PRINSIP DAN TEORI KESEHATAN MASYARAKAT
◾Pengertian Kesehatan Masyarakat
Pengertian masyarakat menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan senior yang mendukung penyakit, perbaikan kesehatan dan bantuan kesehatan, pendidikan individu untuk pribadi, organisasi medis dan keperawatan layanan untuk diagnosa dini dan perawatan penyakit, dan pengembangan alat-alat sosial untuk menyediakan bagi setiap orang menikmati keceriaan kesehatan dan umur panjangnya.
Kesehatan Masyarakat dapat memperoleh bantuan umum, mental dan sosial dengan umur panjang sesuai dengan pengetahuan dan sumber daya tersedia pada waktu dan tempat tertentu. Ini memegang tujuan ini sebagai kontribusinya terhadap pengembangan total yang paling efektif dan kehidupan individu dan masyarakat.
Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan senior yang mencegah penyakit, meningkatkan kehidupan dan meningkatkan kesehatan melalui bantuan terorganisir dari masyarakat. Upaya ini akan membahas masalah kebijakan di tingkat kesehatan masyarakat dan akan membahas masalah kesehatan dan penyakit yang berkaitan dengan penyediaan layanan perawatan kesehatan yang efektif. Kesehatan masyarakat bekerja melalui kemitraan yang membahas batas-batas disiplin ialmu, profesional dan organisasi, dan mengeksploitasi kontribusi dalam kolaborasi untuk membawakan bukti dan kebijakan berbasis penelitian semua bidang yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.
4. Leiyu dan Johnson (2014)
Kesehatan Masyarakat adalah tentang apa yang membuat kita sakit, apa yang membuat kita tetap sehat dan apa yang bisa kita lakukan bersama. Ketika kita mempertimbangkan masalah kesehatan, yang pertama terpikirkan adalah kesehatan dan kesejahteraan individu. Dalam kesehatan masyarakat, apa yang harus dipikirkan sebelumnya adalah kesehatan komunitas dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, kesehatan masyarakat bergeser dari individu ke penghentian dari saya ke kita.
◾Prinsip atau Landasan Kesehatan Masyarakat
1. Proses, merupakan upaya masyarakat yang terorganisir.
d) Pengorganisasian LAYANAN Medis, Keperawatan Dan Yankes lain-lain untuk review diagnosis dini san Pencegahan
e) Pengembangan masyarakat sosial yang dijamin SETIAP orangutan DAPAT pemeliharaan kesehatan.
b) Memperpanjang usia harapan hidup
c) Mencipatakan promosi kesehatan yang lengkap dan berkesinambungan.
d) Mencapai efisiensi biaya kesehatan
◾Perspektif Sejarah Kesehatan Masyarakat
1. Perlindungan Kesehatan (Pra-sejarah-1830) > Penyakit dicegah melalui pengembangan koordinasi pada aspek manusia dan mediasi melalu struktur sosial masyarakat.
2. Kontrol Miasma (1840-1870) > Mencegah penyakit melalui perbaikan sanitasi Lingkungan.
3. Contangion Control (1880-1930) > Mengetahui asal infeksi penyakit.
4. Contangion (1880-1930) > Mengetahui asal infeksi penyakit.
5. Kedokteran Pencegahan (1940-1960) > Peningkatan kesehatan masyarakat dengan fokus pada peningkatan dan perawatan pada kelompok rentan.
6. Kesehatan Utama 1970-1980 > Kesehatan untuk Semua
7. Promosi Kesehatan (1990-sekarang) > Advokasi untuk kesehatan, mendorong individu dan komunitas untuk mendapatkan kesehatan yang optimal.
◾Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat
Ilmu kesehatan masyarakat berkembang dimulai dari perkembangan ilmu kedokteran dalam menemukan penyakit pasien. Tenaga Medis Mengubah Bercinta Tidak Hanya pada Masalah Klinik Individu yang Berkembang Pada Masayarakat Yang Lebih Luas. Disiplin ilmu yang mendasari:
Perkembangan kesehatan masyarakat pertama kali berkembang dengan membahas epidemiologi penyakit menular, masalah sanitasi dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Sejalan dengan perkembangan IPTEK bidang kesehatan, ruang lingkup kesehatan masyarakat tidak hanya menyediakan masyarakat tetapi harus mampu mengkoordinasikan dan mengorganisasikan sumber daya kesehatan.
