Mungkin memang bukan akulah orangnya yang pantas menjadi satu bersama denganmu, sepertinya kamu butuh seseorang yang sabarnya lebih daripada aku, seseorang selalu ada di sampingmu, menemanimu setiap harinya
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Jar Jar Binks Fan Club

Love Begins

No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
sheepfilms

Kiana Khansmith
cherry valley forever
𓃗

shark vs the universe
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Not today Justin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
noise dept.
No title available

roma★
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Origami Around
One Nice Bug Per Day

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil

seen from Indonesia

seen from United States

seen from Indonesia
seen from Australia

seen from Ukraine

seen from United States

seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from United States

seen from Argentina
seen from United States

seen from Philippines
seen from United States
@curhatharian
Mungkin memang bukan akulah orangnya yang pantas menjadi satu bersama denganmu, sepertinya kamu butuh seseorang yang sabarnya lebih daripada aku, seseorang selalu ada di sampingmu, menemanimu setiap harinya
Untuk yg (sampai hari ini sepertinya) tak terjangkau olehku, selamat tinggal. Orang-orang terdekatku slalu bilang bahwa tak ada yg tak terjangkau dengan doa. Aku percaya itu. Tapi ku juga ingat, dalam hal ini Tuhan menjawab doa kita dengan 2 jawaban: "Ya, itu memang untukmu" atau "Aku punya yg lebih terbaik untukmu". Jadi, selalu ku berusaha utk tak pernah memaksa Tuhan. Terkadang lucu juga saat ingat ada hal-hal yg membuatku bergumam "what does this mean", lalu setelahnya kutekankan diriku utk tidak banyak berasumsi. Terima kasih sudah mendorongku utk berusaha, berefleksi, & ikhlas. Hari ini ku siap melepas ekspektasiku, meyakini sepenuhnya bagaimanapun jawabanNya di akhir, adalah hal terbaik yg pasti membuatku bersyukur. Terima kasih.
25 November 2020.
"Kamu tidak bisa menghentikan atau menolak cinta yang datang padamu, akan ada orang yang tidak kamu duga ternyata ia mencintaimu. Mengharapkanmu dan mengupayakan untuk hidup bersamamu. Kamu tidak pernah memintanya, juga tidak pernah mengundangnya, ia datang padamu dengan nalurinya."
Berawal dari mata yang mengagumi parasmu, atau dari mata yang membaca tingkah lakumu, bisa juga dari telinga yang mendengar soal dirimu, dan ada juga yang berawal dari mata yang membaca tulisanmu. Semuanya wajar dan memang biasanya seperti itu.
Yang bisa kamu lakukan hanya menyikapinya, mengarahkan hatimu agar tidak mudah berbunga oleh semua yang datang. Seperti laki-laki yang bebas menentukan pilihannya, maka sudah menjadi hak perempuan untuk menolak atau menerima permintaan.
Andai seorang perempuan tau semahal apa perhatian dan hatinya, tentu ia akan sangat menjaga dan memberikan pagar yang kuat, agar orang tidak mudah masuk tanpa izin dan mengetuk. Andai laki-laki tau seberharga apa perjuangannya, maka ia akan sangat berhati-hati dan memilih mana yang layak ia perjuangkan, tidak sembarangan dalam memilih.
