Kenangan memburai, bersama wangimu, yang singgah di kala hujan
Tawa dan tangisan yang kita lalui... kini sebatas sejarah
Kau yang mengajari arti jatuh hati
Kau beri harap, lalu kau pergi
Garis waktu tak kan mampu... menghapusmu
Kau pernah menjadi pusat semestaku
Sekarang kita hanya, dua orang asing
Dengan sejuta kenangan...
Kau yang terbaik... kau yang terindah
Kau yang mengajari arti jatuh hati
Kau beri harap, lalu kau pergi
Garis waktu tak kan mampu... menghapusmu
(Ketika kesetiaan menjadi barang mahal
Ketika kata maaf terlalu sulit untuk diucap
Ego siapa yang sedang kita beri makan?
Aku marah, bukan berarti tak peduli
Aku diam, bukan berarti tak memerhatikan
Dan aku hilang, bukan berarti tak ingin dicari)
Kau yang terbaik, juga terburuk
Kau yang mengajari arti patah hati
Kau beri harap, lalu kau pergi
Garis waktu tak kan mampu menghapusmu...