Kelak jika kau jadi orang tua, jangan selalu bela anakmu. Koreksilah anakmu jika salah. Saat anak tumbuh dewasa, dan sudah berkeluarga. Kau bela terus dia, yang akan menjadi selalu salah adalah pasanganya. Malang benar pasanganya

PR's Tumblrdome
RMH

Janaina Medeiros

Origami Around
AnasAbdin
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

⁂

No title available
Sade Olutola
cherry valley forever
Three Goblin Art

#extradirty
we're not kids anymore.
Game of Thrones Daily
KIROKAZE
YOU ARE THE REASON
Peter Solarz

❣ Chile in a Photography ❣
Stranger Things

oozey mess

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Pakistan
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Austria
seen from Angola
@dailydyah
Kelak jika kau jadi orang tua, jangan selalu bela anakmu. Koreksilah anakmu jika salah. Saat anak tumbuh dewasa, dan sudah berkeluarga. Kau bela terus dia, yang akan menjadi selalu salah adalah pasanganya. Malang benar pasanganya
Salahku selalu diingat-ingat. Salahmu selalu harus di pahami.
Aku yang KALAH dan selalu SALAH
Akan aku ingat selalu hari ini ,
Ketika curhatanku dianggap sebagai drama
Keluh kesahku dianggap sebagai sikap manja
Nasehatku dianggap angin lalu..
Suatu saat akan mengerti, yang kau bela sepenuh hati adalah orang yang salah .
Percaya bahwa rezeki tidak tertukar, adalah keimanan
Punya hati yang ikhlas untuk melihat pencapaiannya orang lain, adalah sebuah keistimewaan yang luar biasa.
Karena tertawa melihat penderitaan orang lain itu mudah.
Merasa baik-baik saja ketika orang lain di bawah, itu biasa.
Tapi turut mendoakan ketika orang lain sampai pada rezekinya, itu ilmu hati yang perlu dilatih berkali-kali.
Apalagi ketika kita merasa di bawahnya. Ketika kita merasa satu langkah tertinggal di belakangnya.
Percaya bahwa rezeki tidak tertukar, adalah keimanan.
Karena bisa jadi memang rezeki kita selalu berbeda satu dengan yang lainnya.
Pencapaian kita tidak akan pernah sama.
Mungkin kita hanya perlu membiasakan diri untuk memberi ucapan selamat. Turut mendoakan dan bertepuk tangan atas keberhasilannya orang lain.
Bukankah Allah sudah menakar sesuai kemampuan hambanya masing-masing?
Ketika jalan kita dirasa sulit dan orang lain begitu mudah. Percayalah bahwa garis finishnya berbeda, waktu kita tidak sekarang.
Tapi setidaknya yang bisa kita usahakan saat ini juga;
Tidak iri melihat pencapaian orang lain merupakan sebuah ketenangan hati yang tidak semua orang mampu meraihnya.
Semoga hati kita selalu berada dalam keridhoan dan keikhlasan.
—ibnufir
Ketidak on-time an , bukanlah masalah yang sepele.
Bahkan sampai saat ini aku tak pernah paham bagaimana jalan pikiranya.
Jadi yang selalu salah adalah aku.
Selalu saja begini, tidak pernah ada pengertianya sama sekali.
Yang kuat yaa dyah!
Membaiklaah, jangan begini saja terus..
Bicara dan tidak bicara , sama sama disalahkan..
Masih bingung dengan semua ini
Kata orang, setelah hujan akan ada pelangi indah.. tapi menurutku , tidak semua hujan menimbulkan pelangi Indah bukan?
2020 telah berlalu dengan banyak kesusahan.
Banyak yang direncanakan, hilang sebelum terlaksana.
Banyak yang dikorbankan, sampai habis tak bersisa.
Banyak duka, yang entah kapan berubah jadi suka.
2020 pergi dengan meninggalkan banyak kekhawatiran.
Takdir memang di tangan Tuhan.
Tapi tetap saja, sebagai manusia biasa khawatir akan selalu ada.
Wajar bukan? Atau aku yang berlebihan?
Besar harapku di 2021
Agar kehidupan kembali normal
Tanpa rasa khawatir
Tanpa rasa takut
Tanpa rasa duka
Semoga 2021 penuh dengan cinta
#2021 #wish
Katakan Saja, Lalu Aku Akan Pergi Selamanya
Katakan kamu tidak mencintaiku, lalu aku akan pergi selamanya. Tetapi, kata demi kata tak jua menderas dari bibirmu. Kamu membiarkanku tenggelam ke dalam kesunyian. Keterdiamanmu menjadi titik di mana aku mulai mempertanyakan segala. Atas keraguan yang mulai berdetak di dalam dada.
Dulu, kita begitu yakin bahwa jarak ialah sesuatu yang dapat kita ringkas dengan cinta yang utuh. Bahwa mencintaimu ialah perjalanan tanpa lelah, dan ke sanalah aku menentukan langkah masa depanku. Tetapi, aku salah. Ternyata, hanya aku seorang diri yang terus berjuang melipat jarak, sedangkan kamu hanya membeku seakan jarak kini telah menjadi batas tegas di antara.
Persetan dengan jarak, kataku. Terima saja jarak ini, katamu.
Perbedaan itu mencipta jurang di hadapan, seakan kini tanganku begitu enggan merengkuhmu. Seakan, segala bahagia yang kita susun bersama perlahan memudar. Aku terduduk di tepian pantai menunggui senja tiba, berharap kamu masih ada di sampingku menemani. Nyatanya, kini aku hanya seorang mendengar suara ombak yang begitu hebat menelan segala sepi.
Keraguan terus merambati ruang-ruang perasaan, melahirkan sesak-sesak; pun pertanyaan di dalam kepala yang kian penuh.
“Jika memang seperti ini, untuk apa aku bertahan di dalam kesakitan?”
Dan mungkin benar, perpisahan menjadi titik di mana aku harus mulai menapaki langkah yang lebih yakin dan mantap. Tidak terjebak di dalam ketidakpastian yang menikam perasaan bertubi-tubi.
Selalu saja,
Berbuat baik , disalahin
Berbuat salah , tambah disalahin
Gak ngelakuin apapun, tambah salah banget
Selalu ada celah, untuk salah