Semua akan berujung kepada saling menjaga dan terjaga. Indahnya islam dengan menjadikan setiap perjuangan menuju kebaikan yang di nilai pahala, dan setiap yang menjaga diri di nilai istimewa.
@jndmmsyhd
Tidak ada yang salah dalam mengagumi, tidak ada yang salah dari menyukai. Semua akan salah jika kamu mulai membuka hati ketika bukan saatnya, lalu menjadi angan-angan. Kasian untuk keduanya, memikirkan dan mengurung hati padahal bukan saatnya dan belum tentu takdirnya.
Hari ini aku ceritakan soal pertemanan dengan seorang teman, dia sahabat karib semenjak pertama kali aku mengenal daerah yang sekarang aku diami. Yang seharusnya ia menjaga, namun akhirnya runtuh dan akhirnya mengalami apa yang tidak seharusnya dialami, ia terkecewakan oleh perempuan yang akhirnya memilih orang lain.
Ia mengaku salah pada langkah pertama, ia mengaku telah melompati pagar dan masuk tanpa izin kepada pemilik rumah. Aku sebagai temannya sudah memperingatkan sejak awal, tapi begitulah cinta, ia membutakan dan mampu menutup nasehat. Beruntung kini Allah kembalikan ia sebagaimana awalnya, belajar memahami batasan-batasan dan lebih menjaga diri.
Membahagiakan hati, dengan tidak membuatnya terluka. Membahagiakan hati, dengan tidak membuatnya melakukan diluar kapasitasnya. Untukmu, aku, dan kita semuanya semoga Allah berikan hidayah dan petunjuk hidup.
Membahagiakan hati.
@jndmmsyhd
Nanya nanya bahasa indonesia timur ke mas crush
Eh malah ditanya: lagi pdkt sama orang timur lu?
YaAllaaah dia gak tau aja, aku lagi pdkt-in dia huhu
Mas crush tidak peka :((((
Menikahi Kematian
Segala sesuatu itu bisa menjadi ujian, termasuk yang sedang kamu cintai. Rasa kenyamananmu saat ini pun bisa menjadi ujian, entah nyaman dengan keadaan atau seseorang. Ujian dalam arti ia bisa melenakanmu dari kesadaran bahwa semuanya itu milik-Nya, dan saat Dia ambil apa yang sedang dititipkannya padamu, maka tidak berhak bagimu untuk marah atau kesal. Sejatinya kamu hanya dititipi, bukan memiliki.
Bukan satu dua orang yang tidak sadar bahwa apa yang dimilikinya adalah titipan, mungkin aku dan kamu juga terkadang demikian. Semakin banyak dititipi semakin lupa bahwa itu titipan, bukan milik pribadi, dan semakin diambil titipannya akan semakin marah dan mencaci, entah yang dicaci adalah keadaan atau sang pemberi.
Tidak terkecuali pada pasanganmu, kelak saat kamu mencintainya berlebihan, ingatlah bahwa ia akan mati, ia akan kembali sabagaimana kamu juga nanti. Maka pastikanlah selalu ingat bahwa kamu hanya seorang al faqir, miskin. Kamu hanya dititipi dunia ini, dan bukan dibawa sampai mati. Belum lagi soal tanggung jawab atas apa yang dititipkan. Istri atau suamimu nanti juga akan ada hisabnya, ada perhitungannya sebagaimana barang-barangmu yang lain saat ini.
Saat kamu menikahi pasanganmu sekarang atau nanti, ketahuilah bahwa kamu juga menikahi kematiannya. Sandarkan semuanya pada Allah, maka Allah yang akan menghiburmu saat ada atau tidak adanya ia, sandarkan semuanya pada Allah untuk setiap apa yang kamu miliki saat ini.
"Sesungguhnya hidupku dan matiku hanya untuk Allah"
@jndmmsyhd
22.54
Tetiba aja voice call sama temen kantor. Eh ada doi. Bikin senyum senyum sendiri kaaaaan. Sukaaaaa :)))
Kesusahanmu tidak untuk dibandingkan.
