Okay, ini cerita lengkap gue (lebih tepatnya curahan hati) mengenai kunjungan ke Surabaya.
Satu minggu sebelum berangkat ke Surabaya, gue masih bersemangat. Bukan hanya karena bakal main di acara Tribute to Green Day yang sudah sekian kali dilakukan oleh Class Of Thirteen, tapi karena akhirnya gue bisa holiday ditengah kesibukan gue di kantor.
Ini memang bukan pertama kalinya gue berkunjung ke Surabaya yang teramat panas. Sebelumnya gue udah pernah 2x kesana dalam rangka urusan pekerjaan. Yang bikin unik adalah, ini pertama kalinya gue travel jarak jauh, kurang lebih 784 km, dengan menggunakan kereta api (yay!). Saat itu gue berangkat bertiga, bersamaan dengan Dixxie dan Iman (crew CO13). Kereta Gaya Baru Malam yang gue naikin itu berangkat jam 10.42 WIB (kalau tidak salah). Tapi bangun di jam 05.30 pagi ternyata adalah keputusan yang salah. Semua hampir telat gara-gara jalanan Jakarta macet seperti biasanya - padahal saat itu hari Jumat, masih weekday - belum lagi ditambah cuaca yang nggak mendukung banget. Hujan lebat. Rencana awal, gue dan dua kawan gue mau berangkat pakai bus kota ke Stasiun Pasar Senen. Beruntungnya, produser (eks drummer CO13) mau antar sampai ke Jakarta. Tapi apa daya, karena kondisi jalanan nggak mendukung, terpaksa turun di Cawang, dan melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line.
Suasana pagi yang seharusnya segar bugar malah jadi runyam karena CL yang gue naikin jalannya kayak keong. 30 menit di perjalanan serasa setahun. Ketika jam udah menunjuk ke 10.40... gue masih ada di kereta dan masih harus melewati 2 stasiun lagi. Oh, jeez. Melayanglah tiket gue bertiga. Cuma itu yang ada di dalam pikiran gue. Kalaupun terlambat, ya sudah. Pasrah saja. Tapi lagi-lagi gue beruntung. Ketika check in, keretanya belum datang karena ada gangguan di stasiun sebelumnya.
Berangkatlah kereta paruh baya itu. Perjalanan selama 12 jam teramat membosankan. Gue sampai bingung mau ngapain di kereta. Makanan pun nggak ada yang terasa nikmat di lidah. Mungkin cuma kecupan Yasmin Wildblood yang masih terasa wow. Haha.
Pada akhirnya, tiba di Stasiun Gubeng, Surabaya. Jam 02.00 dinihari. Bagus sekali. Gue sempat menunggu selama 20 menit sebelum dijemput oleh salah satu pentolan Idiot Club Indonesia (ICI) Regional Jawa Timur, yaitu Mas Welo Wungkar Yugiswara. Sebelum cabut ke tempatnya Mas Welo, gue sempat nyicipin rawon dan nasi goreng merah (ya, warnanye merah) ala Surabaya. Entahlah, makanan itu memang terasa enak. Mungkin karena faktor lapar. Setelah itu gue cabut ke tempat Mas Welo dan segera istirahat karena cuma punya waktu sekitar 4 jam untuk tidur lelap.
Di hari berikutnya, Christian baru berangkat ke Surabaya dengan AirAsia. Di hari sebelumnya, dia harus sidang skripsi. Luar biasa, memang. Setelah kumpul, gue dengan yang lainnya menuju venue yang berlokasi di Jl. Medokan Asri 30. P-Two Cafe. Lingkungannya lumayan sepi, cocok banget kalau mau ngadain acara gedebak-gedebuk di siang bolong. Tapi cafenya bagus, modern dan minimalis.
Nggak lama setelah tiba, acaranya udah dimulai. Bermunculan lah di atas panggung berbagai band dari berbagai daerah di Jawa Timur. Yang paling gue inget adalah band dari Malang, yang katanya di bulan Juli, 2015 mau launching album mereka, Feeling In The Morning. Mereka cuma bertiga sih. Tapi semuanya konyol. Terutama bassistnya yang gendut dan bertingkah aneh.
Class Of Thirteen kebagian main paling terakhir, jadi penutup. Berasa guest star, padahal bukan. Bodo amat lah. Yang penting main. Lagu pertama, CO13 bawain lagu dari album 'Teenage Rebel' yang berjudul 'You Don't Know What It's Like to Be Alone'. Ketika gue nyebutin judul lagunya, semua cuma bengong. Mungkin karena nggak ngerti dengan apa yang gue ucapin pada saat itu. Okay, gue kalo ngomong in English memang terlalu cepat. Sorry.
Di saat bawain lagu ini, semua orang agak bingung ngikutinnya. Karena mereka belum tahu lagunya. Tapi, karena bernada 'Green Day', semua joget, pogo, moshing, entahlah. Setelah itu gue bawain 2,000 Light Years Away, Letterbomb, sama Welcome To Paradise. Lagu terakhir paling ramai. Seru abis. Tapi sayangnya gue sempat salah chord beberapa kali dan Dixxie salah not dalam jumlah yang nggak terhitung. Tangan gue kram. Lengan gue kaku. Pengaruh dari ngangkat-ngangkat barang dan alat kayaknya. Nyesel abis gue sok-sokan nenteng-nenteng gitar dan tas kemana-mana. Kapok. Haha!
Seperti biasa, setelah acara ada sesi foto-foto. Ini dia salah satunya.
Acara selesai, gue pun pulang ke tempat Mas Welo sama anak-anak yang lain. Dan petaka pun datang. Tiket kereta untuk pulang yang belum dipesan sama Iman ternyata nggak tersedia. Harga naik 2x lipat. Shit. Akhirnya gue pesan tiket Citilink, karena besoknya gue harus berangkat ke kantor. Susah ya jadi anak band sekaligus karyawan? Haha.
Gue bisa pulang duluan, dan yang lainnya naik kereta menuju Jakarta. Sialnya lagi, Iman diturunin di Cikampek karena ketahuan merokok di sambungan kereta. Hahaha! Tapi pada akhirnya semua tiba di rumah dengan selamat. Weekend yang lumayan melelahkan tapi ngebuat gue ngerasa puas juga dengan performance yang nggak seberapa, tapi acara tetap bisa berjalan ramai lancar.