jar Jar Binks Fan Club
hello vonnie

tannertan36
Sade Olutola
will byers stan first human second
Show & Tell
The Bowery Presents

Discoholic 🪩
seen from Germany
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from Ecuador

seen from United States
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from China

seen from Israel

seen from Lithuania

seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from Japan

seen from United States
seen from Türkiye
@chrnnisaf
“How do you know someone is for you? They bring peace you haven’t found anywhere else. They support your effort. They water your growth.”
— Unknown
“The most important day is the day you decide you’re good enough for you. It’s the day you set yourself free.”
— Brittany Josephina
“Just remember that sometimes, the way you think about a person isn’t the way they actually are.”
— John Green, An Abundance of Katherines
“Do yourself a favor and learn how to walk away. When a connection starts to fade, learn how to let it go. When a person starts to mistreat you, learn how to move on … to something and someone better. Don’t waste your energy trying to force something that isn’t meant to be.”
— Reyna Biddy
Sidney Sheldon, “Nothing Lasts Forever”
Kepala ku berisik sekali, Hati ku gelisah
Aku tak tau mana yang harus kuturuti
Aku sudah begitu lelah, muak, dan kesal
Namun. Aku juga sedih
Sebenarnya aku tak ingin begini. Aku tak ingin ucapan dan perbuatanku malah membuat luka
Tapi. Luka ku sudah cukup banyak. Aku ingin ia tahu. Ia juga pernah melukaiku.
Aku tidak ingin luka ku bertambah
Namun yang terjadi malah sebaliknya. Aku membuatnya luka dan melukai ku sendiri
Kurasa, salah satu dari kami harus mengalah.
Tapi. Aku tak sanggup. Ini sudah terlanjur.
Aku tahu, masih belum terlambat untuk berhenti.
Ego ku begitu membara.
Kenapa? Apakah aku tidak boleh mengekspresikan ego ku? Apakah bila begitu aku akan dianggap durhaka?
Dulu. Ketika ia melukai ku. Apakah tidak ada rasa penyesalan itu?
Tolong Ya Tuhan. Berlakulah Adil!
Biarkan aku merasakan bagaimana jika aku berada di posisi nya. Melukai
Barulah setelah itu tidak ada tanggungan lagi bagiku di sini.
Tolong biarkan aku yg pergi duluan. Jangan biarkan aku mendapat luka lagi.
“Sometimes your mind needs more time to accept what your mind already knows”
— Unknown
Noli me tangere, for Caesar’s I am. And wild for to hold, though I seem tame [Anne Boleyn].
.
.
Bukit Sikunir, Dieng, Jawa Barat.
“Just remember, when you think all is lost, the future remains.”
— Dr. Robert H. Goddard
THINGS TO DO BEFORE I DIE
Craziest ideas only! Lol
1. Ikut nelayan mancing di laut
Pengen berada di tengah laut. Terombang ambing. Merasakan panasnya matahari. Menikmati waktu tanpa gangguan hp dsb. Pergi sendiri ga apa, opsional kalo mau ajak pasangan/temen hehe.
2. Deket sama bule, wkwk
Keinget kata temenku semasa koas. Kala itu masa paling rendah yang pernah kualami. Hopeless sama kehidupan ini. Ga banyak yang dia sampaikan dan ga dramatis juga. Tapi paling kuinget "kamu kan belum nyobain ketemu bule langsung, ngeliat bule cakep di luar negeri. Jangan nyerah dulu lah!". Iya juga yaa
3. Solo trip ke pulau² cantik + free diving
Gw suka banget sama berenang. Dulh pernah nyoba sendiri latihan freedive. Cuma tahan 1 menit wkwk. Doain biar gw bisa kursus freedive. Udah direncanain sih, tinggal nabung aja huhu.
4. ... apa lagi yaa
Riak di kala senja
Sore itu, Air begitu tenang Biru-nya terpantulkan oleh cerahnya langit di sore itu
Tubuh yang lelah dipulihkan oleh air yang membasahi, mendayung ke sana kemari dengan pikiran yang penuh kacau, memikirkan penyesalan dan kesalahan yang telah lalu yang tidak dapat direvisi dan hanya bergelut di benak
Lalu, angin tiba dengan pelan dipenuhi rasa penasaran namun disertai rasa ragu yang tidak pernah meninggalkannya
Tidak menimbulkan ombak, Membuat hati tenang Memberi keyakinan, kekuatan dan keberanian
Namun, langit ada masanya Ia tak selamanya akan cerah, Ia akan selalu berganti menurut waktunya
Dengan berat hati, angin berpisah
Meninggalkan riak yang indah