Iya, yang susah bukan cuma kamu sendiri, yang lelah juga bukan cuma kamu sendiri.
Semua orang punya masalah dan hambatannya masing-masing, jadi tak usah membandingkan dan memaksa disamakan.
Ada yang penuh dengan keringat, ada yang tersedak tangis dan air mata. Ada yang berlari untuk sampai, ada yang lelah menunggu usai.
Kamu tidak bisa, dan tidak mungkin bisa berada di tempat orang lain, apalagi sampai menanggung masalahnya. Orang lain juga tidak mungkin sanggup menanggung masalahmu.
Membandingkan kesusahanmu dengan orang lain, tidak membuatmu terlihat baik, sama sekali, tidak membuat orang lain peduli dengammu.
Kamu hanya sedang mencoba saling sindir, sembunyi-sembunyi meminta untuk dihormati.
@badutcerdas — 4 Mei, 2020
15.14
Bener bener seseneng itu, pas lagi kangen sama orang dan dia jarang banget update sosmed plus kita udah jarang chat karna gak ada bahan buat diobrolin eh tetiba dia bikin whatsapp story dan lucu wkwkwk. Gemeees banget sih aslik, seneng banget masa HAHAHAH
Sebetulnya, salah satu alasan kita bahagia dan hari-hari terasa lebih indah, bukan karena masalah kita hilang. Tapi karena kita sudah berkembang dan bisa menghadapinya dengan lebih tenang.
Lebih Dekat Dengan Ibunda Aisyah
@edgarhamas
Wah, viral ya lagu Ibunda Aisyah dimana-mana. Berhari-hari YouTube penuh dengan trending video aransemen lagu Sayyidah Aisyah, mulai dari Syakir Daulay, Sabyan Gambus sampai bahkan Brisia Jodie pun ikut menyanyikannya.
Lirik lagunya memang kekinian banget. Deskripsi Ibunda Aisyah dengan romatikanya bersama Rasulullah ﷺ, dilantunkan akhirnya oleh banyak anak-anak muda. Satu sisi, banyak yang akhirnya mulai berkenalan lebih dekat dengan Sang Ibunda; siapakah Sayyidah Aisyah? Bagaimana hidupnya? Apa saja kehebatannya?
Namun di satu sisi, ada sebuah nasihat dari Buya Yahya yang menyejukkan jiwa. Lagu itu ditulis dengan maksud baik, dengan alasan yang baik, namun barangkali cara penyampaiannya kurang beretika pada Ibunda Aisyah dengan terlalu menitikberatkan pada sisi fisiknya. Padahal sejatinya, sebagaimana kata beliau,
"kalau kita sayang pada ibu kita atau saudari kita, kita tidak akan mungkin mau menceritakan berlebihan fisiknya pada orang lain."
Fi sisi lain, beberapa redaksi lagu seperti "Sungguh sweet Nabi mencintamu, Hingga Nabi minum di bekas bibirmu", sejatinya tidak terlalu pas dengan maksud hadits yang sebenarnya hanya menjelaskan "bekas gelas" bukan "bekas bibir."
Yah, ala kulli haal, bukan untuk membedah lagu itu kita membahas ini. Kita perlu bersyukur pada Allah bahwa ini barangkali cara di antara cara-cara-Nya agar banyak lagi muslimah yang makin kenal wanita hebat ini. Wanita yang dideskripsikan oleh Rasulullah ﷺ ketika seseorang bertanya padanya, "siapa manusia yang paling engkau cinta wahai Rasulullah ﷺ?"
Beliau ﷺ menjawab, "Aisyah.", Seseorang itu bertanya lagi, "kalau dari kalangan laki-laki?" Dan Rasulullah ﷺ menjawab, "ayahnya."
(HR Tirmidzi 4264)
Fakta-fakta Tentang Ibunda Aisyah
Tahukah kamu? bahwa Ibunda Aisyah dinikahi oleh Rasulullah ﷺ setelah kemenangan Kaum Muslimin di Perang Badar. Pernikahan ini terjadi di Bulan Syawwal 2 Hijriah, sebulan setelah Badar dan menjadi sangat fenomenal karena Kaum Muslimin sedang dalam keadaan yang bahagia atas anugerah pertolongan Allah di pertempuran heroik itu.
