Bukan, Tuan.
Mengira aku belum lupa
Mengira aku belum beranjak
Mengira aku masih seperti dulu
Mengira rasaku tidak menjadi abu
Maaf, kau salah Tuan
Kurasa, Tuan mengira itulah aku
Tapi, maaf ...
Itu bukan aku.
Selamat malam, Tuan.

blake kathryn
Keni

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
he wasn't even looking at me and he found me

#extradirty
I'd rather be in outer space 🛸

祝日 / Permanent Vacation
NASA
Mike Driver

izzy's playlists!
Sweet Seals For You, Always
Cosimo Galluzzi

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
d e v o n

★
Stranger Things

ellievsbear

shark vs the universe
seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from India

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Iraq

seen from India

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Indonesia
seen from Italy

seen from Austria
seen from Brazil

seen from United Kingdom
seen from Taiwan
seen from United Kingdom
@coretanlawas
Bukan, Tuan.
Mengira aku belum lupa
Mengira aku belum beranjak
Mengira aku masih seperti dulu
Mengira rasaku tidak menjadi abu
Maaf, kau salah Tuan
Kurasa, Tuan mengira itulah aku
Tapi, maaf ...
Itu bukan aku.
Selamat malam, Tuan.
Sejujurnya aku jarang iri terhadap orang lain. Tapi melihatmu seperti itu, aku jadi berharap kelak akan ada orang yang mencintai aku sebesar cara kamu mencintainya.
(via mbeeer)
Ada yang sedang merindu namun menyamarkannya dengan tawa.
Dasar gengsi.
Jakarta, 18 Maret 2015 20:30
(via estehmanistanpagula)
Terimakasih Telah Pergi.
Tak ada satu manusia pun yang menginginkan kehilangan, termasuk aku. Kepergian kadang menjadi cara untuk menghajar diri sendiri dengan pemikiran bahwa bersamaku dulu, kau tidak bahagia.
Namun jika kepergianmu yang sekarang adalah karena kau telah menemukan yang lebih baik dari aku. Maka pergilah. Aku sepenuh hati rela. Aku tak akan berjuang untuk membuktikan pada dirimu bahwa aku lebih baik dari dia. Tidak.
Karena tanpa kau sadari, kepergianmu telah lebih dulu membuktikan kepadaku bahwa kau bukanlah yang baik untuk masa depanku. Kau bukanlah orang baik yang tepat untuk diajak hidup lebih baik.
Terimakasih telah pergi. Terimakasih telah mengosongkan tempat yang akan diisi oleh orang yang lebih baik. Bahagialah. Semoga dia yang kau pilih sekarang, nanti tidak pergi meninggalkanmu sebagaimana kau pergi meninggalkanku dulu.
Wanita, Pahamilah Ini...
~Sebuah Ringkasan dari Salim A Fillah~
Pertama Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya. Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No! Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.
Kedua Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.
Ketiga Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.
Keempat Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.
Kelima Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.
Keenam Dalam urusan jodoh, ta’aruf adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.
Ketujuh Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.
Kedelapan Seperti apa bentuk ikhtiar wanita? 1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan. 2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif. 3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat.Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi itu lebih baik daripada digantung.
Kesembilan Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu? Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar. Silakan pilih. Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.
Kesepuluh Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?
"Tanyakan pada hatimu: Mana di antara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga."
*Repost from here
Kecee
Kuatmu sebesar apa? Dadamu selapang apa? Dijadikan yang kedua, kenapa mau-mau saja? Kamu terlalu istimewa jika hanya dijadikan selingkuhan, coba buka matamu lebar-lebar di luar sana masih ada yang lebih mampu mengistimewakanmu.
(via aksarannyta)
Terimalah semua kesedihan, sama seperti kamu menerima kebahagiaan. Di dalamnya terdapat proses pendewasaan yang sudah Tuhan sediakan.
Selamat malam, Selamat melepaskan kecemasan, Selamat belajar tentang keikhlasan. (via r-e-t-o-r-i-k-a-g-i-t-a)
Hai, selamat berbahagia ya. Doakan aku juga segera berbahagia, sepertimu.
Missing someone can sometimes be the best thing for a writer.
Lang Leav (via kunamaibintangitunamamu)
Bersamamu atau ditinggalkanmu, doaku akan tetap sama. 'semoga kau bahagia'.
(via mbeeer)
Mencintaimu itu seperti berdoa. Tak pernah aku umbar-umbar, namun dalam diam aku selalu mengusahakannya dengan begitu besar.
(via mbeeer)
Dan malam ini, aku kembali merindukanmu.
Aku pernah jadi perempuan semacam itu yang dengan polos bertaya padamu “jika kamu kehilanhagan aku apa kamu menangis ? ” , kamu menjawab “iya” , tapi pada kenyataanya bukan kamu yang menangis, malah aku yang menangis sejadi-jadinya saat aku memutuskan meningglkanmu.
(via pintuajaibkemanasaja)
Justru aku yang menangis dengan kencangnya saat aku berusaha tak melihatmu lagi. Apa kau tau seberapa sakitnya itu?
(via bstavany0201)
Aku yang berkali-kali berkata “aku sudah sembuh” namun nyatanya aku tidak pernah benar-benar beranjak dari luka yang kau buat dulu. Aku kembali mencarimu dalam setiap hari-hariku.
(via lalunalena)
Aku yang benar-benar berkata “bisa mencari yang lain”. Nyatanya aku tak pernah membuka hati untuk mencari.
(via bstavany0201)
Karena pada kenyataanya aku, memang tidak pernah mau melupa soal kamu, dan masih mengingikankak kamu, dan tidak mau yang lain selain kamu
(via pintuajaibkemanasaja)
Sebentar saja.
Apa bertahan di dekatku begitu melelahkan, bagimu? (via aksarannyta)
Waiting for your call is like drinking the ocean i don’t know when it will be done but i know that i dead already before the ocean dry
tidakkah setahun terlalu cepat… kamu menyerah terlalu cepat… atau aku yang bertahan terlalu lama?
(via sarungbolong)
Aku kira aku baik baik saja
Aku kira, aku sudah baik baik saja.
Ya, sudah lama memang.
Ternyata, aku salah.
Melihatmu di lini masa path, dengan seseorang yang menurutku dia memang ‘seseorang’ bagimu. Aku kaget dengan reaksiku sendiri.
Entah, begitu sesak melihatnya.
Aku kira aku baik baik saja.
Ternyata, aku masih bisa menangisimu sebegitu derasnya. Bahkan, rasa sesak didada masih kurasakan hingga pagi ini.
Aku tak akan marah, aku juga tak akan membencimu. Karena aku tak bisa melakukannya.
Ya, bukan salahmu juga. Kamu berhak dengan siapapun, toh aku hanya cerita lamamu.
Ternyata, doaku selama ini mungkin memang Tuhan tak mengabulkan, mungkin memang aku yang tak layak untukmu.
Kau sudah berbahagia ya dengannya ? Wanitamu yang baru.
Entahlah, aku harus berbahagia atau bagaimana.
Hei, kalau memang benar kau sudah memiliki seseorang yang memenuhi hatimu.
Satu saja permohonanku.
Jaga dia ya baik-baik, jangan biarkan dia bernasib sama denganku. Cukup aku yang sakit seperti ini, entah sampai kapan.
Hei, kamu. Selamat berbahagia, Tuan.
Semoga bahagiamu, itu merupakan bagian doaku yang Tuhan kabulkan, ya meskipun bahagiamu tidak denganku.
Dengar ini sekali saja,
Aku menyayangimu.