SEJARAH PERJUANGAN THE PANASDALAM
THE PANASDALAM adalah akronim dari: THEnya aTHEis, PAnya PAganisme, NASnya NASrani, DAnya hindu budDA, LAMnya isLAM
Didirikan tanggal 18 Agustus tahun 1995, di salah satu ruangan kuliah yang ada di kampus Institut Teknologi Bandung. Didirikan sebagai sebuah negara dengan nama NKR-TPD, singkatan dari NEGARA KESATUAN REPUBLIK THE PANASDALAM
Diproklamirkan untuk menjadi sebuah negara merdeka yang memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.Sebagai bentuk lampias dari rasa kecewa kepada penguasa Indonesia yang dipresideni oleh Soeharto di waktu itu.
NKRTPD adalah negara kecil, berukuran 8X10 meter. Penduduknya merasa kaya raya karena kalau makan atau minum pada pergi ke luar negeri, yaitu di Indonesia, demikian juga kalau ee atau pipis. Orangtua dan pacar, semuanya pada tinggal di luar negeri.
Di saat awal NKRTPD berdiri, Pidi Baiq mengangkat dirinya sebagai Imam Besar NKRTPD, dan menunjuk Deni Roden sebagai Presidennya. Deni Roden, adalah Presiden yang sangat dibanggakan oleh imam Besar THE PANASDALAM, karena dialah satu-satunya Presiden di dunia yang hapal nama penduduk di negaranya, karena jumlahnya cuma 18 orang
Tahun 1998, ketika rejim Soeharto jatuh, NKRTPD langsung mengadakan muktamar yang pertama, yang diselenggarakan di daerah Dago Tee Huis, dengan hasil keputusan bersedia bergabung lagi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengubah namanya menjadi D.I THE PANASDALAM, atau Daerah Istimewa THE PANASDALAM, untuk merasa jadi setara dengan D.I. Jogjakarta dan D.I. Aceh
Tahun 2003 D.I The Panasdalam mengadakan Muktamar yang kedua, diselenggarakan di daerah Lembang, dengan hasil keputusan D.I. THE PANASDALAM berubah menjadi sebuah group band, dengan nama: THE PANASDALAM Kaumusikampusentris ITB. Dan, hanya manggung di dalam kampus ITB saja.
Bulan Maret tahun 2004, The Panasdalam Kaumusikampusentris ITB, sesuai dengan hasil obrolan malam hari di daerah jalan Ciliwung, THE PANASDALAM Kaumusikampusentris ITB berubah menjadi THE PANASDALAM Kaumusikurangajarasain. Dan menjadi tahun awal untuk THE PANASDALAM Kaumusikurangajarasain mulai manggung di luar kampus ITB.
Bulan Desember tahun 2004, tepatnya di salah satu studio rekaman yang ada daerah jalan Purnawarman Bandung, THE PANASDALAM Kaumusikurangajarasain mengubah namanya lagi menjadi THE PANASDALAM BAND.
Pertengahan tahun 2005, di bawah manajer berinisial G.I, entah bagaimana awalnya, THE PANASDALAM BAND sempat dua kali tampil di acara salah satu stasiun televisi nasional dan menjadi band yang membawakan lagu “Rintihan Kuntilanak” - sebagai soundtrack untuk di salah satu film horor.
Sebagian besar orang-orang THE PANASDALAM menentang hal itu, dan terjadilah perdebatan yang kemudian menyebabkan lahirnya kelompok “THE PANASDALAM BRENGSEK” (yaitu kubu orang-orang penentang THE PANASDALAM BAND masuk teve)
Imam Besar THE PANASDALAM membubarkan THE PANASDALAM BAND.Perselisihan yang hampir menyebabkan adu jotos itu (sempat terjadi perkelahian kecil yg bisa segera dilerai), akhirnya berakhir dengan munculnya “Kesepakatan Ciliwung” (karena dibahas di daerah jalan Ciliwung Bandung), bahwa: ”The Panasdalam harus kembali ke tujuan semula, untuk tidak masuk teve, tetapi lebih memilih masuk sorga”.
Sejak adanya “Kesepakatan Ciliwung”, THE PANASDALAM BRENGSEK langsung membubarkan diri dan Imam Besar THE PANASDALAM mendirikan kembali THE PANASDALAM BAND dengan memasukkan beberapa personil baru untuk menggantikan personil THE PANASDALAM BAND yang menyatakan mundur.