Tahukah kamu? Bahwa Ibunda Aisyah terkenal dengan kedermawanannya pada penduduk Madinah dan mengutamakan kepentingan umat dibandingkan kepentingan pribadi. Suatu hari Ummu Durrah memberikan hadiah 100 ribu dirham kepada Ibunda Aisyah, kemudian beliau membagikannya seluruhnya pada orang-orang padahal beliau sedang berpuasa. Ummu Durrah bertanya, "apakah sekiranya Engkau mengambil beberapa dirham untuk membeli daging untuk berbuka?"
Ibunda Aisyah menjawab, "andai saja kau tadi ingatkan aku, mungkin akan aku lakukan."
(Dikisahkan oleh Ibnu Sa'd dalam Thabaqat Al Kubra)
Tahukah Kamu? Ibunda Aisyah terkenal dengan kehebatan ilmu dan kecerdasan hafalannya. Hal itu membuat seorang Ulama Tabiin terkenal bernama Atha bin Abi Rabah rahimahullah berkata, "Ibunda Aisyah adalah salah seorang manusia yang paling dalam Fiqh-nya, yang sangat didengarkan oleh manusia."
Kesaksian itu dilengkapi oleh seorang sahabat besar Abu Musa Al Asy'ari Radhiyallahu Anhu, "jika ada sesuatu hadits yang tidak diketahui ilmunya oleh majelis sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ, kemudian kami tanyakan kepada Aisyah, maka kami selalu mendapat ilmu darinya."
Selain ilmu-ilmu agama, Ibunda Aisyah juga mewarisi kehebatan keperawatan yang diajarkan oleh Ibunda Ummu Ruman. Salah seorang Tabiin masyhur Urwah bin Zubair rahimahullah berkata, "aku tidak pernah melihat orang yang paling hebat pengetahuan tentang halal dan haram, ilmu dan syair, dan juga kedokteran melebihi Ibunda Aisyah."
Ibunda Aisyah Salah Satu Perintis Madrasah Ilmu Pertama dalam Islam
Meskipun Kaum Muslimin membuka banyak sekali negara di kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, Madinah tetap menjadi pelita yang didatangi banyak orang untuk menimba ilmu. Masjid Nabawi menjadi lebih ramai oleh murid-murid dari seantero mata angin, seperti Kufah, Bashrah, Mesir, Damaskus, dan kota-kota besar lainnya.
Nah, di dekat tempat yang dulunya menjadi kamar Rasulullah ﷺ, saat itu telah berubah menjadi tempat kajiannya Ibunda Aisyah. Disana, banyak orang-orang meminta fatwa, banyak wanita menanyakan pengetahuan Islam dan Ibunda Aisyah menjadi "guru favorit" di Masjid Nabawi tersebut.
Berapa jumlah Hadits yang pernah diriwayatkan oleh Ibunda Aisyah?
Beliau masuk menjadi satu-satunya wanita dari 7 besar sahabat yang memiliki riwayat hafalan terbanyak dari Rasulullah. Siapa sajakah beliau-beliau ini?
7 Sahabat Paling Banyak Meriwayatkan Hadits
1. Abu Hurairah 5374 hadits
2. Abdullah bin Umar 2630 hadits
3. Anas bin Malik 2286 hadits
4. Aisyah binti Abi Bakr 2210 hadits
5. Abdullah bin Abbas 1660 hadits
6. Jabir bin Abdillah 1540 hadits
7. Abu Said Al Khudri 1170 hadits
Wafatnya Sang Ibunda
Karena jauhnya jarak kita dengan Ibunda Aisyah, kita jadi mendapatkan beberapa riwayat kapankah beliau wafat. Namun semuanya sepakat bahwa Ibunda Aisyah dimakamkan di pemakaman Baqi, yang sekarang sangat dekat dari Masjid Nabawi.
Dikatakan bahwa beliau wafat pada tahun 58 Hijriah di usianya yang ke 67 tahun. Beliau wafat di malam Selasa tanggal 17 Ramadhan dan beliau sebelum wafatnya berwasiat untuk dimakamkan malam-malam.