2. Biostatistik dan Demografi Kesehatan
4. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Kesehatan
5. Administrasi Kesehatan Masyarakat
6. Gizi Kesehatan Masyarakat
7. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
8. Kesehatan Reproduksi Masyarakat
9. Sistem Informasi Kesehatana
◾Upaya Kesehatan Masyarakat: 3 Kosep “Enam Dasar”
• Pencatatan dan analisis data
• Pendidikan kesehatan dan diseminasi informasi
• Pengawasan, pengaturan, pelayanan kesehatan lingkungan
• Administrasi dan pelayanan kesehatan
• Koordinasi sumber daya kesehatan
• Pemberantasan penyakit menular
• Pengendalian penyakit kronis
• Pemeliharaan dokumen kesehatan
• Pemberantasan penyakit menular
• Pelayanan medis dan perawatan kesehatan
◾Upaya yang Dikategorikan sebagai Seni atau Penerapan IKM
1. Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular
2. Perbbaikan sanitasi kesehatan
3. Perbaikan lingkungan pemukiman
5. Pendidikan kesehatan masyarakat
6. Pelayanan kesehatan ibu dan anak
8. Pengawansan sanitasi TTU
10. Pembinaan peran serta masyarakat
11. Pelaksanaan K3 di insdustri
12. Analisis dampak lingkungan (Amdal)
◾Kekhasan Ilmu Kesehatan Masyarakat
• Perhatian besar pada keadilan sosial (basis filosofi keadilan sosial)
• Penetapan tujuan dan jenis layanan yang sesuai dengan sistem politik di masyarakat (Sifat politik yang inheren)
• Masalah kesehatan sangat dinamis. Lahirnya kesehatan 'masyarakat Akibat perubahan penyakit Infeksi, sebelumnya Saat ini Fokus kesehatan' masyarakat meluas Hingga bio-terorisme, kesehatan ibu-anak, Pengelolaan Layanan Kesehatan termasuk reformasi kebijakan kesehatan (Dinamis, agenda
pengembangan terus-menerus) Pemerintahan, masyarakat dan dunia usaha sebagai ikatan determinan sosial. Mengaitkan dengan pemerintah sebagai bagian dari masalah dan intervensi kesehatan (Hubungan dengan pemerintah)
• Intervensi kesehatan masyarakat perlu penerapan berbagai keilmuan, baik dalam bentuk meminta atau substansi area untuk menyehatkan masyarakat, seperti sains epidemiologi, sains sosial dan sains (Mendarat dalam Ilmu Pengetahuan)
• Pencegahan sesuai dengan prioritas dan strategi kesehatan masayarakat. Masyraakat (Penggunaan sebagai strategi utama)
• Intervensi kesehatan masyarakat membutuhkan dukungan lintas profesi. Selain itu dalam intervensi kesehatan masyarakat sangat penting bagi masyarakat. Budaya dan ikatan yang tidak biasa.
◾Tingkat Pencegahan Kesehatan
Pencegahan yang muncul dari adat dan masyarakat, misal suku baduy yang dikeluarkan penggunaan detergen (Menjaga Lingkungan)
Mencagkup edukasi kesehatan (Pendidikan Kesehatan) dan Konversi khusus (perlindungan spesifik) seperti imunisasi, penggunaan alat konversi.
Penentuan dini seperti skrining, pengobatan cepat contohnya memerlukan TB yang sesuai, disabilitasi seperti pertolongan pertama penderita stroke pada masa emas.
Rehabilitasi, memulihkan karena kecacatan fisik melalui terapi maupun inovasi teknologi, sekaligus pemilihan penerimaan sosial oleh masyarakat.
◾Kesehatan Masyarakat sebagai Sistem
6M (Manusia, Bahan, Metode, Uang, Mesin, Pasar) & 1 I (Informasi).
Upaya bersama atau proses yang harus ada dan diselesaikan untuk menyelesaikan fungsi inti dan layanan utama untuk masyarakat yang terkait dengan masalah, faktor penyebab dan intervensi.
Berbagai indikator status keehatan, Peningkatan risiko dan peningkatan kualitas hidup sebagai tujuan perluasan disetujui, dapat ditambahkan termasuk tk. Kesakitan, kecacatan & Faktor Risiko Penyakit.
◾KesehatanSistem Kesehatan
Sistem kesehatan adalah (i) semua kegiatan yang disetujui, dibahas, dan / atau diperoleh kesehatan; (ii) orang-orangutan, Lembaga Dan Sumber Daya, Yang mengatur Bersama Sesuai DENGAN kebijakan Yang ditetapkan, untuk review meningkatkan kesehatan 'masyarakat Yang layani, memenuhi Harapan society Dan mendukung Dari dana kesehatan through different activities Yang meningkatkan kesehatan (WHO)
Sistem kesehaatan Sendiri Menjadi Petunjuk untuk menyusun rencana yang dapat mengelola dan meningkatkan kesehatan, serta menyediakan solusi dan menjawab permasalah kesehatan yang diperlukan.
