Part III . . Masa-masa berat bagi wanita adalah setelah melahirkan.. tapi tak kalah berat bagi laki-laki masa istri nifas 40 hari adalah waktu yang mengambil sebagian besar ruang ketenangannya karena “syurga dunianya” tak ia nikmati sepenuhnya. . . 40 hari nifas, bukan berati 40 hari libur dalam melayani suami. Islam melarang suami dan istri melakukan jima’ (bertemunya alat kelamin pria dan wanita secara langsung) sebagaimana hadits “Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw.," (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah). . . TAPI bukan berarti juga nifas dan haid menjadikan kita LIBUR melayani suami.. . . bagi suami istri tetap DIPERBOLEHKAN melakukan aktivitas seksual selama bisa menahan diri tidak melakukan “peneterasi”. . . Firman Allah dalam Surah al-Baqarah:222, "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, "Haid itu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita pada waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu." . . Setelah hadirnya personil kecil dalam bahtera pernikahan, momen yang akan berkurang adalah “waktu pacaran berdua” suami dan istri.. meski perlu pemakluman, tapi penting untuk disempatkan dengan cara yang kita mampu. . . Bahkan termasuk formasi tidur dimana biasanya anak di tengah kemudian kita dan suami di kiri atau kanannya. . . Seorang teman pernah menasehati, jika tanpa box bayi, baiknya formasi tidur di rubah. Anak di pojok tembok, istri setelah itu suami, sehingga memudahkan suami dan istri tetap tidur berdekatan. ❤️🧡💛 (love menggambarkan posisi tidur dimana merah adalah anak, oranye adalah istri dan kuning adalah suami. (Sehingga suami istri tetap berdekatan) ini akan membantu menjaga kehangatan suami istri. Bahkan seringnya yang kita temui suami tidur di lantai karena sang buah hati yang sudah mengambil space berguling kesana kemari. Maka tak heran kata orangtua 5 tahun pertama pernikahan adalah masa2 tegang, karena begitu banyak penyesuaian. Reposted from @shellypurnama (di Bandung) https://www.instagram.com/p/COIl8CArGHs/?igshid=1gdv722xympq6