Tahun 2006, pada muktamar THE PANASDALAM ke III, yang diselenggarakan di Lembang, melahirkan sebuah keputusan: Satu, THE PANASDALAM BAND berubah lagi menjadi THE PANASDALAM BANK. Sama sekali bukan Band. Nama Bank diambil untuk tujuan pencitraan, agar ada muncul kesan bahwa kami selalu banyak uang. Dua, THE PANASDALAM BANK harus taat pada isi “Kesepakatan Ciliwung” dari sejak itu dan untuk selama-lamanya
Tahun 2013, Posisi THE PANASDALAM BANK, berubah menjadi cuma sebagai bagian kecil dari yang kemudian disebut sebagai: THE PANASDALAM SERIKAT.
THE PANASDALAM SERIKAT menaungi banyak unit-unit kegiatan di dalamnya, seperti:
THE PANASDALAM INSTITUTE, (yang bergabung dengan Perusahaan Listrik Mandiri Rakyat, LIMAR)
FUCK THE PANASDALAM FOUNDATION,
KINGDOM OF HAVE FUN THE PANASDALAM,
FPIKHB (Front Pembela Islam Kristen Hindu dan Buddha),
MOU THE PANASDALAM (Majlis Of understanding The Panasdalam - semacam MUI nya Indonesia)
KPALANG MERAH THE PANASDALAM
PASUKAN BERANI HIDUP THE PANASDALAM
dan lain-lain sebagainya.
Tahun 2009, kata SERIKAT, yang ada di belakang nama THE PANASDALAM, sengaja dibuang, agar tidak terlalu boros di dalam menggunakan hurup alfabet, sehingga namanya menjadi cuma THE PANASDALAM.
Tahun 2009, Imam Besar THE PANASDALAM membubarkan THE PANASDALAM FANS CLUB. “Mari, jangan fans, ini lebih baik kalau kita jadi kawan”, katanya.
Bahwa kemudian di awal tahun 2010-an banyak kelompok yang menyatakan dirinya sebagai sebuah NEGARA, termasuk dengan memakai embel-embel REPUBLIK atau yang sejenis dengan itu, maka dengan ini, kami umumkan, bahwa:THE PANASDALAM yang kini ada, bukan lagi sebagai sebuah negara, melainkan cuma komunitas biasa yang ada di dunia.
THE PANASDALAM memiliki semboyan resmi, yaitu: “Argumentum In Absurdum” sebagai sebuah frase yang diambil oleh Imam Besar THE PANASDALAM pada isi pidato Paus Yohanes Paulus II di Polandia pada waktu musim salju.
Sedangkan motto “Ingin Berak Sejak 1995” dipake sebagai hal khusus untuk sesekali mengganti semboyan “Argumentum In Absurdum” pada saat diinginkan.
Simbol The Panasdalam adalah Jari Kelingking. Sedangkan jempol dijepit oleh jari tengah dan jari telunjuk adalah simbol rahasianya.
Berikut, di bawah ini, adalah beberapa kata ungkapan yang sering dilontarkan oleh THE PANASDALAM dan oleh unit-unit yang ada di dalamnya:
“Kami tidak mencari uang dari The Panasdalam, karena kami masih bisa minta kepada orangtua” (The Panasdalam)
“Dengan musik, kami tunjukkan kelemahan kami di dalam bermusik” (The Panasdalam Bank)
“No tolerance for intolerance” (Front Pembela Islam Kristen Hindu dan Buddha)
“Bangkitlah Musik Thailand” (The Panasdalam Bank)
“Bangkitlah Mafia Musik Indonesia” (The Panasdalam Bank)
Sekarang, sejak tanggal 12 Januari 2015, THE PANASDALAM berumah di Jalan Ambon nomor 8 A Bandung. Sebuah rumah yang baik untuk banyak hal yang baik. Menjadi bagian penting dari siapapun orangnya yang ingin bersama-sama menjadi penting.
Di sana juga ada cafe, namanya Kantin Nasi On The Panasdalam, tempat kamu bisa nongkrong sambil makan, sambil minum, nraktir atau ditraktir.
Demikian, mudah-mudahan kamu semua masih belum mengerti. Salam sayang