◾Tujuan Sistem Kesehatan Nasional (SKN)
1. Mendukung kesehatan penghitungan mereka.
Tujuan akhir SKN adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya yang dapat dicapai melalui berbagai kesehatan pada seluruh kehidupan, termasuk kemenangan prematur dan kecacatan.
2. Responsif terhadap harapan masyarakat.
Upaya yang dilakukan memiliki daya tanggap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. sistem yang memenuhi syarat, martabat manusia: tidak ada yang terkait dengan penyakit yang diderita (genetik & hak asasi manusia), privasi / kerahasiaan data / informasi, dan otonomi untuk memilih dan menentukan pilihan yang terkait dengan kesehatan individu.
3. Keadilan dalam persetujuan keuangan
Pembiayaan kesehatan yang adil dalam sistem kesehatan diartikan sebagai risiko setiap rumah tangga terhadap biaya kesehatan terkait sistem pembiayaan yang adil dapat menyediakan Jaminan Keuangan setiap orang agar tidak ada masalah kemiskinan.
◾Peran Pemangku Kepentingan dan Sistem Kesehatan Masyarakat
Tenaga kesehatan masyarakat dalam status perbincangan kesehatan:
a) Memantau status kesehatan untuk kepentingan khusus.
b) Mendiagnosis dan mengatasi masalah kesehatan dan mengatasi kesehatan masyarakat.
c) Mengevaluasi Manfaat, aksesibilitas, dan juga kualitas pelayanan kesehatan, baik untuk individu maupun masyarakat
2. Fungsi Pengembangan Kebijakan
Kesehatan masyarakat dalam penyusunan dan pengembangan kebijakan yang memfasilitasi serta mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Cakupan tugasakupan:
a) Menginformasikan, mengedukasi dan mem-berdayakan masyarakat tentang masalah kesehatan.
b) Memobilisasi kemitraan masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan.
c) Mengembangkan kebijakan dan program untuk mendukung Peningkatan Kesehatan oleh masyarakat, swasta dan individu
Tenaga kesehatan masyarakat mendukung Pemberian untuk masyarakat agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mendukung. Cakupan tugas berlisensi:
a) Menjamin kompetensi tenaga kesehatan.
b) Menegakkan hukum dan peraturan untuk perlindungan kesehatan, dan keselamatan.
c) Menghubungkan masyarakat dengan tenaga kesehatan yang diperlukan dan menyediakan penyediaan layanan kesehatan.
d) Pengembangan riset wacana baru dan solusi inovatif masalah kesehatan.
e) Pengurangan dampak kegawatdaruratan dan bencana terhadap kesehatan.
◾Gerakan Kesehatan Masyarakat Baru
1) Memperkuat Aksi / Gerakan Masyarakat (Penguatan Aksi Komunitas)
Promosi kesehatan bekerja melalui Aksi Gerakan 'masyarakat Yang konkret Dan Efektif Mulai Penentuan Prioritas, Pengambilan Keputusan, Pengembangan Strategi Perencanaan Serta penerapannya untuk meninjau memperoleh derajat kesehatan. Inti Gerakan ini adalah pemberdayaan, kepemilikan, dan kontrol. Penting Sekali melakukan Pemberdayaan Yang diarahkan untuk review mengembangkan Potensi 'masyarakat through peningkatan Kemandirian (swadaya) Dan Dukungan sosial
2) Membangun Kebijakan Berwawasan Kesehatan
Perlu development kebijakan public Yang memihak Dan mempertimbangkan kesehatan. Kebijakan kesehatan tidak hanya di pelyanan kesehatan tetapi di berbagai sektor.
3) Menciptakan Lingkungan yang Berubah. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Perbaikan.
4) Pengembangan Keterampilan Perseorangan (Mengembangkan Keterampilan Pribadi)
Promosi kesehatan yang ditujukan untuk mendukung pengembangan pribadi dan sosial melalui penyedian akses informasi, pendidikan kesehatan, dan peningkatan keterampilan diri setiap individu yang memegang dukungan terhadap kesehatan dan lingkungan.