Maka beliau dimakamkan setelah shalat witir dan dishalati oleh orang-orang shalih diantaranya sahabat besar Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu. Dan ada 5 tokoh besar yang turun langsung ke liang lahat memakamkannya: Abdullah bin Zubair, Urwah bin Zubair, Al Qasim bin Muhammad, Abdullah bin Muhammad bin Abi Bakar, dan Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar Radhiyallahu Anhum.
Merindukanmu, misalnya...
https://www.instagram.com/p/B_Z5MNVHGKK/?igshid=1h7zqptcng8c7
Untuk Bumi,
Tuhan, jika yang sedang engkau perlihatkan adalah sebuah peringatan, dan yang sedang kami rasakan adalah sebuah teguran, maka bekalilah kami dengan keikhlasan, ketabahan, dan kesabaran.
Harapan selalu didoakan, kepada semua pejuang di garis terdepan, dan segala pasukan yang mebantunya dengan doa dalam diam.
Yang sakit disembuhkan, yang sehat tetap disehatkan.
Tak ada nyawa yang hilang sia-sia.
Jika penyakit adalah pilihan, maka biarkanlah kami memilih untuk tidak memilihnya.
Berikanlah kami kesempatan untuk memperbaiki diri, tentang semua wabah dan bencana, biarkan semuanya tenang tanpa mengganggu satupun ibadah kami.
Banyak doa dilambungkan keras-keras, dengan satu permintaan.
Semoga semua kegaduhan usai sebelum ramadhan kami nanti, biarkan berjalan khusyuk tanpa beban, dengan rasa yang indah tanpa sedikitpun siksaan.
Biarkanlah kami nyaman berbagi salam dan pelukan, dibalut senyuman tanpa kekhawatiran.
Cepat-cepatlah sembuh, bumi.
@badutcerdas — 15 April, 2020
“Aku kalah dalam mencintaimu, memilih untuk mundur dari segala salah yang kita kira cinta. kita sama-sama tahu bahwa kita tidak pernah kemana-mana, cinta harusnya menumbuhkan bukan membuat kita semakin memeluk lalu enggan melangkah keluar. aku benci diriku yang bergantung kepadamu dan aku menyukai dirimu yang bergantung kepadaku. aku benci diriku yang mencintai keadaan ini. ada kata-kata bijak yang berbunyi bahwa melepaskan adalah salah satu bentuk cinta jua. maka aku melepasmu kasih, demi bahagiamu dan bahagiaku. walau aku masih belum tahu bahagia seperti apa yang aku katakan ini. kita akan sama-sama mencari arti bahagia itu walau tidak bersama, walau pada jalan yang berbeda. jika nanti kita berjumpa dan tak jua menemukan arti bahagia, maka mari kita berpeluk kembali dan kali ini aku akan menang dalam mencintaimu.”
—
Kalo ramadhan gini, beneran deh jangan sampe putus kegiatan rutin. Misal ngaji, sekalinya putus bisa langsung mager banget buat mulai lagi. Emang setan dasar hmm
Gak ramadhan doang sih harusnya hehe
Rabu, 29 April 2020.
Semalem videocall sama temen kantor. Ada satu orang, yg dari awal kurang suka interaksi sama dia. Entah ngobrol, becanda, atau apapun itu. Gak tau kenapa. Tapi kayaknya emang sifatnya gak sejalan sama sifatku. Dan karakteristik kita beda. Jadi walaupun dia becanda, yaa ku tetep gak tertarik sama candaan dia. Tapi harusnya kan gak boleh begini. Gimana yaa caranya buat nyoba respect sama orang yg begini? Soalnya beneran kek yg udah hilang respect banget, gak tau asalnya gimana, cuman emang gak suka aja dari awal sama sikap dan sifat dia. Astagfirullaaaah~
Bagaimana cara mencintai tanpa berharap apapun?