Air begitu tenang,
Kicauan merdu sang burung yang sedang sibuk mencari daun kering untuk berteduh
Angin menghampiri, membawa harapan
Berseru meniupkan keraguan,
Terlalu segan untuk menembus
Namun, meninggalkan riak yang begitu indah
"ʟɪꜰᴇ ꜱᴛᴀʀᴛꜱ ᴀʟʟ ᴏᴠᴇʀ ᴀɢᴀɪɴ ᴡʜᴇɴ ɪᴛ ɢᴇᴛꜱ ᴄʀɪꜱᴘ ɪɴ ᴛʜᴇ ᴀᴜᴛᴜᴍɴ." - ꜰ. ꜱᴄᴏᴛᴛ. ꜰɪᴛᴢɢᴇʀᴀʟᴅ
My mind wont stop thinking about it
Everyday, when i woke up, what comes to my mind was
How to disappear
How to end this chaos in my head
I lowkey wanna die, but i know the pahala not much enough to save me from hell fire
This is so tiring
I thought it was just a common 'hormonal influence'
It does I thought at first
But, i dont think it'll continue day by day,
Oh god please help me
Is it because of im in my lowest imaan? How? I dont even have the energy to build and strengthen my imaan again
Pleasee
Can i just disappear?
Choose it wisely
Entahlah ... Sekarang, rasanya kebingungan ini sedikit terpudarkan rasanya kabut yang menghalangi pandangan dan pikiran perlahan menghilang oleh secercah sinar matahari
Ayah ...
Di depanmu, Ku akui rasanya aku hanyalah seorang anak kecil di tubuh wanita yang katanya "sudah dewasa"
Kau bilang, seorang yang dewasa sudah bisa menentukan pilihannya sendiri sudah berani menghadapi konsekuensi tiap jalan yang diambil sudah tahu, kapan harus berhenti kapan harus tetap berjalan
Itu dulu ...
Saat aku kecil, kau berkata demikian aku pun berpikir demikian pada saat itu
Hingga kini, aku masih berpikir demikian
Tetapi, di hadapanmu, aku tak bisa menjadi seorang dewasa yang kau bilang aku mencoba tapi pada akhirnya aku terjatuh lagi di lembah
Rasanya cukup malu untuk menyadari itu,
Namun, setelah berbicara dengan-mu hari ini
Aku sadar, Bahwa Bukan aku saja saat ini yang sedang berusaha, Berjuang, Lelah
Kau bercerita bahwa kau sedang memperjuangkan sesuatu juga Tetapi tidak dalam konteks "adu nasib"
Mendengar hal tersebut, membuatku mempertanyakan kegelisahan yang kupunya Ternyata tidak sebanding dengan apa yang kau jalani
Ya, memang benar Dia tidak sedang mengadu nasib denganku
Namun, ceritanya cukup menjadi alasan aku untuk terus melanjutkan perjuanganku sekarang
Lagipula,
Siapa sih yang tidak pernah lelah? Jenuh? Bosan?
"Dunia itu tempatnya lelah. Justru itu, berlelah-lelah lah kau selama hal itu membawamu ke kebaikan. Kau tuai itu nanti di akhirat"
Im stuck
aku ngga ngerti Kupikir, setelah aku memasuki fase ini diriku bakal lebih baik Kupikir, setelah di sini aku akan semakin termotivasi menjadi sesuatu yang lebih baik lagi, bersemangat untuk mencapai mimpiku, dan bersungguh-sungguh akan itu
Tapi, ternyata setelah memasuki ini, aku semakin berjalan ke bawah rasanya
Semangat yang kukira bakal menyertaiku selalu, sudah hampir lepas
Aku bahkan tak tau lagi tujuanku di sini sebenarnya apa ... Aku tak tau lagi, apa harapanku sebelumnya ...
Hari-hari hanya kujalani tidak dengan hati aku tak yakin bila seperti ini terus, aku akan menjadi seorang yang dulu aku cita-cita kan aku bahkan tidak bisa memenuhi ekspektasiku sendiri, konon lagi kedua orangtua ku
Mungkin bila kuceritakan hal ini kepada mereka, Mereka pasti akan ikut bertanya-tanya "mengapa...",
"Mengapa..?"
Aku juga bertanya kepada diriku "Mengapa...", berulang kali kupikirkan jawabannya Namun, terlalu banyak jawaban di kepalaku sehingga aku tak bisa menyimpulkannya
Akhirnya, Aku hanya bisa terdiam, menangis, bingung,
Ahh, Aku benci menjadi seperti ini, Rasanya dulu aku bersemangat akan hal ini, tetapi mengapa malah hal ini yang menyirnakan semangat ku ?
Sekarang, Rasanya sudah terlalu lelah untuk menyemangati diri ini lagi Aku terlalu nyaman untuk "tidak berbuat apa-apa" terhadap ini semua
Terlalu sulit untuk menceritakan semua keluh kesah ini kepada mereka dengan mengetahui bahwa jawaban mereka pasti akan kembali menusukku, Dengan mengetahui bahwa mereka pasti juga memiliki kesulitan mereka masing-masing
Membuatku berpikir, Apakah aku terlalu putus asa ? pasrah ? lemah ?
Tidak
Aku dulu tidak begini, Aku dulu bisa bangkit sendiri, Aku dulu bisa menghadapi hal seperti ini
Sekarang ?