5) Reorientasi Sistem Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services System)
Pelayanan promotif dan preventif juga harus menjadi perhatian oleh pelayanan kesehatan. Serta mengupayakan pertemuan berbagai pihak untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Reorientasi juga perlu memperhatikan penelitian kesehatan, perubahan, arah pendidikan profesi, pendidikan, keterampilan perubahan sikap-perilaku, perubahan organisasi yang berorientasi pada kebutuhan.
◾ Kesehatan Publik Berbasis
Bukti Berbasis Obat VS Berbasis Bukti Bukti
1. Kedokteran Berbasis Buktividen Penggunaan bukti terbaik saat ini oleh teliti, eksplisit, dan menantang dalam membuat keputusan tentang perawatan pasien secara individu (Sackett, et.al, 2000)
2. Berbasis Bukti PH Bukti terkini bukti eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit domain domain
3. PH Berbasis Bukti pengembangan Pengembangan, implementasi dan evaluasi program dan kebijakan yang efektif dan kesehatan masyarakat melalui prinsip-prinsip penerapan hukum termasuk sistem data dan informasi yang sistematis dan penggunaan model perencanaan program yang tepat (Brownson, Gurney, & Land, 1999 )
◾Perbedaan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran
• Kesehatan masyarakat: masyarakat, sedangkan
• Kesehatan masyarakat: penggantian, promosi kesehatan dan komunitas luas, sedangkan
• Kedokteran: diagnosa dan perawatan, perawatan, seluruh pasien.
• Kesehatan masyarakat: Intervensi yang ditujukan pada lingkungan, hubungan manusia dan gaya hidup dengan pelayanan kesehatan, sedangkan
• Kedokteran: pelayanan medis dan gaya hidup
• Kesehatan masyarakat: analisis (ilmu epidemiologi), penelitian mikro (K3 dan kesehatan sekolah)), masalah kesehatan subtantif (gizi, epidemi, exp HIV), kemampuan dalam penelitian, pengembangan kebijakan dan jaminan, sementara
• Kedokteran: organ manusia (masalah jantung, ginjal), kelompok pasien (anka, lansia), etiologi, patofisiologi, dan kemampuan teknis perawatan medis.
Konsep Berbasis Bukti PH
◾ Praktik kesehatan masyarakat yang berkualitas tinggi adalah:
• Berorientasi pada masyarakat
• meningkatkan kewaspadaan
Berdasarkan PH, untuk menentukan hasil dalam mendukung suatu program, kampanye, praktik, dan kebijakan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Informasi yang Diperlukan, Evaluasi Dan Penelitian Informasi terkait dan terpercaya
PH Karakteristik Bukti Berdasarkan:
• Evaluasi Kebutuhan Program untuk tinjauan / intervensi baru juga pengembangan
• Pelacakan Fakta Terbaik untuk meninjau Program / intervensi sesuai dengan Kebutuhan masyarakat
• Mengumpulkan informasi terbaik untuk ulasan Program / intervensi Yang Sesuai
• Seleksi program yang terkait dengan kebutuhan dan nilai komunitas dan
partisipasi
• Evaluasi terhadap kesehatan dan program partisipasi terpilih dalam bentuk evaluasi pelaksanaan
PH Berbasis Bukti (EBPH): memerlukan keterampilan dalam melakukan kajian dari pekerjaan evaluator, termasuk kualitas desain penelitian, metode statistik, pengumpulan data dan interpretasi
◾Evaluasi Penelitian Vs EBPH
-Evaluasi penelitian: Menghasilkan fakta yang valid tentang kemampuan program / intervensi. Program yang efektif meningkatkan kesejahteraan dan akses terhadap kualitas kesehatan di masyarakat.
-EBPH: Identifikasi, mengkaji, memperbaiki, dan menentukan fakta yang ada berdasarkan kebutuhan dan program / intervensi.
-Penelitian evaluasi: Menggunakan metode ilmiah untuk mendesain studi, mengumpulkan informasi, menganalisis dan menginterpretasi data melalui proses, hasil, analisis dan biaya program.
-EBPH: Menggunakan justifikasi sebelumnya dan sistem verifikasi untuk menentukan tingkat penelitian dan membuktikan fakta / bukti. Menggunakan program terbaik sesuai pilihan dan kebijakan sesuai kebutuhan dan nilai masyarakat.
-Penelitian evaluasi: Memperhatikan hak-hak responden dan privasi, serta memastikan responden mempertanyakan risiko dan Manfaat atas hasil penelitiannya.
-EBPH: Hanya menggunakan data penelitian yang diperoleh dari etik penelitian.
*IFANTI NUR ISLAMIAH (2130018076)*