PINDAH DARI RUANG INI: TULISAN TERAKHIR
Dua belas tahun bukan hitungan waktu yang sebentar untuk sebuah ruang tinggal di dalam hidup seseorang.
Dua belas tahun saya tinggal di ruang ini. Ruang yang lebih sering saya sebut "tempat pulang", daripada "tumblr" namanya itu sendiri.
Sejak 2014, ruang ini menyimpan terlalu banyak versi diri saya. Dari yang awalnya selalu bertengkar dengan diri sendiri sebelum mengunggah tulisan. Takut dianggap terlalu banyak bicara. Takut dianggap tidak sebaik isi tulisan sendiri. Takut tulisan-tulisan itu hanya akan terlihat seperti kalimat panjang yang tidak penting bagi siapa-siapa.
Di ruang ini saya belajar bahwa menuliskan rasa juga bisa menjadi cara bertahan. Saya belajar bahwa ada banyak hal yang ternyata lebih melegakan saat dipindahkan ke tulisan. Menjadikan menulis sebagai salah satu cara paling menenangkan untuk pulang ke diri sendiri.
Di ruang ini juga saya bertemu banyak orang. Bukan lewat tatap muka, tapi lewat kalimat-kalimat yang diam-diam membuat saya terasa dihibur dan dimengerti. Banyak tulisan orang lain yang menemani saya bertumbuh.
Tumblr menjadi ruang paling nyaman bagi saya untuk bercerita tentang apa pun. Di sini, segala rasa seperti punya tempat untuk pulang dengan cara yang elegan.
Meski pada akhirnya, rasa nyaman itu tidak bisa menutup kemungkinan kalau suatu saat nanti akan ada momen dimana saya harus pindah dari ruangan ini.
Padahal rasanya pasti tidak akan ringan untuk beres-beres. Untuk merapikan semua isi ruangan ini. Untuk memindahkan tulisan-tulisan yang selama bertahun-tahun tinggal di sini ke ruang yang baru.
Karena beberapa tulisan bukan cuma tulisan. Mereka menyimpan umur, fase hidup, perasaan, bahkan versi diri yang mungkin sudah tidak lagi sama seperti sekarang.
Saya tidak tahu nanti di ruangan baru saya akan bisa merasa senyaman ini atau tidak. Tidak tahu apakah saya akan bisa menemukan ritme yang sama lagi atau tidak. Tapi saya rasa, setiap orang memang punya fase untuk berpindah.
Untuk semua tulisan, semua percakapan lewat tulisan, dan semua orang yang pernah berhenti sejenak di tulisan-tulisan saya, yang diam-diam membaca tanpa pernah meninggalkan jejak apa pun, untuk yang sesekali memberikan reaction, me-repost, atau bahkan hanya menyimpan satu dua tulisan saya yang terasa relate di hidup kalian, terima kasih banyak sudah menemani 12 tahun yang tidak sebentar.
Tumblr mempertemukan saya dengan banyak orang yang tidak pernah saya kenal secara langsung, tapi diam-diam saling menguatkan lewat tulisan.
Terima kasih sudah bersedia membaca "saya" dengan baik.